Ad Placeholder Image

Catat, Ini yang Terjadi saat Tubuh Kesetrum atau Tersengat Listik

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   17 Juni 2026

Kesetrum bisa picu banyak masalah kesehatan, mulai dari yang ringan hingga yang mengancam jiwa.

Catat, Ini yang Terjadi saat Tubuh Kesetrum atau Tersengat ListikCatat, Ini yang Terjadi saat Tubuh Kesetrum atau Tersengat Listik

DAFTAR ISI


Tersengat listrik atau yang lebih sering kita sebut dengan istilah “kesetrum” adalah sebuah kondisi gawat darurat medis yang terjadi ketika tubuh manusia menjadi bagian dari jalur aliran arus listrik. Tubuh manusia pada dasarnya adalah konduktor atau penghantar listrik yang sangat baik karena sebagian besar terdiri dari air dan elektrolit. Oleh karena itu, ketika seseorang bersentuhan langsung dengan sumber listrik aktif, arus tersebut akan dengan mudah mengalir menembus kulit, masuk ke dalam jaringan tubuh, dan keluar mencari titik grounding atau pijakan ke bumi.

Kondisi ini tidak boleh dianggap remeh, meskipun mungkin hanya dirasakan sebagai sensasi kesemutan sesaat. Sengatan listrik dapat membawa dampak yang sangat destruktif bagi organ-organ vital di dalam tubuh. Mulai dari luka bakar jaringan yang parah, kerusakan saraf secara permanen, kontraksi otot yang hebat, hingga gangguan irama jantung (aritmia) yang bisa berujung pada henti jantung mendadak. Tingkat keparahan yang ditimbulkan sangat bervariasi, tergantung pada jenis arus, besaran tegangan, dan durasi kontak dengan sumber listrik tersebut.

Mengetahui bagaimana cara kerja sengatan listrik pada tubuh serta langkah-langkah pertolongan pertama yang harus dilakukan adalah pengetahuan dasar yang wajib dimiliki oleh semua orang. Penanganan yang salah, seperti langsung menyentuh tubuh korban yang masih teraliri listrik, justru dapat membahayakan nyawa sang penolong itu sendiri. Di sisi lain, keterlambatan dalam memberikan penanganan medis pada kasus sengatan listrik berat bisa berakibat fatal.

Mengingat penanganan kondisi gawat darurat ini memerlukan observasi medis lebih lanjut, sangat penting untuk mengetahui kapan harus ke dokter agar korban mendapatkan diagnosis dan intervensi yang tepat, terutama untuk mendeteksi kerusakan organ dalam yang tidak terlihat dari luar. Nah, mau tahu apa saja yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh saat tersengat listrik dan bagaimana cara menanganinya? Berikut ulasannya!

Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Tersengat Listrik?

Ketika arus listrik masuk ke dalam tubuh manusia, ia tidak hanya mengalir di permukaan kulit, melainkan mencari jalur dengan resistensi atau hambatan terendah. Biasanya, jalur ini meliputi pembuluh darah, saraf, dan otot. Berikut adalah rincian fisiologis mengenai apa yang terjadi pada sistem tubuh saat tersengat listrik:

1. Gangguan pada Sistem Saraf

Sistem saraf manusia bekerja menggunakan impuls listrik berskala sangat kecil untuk mengirimkan sinyal dari otak ke seluruh tubuh. Ketika arus listrik eksternal yang jauh lebih besar masuk, sistem saraf akan mengalami “korsleting”. Hal ini dapat menyebabkan hilangnya kesadaran, kebingungan mental, amnesia sementara, kelumpuhan, hingga kejang-kejang. Saraf adalah salah satu jaringan yang paling rentan terhadap kerusakan akibat sengatan listrik.

