Infeksi cacing bisa menyebabkan demam, diare, menurunkan berat badan, hingga menimbulkan masalah dalam penyerapan nutrisi makanan.

DAFTAR ISI
- Gejala Infeksi Cacing Pita
- Tips Mencegah Infeksi Cacing Pita
- Hubungi Dokter Ini Jika Mengalami Infeksi Cacing Pita
Cacing pita adalah salah satu parasit yang dapat menyebabkan infeksi saat masuk ke tubuh manusia. Parasit ini memiliki bentuk pipih dan banyak ruas di sepanjang tubuhnya. Cacing pita dewasa bisa memiliki panjang hingga 25 meter, dan hidup hingga 30 tahun.
Infeksi cacing pita dapat terjadi pada siapa saja. Terutama yang tinggal di lingkungan dengan sanitasi buruk atau sering mengonsumsi makanan yang tidak kamu olah dengan baik. Meski umumnya ringan, infeksi parasit ini dapat menyebar ke bagian organ lainnya.
Gejala Infeksi Cacing Pita
Infeksi yang terjadi akibat cacing pita umumnya ringan. Orang yang terinfeksi terkadang tidak merasakan gejala apapun.
Namun, ada beberapa gejala yang dapat muncul saat mengalami infeksi cacing pita di usus, antara lain:
- Demam
- Sesak napas
- Sakit kepala
- Mual
- Sakit perut
- Lemas
- Kehilangan nafsu makan
- Diare
- Berat badan turun
- Masalah dalam penyerapan nutrisi makanan
Pada beberapa kasus, pengidap infeksi cacing pita dapat menyebabkan munculnya benjolan atau kista, reaksi alergi, kejang, hingga koma. Terutama jika infeksi telah menyebar sampai ke otak.
Cari tahu obat apa saja yang ampuh atasi infeksi cacing pita dengan baca artikel ini: “7 Rekomendasi Obat Cacing yang Manjur untuk Anak dan Orang Dewasa”.
Tips Mencegah Infeksi Cacing Pita

