Ad Placeholder Image

Catat, Ini yang Terjadi saat Tubuh Kesetrum atau Tersengat Listik

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   22 Juni 2026

Kesetrum bisa picu banyak masalah kesehatan, mulai dari yang ringan hingga yang mengancam jiwa.

Catat, Ini yang Terjadi saat Tubuh Kesetrum atau Tersengat ListikCatat, Ini yang Terjadi saat Tubuh Kesetrum atau Tersengat Listik

DAFTAR ISI


Kecelakaan akibat tersengat listrik atau yang lebih umum dikenal oleh masyarakat awam sebagai “kesetrum” adalah salah satu bentuk keadaan darurat medis yang sering terjadi, baik di lingkungan rumah tangga maupun di tempat kerja industri. Kesetrum terjadi ketika bagian tubuh manusia bersentuhan langsung dengan sumber aliran listrik, sehingga tubuh menjadi konduktor atau penghantar listrik. Mengingat sebagian besar tubuh manusia terdiri dari air dan elektrolit, aliran listrik dapat dengan sangat mudah mengalir melalui jaringan tubuh, mulai dari titik masuk (entry wound) hingga mencari titik keluar (exit wound) ke arah bumi (ground).

Penting untuk dipahami bahwa efek kesetrum tidak selalu terlihat secara kasat mata. Sebagian orang mungkin hanya merasakan sensasi kesemutan, mati rasa sesaat, atau kejutan ringan saat tidak sengaja menyentuh kabel yang terkelupas. Namun, pada tegangan yang lebih tinggi, aliran listrik ini dapat menyebabkan kerusakan jaringan internal yang masif, membakar organ dalam, hingga mengacaukan sinyal elektrik alami pada organ vital seperti jantung dan otak. Oleh karena itu, cedera akibat listrik tidak boleh dianggap remeh meskipun korban terlihat baik-baik saja dari luar.

Penanganan yang cepat dan tepat sangat dibutuhkan untuk meminimalisir risiko komplikasi yang mengancam nyawa. Kesalahan dalam memberikan pertolongan pertama, seperti langsung memegang tubuh korban yang masih terhubung dengan sumber listrik, justru dapat menyebabkan penolong ikut tersetrum dan memperburuk keadaan darurat tersebut.

Nah, mau tahu apa saja sebenarnya efek kesetrum pada tubuh dan bagaimana langkah penanganan yang tepat? Berikut ulasan medis selengkapnya yang perlu kamu ketahui!

Apa Saja Efek Kesetrum pada Tubuh Manusia?

Ketika seseorang tersengat listrik, berbagai sistem dalam tubuh akan merespons masuknya arus eksternal tersebut. Arus listrik ini akan mengganggu fungsi selular normal dan menghasilkan panas berlebih di dalam jaringan. Berikut adalah beberapa efek kesetrum yang paling umum terjadi pada tubuh:

1. Luka Bakar (Thermal Burns)

Luka bakar adalah cedera yang paling sering terlihat pada kasus tersengat listrik. Berbeda dengan luka bakar akibat api atau benda panas, luka bakar akibat listrik sering kali menipu. Kamu mungkin hanya melihat luka kecil di titik masuknya listrik (seperti ujung jari) dan luka kecil lain di titik keluar (seperti telapak kaki). Namun, di sepanjang jalur yang dilewati listrik di dalam tubuh, otot, pembuluh darah, dan organ dalam bisa saja hangus atau mengalami kerusakan parah akibat energi panas (termal) yang dihasilkan oleh hambatan (resistensi) jaringan tubuh terhadap arus listrik.

2. Gangguan Irama Jantung (Aritmia) dan Henti Jantung

Jantung manusia bekerja dengan memompa darah berdasarkan impuls listrik alami. Ketika arus listrik bertenaga besar dari luar (terutama arus bolak-balik atau Alternating Current / AC yang umum ada di rumah tangga) mengalir melalui dada, hal ini dapat mengganggu sinyal listrik jantung. Kondisi ini sering memicu aritmia atau fibrilasi ventrikel, di mana bilik jantung hanya bergetar dan tidak memompa darah dengan efektif. Dalam kasus tersengat listrik tegangan tinggi, korban bisa langsung mengalami henti jantung (cardiac arrest) yang berakibat fatal jika tidak segera mendapatkan RJP (Resusitasi Jantung Paru).

