• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cek Fakta: Amankah Makan Buah Pir saat Hamil?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cek Fakta: Amankah Makan Buah Pir saat Hamil?

Cek Fakta: Amankah Makan Buah Pir saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 05 Januari 2022
Cek Fakta: Amankah Makan Buah Pir saat Hamil?

“Faktanya, buah pir benar-benar aman untuk dimakan selama kehamilan. pir kaya akan nutrisi penting seperti folat yang dibutuhkan selama kehamilan. Namun, perlu diketahui bahwa konsumsi pir selama kehamilan tidak boleh berlebihan. Sebab, asupan folat yang berlebihan dapat berdampak negatif pada perkembangan otak Si Kecil.”

Halodoc, Jakarta – Selama masa kehamilan, tentu ibu perlu berhati-hati saat mengonsumsi makanan. Hal ini bertujuan agar kebutuhan nutrisi Si Kecil dan ibu sendiri terpenuhi dengan baik. Nah, salah satu makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi saat hamil adalah buah-buahan dan sayuran karena kandungan nutrisinya.

Meski begitu, terdapat salah satu buah yang sering kali menjadi dianggap sebagai pantangan makan untuk ibu hamil, yaitu buah pir. Sebab, terdapat rumor yang mengatakan bahwa makan buah pir saat hamil dapat membuat otak janin susah berkembang. 

Lantas, benarkah faktanya demikian? Kira-kira amankah mengonsumsi buah pir saat hamil? Yuk simak faktanya di sini!

Pir Aman Dikonsumsi Bumil Asalkan Tidak Berlebihan

Rumor yang mengatakan bahwa mengonsumsi buah pir saat hamil tidaklah aman karena dapat membuat otak janin susah berkembang, sebenarnya hanyalah mitos belaka. Faktanya, pir benar-benar aman untuk dimakan selama kehamilan. 

Buah pir memiliki kalori yang rendah dan nilai gizi tinggi yang dibutuhkan bagi ibu hamil. Salah satunya adalah asam folat yang bermanfaat untuk membantu perkembangan otak janin dalam kandungan. Namun, perlu diketahui bahwa konsumsi pir selama kehamilan tidak boleh berlebihan. Sebab,  jika ibu terlalu banyak makan makanan yang mengandung folat, hal tersebut dapat membahayakan anak.

Dilansir dari Healthline, asam folat yang berlebihan saat hamil dapat meningkatkan resistensi insulin dan malah dapat memperlambat perkembangan otak Si Kecil.  

Pernyataan tersebut juga didukung oleh sebuah penelitian 2017 silam yang dipublikasikan pada National Library of Medicine. Hasilnya, anak berusia 4 dan 5 tahun yang ibunya mengonsumsi lebih dari 1.000 mikrogram asam folat per hari saat hamil mendapat skor lebih rendah bila dibandingkan anak-anak yang ibunya mengonsumsi 499-999 mikrogram folat per hari. 

Kendati demikian, penelitian lebih lanjut masih diperlukan karena setiap ibu hamil memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda. Namun, ibu tetap perlu menghindari konsumsi asupan asam folat melebihi dosis harian yang dianjurkan, yaitu 600 mikrogram.  

Maka, dapat disimpulkan bahwa pir aman untuk dikonsumsi selama kehamilan asalkan tidak berlebihan. Meski pir kaya akan kandungan folat yang bermanfaat selama kehamilan, tapi kelebihan folat dapat berdampak negatif pada Si Kecil. Baik dalam kandungan maupun ketika dirinya sudah tumbuh besar. 

Nah, agar mengonsumsi buah pir tetap dalam batas aman, ibu sebaiknya bertanya kepada dokter spesialis kandungan terlebih dahulu. Tujuannya agar ibu mengetahui takaran yang tepat untuk mengonsumsi pir yang aman bagi ibu dan kandungan. Sebab, setiap orang tentunya memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda.

Hal yang Perlu Dilakukan Sebelum Mengonsumsi Pir

Selain mencari tahu batas aman untuk mengonsumsi pir selama hamil kepada dokter, ibu juga tidak boleh sembarangan dalam menyajikan pir. Ibu perlu mencuci buah tersebut sebaik mungkin sebelum dikonsumsi. Sebab, buah pir rentan akan manifestasi patogen berbahaya penyebab penyakit tertentu yang mungkin hingga pada permukaannya. Contohnya seperti toksoplasmosis, listeriosis, atau komplikasi kehamilan yang parah. Selain mencucinya secara bersih, ibu juga dapat mengupas kulitnya sebelum memakan buahnya.

Nah, itulah fakta mengenai pertanyaan apakah aman untuk mengonsumsi pir selama masa kehamilan. Faktanya, mengonsumsi buah pir selama masa kehamilan sebenarnya aman-aman saja, asalkan tidak berlebihan. Sebab, pir kaya akan folat, sementara konsumsi folat yang berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif pada janin. Oleh sebab itu, pastikan ibu berdiskusi terlebih dahulu kepada dokter spesialis terkait porsi aman dalam mengonsumsi buah pir saat hamil.

Selain berhati-hati dalam memilih makanan saat hamil, idealnya ibu juga perlu memeriksakan kandungan secara rutin setiap bulannya.  Tujuannya agar dokter dapat memantau kondisi ibu dan janin dalam kandungan. Jika ada komplikasi kehamilan maka dokter dapat langsung mengatasinya, sebelum keadaan kian memburuk. 

Melalui aplikasi Halodoc, ibu bisa membuat janji dengan dokter spesialis kandungan di rumah sakit pilihan ibu. Tentunya tanpa perlu mengantre atau menunggu lama. Jadi tunggu apa lagi? Yuk download Halodoc sekarang!

Referensi: 

Nakita Grid.id. Diakses pada 2021. Ibu Hamil Tidak Boleh Makan Buah Pir karena Membahayakan Kondisi Kesehatan Bayi, Mitos vs Fakta Kehamilan?
CDC.gov. Diakses pada 2021. Folic Acid
Healthline. Diakses pada 2021. 4 Potential Side Effects of Too Much Folic Acid 
Parenting First Cry. Diakses pada 2021. Eating Pear Fruit During Pregnancy – Is It Safe? 
NIH. Diakses pada 2021. Effect of maternal high dosages of folic acid supplements on neurocognitive development in children at 4-5 y of age: the prospective birth cohort Infancia y Medio Ambiente (INMA) study