Infeksi cacing pita, atau taeniasis, umumnya terjadi di lingkungan dengan sanitasi buruk atau negara-negara berkembang.
Di samping itu, taeniasis rentan terjadi pada mereka yang mengonsumsi makanan yang tidak terolah dengan baik.
Nah, begini cara mencegah infeksi cacing pita:
1. Jaga kebersihan
Ingat, infeksi cacing pita menular dari makanan yang telah terkontaminasi larva atau telurnya.
Oleh sebab itu, pastikan makanan yang kamu beli, kamu simpan, hingga makanan harus tetap higienis.
Simpan makanan dalam tempat yang tertutup. Lakukan hal yang sama bila menyimpannya di dalam kulkas.
2. Cuci sayur dan buah sampai bersih
Jangan sekali-kali memakan buah atau sayuran tanpa mencuci sebelumnya. Bila perlu, olahlah sayur dengan merebus atau memasaknya hingga mata.
Selain bisa terkontaminasi cacing pita, buah dan sayuran mungkin masih mengandung senyawa kimia dari semprotan pestisida.
3. Masak makanan hingga matang
Cacing pita bisa hidup di domba, babi, dan sapi. Nama cacingnya berdasarkan tempat tumbuhnya dalam inang. Misalnya, Taenia solium pada daging babi, dan Taenia saginata pada daging sapi.
Oleh sebab itu, pastikan masaklah daging hingga matang sebelum mengonsumsinya.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), daging utuh (tidak termasuk unggas) setidaknya termasak dalam suhu 63 derajat Celcius. Untuk daging giling (tidak termasuk unggas) lain lagi.
Masaklah dalam suhu 71 derajat Celsius. Jangan salah, ada beberapa jenis bakteri yang tidak mati meskipun sudah kamu panaskan pada suhu tertentu.
Makanya, pastikan makanan yang kamu konsumsi sudah termasak dengan benar.
Lebih lanjut mengenai cara mengolah daging sapi yang benar untuk cegah taeniasis, bisa kamu baca di sini: “Cara Mengolah Daging Sapi agar Terhindar dari Taeniasis” .
4. Hindari konsumsi makanan mentah
Melahap makanan mentah mungkin amat menggoda bagi sebagian orang. Namun, faktanya infeksi parasit ini bisa menular lewat makanan mentah.
Makanan mentah menyisakan berbagai bakteri dan kuman di dalamnya, terlebih lagi daging.
5. Simpan bahan hewani dengan benar
Menyimpan daging dan ikan dalam pembeku ada aturannya.
Cara yang bisa kamu lakukan agar larva dan telur cacing pita bisa mati adalah bekukan daging selama 7 hingga 10 hari, dan ikan sekurangnya 24 jam dengan suhu minus 35 derajat Celsius.
6. Rawat hewan peliharaan
Jika hewan peliharaan di rumah terinfeksi cacing pita, segeralah temui dokter hewan untuk mendapat penanganan yang tepat.
Selain itu, hindari kontak langsung dengan hewan selama masa pengobatannya.
7. Minum obat cacing
Pemberian obat bisa menjadi cara terampuh untuk mencegah infeksi cacing pita.
Menurut Kementerian Kesehatan RI, obat-obatan yang bisa kamu konsumsi contohnya albendazol atau mebendazol, dalam bentuk tablet kunyah dan sirup.
Untuk balita, biasanya dokter berikan dalam bentuk sediaan sirup. Sementara untuk anak usia pra sekolah dan usia sekolah, dokter berikan dalam bentuk sediaan tablet kunyah.
Selain hal-hal di atas, ada beberapa hal lainnya yang perlu diperhatikan.
Contohnya mencuci tangan dengan sabun, menggunakan air bersih untuk keperluan rumah tangga, menjaga kebersihan dan keamanan makanan, menggunakan jamban sehat, dan mengupayakan kondisi lingkungan yang sehat.
Hubungi Dokter Ini Jika Mengalami Infeksi Cacing Pita
Hubungi dokter di Halodoc jika kamu merasa kamu atau anggota keluarga mengidap infeksi cacing pita.
Bingung memilih dokter yang pas? Untuk pengalaman konsultasi yang lebih personal dan tepercaya, Halodoc menghadirkan fitur Dokter Pilihan.
Rekomendasi dokter di bawah ini telah memiliki lencana khusus berdasarkan rating kepuasan pasien dan rekam jejak pelayanan yang baik.
Konsultasimu pun lebih aman dan pastinya memuaskan berkat adanya Jaminan Uang Kembali.
Berikut daftar dokter pilihan yang bisa kamu hubungi:
- dr. Davit Soesanto, Sp.A: Dokter spesialis anak dengan pengalaman 10 tahun. Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (2015) dan pendidikan spesialis anak Universitas Udayana (2023). Kini berpraktik di Surabaya, Jawa Timur. Anggota IDAI dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc, termasuk terkait penyakit tropis, pencernaan, alergi, imunitas, dan tumbuh kembang anak.
- dr. Eva Astria, Sp.A: Dokter spesialis anak dengan pengalaman 14 tahun. Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah (2013) dan pendidikan spesialis anak Universitas Sam Ratulangi (2022). Kini berpraktik di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Anggota IDAI dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc, termasuk terkait penyakit tropis, pencernaan, alergi, imunitas, dan tumbuh kembang anak.
- dr. Adhytio Yasashii, Sp.A: Dokter spesialis anak dengan pengalaman praktik sekitar 9 tahun. Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan (2016) dan pendidikan spesialis anak Universitas Hasanuddin (2025). Kini berpraktik di Jakarta Utara, DKI Jakarta. Tersedia untuk konsultasi di Halodoc terkait kesehatan dan tumbuh kembang anak.
- dr. Anlidya Permatasari, Sp.A: Dokter spesialis anak dengan pengalaman praktik sekitar 13 tahun. Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (2014) dan pendidikan spesialis anak di universitas yang sama (2020). Kini berpraktik di Badung, Bali. Tersedia untuk konsultasi di Halodoc terkait kesehatan dan tumbuh kembang anak.
- dr. Johanes Ari Cahyo Prabowo, Sp.A: Dokter spesialis anak dengan pengalaman praktik 23 tahun. Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Atma Jaya (2010) dan pendidikan spesialis anak di Universitas Udayana (2021). Kini berpraktik di Gondokusuman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Anggota IDAI dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc terkait masalah hormon anak, bayi prematur, pencernaan, alergi, imunitas, serta tumbuh kembang anak.
Itulah berbagai daftar dokter yang bisa kamu hubungi untuk mendapatkan solusi penanganan disentri yang tepat.
Tak perlu khawatir jika dokter sedang tidak tersedia atau offline.
Sebab, kamu tetap bisa membuat janji konsultasi di lain waktu melalui aplikasi Halodoc.
Ayo hubungi dokter di Halodoc sekarang juga!

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Dengan chat dokter pilihan di Halodoc, kamu bisa mendapatkan jawaban medis yang tepat dan personal tanpa perlu keluar rumah.
Lewat fitur Dokter Pilihan, kamu menikmati layanan kesehatan dengan berbagai keunggulan:
✅ Dokter Pilihan Ber-Rating Tinggi: Berlisensi resmi (STR & SIP) dengan ulasan terbaik dari pasien.
✅ Jaminan Uang Kembali: Konsultasi lebih tenang dengan jaminan kepuasan.
✅ Tersedia 24 Jam & Bebas Antre: Konsultasi kapan saja, di mana saja.
✅ Resep Resmi & Obat Asli 100%: Langsung tebus via aplikasi atau WhatsApp Halodoc.
✅ Proteksi Maksimal: Privasi terjamin dan bisa dicover asuransi.
Tunggu apa lagi? Hubungi Dokter Pilihan di Halodoc sekarang!





