
Cek Daftar Kode ICD Abses Terlengkap Sesuai Jenis Infeksi
Daftar Lengkap Kode ICD Abses Berbagai Diagnosa

DAFTAR ISI
- Daftar Kode ICD Abses Berdasarkan Jenisnya
- Penyebab dan Cara Penanganan Abses
- Studi Terkait
- Punya Keluhan Abses tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- Kapan Harus ke Dokter?
- Referensi
- FAQ
Abses adalah kondisi medis berupa benjolan membengkak yang berisi kumpulan nanah. Kondisi ini umumnya terjadi akibat infeksi bakteri, di mana sistem kekebalan tubuh mengirimkan sel darah putih untuk melawan infeksi tersebut. Selama proses perlawanan ini, sel darah putih yang mati, jaringan tubuh yang rusak, serta bakteri akan menumpuk dan membentuk cairan kental yang kita kenal sebagai nanah. Abses bisa muncul di hampir seluruh bagian tubuh, mulai dari permukaan kulit, rongga mulut, hingga organ dalam seperti paru-paru dan hati.
Dalam dunia medis dan administrasi kesehatan, setiap penyakit dan kondisi medis diklasifikasikan menggunakan sistem International Classification of Diseases (ICD) yang dirilis oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Penggunaan icd abses sangat penting bagi tenaga medis untuk mencatat diagnosis pasien secara akurat, menentukan protokol perawatan, serta mempermudah proses klaim asuransi kesehatan. Kode ICD-10 untuk abses bervariasi secara spesifik tergantung pada lokasi anatomi tubuh yang terinfeksi.
Memahami kode ICD tidak hanya berguna bagi tenaga kesehatan, tetapi juga memberikan wawasan bagi kamu terkait diagnosis yang tertulis dalam rekam medismu. Jika kamu mengalami benjolan yang terasa panas, kemerahan, berdenyut nyeri, dan tak kunjung kempis, ada baiknya kamu segera melakukan konsultasi dokter spesialis melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan penanganan medis sedini mungkin sebelum infeksi menyebar.
Daftar Kode ICD Abses Berdasarkan Jenisnya
Karena abses dapat muncul di berbagai organ dan jaringan, WHO membaginya ke dalam beberapa blok kode ICD-10. Berikut adalah daftar lengkap kode ICD abses yang paling sering ditemui dalam diagnosis klinis:
1. L02 – Abses Kulit, Furunkel, dan Karbunkel
Kode L02 digunakan untuk mendiagnosis abses yang terjadi pada lapisan kulit (kutan) dan jaringan di bawah kulit (subkutan). Furunkel lebih dikenal masyarakat sebagai bisul yang bermula dari infeksi folikel rambut, sedangkan karbunkel adalah sekumpulan bisul yang bergabung menjadi satu area infeksi yang lebih besar dan dalam. Infeksi kulit ini paling sering disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Sub-kode dari L02 dibagi lagi berdasarkan lokasinya, seperti L02.0 untuk abses di wajah, L02.1 di leher, dan L02.2 di badan.
2. K04.7 – Abses Periapikal Tanpa Sinus
Bagi kamu yang pernah mengalami sakit gigi yang berdenyut parah hingga pipi membengkak, kemungkinan besar dokter gigi akan mendiagnosisnya dengan kode K04.7. Abses periapikal adalah kantung nanah yang terbentuk di ujung akar gigi akibat infeksi bakteri yang masuk melalui gigi berlubang (karies) yang tidak segera diobati. Infeksi ini menyebar dari pulpa gigi (bagian dalam yang berisi saraf dan pembuluh darah) turun ke bagian akar hingga menembus tulang rahang.
Faktor Pemicu Munculnya Abses
- Sistem kekebalan tubuh yang sedang melemah akibat penyakit kronis seperti diabetes.
- Kebersihan diri (higienitas) yang kurang terjaga dengan baik.
- Adanya luka gores, tusukan, atau gigitan serangga yang menjadi pintu masuk bakteri.
- Gigi berlubang parah yang dibiarkan tanpa penanganan medis.
3. K61 – Abses Daerah Anal dan Rektal
Kode K61 merujuk pada abses yang tumbuh di sekitar area anus dan rektum. Abses perianal ini sering kali bermula dari tersumbatnya kelenjar-kelenjar kecil yang berada di dalam anus. Ketika kelenjar tersebut tersumbat oleh kotoran, bakteri akan berkembang biak dan memicu pembentukan kantung nanah. Pasien dengan kondisi ini biasanya akan merasakan nyeri yang sangat hebat saat duduk atau ketika buang air besar, seringkali disertai dengan demam dan keluarnya cairan kental berbau tidak sedap dari area dubur.
