Ad Placeholder Image

Catat, Ini Tahapan Pemeriksaan Leopold pada Ibu Hamil

5 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   11 Juni 2026

Pemeriksaan Leopold adalah teknik penting dalam pemeriksaan kehamilan untuk menentukan posisi dan letak janin

Catat, Ini Tahapan Pemeriksaan Leopold pada Ibu HamilCatat, Ini Tahapan Pemeriksaan Leopold pada Ibu Hamil

DAFTAR ISI


Memasuki trimester ketiga kehamilan, perasaan antusias sekaligus berdebar pasti kamu rasakan. Selain mempersiapkan perlengkapan bayi, memantau posisi janin di dalam kandungan menjadi hal yang sangat krusial. Salah satu metode yang paling umum digunakan oleh bidan atau dokter kandungan untuk meraba posisi buah hati adalah melalui pemeriksaan Leopold.

Pemeriksaan Leopold merupakan teknik palpasi atau perabaan perut ibu hamil yang bertujuan untuk menentukan posisi, letak, dan presentasi janin. Meskipun teknologi ultrasonografi (USG) sudah sangat maju, pemeriksaan fisik secara manual ini tetap menjadi standar emas dalam asuhan antenatal karena kepraktisannya dan kemampuannya memberikan gambaran klinis yang cepat bagi tenaga medis.

Penting bagi kamu untuk memahami setiap tahapan dalam pemeriksaan ini agar kamu merasa lebih nyaman dan tenang saat prosedur dilakukan. Dengan mengetahui posisi janin, tenaga medis dapat merencanakan persalinan yang paling aman untukmu dan si kecil. Jika kamu merasa ada yang kurang nyaman dengan kondisi kehamilanmu, sebaiknya segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.

Selain memantau posisi janin melalui pemeriksaan fisik, jangan lupa untuk selalu memenuhi kebutuhan nutrisi harian. Kamu bisa dengan mudah beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah, termasuk berbagai macam vitamin dan suplemen pendukung kehamilan.

Nah, mau tahu apa saja tahapan dan detail mengenai pemeriksaan Leopold? Berikut ulasannya!

Apa Itu Pemeriksaan Leopold?

Pemeriksaan Leopold adalah metode pemeriksaan fisik yang dilakukan pada ibu hamil dengan cara meraba perut (palpasi) untuk menentukan posisi janin. Metode ini ditemukan oleh Christian Gerhard Leopold, seorang ginekolog asal Jerman, pada akhir abad ke-19. Hingga saat ini, teknik ini masih sangat relevan digunakan di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Teknik ini terdiri dari empat langkah manuver yang berurutan. Setiap langkah memiliki tujuan spesifik, mulai dari menentukan bagian janin yang berada di bagian atas rahim (fundus) hingga memastikan apakah kepala janin sudah masuk ke pintu atas panggul (PAP). Pemeriksaan ini biasanya baru efektif dilakukan setelah usia kehamilan mencapai 28 minggu atau memasuki trimester ketiga, saat janin sudah cukup besar untuk diraba bagian-bagian tubuhnya.

Tahapan Pemeriksaan Leopold 1 Sampai 4

Pemeriksaan ini dilakukan dengan posisi ibu hamil berbaring telentang dan lutut sedikit ditekuk untuk melemaskan otot-otot perut. Berikut adalah keempat tahapannya secara mendetail:

1. Leopold I: Menentukan Tinggi Fundus Uteri

Pada tahap pertama, dokter atau bidan akan berdiri menghadap ke arah wajah ibu. Tujuannya adalah untuk menentukan tinggi fundus uteri (puncak rahim) dan mengetahui bagian janin apa yang berada di sana. Dengan mengukur tinggi fundus, tenaga medis dapat memperkirakan usia kehamilan dan berat badan janin.

Jika yang teraba di fundus adalah bagian yang lunak, kurang bundar, dan tidak melenting, maka itu kemungkinan besar adalah bokong janin. Namun, jika yang teraba keras, bundar, dan melenting, maka itu adalah kepala janin (posisi sungsang).

2. Leopold II: Menentukan Posisi Punggung

Masih menghadap ke wajah ibu, tangan pemeriksa akan berpindah ke sisi kanan dan kiri perut ibu. Manuver ini bertujuan untuk menentukan di mana letak punggung janin dan di mana letak bagian-bagian kecil (tangan dan kaki).

Punggung janin akan terasa seperti struktur yang keras, rata, dan memanjang. Sementara itu, bagian kecil janin akan terasa seperti tonjolan-tonjolan kecil yang tidak beraturan dan kadang terasa ada gerakan/tendangan. Mengetahui posisi punggung sangat penting untuk menentukan titik terbaik pendengaran denyut jantung janin (punctum maximum).

3. Leopold III: Menentukan Bagian Terbawah Janin

Pada tahap ini, pemeriksa akan meraba bagian bawah perut ibu, tepat di atas simfisis pubis (tulang kemaluan), menggunakan satu tangan (biasanya ibu jari dan jari-jari lainnya). Tujuannya adalah memastikan bagian janin apa yang berada di pintu panggul.

Jika teraba keras dan bundar, berarti kepala sudah berada di bawah. Jika bagian tersebut masih bisa digoyangkan, berarti bagian bawah janin belum masuk ke pintu atas panggul. Namun, jika sudah tidak bisa digoyangkan, berarti janin sudah mulai “mengunci” posisinya untuk persalinan.

