
Catat, Ini Berbagai Komplikasi Brucellosis yang Bisa Terjadi
“Brucellosis adalah infeksi bakteri yang disebarkan dari hewan ternak. Seseorang yang mengidap penyakit ini memiliki risiko untuk mengalami komplikasi yang membahayakan.”

Halodoc, Jakarta – Brucellosis adalah penyakit yang sedang marak terjadi dan menyerang sapi. Hewan ternak yang terjangkit penyakit ini perlu segera dimusnahkan agar tidak menyebarkan infeksinya.
Sebab, saat infeksi dari penyakit ini menyerang manusia dan tidak mendapatkan pengobatan segera, komplikasi berbahaya bisa terjadi. Bahkan, masalah tersebut bisa menyebabkan pengidapnya kehilangan nyawa.
Komplikasi yang Disebabkan oleh Brucellosis
Brucella adalah bakteri yang menyebabkan brucellosis pada manusia. Penyebab penyakit ini dapat masuk ke tubuh melalui mulut, hidung, mata, atau bahkan luka pada kulit.
Setelah itu, bakteri tersebut masuk ke kelenjar getah bening yang dapat menjadi tempat perkembangbiakannya secara perlahan. Jika dibiarkan, infeksinya dapat menyerang berbagai organ penting dalam tubuh, seperti jantung, hati, dan otak, sehingga menyebabkan komplikasi.
Lalu, apa saja sih komplikasi yang bisa terjadi?
- Pembesaran pada hati (hepatomegali) atau limpa (splenomegali).
- Chronic hepatosplenic suppurative brucellosis, yaitu infeksi yang menyebabkan abses pada limpa dan hati.
- Endokarditis.
- Ensefalitis atau meningitis.
- Spondilitis.
- Osteomielitis.
- Pembengkakan epididimis dan testis.
- Luka pada tulang dan persendian.
- Keguguran.
- Cacat lahir pada bayi.
Beberapa komplikasi yang terjadi jika dibiarkan dapat menyebabkan kematian, meski terbilang jarang terjadi. Tingkat kematiannya hanya sebesar 2 persen. Tingkat kemungkinan untuk selamat dari brucellosis lebih tinggi jika seseorang tidak mengalami komplikasi.
Cara Mengobati Brucellosis yang Ampuh Dilakukan
Penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini mungkin sulit untuk diobati. Cara paling ampuh yang bisa dilakukan adalah konsumsi obat antibiotik. Beberapa jenis antibiotik yang umum diresepkan, yaitu:
- tetrasiklin
- streptomisin
- doxycycline
- ciprofloxacin
- rifampisin
- sulfametoksazol
Umumnya, dokter akan meresepkan kombinasi antara doxycycline dan rifampisin selama enam hingga delapan minggu. Konsumsi obat ini perlu dilakukan dalam hitungan minggu hingga bulan untuk mencegah terjadi kembali.
Tingkat kekambuhannya cukup tinggi, sehingga konsumsi obat dan pemeriksaan perlu dilakukan secara rutin, terutama dalam enam bulan pertama. Pengobatan juga perlu dilakukan secara dini agar dapat disembuhkan secara keseluruhan.
Selain itu, ada beberapa gejala dari gangguan ini, seperti radang sendi, dapat bertahan dalam waktu yang lama, bahkan jika pengobatan sudah selesai dilakukan. Bisa jadi obat atau terapi tambahan diperlukan untuk mengatasi hal tersebut.
Jadi, pastikan untuk memajuh semua obat sesuai dengan resep dari dokter dan habiskan. Jika berhenti mengonsumsi antibiotik tanpa saran dari dokter, gangguan ini dapat kambuh dengan cepat. Lalu, jika mengalami gejala baru atau memburuk secara tiba-tiba, segera periksakan diri ke dokter.
Nah, itulah berbagai komplikasi yang bisa terjadi disebabkan oleh brucellosis, infeksi bakteri yang menyerang hewan ternak. Maka dari itu, jika kamu banyak berinteraksi dengan sapi atau hewan sejenis lainnya, ada baiknya melakukan pemeriksaan secara rutin terhadap gangguan ini. Perlu juga untuk menggunakan pelindung tubuh untuk pencegahan.
Jika masih memiliki pertanyaan lainnya terkait brucellosis, fitur tanya dokter dari Halodoc bisa digunakan untuk berinteraksi dengan ahlinya. Dengan download aplikasi Halodoc, segala kemudahan dalam akses kesehatan bisa didapatkan melalui smartphone di tangan. Makanya, unduh aplikasi Halodoc sekarang juga!