3. Kerusakan Sistem Saraf Pusat dan Tepi

Sistem saraf adalah “jalan tol” utama bagi aliran listrik di dalam tubuh karena jaringan saraf memiliki resistensi yang sangat rendah terhadap listrik. Efek kesetrum dapat menyebabkan kerusakan mielin (selubung saraf) yang memicu gejala neuropati. Dalam jangka pendek, korban bisa mengalami amnesia, kejang, kehilangan kesadaran, atau kelumpuhan sementara. Pada efek jangka panjang, kerusakan saraf tepi dapat menimbulkan rasa kebas, kesemutan menetap, atau kelemahan motorik pada area ekstremitas.

4. Kontraksi Otot Ekstrem (Tetani) dan Patah Tulang

Pernahkah kamu mendengar mitos bahwa listrik bisa “menyedot” atau “menahan” orang yang kesetrum? Secara medis, hal ini terjadi karena arus AC menyebabkan kontraksi otot yang terus-menerus (tetani). Jika seseorang memegang kabel berarus listrik, otot-otot fleksor di tangannya akan berkontraksi secara hebat, membuatnya tidak bisa melepaskan genggaman tangannya dari sumber listrik. Selain itu, sentakan otot yang sangat kuat dan mendadak ini bisa menyebabkan sendi terlepas (dislokasi) atau bahkan patah tulang. Korban juga sering terlempar akibat gaya kejut listrik, yang memicu trauma fisik tambahan.

5. Gangguan Psikologis dan Mental

Selain dampak fisik, trauma tersengat listrik (terutama insiden dengan tegangan tinggi atau petir) dapat meninggalkan trauma psikologis yang dalam. Banyak penyintas melaporkan gejala gangguan stres pascatrauma (PTSD), kecemasan (anxiety), depresi, mimpi buruk, hingga kesulitan berkonsentrasi berbulan-bulan setelah kejadian.

Faktor yang Memengaruhi Tingkat Keparahan Cedera Listrik
  1. Jenis Arus (AC vs DC): Arus bolak-balik (AC) di rumah umumnya lebih berbahaya daripada arus searah (DC) karena memicu kontraksi otot yang membuat korban sulit melepaskan diri.
  2. Besaran Tegangan (Voltase) dan Arus (Ampere): Semakin tinggi arus yang masuk, semakin besar risiko kerusakan organ dan luka bakar termal.
  3. Jalur Listrik Melalui Tubuh: Arus yang mengalir melewati dada (jantung) atau kepala (otak) jauh lebih mematikan dibandingkan yang hanya melewati anggota gerak.
  4. Durasi Paparan: Semakin lama tubuh bersentuhan dengan arus listrik, semakin parah kerusakan jaringan selular yang diakibatkannya.
  5. Resistensi Tubuh: Kulit yang basah atau berkeringat menurunkan resistensi tubuh, membuat listrik lebih mudah masuk ke organ dalam dengan energi yang besar.

Langkah Pertolongan Pertama Jika Melihat Orang Kesetrum

Melihat orang yang sedang tersetrum bisa sangat menegangkan. Reaksi refleks untuk langsung menarik tubuh korban sering kali berakibat fatal bagi penolong. Berikut adalah langkah pertolongan pertama yang aman dan sesuai pedoman medis:

1. Matikan Sumber Aliran Listrik

Tindakan pertama dan paling krusial adalah mencari kotak sekring atau panel listrik utama dan matikan (turn off) segera. Jangan hanya mencabut colokan perangkat jika kabelnya mengelupas dan memercikkan api. Memutus daya secara total dari pusatnya adalah langkah paling aman.

2. Jangan Sentuh Korban dengan Tangan Kosong

Jika sumber listrik tidak bisa dimatikan segera, jangan pernah menyentuh tubuh korban secara langsung dengan tangan kosong atau benda berbahan logam/basah. Gunakan benda yang tidak menghantarkan listrik (isolator) seperti tongkat kayu kering, sapu plastik, atau kursi berbahan karet untuk melepaskan atau menjauhkan korban dari sumber listrik.

3. Periksa Kesadaran, Pernapasan, dan Nadi Korban

Setelah korban terlepas dari aliran listrik dan berada di area aman, segera periksa kesadarannya. Panggil namanya dan tepuk bahunya. Perhatikan pergerakan dada untuk melihat apakah ia masih bernapas, serta raba nadi di bagian leher (nadi karotis). Jika korban tidak merespons, tidak bernapas, atau tidak ada denyut nadi, segera lakukan RJP (Resusitasi Jantung Paru) dengan kompresi dada secara konstan. Mintalah orang lain di sekitar untuk menghubungi layanan darurat atau ambulans secara bersamaan.