2. Kerusakan Jaringan Otot (Tetanus dan Rhabdomyolysis)

Arus listrik bolak-balik (AC), seperti yang umum digunakan di rumah tangga, sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kontraksi otot yang terus-menerus atau disebut tetani. Inilah alasan mengapa seseorang yang kesetrum seringkali seolah “menempel” pada sumber listrik dan tidak bisa melepaskan genggamannya. Selain itu, kerusakan otot yang parah akibat panas dari aliran listrik dapat memicu kondisi yang disebut rhabdomyolysis, yaitu pecahnya jaringan otot yang melepaskan protein mioglobin ke dalam darah dan dapat menyebabkan gagal ginjal akut.

3. Dampak pada Sistem Kardiovaskular (Jantung)

Jantung adalah otot yang memompa darah berdasarkan impuls listrik alami. Sengatan listrik dapat mengganggu pacemaker alami jantung ini. Sengatan listrik rumah tangga (tegangan rendah) dapat memicu fibrilasi ventrikel, yaitu kondisi di mana bilik jantung hanya bergetar secara tidak beraturan dan tidak memompa darah sama sekali. Kondisi ini sangat mematikan dan memerlukan resusitasi jantung paru (RJP) serta defibrilasi segera.

4. Luka Bakar Panas (Thermal Burns)

Saat arus listrik mengalir melewati tubuh yang memiliki hambatan (resistensi), energi listrik tersebut berubah menjadi energi panas. Hal ini menyebabkan luka bakar pada titik masuk (entry wound) dan titik keluar (exit wound). Yang paling menakutkan adalah fenomena “gunung es”, di mana luka bakar di permukaan kulit mungkin terlihat kecil, namun kerusakan jaringan, otot, dan pembuluh darah di bagian dalam tubuh (luka bakar internal) sangatlah luas dan parah.

Faktor yang Menentukan Keparahan Luka

Tidak semua sengatan listrik menimbulkan efek yang sama. Beberapa faktor teknis dan lingkungan sangat memengaruhi seberapa parah cedera yang akan dialami oleh tubuh, antara lain:

  • Jenis Arus (AC vs DC): Arus bolak-balik (AC) umumnya tiga kali lebih berbahaya daripada arus searah (DC) dengan tegangan yang sama. AC menyebabkan kejang otot yang menahan korban pada sumber listrik, sementara DC (seperti dari aki mobil atau petir) biasanya menyebabkan satu kontraksi tunggal yang sangat kuat hingga sering melempar tubuh korban menjauh.
  • Besaran Tegangan dan Arus: Semakin tinggi voltage (tegangan) dan amperage (arus), semakin besar potensi kerusakannya. Sengatan listrik di atas 500 volt dikategorikan sebagai sengatan tegangan tinggi yang berisiko menyebabkan luka bakar internal yang mematikan.
  • Resistensi Kulit (Kondisi Basah vs Kering): Kulit manusia yang kering memiliki resistensi yang cukup tinggi terhadap listrik. Namun, jika kulit dalam keadaan basah (karena keringat atau air), resistensinya turun drastis, memungkinkan arus listrik dalam jumlah besar masuk ke organ dalam dengan sangat mudah.
  • Jalur Aliran: Arus yang mengalir dari tangan ke tangan atau dari tangan ke kaki adalah yang paling berbahaya karena jalurnya melewati organ vital seperti jantung dan paru-paru.
  • Durasi Kontak: Semakin lama seseorang terpapar arus listrik, semakin banyak kerusakan panas (luka bakar) yang terjadi pada jaringan internal.
Tips Pencegahan Tersengat Listrik di Rumah
  1. Selalu pastikan tangan dalam keadaan kering saat menyentuh sakelar, colokan, atau peralatan elektronik.
  2. Jauhkan semua perangkat elektronik (seperti pengering rambut atau radio) dari area basah seperti kamar mandi dan wastafel.
  3. Ganti kabel yang sudah terkelupas atau stopkontak yang rusak, jangan sekadar menutupinya dengan selotip seadanya.
  4. Gunakan penutup stopkontak (child-proof plugs) jika ada anak kecil atau balita di dalam rumah.
  5. Matikan aliran listrik dari meteran utama (MCB) sebelum melakukan perbaikan pada instalasi listrik rumah.

