“Minum air es sering menjadi pantangan ibu menyusui karena dianggap bikin bayi pilek. Bukan itu saja, air es diyakini juga bisa mencegah penyusutan ukuran rahim.”

DAFTAR ISI
- Fakta Medis: Bolehkah Ibu Menyusui Minum Es?
- Bagaimana Tubuh Mengelola Suhu Air Es Sebelum Menjadi ASI?
- Manfaat Minum Air Dingin bagi Ibu Menyusui
- Hal yang Perlu Diwaspadai Saat Mengonsumsi Minuman Dingin
- Studi Mengenai Produksi dan Suhu ASI
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- FAQ
Menyusui adalah salah satu fase paling menantang sekaligus membahagiakan bagi seorang ibu. Pada masa ini, tubuh ibu bekerja ekstra keras untuk memproduksi Air Susu Ibu (ASI) yang menjadi sumber nutrisi utama bagi bayi. Karena proses pembentukan ASI membutuhkan banyak cairan tubuh, tidak heran jika ibu menyusui sering kali merasa sangat haus dan mudah kegerahan.
Dalam kondisi cuaca yang panas atau setelah selesai menyusui, menenggak segelas air es tentu terasa sangat menyegarkan. Namun, di tengah masyarakat Indonesia, mitos seputar pantangan makanan dan minuman bagi ibu menyusui masih sangat kental. Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah: apakah ibu menyusui boleh minum es? Banyak yang percaya bahwa minum es dapat membuat ASI menjadi dingin, atau parahnya, menyebabkan bayi ikut terkena flu dan batuk.
Kekhawatiran ini sering kali membuat ibu menyusui ragu dan terpaksa menahan diri untuk menikmati minuman dingin. Penting untuk dipahami bahwa kesehatan dan kenyamanan ibu sangat memengaruhi kelancaran produksi ASI. Stres akibat terlalu banyak pantangan yang tidak berbasis bukti medis justru bisa menghambat hormon oksitosin, yang berperan penting dalam proses keluarnya ASI (let-down reflex).
Lantas, bagaimana pandangan medis mengenai hal ini? Mari kita kupas tuntas fakta di balik mitos minum es saat menyusui, bagaimana tubuh memproses suhu makanan yang masuk, dan kapan minuman dingin benar-benar harus diwaspadai!
Fakta Medis: Bolehkah Ibu Menyusui Minum Es?
Jawaban singkatnya adalah boleh. Ibu menyusui sangat diperbolehkan untuk minum air es atau minuman dingin lainnya. Tidak ada larangan medis yang melarang ibu menyusui untuk mengonsumsi minuman bersuhu rendah, selama ibu berada dalam kondisi sehat dan tidak memiliki alergi atau sensitivitas khusus terhadap suhu dingin (misalnya asma yang terpicu oleh dingin).
Mitos yang mengatakan bahwa minum air es dapat menyebabkan bayi tertular pilek, batuk, atau kembung adalah sepenuhnya salah kaprah. Flu dan pilek disebabkan oleh infeksi virus, bukan oleh suhu minuman yang dikonsumsi oleh ibu. Jika bayi mengalami flu setelah ibu minum es, kemungkinan besar bayi tersebut tertular virus dari lingkungan sekitarnya, atau dari droplet (percikan air liur) orang dewasa di dekatnya yang sedang sakit, bukan dari ASI itu sendiri.
Jika kamu ragu tentang keluhan kesehatan atau gejala penyakit yang muncul pada bayi maupun dirimu sendiri selama masa menyusui, jangan ragu untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam. Diagnosis yang tepat sangat penting agar ibu dan bayi bisa mendapatkan penanganan yang sesuai tanpa harus memercayai mitos yang beredar.
Bagaimana Tubuh Mengelola Suhu Air Es Sebelum Menjadi ASI?
Untuk memahami mengapa es tidak berbahaya bagi kualitas dan suhu ASI, kita perlu mengetahui bagaimana anatomi dan fisiologi tubuh manusia bekerja, terutama sistem pencernaan dan proses laktasi (pembentukan ASI).
1. Sistem Termoregulasi Tubuh yang Canggih
Tubuh manusia memiliki sistem termoregulasi yang luar biasa untuk menjaga suhu inti tubuh agar selalu berada di kisaran normal (sekitar 36,5 hingga 37,5 derajat Celcius). Ketika ibu minum air es, air tersebut akan masuk ke mulut, melewati kerongkongan, dan bermuara di lambung. Selama proses perjalanan ini, tubuh secara otomatis akan menyerap suhu dingin tersebut dan menghangatkan air menggunakan panas alami tubuh.
Oleh karena itu, ketika air mencapai usus untuk diserap ke dalam aliran darah, suhu air tersebut sudah berubah menjadi hangat, sama dengan suhu tubuh ibu. Air es tidak pernah masuk ke aliran darah dalam keadaan dingin es.
