Ad Placeholder Image

Cek IMT Normal Menurut WHO: Sehat Ideal Itu Berapa?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Juni 2026

Berapa IMT Normal Menurut WHO? Ini Jawabannya!

Cek IMT Normal Menurut WHO: Sehat Ideal Itu Berapa?Cek IMT Normal Menurut WHO: Sehat Ideal Itu Berapa?

DAFTAR ISI


Menjaga berat badan ideal bukan sekadar soal penampilan fisik atau estetika semata. Lebih dari itu, berat badan yang proporsional adalah indikator penting bagi kesehatan metabolisme tubuh secara keseluruhan. Salah satu metode yang paling umum digunakan secara global untuk mengukur apakah seseorang memiliki berat badan yang sehat adalah dengan menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT) atau yang secara internasional dikenal sebagai Body Mass Index (BMI).

World Health Organization (WHO) telah menetapkan standar klasifikasi IMT yang menjadi acuan bagi tenaga medis di seluruh dunia. Angka ini memberikan gambaran awal apakah seseorang berisiko mengalami masalah kesehatan tertentu akibat kekurangan berat badan (underweight) maupun kelebihan berat badan (overweight dan obesitas). Memahami klasifikasi ini sangat krusial agar kamu bisa mengambil langkah preventif sebelum timbul penyakit kronis seperti diabetes atau hipertensi.

Namun, penting untuk diingat bahwa IMT hanyalah salah satu instrumen skrining awal. Meskipun angkanya akurat dalam mengukur proporsi berat terhadap tinggi badan, ada berbagai faktor lain yang juga perlu diperhatikan, seperti massa otot dan distribusi lemak. Jika kamu merasa angka IMT kamu berada di luar batas normal, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam guna mendapatkan diagnosis yang lebih komprehensif.

Nah, mau tahu apa saja rincian klasifikasi IMT menurut WHO dan bagaimana cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari? Berikut ulasan lengkapnya!

Apa Itu Indeks Massa Tubuh (IMT)?

Indeks Massa Tubuh (IMT) adalah alat sederhana yang membandingkan berat badan seseorang dengan tinggi badannya. Hasil dari perhitungan ini adalah angka yang kemudian dimasukkan ke dalam kategori-kategori tertentu untuk menentukan status gizi seseorang. IMT diciptakan pertama kali oleh Adolphe Quetelet pada abad ke-19, dan sejak saat itu dikembangkan oleh WHO sebagai standar skrining kesehatan publik.

Penggunaan IMT sangat populer karena metodenya yang non-invasif, murah, dan mudah dilakukan oleh siapa saja. Tenaga kesehatan menggunakan IMT untuk mengidentifikasi kelompok populasi yang berisiko mengalami masalah kesehatan terkait berat badan. Bagi individu, IMT berfungsi sebagai “sistem peringatan dini” untuk mulai mengevaluasi pola makan dan gaya hidup.

Cara Menghitung IMT Secara Mandiri

Sebelum melihat klasifikasi IMT menurut WHO, kamu perlu tahu cara menghitungnya. Rumus yang digunakan cukup standar di seluruh dunia, yakni berat badan dalam satuan kilogram dibagi dengan tinggi badan dalam satuan meter yang dikuadratkan.

Rumus IMT: Berat Badan (kg) / [Tinggi Badan (m) x Tinggi Badan (m)]

Sebagai contoh, jika kamu memiliki berat badan 70 kg dengan tinggi badan 170 cm (1,70 m), maka perhitungannya adalah:

  • 1,70 x 1,70 = 2,89
  • 70 / 2,89 = 24,22

Dalam contoh ini, angka IMT kamu adalah 24,22. Langkah selanjutnya adalah mencocokkan angka tersebut dengan tabel klasifikasi resmi dari WHO.

