Ad Placeholder Image

Cara Pull Up yang Aman dan Benar untuk Pemula

6 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 13 Oktober 2026

Bagi pemula yang ingin mulai berlatih pull up, bisa terlebih dahulu memperkuat otot lengan dengan latihan menggunakan dumbel.

Cara Pull Up yang Aman dan Benar untuk PemulaCara Pull Up yang Aman dan Benar untuk Pemula

DAFTAR ISI


Pull up adalah latihan beban tubuh yang melibatkan otot punggung, lengan, bahu, dan inti tubuh. Bagi pemula, gerakan ini sebaiknya dipelajari secara bertahap agar teknik tetap aman dan risiko cedera dapat dikurangi.

Cara melakukan pull up yang benar tidak hanya bergantung pada jumlah repetisi, tetapi juga posisi tubuh, kekuatan genggaman, dan kontrol gerakan. Dengan latihan rutin serta pemanasan yang cukup, kemampuan pull up dapat berkembang secara bertahap.

Cara Pull Up untuk Pemula

Mulailah dengan berdiri di bawah palang yang kokoh dan pastikan alat tersebut mampu menahan berat badan. Pegang palang sedikit lebih lebar dari bahu dengan telapak tangan menghadap ke depan, lalu aktifkan otot perut agar tubuh tetap stabil.

  1. Lakukan pemanasan pada bahu, siku, pergelangan tangan, dan punggung.
  2. Gantungkan tubuh dengan lengan tetap terkendali, bukan dengan bahu yang terangkat ke telinga.
  3. Tarik tubuh ke atas dengan mengarahkan dada mendekati palang.
  4. Hentikan gerakan ketika dagu melewati palang tanpa menekuk leher berlebihan.
  5. Turunkan tubuh secara perlahan sampai lengan kembali hampir lurus.

Jika belum mampu melakukan satu repetisi penuh, gunakan latihan pendukung seperti dead hang, scapular pull-up, negative pull-up, atau resistance band. Hindari mengayunkan tubuh dan jangan memaksakan repetisi ketika teknik mulai menurun.

Tips Aman Melakukan Pull Up

  • Latih pull up dua sampai tiga kali per minggu dengan jeda pemulihan yang cukup.
  • Hentikan latihan jika muncul nyeri tajam, mati rasa, pusing, atau rasa tidak nyaman yang memburuk.
  • Jaga pergelangan tangan tetap netral dan gunakan palang yang tidak licin.
  • Tingkatkan jumlah repetisi secara perlahan, bukan dengan memaksakan kemampuan.
  • Berikan waktu istirahat bagi otot setelah latihan berat.

Kapan Harus ke Dokter?

Konsultasikan keluhan kepada dokter Halodoc jika nyeri bahu, siku, pergelangan tangan, atau punggung menetap, membatasi gerak, disertai bengkak, kelemahan, atau mati rasa. Pemeriksaan juga diperlukan jika cedera terjadi setelah jatuh atau benturan.

Studi Terkait

Latihan kekuatan yang dilakukan secara teratur dapat membantu meningkatkan kekuatan dan fungsi otot. Namun, program latihan perlu disesuaikan dengan kemampuan, kondisi kesehatan, dan pengalaman olahraga setiap orang.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Chat dokter dapat membantu memberikan arahan awal mengenai nyeri atau cedera setelah latihan. Dokter juga dapat menyarankan apakah keluhan cukup ditangani dengan istirahat atau memerlukan pemeriksaan langsung.

Referensi
World Health Organization. Diakses pada 2026. WHO Guidelines on Physical Activity and Sedentary Behaviour.
PubMed. Diakses pada 2026. Resistance Training and Muscular Strength in Adults.
WebMD. Diakses pada 2026. Strength Training: A Beginner’s Guide.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Aktivitas Fisik untuk Kesehatan.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Informasi Umum Keamanan Produk Kesehatan.

FAQ

1. Apakah pemula bisa langsung melakukan pull up?

Bisa, tetapi sebaiknya dimulai dengan latihan pendukung seperti dead hang atau negative pull-up. Gunakan bantuan resistance band bila belum mampu mengangkat tubuh sendiri.

2. Berapa kali pull up untuk pemula?

Jumlah repetisi bergantung pada kekuatan dan kondisi tubuh. Utamakan teknik yang benar, lalu tingkatkan repetisi secara bertahap setelah tubuh terbiasa.

3. Mengapa bahu terasa nyeri saat pull up?

Nyeri dapat berkaitan dengan teknik yang kurang tepat, pemanasan yang tidak cukup, beban latihan berlebihan, atau cedera. Hentikan latihan dan konsultasikan kepada dokter jika nyeri menetap atau membatasi gerak.

4. Apakah pull up boleh dilakukan setiap hari?

Otot memerlukan waktu untuk pulih setelah latihan kekuatan, sehingga pull up tidak selalu perlu dilakukan setiap hari. Berikan jeda istirahat dan sesuaikan frekuensi dengan kemampuan tubuh.