Dampak Jangka Pendek dan Komplikasi Jangka Panjang

Banyak yang beranggapan bahwa jika korban selamat dari sengatan listrik, maka ia sudah sepenuhnya aman. Padahal, sengatan listrik dapat membawa komplikasi yang baru muncul berhari-hari, berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun setelah kejadian.

Pada jangka pendek, korban bisa mengalami sindrom kompartemen akibat pembengkakan otot yang terbakar di dalam kulit, yang jika tidak segera dioperasi dapat menyebabkan kematian jaringan hingga amputasi. Kerusakan pada pembuluh darah juga bisa memicu terbentuknya bekuan darah (trombosis).

Dalam jangka panjang, korban sengatan listrik sering kali melaporkan neuropati perifer (kerusakan saraf tepi) yang ditandai dengan rasa kebas, kesemutan, atau nyeri kronis. Ada pula risiko terbentuknya katarak pada mata, terutama jika korban tersengat listrik bertegangan tinggi di area sekitar kepala atau leher. Selain itu, trauma psikologis seperti Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD), kecemasan, dan depresi adalah komplikasi non-fisik yang sangat umum dialami oleh penyintas.

Langkah Pertolongan Pertama yang Tepat

Tindakan yang cepat dan tepat sangat krusial dalam menyelamatkan nyawa korban sengatan listrik. Ingatlah selalu prinsip “Amankan Diri, Amankan Lingkungan, Amankan Korban”. Berikut adalah langkah-langkah yang harus dilakukan:

1. Jangan Menyentuh Korban!

Ini adalah aturan emas. Jika korban masih menempel atau bersentuhan dengan arus listrik, tubuhnya masih menjadi konduktor. Menyentuhnya dengan tangan kosong akan membuat kamu ikut tersengat. Jangan bertindak gegabah.

2. Putus Sumber Aliran Listrik

Segera cari panel listrik utama (MCB) dan matikan sakelarnya. Jika tidak memungkinkan, cabut colokan peralatan dari stopkontak jika aman dilakukan. Jangan mencoba memotong kabel yang masih teraliri listrik.

3. Pisahkan Korban dari Sumber Listrik

Jika sumber listrik tidak bisa dimatikan dengan cepat, gunakan benda yang tidak menghantarkan listrik (isolator) kering untuk menjauhkan korban dari sumber arus. Gunakan gagang sapu kayu, pipa PVC, atau kursi kayu. Pastikan kamu berdiri di atas permukaan yang kering dan gunakan alas kaki berbahan karet.

4. Periksa Kesadaran dan Pernapasan

Setelah korban terbebas dari aliran listrik, segera periksa responsnya. Panggil namanya dan tepuk bahunya. Periksa apakah korban bernapas dan apakah ada denyut nadi. Jika tidak ada napas atau nadi, segera hubungi layanan gawat darurat (119) dan lakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP/CPR) jika kamu memiliki pelatihannya.

5. Tangani Luka Bakar Ringan

Jika korban sadar dan pernapasannya normal, periksa adanya luka bakar. Jangan memecahkan lepuhan atau mengoleskan es, mentega, maupun pasta gigi pada luka. Bilas luka bakar dengan air mengalir (bukan air es) selama 10-15 menit. Tutup area luka dengan kasa steril yang tidak menempel. Untuk perawatan luka ringan atau nyeri setelah fase gawat darurat tertangani, kamu bisa beli obat online di Halodoc untuk mendapatkan salep luka bakar antiseptik dan obat pereda nyeri secara praktis.

Kapan Harus Membawa Korban ke Dokter?

