
Cek Fakta: Perut Buncit Rentan Terserang Penyakit
Perut buncit bukan sekadar masalah estetika, melainkan sinyal adanya lemak viseral yang meningkatkan risiko penyakit metabolik.

DAFTAR ISI
- Apa Itu Perut Buncit?
- Penyakit yang Mengintai Pemilik Perut Buncit
- Penyebab Perut Buncit yang Perlu Diketahui
- Cara Mengecilkan Perut Buncit yang Efektif
- Turun 10 kg dalam 30 Hari dengan Halofit
- Pilihan Olahraga untuk Mengecilkan Perut Buncit
- FAQ
Apakah kamu memiliki perut buncit? Lemak ekstra yang ada di sekitar perut kamu bukan hanya membuat penampilan menjadi kurang menarik, tetapi lebih dari itu, perut buncit bisa membuat kamu rentan terserang penyakit.
Oleh karena lebih dekat dengan organ-organ dalam tubuh, lemak di perut lebih berbahaya daripada lemak di area tubuh lain, seperti pinggul atau paha. Ada banyak kondisi kesehatan kronis yang bisa disebabkan atau diperburuk oleh lemak berbahaya ini.
Oleh karena itu, jangan sepelekan perut buncit. Sebisa mungkin, usahakan untuk menghilangkan sedikit lemak dari area tersebut dengan cara menerapkan pola diet dan nutrisi yang baik. Simak ulasan selengkapnya di sini.
Apa Itu Perut Buncit?
Perut buncit adalah kondisi ketika lingkar pinggang melebihi batas normal akibat penumpukan lemak, cairan, atau gas di area perut. Lebih dari sekadar masalah penampilan, perut buncit, terutama yang disebabkan oleh lemak viseral, dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit metabolik.
Penyakit yang Mengintai Pemilik Perut Buncit
Lemak perut berbeda dari lemak di daerah lain karena merupakan lemak visceral. Sebagian besar lemak di tubuh kita dianggap lemak subkutan.
Lemak ini berada tepat di bawah permukaan kulit. Nah, lemak di dalam dan di sekitar perut terdiri dari lemak subkutan dan lemak visceral yang berada jauh di dalam perut kamu.
Lemak visceral ini memadati organ dan bisa menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Berikut beberapa penyakit yang bisa disebabkan oleh perut buncit:
1. Penyakit jantung
Penyakit jantung merupakan penyakit paling serius yang bisa dialami oleh pemilik perut buncit, baik pada pria maupun wanita. Menurut peneliti di Harvard, lemak di perut sangat berbahaya karena sel-sel lemak ini bisa memompa sitokin ke dalam tubuh.
Sitokin adalah bahan kimia yang memengaruhi kemampuan sel kamu untuk mengatur insulin dan tekanan darah. Ketika tubuh tidak bisa mengatur fungsi organ dengan baik, jantung akan terkena dampak buruknya. Memiliki sitokin ini yang beredar sudah dikaitkan dengan penyakit jantung.
2. Diabetes
Memiliki lemak berlebih sudah diketahui bisa meningkatkan risiko diabetes. Kelebihan berat badan atau obesitas bisa membuat seseorang 90 kali lebih berisiko terkena diabetes tipe 2. Bukan hanya orang yang gemuk, pemiliki perut buncit juga memiliki risiko yang sama tingginya untuk terkena diabetes.
Penelitian sudah menunjukkan bahwa orang yang memiliki lemak perut yang dalam akan kehilangan kepekaan terhadap insulin. Insulin adalah hormon yang mengatur kadar gula darah kita.
Jadi, ketika tubuh tidak meresponnya, gula bisa menyebabkan masalah pada sistem tubuh kamu. Ketika kadar gula darah kamu terus beranjak naik, kamu bisa mengalami diabetes.
3. Kanker
Menurut World Health Organization (WHO), hingga sepertiga dari kanker usus besar, ginjal dan saluran pencernaan bisa dikaitkan dengan kelebihan berat badan. Dan lemak di perut bisa memperburuk masalah kesehatan tersebut.
