Ad Placeholder Image

Catat, Ini 5 Tanda Bumil Perlu Membatalkan Puasa

5 menit
Ditinjau oleh  dr. Enrico Hervianto SpOG   20 Februari 2026

"Muntah dan mual adalah situasi yang biasa dialami oleh ibu hamil. Namun, kalau kondisinya sudah mengganggu dan menghambat aktivitas bahkan sampai membuat lemas, ada baiknya ibu hamil membatalkan puasa."

Catat, Ini 5 Tanda Bumil Perlu Membatalkan PuasaCatat, Ini 5 Tanda Bumil Perlu Membatalkan Puasa

DAFTAR ISI


Sebenarnya pada kondisi normal, puasa tidak menyebabkan gangguan kesehatan pada ibu hamil maupun perkembangan janin dalam kandungan.

Namun, tetap saja ada beberapa situasi yang mengharuskan bumil untuk membatalkan puasa karena dapat membahayakan kesehatannya. Simak tanda bumil perlu membatalkan puasa di sini!

Beberapa Kondisi yang Membuat Bumil Sebaiknya Membatalkan Puasa

Tidak ada yang salah dengan tetap berikhtiar menjalankan ibadah puasa selama kehamilan. Namun, ada baiknya ibu menanyakan kondisi kehamilan kepada dokter supaya kesehatan ibu dan janin tetap terjaga. Yuk, simak di sini tanda bumil perlu membatalkan puasa!

1. Muntah hebat

Muntah dan mual adalah situasi yang biasa dialami oleh ibu hamil. Namun, kalau kondisinya sudah sangat mengganggu dan menghambat aktivitas bahkan sampai membuat lemas, ada baiknya ibu hamil membatalkan puasa. 

Muntah hebat dapat membuat ibu hamil kehilangan cairan dan menyebabkan dehidrasi. Takutnya, kondisi dehidrasi dapat membuat kandungan air ketuban berkurang, sehingga berbahaya buat janin dalam kandungan.

Agar kesehatan bumil tetap terjaga selama bulan Ramadan, bantu dengan konsumsi vitamin juga! Cek rekomendasinya di sini: “Catat, Ini Rekomendasi Vitamin Ibu Hamil yang Bagus”.

2. Lemas berkepanjangan

Kondisi lain yang membuat membatalkan puasa menjadi diperbolehkan pada ibu hamil adalah ketika ibu hamil merasa lemas yang berkepanjangan sampai-sampai muncul keringat dingin.

Biasanya, ini terjadi pada trimester pertama saat ibu hamil mengalami morning sickness terparahnya. Perubahan hormon dan fungsi plasenta yang menjaga bayi agar terbebas dari virus, bakteri, dan gangguan lainnya dapat mengganggu imunitas tubuh ibu, sehingga ada kecenderungan ibu merasa lemas berkepanjangan.

3. Pusing

Seiring pertambahan usia kehamilan, merasa pusing adalah kondisi yang wajar. Namun, kalau ibu sudah merasa pusing kepala ini sebagai gangguan sehingga tidak bisa melanjutkan aktvitas, ada baiknya ibu membatalkan puasa. Tujuannya untuk menjaga agar kondisi tubuh tetap fit demikian juga janin dalam kandungan.

Penyebab pusing bisa jadi karena ibu merasa lapar yang disebabkan terlalu banyak beraktivitas, sedangkan tidak ada asupan makanan yang masuk. Bisa juga karena kekurangan zat besi ataupun perpindahan posisi yang terlalu cepat, misalnya dari duduk lalu berdiri tiba-tiba.

4. Diare

Perubahan pola makan bisa menyebabkan ibu hamil mengalami diare. Perubahan ini membuat sistem pencernaan beradaptasi sehingga terkadang timbul diare. Sama halnya dengan perubahan hormon yang menciptakan perubahan-perubahan pada sistem metabolisme tubuh.