Sangat disarankan agar semua orang yang mengalami sengatan listrik (kecuali sengatan statis yang sangat ringan) diperiksa oleh dokter. Pemeriksaan rekam jantung (EKG) dan tes darah sering kali diperlukan untuk memastikan tidak ada kerusakan jantung atau ginjal yang tersembunyi. Kamu harus segera membawa korban ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) jika ia mengalami:

  • Gangguan irama jantung (jantung berdebar hebat atau terasa melambat).
  • Henti napas atau kesulitan bernapas (meskipun sudah membaik).
  • Kejang-kejang atau kebingungan mental/linglung.
  • Luka bakar parah, terutama jika kulit tampak hangus atau memutih.
  • Nyeri otot parah dan kram yang tidak kunjung hilang.
  • Hilang kesadaran (pingsan), meskipun hanya beberapa detik.
  • Sengatan listrik terjadi pada wanita hamil, berapapun tingkat keparahannya.

Studi Mengenai Dampak Sengatan Listrik

Journal of Burn Care & Research menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa cedera akibat sengatan listrik tegangan rendah di rumah tangga masih sering diabaikan, padahal memiliki risiko morbiditas yang signifikan.

Studi ini menyoroti bahwa banyak pasien dengan sengatan listrik tegangan rendah yang tidak menunjukkan luka bakar eksternal yang parah, ternyata menderita aritmia jantung yang baru terdeteksi beberapa jam setelah kejadian. Hal ini menegaskan kembali pentingnya observasi medis (seperti pemantauan EKG minimal 12-24 jam) bagi pasien yang tersengat listrik, meskipun kondisi fisik luarnya terlihat baik-baik saja dan tidak ada keluhan berarti secara langsung.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Electrical shock: First aid.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Burns and Electrical Injuries.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Electrical Injury: Symptoms & Treatment.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2026. Electrical Injuries in the Emergency Department.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Pedoman Penanganan Gawat Darurat Luka Bakar dan Sengatan Listrik.

FAQ

1. Apakah boleh menyiram korban yang tersengat listrik dengan air?

Sangat tidak diperbolehkan. Air adalah penghantar listrik yang baik. Menyiramkan air saat korban masih terhubung dengan aliran listrik tidak akan memadamkan arus, melainkan akan membuat air tersebut teraliri listrik dan membahayakan siapa saja yang berada di genangan air tersebut. Selalu utamakan memutuskan aliran listrik dari sumber utamanya terlebih dahulu.

2. Apa tanda-tanda kerusakan organ dalam akibat kesetrum?

Kerusakan organ dalam mungkin tidak langsung terlihat, namun bisa ditandai dengan gejala seperti sesak napas secara tiba-tiba, nyeri dada sebelah kiri, detak jantung tidak beraturan, urine berwarna sangat gelap atau merah kecokelatan (tanda kerusakan ginjal/otot), serta kelemahan ekstrem pada tungkai. Jika muncul salah satu gejala ini, segera cari pertolongan medis.

3. Bagaimana membedakan sengatan listrik statis dengan sengatan yang berbahaya?

Sengatan listrik statis biasanya terjadi saat menyentuh benda mati seperti gagang pintu setelah berjalan di atas karpet, memberikan sensasi kejut singkat, sedikit nyeri seperti tertusuk jarum, namun tidak berbahaya dan hilang seketika. Sebaliknya, sengatan dari arus listrik rumah (seperti kabel terkelupas) memiliki aliran yang kontinu, bisa menyebabkan otot menegang kaku, rasa panas terbakar, dan memengaruhi irama jantung.

4. Apakah anak yang kesetrum colokan listrik di rumah wajib dibawa ke IGD?

Ya, anak-anak dan balita harus selalu dievaluasi oleh tenaga medis di IGD jika mereka tersengat listrik rumah tangga. Tubuh anak-anak memiliki kadar air yang tinggi dan kulit yang lebih tipis, sehingga resistensi terhadap listrik lebih rendah. Arus yang kecil pun berpotensi mengganggu irama jantung mereka atau menyebabkan luka bakar yang lebih dalam dari yang terlihat pada permukaan kulit bibir atau tangan mereka.