Kamu sudah tahu bahwa kanker disebabkan oleh mutasi pada sel tubuh. Ketika kamu memiliki kelebihan lemak, hal itu menandakan bahwa tubuh kamu memproduksi hormon yang menyebabkan sel-sel membelah dan berkembang biak.
Semakin banyak sel membelah, semakin besar peluang untuk salah satu dari mereka bermutasi menjadi kanker. Jadi, memiliki lebih banyak lemak sama dengan risiko yang lebih tinggi mengalami kanker.
4. Sleep apnea
Bila pasangan kamu yang perutnya buncit biasanya mendengkur saat tidur malam, hal itu bisa saja disebabkan oleh masalah yang lebih serius daripada masalah dalam hidung. Mereka yang memiliki perut buncit berisiko lebih tinggi untuk terkena sleep apnea.
Masalah kesehatan ini bisa menyebabkan kamu benar-benar berhenti bernapas selama beberapa detik. Hasilnya, tidur menjadi tidak nyenyak, sering mendengkur dan mudah terbangun. Nah, menurunkan berat badan bisa mengatasi sleep apnea.
5. Mudah merasa sakit dan nyeri
Pemilik perut buncit biasanya memiliki otot perut yang lemah. Padahal, memiliki otot perut yang kuat penting untuk melindungi kamu dari cedera, meningkatkan keseimbangan tubuh, dan menjaga kesehatan sendi.
Memiliki inti tubuh (perut) yang kuat juga merupakan kunci untuk menjaga punggung kamu tetap aman dan sehat. Bila inti tubuh kamu lemah, otot punggung harus mengimbanginya. Hal itu bisa menyebabkan nyeri punggung.
Penyebab Perut Buncit yang Perlu Diketahui
Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan perut buncit. Memahami penyebabnya penting untuk menentukan strategi penanganan yang tepat.
- Pola makan tidak sehat: Konsumsi makanan tinggi kalori, lemak jenuh, gula, dan rendah serat dapat memicu penumpukan lemak di perut. Terutama konsumsi berlebihan minuman manis seperti soda, jus kemasan, dan minuman energi.
- Kurang aktivitas fisik: Gaya hidup sedentari atau kurang gerak menyebabkan kalori yang masuk tidak terbakar sempurna, sehingga menumpuk menjadi lemak.
- Stres kronis: Saat stres, tubuh memproduksi hormon kortisol yang dapat meningkatkan nafsu makan, terutama makanan manis dan berlemak, serta memicu penumpukan lemak di perut.
- Kurang tidur: Kurang tidur dapat mengganggu hormon yang mengatur nafsu makan, seperti leptin dan ghrelin, sehingga meningkatkan keinginan untuk makan makanan tinggi kalori.
- Faktor genetik: Faktor genetik dapat memengaruhi distribusi lemak tubuh seseorang.
- Usia: Seiring bertambahnya usia, massa otot cenderung berkurang dan metabolisme melambat, sehingga lebih mudah menumpuk lemak di perut.
- Kondisi medis tertentu: Beberapa kondisi medis seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS) dan hipotiroidisme dapat menyebabkan perut buncit.
- Konsumsi alkohol berlebihan: Alkohol mengandung kalori tinggi dan dapat memicu penumpukan lemak di perut.
Cara Mengecilkan Perut Buncit yang Efektif
Mengatasi perut buncit membutuhkan perubahan gaya hidup secara menyeluruh dan konsisten. Berikut beberapa langkah yang bisa kamu lakukan:
- Diet seimbang dan rendah kalori: Fokus pada konsumsi makanan utuh seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan protein tanpa lemak. Batasi makanan olahan, makanan tinggi gula, dan lemak jenuh.
- Olahraga teratur: Kombinasikan latihan kardio (seperti berlari, berenang, atau bersepeda) dengan latihan kekuatan (seperti angkat beban atau bodyweight training) untuk membakar lemak dan meningkatkan massa otot. WHO merekomendasikan setidaknya 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang atau 75 menit aktivitas fisik intensitas tinggi per minggu.
- Konsumsi makanan tinggi serat: Serat membantu merasa kenyang lebih lama, sehingga mengurangi asupan kalori. Sumber serat yang baik antara lain buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan.
- Kelola stres: Temukan cara untuk mengelola stres seperti yoga, meditasi, atau menghabiskan waktu di alam.