4. Leopold IV: Mengukur Sejauh Mana Masuknya Janin

Berbeda dengan tahap sebelumnya, pada Leopold IV pemeriksa akan berbalik menghadap ke arah kaki ibu. Tangan pemeriksa akan meraba sisi bagian bawah perut menuju ke arah panggul. Tahap ini bertujuan untuk menentukan seberapa jauh bagian bawah janin (biasanya kepala) telah masuk ke dalam pintu atas panggul.

Jika kedua tangan pemeriksa masih bisa bertemu (konvergen), berarti baru sebagian kecil kepala yang masuk panggul. Namun, jika kedua tangan sudah tidak bisa bertemu (divergen), artinya sebagian besar kepala janin sudah masuk ke dalam panggul dan siap untuk proses persalinan.

Hal yang Perlu Disiapkan Sebelum Pemeriksaan
  1. Kosongkan kandung kemih dengan buang air kecil terlebih dahulu agar kamu merasa lebih nyaman saat perut diraba.
  2. Gunakan pakaian yang longgar atau dua potong (atasan dan bawahan) untuk memudahkan akses ke area perut.
  3. Usahakan untuk rileks dan mengatur napas, karena otot perut yang tegang akan menyulitkan proses palpasi.

Manfaat Melakukan Pemeriksaan Leopold

Melakukan pemeriksaan leopold secara rutin saat kontrol kehamilan memiliki segudang manfaat, di antaranya:

  • Deteksi Dini Posisi Sungsang atau Melintang: Dengan mengetahui posisi janin lebih awal, dokter dapat memberikan saran latihan tertentu (seperti sujud/knee-chest position) atau merencanakan tindakan versi luar jika diperlukan.
  • Estimasi Berat Badan Janin: Melalui pengukuran tinggi fundus uteri pada Leopold I, tenaga medis dapat menghitung perkiraan berat janin untuk memantau apakah pertumbuhan janin sesuai dengan usia kehamilan.
  • Menentukan Metode Persalinan: Posisi janin adalah faktor utama dalam menentukan apakah kamu bisa melahirkan secara normal atau memerlukan operasi caesar.
  • Pemantauan Kesejahteraan Janin: Mengetahui posisi punggung membantu dokter meletakkan alat Doppler dengan tepat untuk mendengarkan detak jantung bayi secara akurat.

Kapan Pemeriksaan Leopold Dilakukan?

Pemeriksaan ini biasanya mulai rutin dilakukan pada setiap kunjungan antenatal (ANC) mulai minggu ke-28 hingga minggu ke-36 kehamilan. Pada awal kehamilan, rahim masih terlalu kecil dan janin masih terlalu bebas bergerak, sehingga palpasi Leopold tidak akan memberikan hasil yang akurat.

Memasuki minggu ke-37, pemeriksaan ini menjadi sangat krusial karena janin idealnya sudah berada dalam posisi kepala di bawah (presentasi kepala). Jika pada tahap ini posisi janin masih sungsang atau melintang, dokter akan melakukan evaluasi lebih lanjut menggunakan USG untuk memastikan keamanan ibu dan bayi.

Studi Mengenai Pemeriksaan Leopold

The Journal of Perinatal Education menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa manuver Leopold memiliki akurasi yang cukup tinggi (sekitar 70-88%) dalam menentukan presentasi janin bila dilakukan oleh tenaga kesehatan yang berpengalaman. Studi ini menekankan bahwa meskipun USG adalah standar emas untuk visualisasi, pemeriksaan fisik manual tetap penting sebagai skrining awal yang cost-effective.

Penelitian lain menunjukkan bahwa sentuhan fisik selama palpasi Leopold dapat meningkatkan ikatan (bonding) antara tenaga medis, ibu, dan janin, karena ibu dapat merasakan secara langsung bagian tubuh bayinya yang sedang ditunjukkan oleh pemeriksa.

FAQ

1. Apakah pemeriksaan leopold terasa sakit?

Pemeriksaan ini umumnya tidak menyakitkan, hanya berupa tekanan ringan pada perut. Namun, jika otot perutmu tegang atau kandung kemih penuh, mungkin akan terasa sedikit tidak nyaman.

2. Bisakah saya melakukan pemeriksaan leopold sendiri di rumah?

Meskipun kamu bisa meraba perut sendiri, hasil yang akurat hanya bisa didapatkan oleh tenaga medis profesional seperti bidan atau dokter kandungan yang sudah terlatih merasakan anatomi janin.

3. Mengapa hasil Leopold 3 saya dikatakan belum masuk panggul?

Hal ini wajar terjadi, terutama pada kehamilan pertama (primigravida). Biasanya kepala janin baru akan masuk panggul pada minggu ke-36 atau bahkan saat mendekati persalinan.

4. Apakah hasil pemeriksaan leopold selalu akurat?

Akurasi Leopold dipengaruhi oleh ketebalan dinding perut ibu (BMI), jumlah air ketuban, dan posisi plasenta. Jika ada keraguan, dokter akan selalu mengonfirmasi posisi janin menggunakan USG.


Punya Keluhan Kesehatan saat Hamil? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan selama masa kehamilan, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.


Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Prenatal care: 3rd trimester visits.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Leopold Maneuvers: Purpose, Procedure & Results.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak).
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2026. Accuracy of Leopold Maneuvers in Determining Fetal Presentation.