2. ASI Terbentuk dari Darah, Bukan Isi Lambung
Fakta penting lainnya yang sering disalahpahami adalah dari mana ASI berasal. ASI tidak diproduksi langsung dari lambung, melainkan diproduksi oleh kelenjar payudara (alveoli) yang mengambil nutrisi dan cairan dari aliran darah ibu. Karena darah ibu selalu berada pada suhu tubuh yang hangat, maka ASI yang dihasilkan pun akan selalu hangat.
Bahkan jika seorang ibu meminum air es sebanyak apa pun, suhu ASI yang keluar dari payudara akan selalu berada pada suhu tubuh yang ideal bagi bayi, yaitu sekitar 37 derajat Celcius. Jadi, tidak mungkin bayi meminum ASI yang “dingin” langsung dari payudara ibunya.
Mitos vs Fakta Seputar Ibu Menyusui dan Air Es
- Mitos: Minum es membuat ASI beku di dalam payudara.
Fakta: ASI diproduksi pada suhu tubuh ibu yang hangat (37 derajat Celcius). Mustahil ASI membeku di dalam tubuh yang hidup.- Mitos: Air es membuat bayi kembung dan kolik.
Fakta: Kembung pada bayi disebabkan oleh posisi menyusui yang salah (banyak udara tertelan) atau intoleransi terhadap protein tertentu dalam makanan ibu, bukan karena suhu minuman.- Mitos: Minum es mengurangi volume ASI.
Fakta: Justru dehidrasi (kurang minum) yang membuat produksi ASI menurun. Selama cairan tercukupi, air es justru membantu hidrasi tubuh.
Manfaat Minum Air Dingin bagi Ibu Menyusui
Kebutuhan cairan ibu menyusui jauh lebih tinggi dibandingkan wanita dewasa pada umumnya. Menurut Kementerian Kesehatan RI, ibu menyusui membutuhkan tambahan cairan sekitar 800 ml hingga 1 liter per hari, sehingga total kebutuhan mencapai sekitar 3 liter (12-13 gelas) setiap harinya. Mengonsumsi air dingin nyatanya bisa memberikan beberapa manfaat positif:
1. Mencegah Dehidrasi Secara Efektif
Karena memproduksi ASI membakar banyak kalori dan menguras cairan, ibu menyusui sangat rentan terhadap dehidrasi. Gejala dehidrasi ringan meliputi mulut kering, sakit kepala, kelelahan ekstrem, dan warna urine yang pekat. Banyak ibu yang merasa lebih mudah minum air dalam jumlah banyak ketika air tersebut bersuhu dingin karena terasa lebih menyegarkan. Dengan demikian, air es membantu ibu mencapai target hidrasi hariannya.
2. Meningkatkan Mood dan Meredakan Stres
Menyusui terkadang bisa membuat ibu merasa gerah, berkeringat, dan lelah (terutama saat mengalami hot flashes pascapersalinan akibat fluktuasi hormon). Segelas air es dapat memberikan sensasi relaksasi instan, mendinginkan tubuh dari dalam, dan secara psikologis memperbaiki suasana hati ibu. Ibu yang bahagia dan rileks akan memproduksi hormon oksitosin yang lebih banyak, sehingga ASI mengalir lebih lancar.
3. Menjaga Suhu Inti Tubuh di Cuaca Panas
Bagi ibu yang tinggal di daerah beriklim tropis atau sedang beraktivitas di luar ruangan dengan cuaca terik, air dingin sangat membantu mencegah heat exhaustion atau kelelahan akibat panas. Tubuh yang terlalu kepanasan akan mengalihkan energinya untuk mendinginkan tubuh, yang berpotensi mengurangi energi untuk memproduksi ASI.
Untuk mendukung produksi ASI yang melimpah dan berkualitas, pastikan kamu tidak hanya mencukupi kebutuhan cairan, tetapi juga menjaga asupan nutrisi makro dan mikro. Kamu bisa beli vitamin, suplemen ibu menyusui, atau pelancar ASI online di Halodoc. Produk yang tersedia terjamin 100% asli dan bisa langsung diantar ke rumah.
Hal yang Perlu Diwaspadai Saat Mengonsumsi Minuman Dingin
Meskipun minum air es murni sangat aman, ada beberapa kondisi dan jenis minuman dingin tertentu yang harus diwaspadai oleh ibu menyusui. Masalahnya bukan terletak pada “suhu dingin”-nya, melainkan pada kandungan di dalam minuman tersebut atau kebersihan es batu yang digunakan.
1. Kandungan Gula Berlebih (Es Teh Manis, Boba, Es Kopi Susu)
Banyak ibu menyusui yang mengartikan “minum es” sebagai mengonsumsi minuman kekinian yang manis. Konsumsi gula harian yang berlebihan dapat memicu lonjakan gula darah, obesitas, dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Selain itu, asupan gula yang terlalu tinggi kalori kosongnya tidak memberikan nutrisi tambahan apa pun pada ASI. Gantilah dengan air putih dingin, es perasan lemon tanpa gula, atau infused water.
2. Kandungan Kafein dalam Es Kopi atau Teh Dingin
Jika kamu gemar minum es kopi atau es teh, perhatikan jumlah kafeinnya. Kafein dapat masuk ke dalam ASI dalam jumlah kecil. Sistem pencernaan bayi yang baru lahir belum sempurna, sehingga mereka kesulitan mengeliminasi kafein dari tubuhnya. Hal ini dapat membuat bayi menjadi rewel, sulit tidur, dan gelisah. Batasi asupan kafein maksimal 200-300 mg per hari (setara dengan 1-2 cangkir kopi).