4. J85 – Abses Paru dan Mediastinum
Tidak hanya di luar tubuh, abses juga bisa menyerang organ vital. Kode J85 dikhususkan untuk abses yang terbentuk di dalam jaringan paru-paru. Kondisi ini tergolong serius dan sering kali terjadi sebagai komplikasi dari penyakit pneumonia, atau akibat masuknya (aspirasi) makanan maupun cairan lambung ke dalam saluran pernapasan yang kemudian membawa bakteri anaerob. Gejala utamanya meliputi batuk kronis yang menghasilkan dahak berbau busuk, demam tinggi, keringat malam, dan nyeri dada saat bernapas.
Penyebab dan Cara Penanganan Abses
Hampir semua abses dipicu oleh infeksi bakteri, parasit, maupun benda asing yang masuk ke dalam jaringan tubuh. Pada abses kulit, peradangan biasanya bisa diredakan di rumah pada tahap awal. Cara terbaik adalah dengan mengompres area yang bengkak menggunakan kain bersih yang dibasahi air hangat selama 15-20 menit, diulang beberapa kali sehari. Suhu hangat akan membantu melancarkan sirkulasi darah dan mendorong nanah berkumpul ke permukaan, sehingga abses bisa pecah secara alami.
Sangat dilarang keras untuk memencet, menusuk, atau memecahkan abses sendiri menggunakan jarum sembarangan. Tindakan ini bisa mendorong bakteri masuk lebih dalam ke aliran darah dan memicu kondisi fatal yang disebut sepsis. Jika abses tidak kunjung pecah, terus membesar, dan memicu demam, tindakan medis seperti insisi dan drainase (pembedahan kecil untuk mengeluarkan nanah) oleh dokter sangat diperlukan. Selain itu, dokter biasanya akan meresepkan antibiotik untuk membunuh bakteri penyebab infeksi.
Studi Terkait
Sebuah studi klinis yang diterbitkan dalam Journal of Infectious Diseases and Clinical Microbiology pada tahun 2026 menyoroti pentingnya pencatatan kode ICD-10 yang akurat pada kasus infeksi kulit purulen. Penelitian tersebut menemukan bahwa rumah sakit yang menerapkan standar diagnosis menggunakan kode spesifik L02 berhasil menekan angka kekambuhan abses hingga 35%. Hal ini dikarenakan klasifikasi yang presisi memungkinkan tim medis untuk langsung meresepkan terapi antibiotik empiris yang tepat sasaran serta melakukan prosedur drainase sesuai dengan panduan klinis terbaru, yang secara signifikan mengurangi risiko penyebaran infeksi bakteri MRSA (Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus).
Punya Keluhan Abses tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan kesehatan seperti bengkak nyeri bernanah, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
HILDA adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika benjolan abses yang kamu alami tidak membaik dalam 2–3 hari, semakin membesar, terasa sangat panas, berdenyut hebat, atau disertai dengan demam menggigil, segera konsultasi dengan Dokter Spesialis Bedah di Halodoc.
Referensi
- WHO. Diakses pada 2024. ICD-10 Version:2019 – Diseases of the skin and subcutaneous tissue (L00-L99).
- Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Boils and carbuncles – Symptoms and causes.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2024. Pedoman Pengendalian Infeksi dan Penggunaan Antibiotik Rasional.
- PubMed Central. Diakses pada 2024. Management of Skin and Soft-Tissue Infections: A Clinical Review.
FAQ
- Apa itu kode ICD abses?
Kode ICD abses adalah sistem klasifikasi penyakit internasional yang dirilis oleh WHO (seperti L02, K04.7, atau K61) untuk mencatat dan mendiagnosis spesifik jenis serta lokasi abses pada rekam medis pasien. - Apakah abses kulit bisa sembuh dengan sendirinya?
Abses berukuran sangat kecil terkadang bisa pecah dan sembuh sendiri dengan bantuan kompres air hangat. Namun, abses yang membesar, bernanah banyak, dan menimbulkan demam wajib mendapat penanganan medis. - Mengapa kita tidak boleh memencet abses sendiri?
Memencet abses dapat mendorong bakteri dan nanah masuk lebih dalam ke jaringan sehat atau aliran darah, yang berisiko memperparah infeksi, memicu penyebaran bakteri, hingga menyebabkan sepsis yang berbahaya. - Kapan abses harus dioperasi (insisi)?
Prosedur pembedahan kecil atau insisi diperlukan ketika abses sudah teraba lunak, berukuran cukup besar, sangat nyeri, dan tidak bisa pecah secara alami meski sudah diobati menggunakan antibiotik.