Klasifikasi IMT Menurut WHO

WHO membagi status berat badan orang dewasa (usia di atas 20 tahun) ke dalam beberapa kategori utama. Berikut adalah klasifikasi standar internasional:

1. Underweight (Berat Badan Kurang): < 18,5

Jika angka IMT kamu berada di bawah 18,5, kamu dikategorikan kekurangan berat badan. Kondisi ini sering dikaitkan dengan asupan nutrisi yang tidak memadai, adanya penyakit tertentu, atau metabolisme yang terlalu tinggi. Orang dengan kategori ini berisiko mengalami anemia, osteoporosis, dan penurunan sistem imun.

2. Normal (Berat Badan Ideal): 18,5 – 24,9

Rentang ini dianggap sebagai berat badan yang sehat dan ideal. Risiko penyakit kronis yang terkait dengan berat badan berada pada titik terendah dalam kategori ini. Sangat penting bagi kamu untuk menjaga angka ini melalui pola makan seimbang dan aktivitas fisik teratur.

3. Overweight (Berat Badan Berlebih/Pre-Obesitas): 25,0 – 29,9

Kategori ini merupakan fase waspada. Meskipun belum masuk kategori obesitas, kelebihan berat badan di rentang ini sudah mulai meningkatkan risiko terkena penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan diabetes tipe 2.

4. Obesitas Tingkat I: 30,0 – 34,9

Obesitas adalah kondisi medis di mana terjadi penumpukan lemak berlebih yang dapat mengganggu kesehatan. Pada tingkat I, risiko kesehatan meningkat secara signifikan dan memerlukan perhatian medis.

5. Obesitas Tingkat II: 35,0 – 39,9

Sering disebut sebagai obesitas berat. Pada tahap ini, komplikasi kesehatan seperti gangguan pernapasan saat tidur (sleep apnea) dan radang sendi sangat umum terjadi.

6. Obesitas Tingkat III: ≥ 40,0

Kategori ini dikenal sebagai obesitas morbid. Risiko kematian dini akibat komplikasi metabolik sangat tinggi, dan sering kali memerlukan intervensi medis yang intensif, termasuk kemungkinan prosedur bedah bariatrik.

Pentingnya Memantau IMT Secara Rutin
  1. Membantu deteksi dini risiko penyakit degeneratif.
  2. Menjadi panduan dalam menentukan target penurunan atau penambahan berat badan.
  3. Memotivasi perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat dan aktif.

Klasifikasi IMT Khusus Populasi Asia

WHO menyadari bahwa risiko kesehatan pada populasi Asia sering muncul pada angka IMT yang lebih rendah dibandingkan populasi Kaukasia. Orang Asia cenderung memiliki persentase lemak tubuh yang lebih tinggi pada angka IMT yang sama. Oleh karena itu, terdapat kriteria khusus Asia-Pasifik (yang juga diadopsi oleh Kemenkes RI):

  • Underweight: < 18,5
  • Normal: 18,5 – 22,9
  • Overweight: 23,0 – 24,9
  • Obesitas: ≥ 25,0

Perbedaan ini penting dipahami agar masyarakat Indonesia lebih waspada, karena ambang batas obesitas di wilayah kita dimulai dari angka 25, bukan 30.

Risiko Kesehatan Berdasarkan Kategori IMT

Setiap kategori IMT membawa konsekuensi medis yang berbeda. Memahami risiko ini akan membantu kamu untuk lebih disiplin dalam menjaga kesehatan.

1. Dampak Underweight

Kekurangan berat badan bukan berarti bebas masalah. Tubuh yang terlalu kurus sering kali kekurangan cadangan energi dan nutrisi esensial. Hal ini bisa menyebabkan gangguan siklus menstruasi pada wanita, kerontokan rambut, kulit kering, dan mudah merasa lelah.

2. Dampak Obesitas

Obesitas adalah pemicu utama sindrom metabolik. Jaringan lemak (adiposa) berlebih memicu peradangan kronis dalam tubuh yang merusak pembuluh darah dan mengganggu kerja insulin. Jika kamu berada di kategori obesitas, sangat disarankan untuk segera mengatur pola makan dan bila perlu, kamu bisa beli obat online di Halodoc untuk suplemen pendukung metabolisme sesuai anjuran ahli.