4. Rawat Luka Bakar Listrik

Bila korban sadar dan terdapat luka bakar pada titik masuk atau keluar listrik, lepaskan pakaian atau perhiasan yang ketat di sekitar luka (kecuali yang menempel pada kulit yang terbakar). Jangan memecahkan lepuh atau mengoleskan bahan tidak medis seperti pasta gigi atau mentega pada luka bakar. Jika kerusakannya ringan, setelah area dibersihkan, kamu mungkin bisa mengoleskan salep luka bakar berbahan dasar medis yang tepat, lalu tutup area tersebut menggunakan perban kasa steril yang tidak lengket. Namun, pastikan korban tetap mendapat evaluasi medis.

5. Jaga Suhu Tubuh Korban

Posisikan korban berbaring dengan kaki sedikit lebih tinggi dari kepala (posisi syok) jika ia tampak pucat atau kedinginan, namun pastikan tidak ada cedera tulang belakang atau patah tulang di kaki. Selimuti korban untuk mempertahankan suhu tubuh agar tidak mengalami hipotermia sembari menunggu bantuan medis datang.

Kapan Harus ke Dokter Setelah Tersengat Listrik?

Ini adalah aturan emas dalam medis: Setiap cedera akibat sengatan listrik, sekecil apapun tegangannya, membutuhkan evaluasi medis. Arus listrik rumah tangga (220 Volt) sudah lebih dari cukup untuk mengacaukan irama jantung yang gejalanya mungkin baru muncul beberapa jam setelah kejadian.

Kamu harus segera berkonsultasi jika korban kesetrum mengalami gejala seperti kebingungan, perubahan status mental, luka bakar terbuka yang menghitam atau bernanah, nyeri otot parah yang tidak wajar, sesak napas, hingga jantung yang terasa berdebar cepat atau tidak teratur. Dalam kondisi seperti ini, mengetahui kapan harus ke dokter sangatlah vital, karena dokter mungkin perlu melakukan pemeriksaan Elektrokardiogram (EKG) untuk mendeteksi adanya aritmia jantung tersembunyi, melakukan tes darah untuk mengecek enzim otot, dan melakukan pemeriksaan saraf komprehensif.

Studi Terkait Cedera Listrik dan Aritmia Jantung

National Center for Biotechnology Information (NCBI) menerbitkan temuan yang menjelaskan bahwa cedera aliran listrik pada manusia sangat berkorelasi dengan gangguan miokardium dan kelistrikan jantung. Studi tersebut menekankan bahwa fibrilasi ventrikel adalah penyebab paling umum dari kematian dini pada korban kesetrum arus bolak-balik (AC).

Temuan medis ini menegaskan perlunya pemantauan jantung intensif selama minimal 24 jam bagi korban sengatan listrik bertegangan tinggi, atau mereka yang menunjukkan gejala kardiovaskular pasca-trauma. Hal ini membuktikan bahwa kerusakan dari “efek kesetrum” tidak hanya sebatas luka fisik eksternal, melainkan efek sistemik pada organ terdalam.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

FAQ

1. Apakah efek kesetrum ringan bisa berbahaya dalam jangka panjang?

Sengatan listrik ringan (seperti tersengat statis atau alat berdaya sangat rendah) umumnya tidak membahayakan. Namun, jika sumber listriknya adalah jaringan PLN di rumah dan korban mengalami detak jantung tak wajar, kesemutan persisten, atau pusing berlanjut, ini bisa menjadi tanda komplikasi saraf atau jantung yang perlu segera diperiksa dokter.

2. Apa yang menyebabkan seseorang terpental saat kesetrum?

Seseorang terpental bukan karena energi kinetik dari listrik itu sendiri, melainkan karena reaksi otot tubuh yang berkontraksi sangat kuat dan mendadak secara refleks (terutama jika mengenai arus listrik searah/DC atau saat tubuh merespons kaget). Kontraksi instan inilah yang menghasilkan tenaga besar dan melempar tubuh ke belakang.

3. Bolehkah korban kesetrum minum air putih segera setelah kejadian?

Sebaiknya hindari memberikan makanan atau minuman apapun kepada korban jika kesadarannya belum pulih sepenuhnya atau jika ia tampak linglung dan kesulitan bernapas. Hal ini bertujuan untuk mencegah risiko tersedak (aspirasi) air ke dalam paru-paru.

4. Bagaimana cara mencegah kecelakaan tersetrum di rumah?

Pencegahan terbaik adalah melakukan pengecekan kabel listrik secara berkala, mengganti kabel yang terkelupas, menjauhkan barang elektronik dari sumber air (seperti di kamar mandi atau wastafel), serta menggunakan pengaman stop kontak jika ada anak kecil di rumah. Pastikan tangan selalu dalam keadaan kering saat menyentuh sakelar atau mencabut colokan listrik.

Konsultasi dengan Dokter Umum via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Umum terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang