• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cek Fakta: Benarkah COVID-19 Varian Omicron Lebih Cepat Menular?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cek Fakta: Benarkah COVID-19 Varian Omicron Lebih Cepat Menular?

Cek Fakta: Benarkah COVID-19 Varian Omicron Lebih Cepat Menular?

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 30 November 2021

“Varian baru COVID-19 Omicron yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan disinyalir lebih cepat menular, bahkan 500 persen lebih cepat ketimbang varian sebelumnya. Sejauh ini, ada kemungkinan virus bermutasi selama infeksi kronis dari seseorang yang sistem kekebalannya telah melemah oleh infeksi HIV/AIDS yang tidak diobati.“

Cek Fakta: Benarkah COVID-19 Varian Omicron Lebih Cepat Menular?

Halodoc, Jakarta –  Omicron sebagai varian COVID-19 dinilai lebih cepat menular, benarkah demikian? Menurut epidemiolog dari Universitas Griffth Australia, Dicky Budiman, mengatakan Omicron 500 persen lebih cepat menular ketimbang varian pertama di Wuhan, China. Ada kemungkinan juga kalau Omicron sudah ada di Indonesia. 

Varian Omicron terdeteksi pertama kali pada 11 November 2021 di Afrika Selatan. Para ahli menilai varian inilah yang memicu kenaikan COVID-19 di seluruh dunia. Diprediksi tahun 2022 akan ada gelombang COVID-19 yang bisa jadi lebih kompleks karena kehadiran varian Omicron ini.

Lebih Cepat Menular dan Ada Indikasi Menurunkan Efektivitas Vaksin

Pada 26 November lalu, World Health Organization (WHO) menetapkan Omicron sebagai varian yang perlu menjadi perhatian beberapa hari setelah varian ini dideteksi di Afrika Selatan. Saat ini WHO sedang berkoordinasi dengan banyak peneliti di seluruh dunia untuk lebih memahami bagaimana varian tersebut akan berdampak pada pandemi COVID-19 ke depannya.

Hal yang paling sedang dicari tahu adalah bagaimana efektivitas vaksin yang sudah diterima masyarakat sekarang terhadap risiko infeksi Omicron. Apakah infeksi Omicron akan menyebabkan kondisi yang serius pada mereka yang sudah divaksin atau tidak. 

Sejauh ini ada anggapan kalau varian Omicron akan membuat kerja vaksin kurang efektif. Ada kemungkinan karena Omicron ini sendiri merupakan mutasi dari dua virus sebelumnya yaitu Beta dan Gamma. 

Kekhawatiran pada kemunculan varian Omicron ini juga dikarenakan pada varian ini ditemukan 32 mutasi pada protein spike-nya. Sedangkan pada varian sebelumnya, Delta yang dianggap cukup menular menunjukkan delapan mutasi.

Sebenarnya jumlah mutasi pada protein spike bukanlah indikasi utama apakah varian baru tersebut berbahaya. Hanya saja, semakin banyak mutasinya, maka akan membuat sistem kekebalan tubuh sulit mengenali virus. Kesulitan mengenali inilah yang mungkin menyebabkan Omicron bisa lolos dari respons imun, sehingga bisa menempatkan seseorang pada risiko besar bila terinfeksi varian ini.

Hal-hal ini masih hanya sebatas dugaan saja. Dr Ulrich Elling, seorang ahli biologi molekuler di Institute of Molecular Biotechnology di Wina, berpendapat bahwa infeksi dengan varian baru belum tentu lebih parah daripada infeksi dengan varian sebelumnya. 

Penyebaran Cepat dan Pembentukan Herd Immunity

Penyebaran yang cepat, herd immunity, dan sistem imun tubuh personal yang takutnya belum siap, menempatkan pada risiko yang lebih besar. Lalu, bagaimana kemunculan varian Omicron ini bisa terjadi? 

Menurut Profesor Francois Balloux, Ketua Sistem Biologi Komputasi di University College London, ada kemungkinan virus corona bermutasi menjadi varian omicron ketika menginfeksi orang dengan sistem kekebalan tubuh yang melemah, misalnya karena HIV/AIDS yang tidak diobati.

Sejauh ini cara terbaik untuk penanganan varian baru ini adalah menghentikan penyebaran melalui penangguhan perjalanan dari dan ke negara yang sudah terdeteksi keberadaan varian Omicron.

Meskipun pembatasan sudah dilakukan, seperti 27 negara Uni Eropa yang melakukan penangguhan perjalanan dari dan ke 7 negara di benua Afrika bagian Selatan, kemungkinan varian tersebut sudah menyebar ke negara lain tetaplah ada.

Bagaimana dengan Indonesia? Hal yang harus dilakukan saat ini adalah tetap menjaga kebersihan, membatasi bepergian, dan tetap melakukan vaksinasi buat yang belum mendapatkan vaksin COVID-19. Menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat adalah langkah kecil terbaik yang bisa dilakukan.

Itulah informasi mengenai Omicron. Kalau kamu butuh informasi lebih jelas mengenai perkembangan COVID-19, dapatkan informasi lengkapnya hanya di Halodoc.

Untuk mencegah penularan COVID-19 varian Omicron, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menjaga daya tahan tubuh. Misalnya dengan minum vitamin.

Lewat aplikasi Halodoc, kamu bisa cek kebutuhan vitamin dan suplemen tanpa harus keluar rumah. Tidak perlu repot, pesananmu akan diantar dalam waktu kurang dari satu jam Yuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
CNN Indonesia. Diakses pada 2021. Ahli: Covid Omicron Cepat Menular, Kemungkinan Sudah Ada di RI.
DW. Diakses pada 2021. COVID: What we know about the omicron variant.
Channel News Asia. Diakses pada 2021. How fast does it spread? Scientists ask whether Omicron COVID-19 variant can outrun Delta.