Pada situasi normal, diare pada kehamilan dapat ibu atasi dengan mengonsumsi air dan makanan sehat lainnya. Namun, ketika sedang menjalankan ibadah puasa tentunya asupan makanan ibu terbatas. Karenanya, ada baiknya ibu membatalkan puasa demi menjaga kesehatan fisik dan janin.

Mau tahu apa saja camilan yang bergizi untuk ibu hamil? Baca selengkapnya di artikel ini: “Ini 9 Rekomendasi Camilan Ibu Hamil yang Kaya Nutrisi“.

5. Kontraksi yang datang berulang kali

Jika ibu hamil mengalami kontraksi yang tidak seperti pada biasanya dan muncul rasa nyeri yang tak tertahankan dalam kurun waktu tertentu, ada baiknya ibu tidak melanjutkan puasa. Coba redakan kontraksi dengan minum air hangat dan mengonsumsi makanan.

Bisa jadi kontraksi disebabkan rasa lapar dan dorongan nutrisi yang dibutuhkan oleh janin dalam kandungan. Merilekskan kaki dengan meletakkan bantal pada betis dan punggung bisa jadi salah satu cara untuk meredakan kontraksi yang datang dengan tiba-tiba tersebut.

Cara lain untuk membuat perasaan rileks adalah dengan menarik napas dari hidung lalu hembuskan perlahan melalui mulut. Lakukan sampai 5-7 kali pengulangan. Bila rasa sakit tetap ada, ada baiknya ibu hamil bertanya langsung ke dokter.

Hubungi Dokter Ini Jika Ibu Hamil Mengalami Gejala Penyakit saat Berpuasa

Jika Ingin tahu lebih banyak mengenai tips menjalankan puasa dengan sehat selama masa kehamilan, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik.

  • dr. Marsell Phang Sp.OG: Ia adalah dokter spesialis kandungan dan kehamilan dengan pengalaman 12 tahun, berhasil lulus dari Universitas Sam Ratulangi pada 2018. Ia kini praktik di Gresik, Jawa Timur, tercatat sebagai anggota POGI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
  • dr. Lucia Leonie Sp.OG: Ia adalah dokter spesialis kandungan dan kehamilan dengan pengalaman 13 tahun, berhasil lulus dari Universitas Hasanuddin pada 2017. Ia kini praktik di Makassar, Sulawesi Selatan, tercatat sebagai anggota POGI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
  • dr. Fitria Angela Umar Sp.OG: Ia adalah dokter spesialis kandungan dan kehamilan dengan pengalaman 8 tahun, berhasil lulus dari Universitas Sam Ratulangi pada 2022. Ia kini praktik di Makassar, Sulawesi Selatan, tercatat sebagai anggota POGI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.

Ibu juga bisa mencari obat dan vitamin lainnya yang dibutuhkan selama kehamilan di Toko Kesehatan Halodoc. Produknya dikirim dari apotek tepercaya. 

Referensi:
Baby Centre.co.uk. Diakses pada 2026. Fasting in pregnancy
Parenting Firstcry. Diakses pada 2026. Fasting During Pregnancy
Bbc.com. Diakses pada 2026. Pregnant women told not to fast during holy Ramadan

FAQ

1. Apa ciri-ciri ibu hamil yang kekurangan kalsium? 

Bumil biasanya akan merasakan kram kaki yang sering, nyeri punggung, hingga kondisi kuku dan rambut yang cenderung lebih rapuh dari biasanya.

2. Apa yang dirasakan janin ketika ibu sedang menjalankan puasa? 

Selama nutrisi saat sahur dan berbuka tercukupi, janin umumnya tetap merasa nyaman karena tubuh ibu akan otomatis menggunakan cadangan energi untuk menjaga suplai makanan ke plasenta tetap stabil.

3. Bahayakah ibu hamil berpuasa? 

Puasa tidak berbahaya bagi ibu hamil yang kondisinya sehat dan janinnya berkembang normal, namun sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan terlebih dahulu guna memastikan kesiapan fisik.