3. Kebersihan Es Batu
Ini adalah bahaya yang paling nyata. Jika kamu membeli minuman dingin di pinggir jalan, kamu tidak bisa memastikan apakah es batu yang digunakan berasal dari air matang atau air mentah yang tidak steril. Es batu yang terkontaminasi bakteri (seperti E. coli atau Salmonella) dapat menyebabkan keracunan makanan, diare parah, dan tifus pada ibu. Jika ibu mengalami diare berat, ibu bisa mengalami dehidrasi parah yang akhirnya akan menghentikan atau menurunkan drastis produksi ASI.
4. Risiko Radang Tenggorokan bagi Ibu
Sebagian orang memiliki mukosa tenggorokan yang sensitif terhadap suhu dingin. Terlalu sering menenggak es, terutama yang manis, dapat mengiritasi tenggorokan ibu dan memicu batuk atau radang tenggorokan akut. Walaupun penyakit ini tidak menular lewat ASI, ibu yang sakit tenggorokan akan merasa tidak nyaman saat harus bangun malam untuk menyusui, menurunkan kualitas tidur, dan akhirnya berdampak pada kelelahan fisik secara keseluruhan.
Studi Mengenai Produksi dan Suhu ASI
Berbagai literatur medis internasional mengenai laktasi secara konsisten menyatakan bahwa asupan makanan dan minuman ibu diatur ketat oleh sistem metabolisme tubuh sebelum dikonversi menjadi darah dan ASI. World Health Organization (WHO) dan La Leche League International (LLLI) menegaskan bahwa tidak ada pantangan khusus terkait suhu minuman selama menyusui.
Penelitian mengenai termoregulasi tubuh manusia menunjukkan bahwa lambung secara otomatis akan menyeimbangkan suhu makanan/minuman yang masuk dalam waktu yang relatif singkat (kurang dari 20-30 menit) menggunakan suplai darah hangat yang mengelilingi organ pencernaan. Oleh karena itu, kekhawatiran bahwa suhu dingin akan memengaruhi struktur protein atau lemak di dalam kelenjar payudara secara anatomis adalah tidak terbukti secara sains.
Kesimpulannya, ibu menyusui sangat diperbolehkan untuk minum es. Kunci utamanya adalah memastikan bahwa cairan yang dikonsumsi bebas dari bakteri, rendah gula, dan tidak mengandung zat yang membahayakan bayi (seperti alkohol atau kafein berlebih). Jangan biarkan mitos membatasi kenyamananmu dalam menyusui.
Tetap dengarkan tubuhmu. Jika meminum air es membantumu mencapai target hidrasi 3 liter per hari dan membuat perasaanmu lebih bahagia, maka lanjutkanlah. Namun, jika timbul gejala tidak wajar pada dirimu atau si kecil setelah mencoba jenis minuman tertentu, segera konsultasikan ke dokter.
Kamu juga bisa mendapatkan berbagai produk kesehatan, vitamin, maupun perlengkapan ibu dan anak dengan praktis di Toko Kesehatan Halodoc. Tidak perlu antre, barang langsung dikirim ke depan pintu rumahmu.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Breastfeeding and Maternal Nutrition.
La Leche League International. Diakses pada 2024. Hydration and Breastfeeding.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2024. Kebutuhan Gizi Ibu Menyusui.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Breast-feeding nutrition: Tips for moms.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Why Breastfeeding Moms Are So Thirsty.
FAQ
1. Apakah ibu menyusui boleh minum es?
Ya, ibu menyusui sangat diperbolehkan minum es atau air bersuhu dingin. Tubuh manusia memiliki sistem termoregulasi yang akan menghangatkan air dingin di dalam lambung, sehingga suhu ASI akan tetap hangat sesuai suhu inti tubuh (sekitar 37 derajat Celcius).
2. Apakah minum es bikin bayi pilek?
Tidak benar. Pilek, flu, atau batuk disebabkan oleh infeksi virus, bukan karena suhu air yang diminum oleh ibu. Jika bayi pilek, kemungkinan tertular dari lingkungan sekitar atau droplet orang yang sedang sakit.
3. Berapa liter air yang dibutuhkan ibu menyusui setiap harinya?
Ibu menyusui disarankan untuk minum sekitar 2,8 hingga 3 liter air per hari (setara dengan 12-13 gelas). Jika air es membantu ibu mencapai target hidrasi ini karena terasa lebih segar, hal tersebut justru sangat dianjurkan untuk mencegah dehidrasi.
4. Apakah boleh minum es kopi saat menyusui?
Boleh, asalkan dibatasi. Batas aman konsumsi kafein bagi ibu menyusui adalah sekitar 200 hingga 300 mg per hari, atau setara dengan 1-2 cangkir kopi. Perhatikan juga kandungan gula di dalam es kopi susu kekinian agar tidak berlebihan.