- Tidur cukup: Usahakan tidur 7-8 jam setiap malam.
- Batasi konsumsi alkohol: Jika kamu mengonsumsi alkohol, batasi jumlahnya.
- Minum air yang cukup: Air membantu meningkatkan metabolisme dan membuat merasa kenyang.
Turun 10 kg dalam 30 Hari dengan Halofit
Sedang mencari cara menurunkan berat badan dengan cepat tapi tetap aman dan diawasi dokter? Kini kamu bisa mencapainya lewat Halofit, layanan Klinik Obesitas Digital dari Halodoc yang menawarkan pendekatan klinis, nutrisi, dan gaya hidup sehat secara menyeluruh.
Halofit dirancang khusus untuk membantu kamu menemukan cara menurunkan berat badan yang benar-benar efektif, bukan sekadar diet sementara. Dengan dukungan dokter dan ahli gizi profesional, setiap program Halofit disesuaikan dengan kondisi tubuh, pola makan, dan target penurunan berat badanmu.
Program ini dirancang untuk membantu kamu menurunkan berat badan 10-12 kg* dalam 2 bulan dengan cara yang sehat dan aman, di bawah pengawasan dokter dan dietisien.
Berikut dua pilihan program yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan:
1. Halofit Advanced – Rp750.000/bulan

Cocok bagi kamu yang ingin memulai perjalanan sehat dengan pendampingan dokter dan ahli gizi selama 30 hari. Program Halofit Advanced mencakup meal plan personal, serta obat pendamping penurun berat badan yang diresepkan langsung oleh dokter untuk mendukung hasil yang aman dan maksimal.
2. Halofit Transform – Mulai dari Rp3.300.000/bulan

Program Halofit Transform adalah program premium bagi kamu yang membutuhkan cara menurunkan berat badan dengan cepat dan terukur melalui terapi injeksi GLP-1. Terapi ini telah terbukti secara klinis membantu mengontrol nafsu makan dan mempercepat penurunan berat badan. Dengan pengawasan dokter, kamu akan mendapatkan dukungan medis lengkap beserta obat diet paling ampuh sesuai kebutuhan tubuhmu.
Semua layanan ini tersedia langsung di aplikasi Halodoc, mulai dari konsultasi, pemesanan paket, hingga pemantauan progres, semuanya bisa dilakukan tanpa perlu datang ke klinik.
Tunggu apa lagi? Kamu bisa klik di sini untuk mulai coba program Halofit!
Pilihan Olahraga untuk Mengecilkan Perut Buncit
Berikut pilihan olahraga yang bisa kamu lakukan untuk mengecilkan perut buncit:
- Latihan kardiovaskular: Berlari, berenang, bersepeda, aerobik, atau zumba.
- Latihan kekuatan: Plank, crunches, russian twists, atau latihan dengan beban.
- Latihan interval intensitas tinggi (HIIT): Kombinasi latihan intensitas tinggi dengan periode istirahat singkat.
Itulah penjelasan seputar perut buncit yang perlu kamu ketahui. Jika kamu punya pertanyaan lain terkait pola makan sehat atau olahraga untuk perut buncit, hubungi dokter spesialis gizi di Halodoc saja!
Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:

Referensi:
The List. Diakses pada 2026. Health Problems That Can Be Caused By Belly Fat.
FAQ
1. Apakah perut buncit selalu berbahaya?
Tidak selalu, tetapi perut buncit, terutama yang disebabkan oleh lemak viseral, meningkatkan risiko berbagai penyakit.
2. Apakah hanya wanita yang bisa mengalami perut buncit?
Tidak, pria juga bisa mengalami perut buncit.
3. Apakah sit-up efektif untuk mengecilkan perut buncit?
Sit-up dapat membantu memperkuat otot perut, tetapi tidak secara langsung membakar lemak di perut. Kombinasikan sit-up dengan latihan kardio dan diet sehat untuk hasil yang optimal.
4. Apakah ada obat-obatan yang bisa mengecilkan perut buncit?
Beberapa obat-obatan dapat membantu menurunkan berat badan, tetapi penggunaannya harus dengan resep dan pengawasan dokter.