Kekurangan dan Batasan Penggunaan IMT

Meskipun klasifikasi IMT menurut WHO sangat berguna, metode ini memiliki beberapa keterbatasan yang perlu kamu ketahui:

  • Massa Otot: Binaragawan atau atlet mungkin memiliki IMT tinggi karena massa otot yang berat, padahal kadar lemak tubuh mereka sangat rendah. Dalam hal ini, IMT bisa memberikan hasil “false overweight”.
  • Usia: Pada lansia, IMT mungkin kurang akurat karena terjadinya penyusutan massa otot dan perubahan kepadatan tulang.
  • Distribusi Lemak: IMT tidak membedakan lemak yang menumpuk di bawah kulit (subkutan) dengan lemak yang menyelimuti organ dalam (viseral). Lemak perut (perut buncit) jauh lebih berbahaya daripada lemak di paha, meskipun angka IMT-nya sama.

Studi Mengenai Klasifikasi IMT menurut WHO

World Health Organization menerbitkan studi global yang menjelaskan bahwa prevalensi obesitas telah meningkat hampir tiga kali lipat sejak tahun 1975. Studi ini menekankan bahwa sebagian besar beban penyakit tidak menular (seperti penyakit jantung) dapat dicegah dengan menjaga IMT dalam rentang normal.

Selain itu, penelitian dalam jurnal The Lancet Diabetes & Endocrinology mengonfirmasi bahwa penggunaan ambang batas IMT yang lebih rendah untuk etnis Asia sangat relevan untuk memprediksi risiko diabetes tipe 2 secara lebih akurat.

FAQ

1. Apakah IMT berlaku untuk anak-anak?

Rumus IMT tetap sama, namun klasifikasinya berbeda. Untuk anak-anak dan remaja, IMT harus disesuaikan dengan usia dan jenis kelamin menggunakan kurva pertumbuhan (Z-score) dari WHO.

2. Berapa IMT normal untuk wanita?

Secara umum, WHO tidak membedakan angka IMT normal antara pria dan wanita dewasa. Rentangnya tetap 18,5 hingga 24,9 (atau 22,9 untuk populasi Asia).

3. Bagaimana jika IMT saya normal tapi perut buncit?

Kondisi ini disebut normal weight obesity. Meskipun IMT normal, kamu tetap berisiko mengalami gangguan kesehatan. Sebaiknya ukur juga lingkar pinggang kamu (batas normal pria < 90 cm dan wanita < 80 cm).

4. Apakah menurunkan IMT selalu harus dengan diet ketat?

Tidak selalu. Penurunan IMT yang sehat dilakukan dengan kombinasi defisit kalori yang moderat dan peningkatan aktivitas fisik untuk membakar lemak tanpa mengurangi massa otot secara ekstrem.

Mengetahui klasifikasi IMT menurut WHO adalah langkah awal yang sangat baik untuk memulai perjalanan hidup sehatmu. Dengan menjaga berat badan tetap ideal, kamu telah melakukan investasi jangka panjang untuk mencegah berbagai penyakit berbahaya di masa depan. Jangan ragu untuk memperbaiki pola makan dan rutin berolahraga.

Jika kamu memerlukan bantuan lebih lanjut dalam merencanakan program penurunan berat badan atau membutuhkan suplemen kesehatan, kamu bisa mendapatkan produk kesehatan tersebut di Toko Kesehatan Halodoc.

Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan atau hasil perhitungan IMT kamu melalui layanan telemedisin di Halodoc.

Referensi:
World Health Organization. Diakses pada 2026. Obesity and Overweight.
Ministry of Health Republic of Indonesia (Kemenkes RI). Diakses pada 2026. Klasifikasi Obesitas setelah Pengukuran IMT.
Harvard T.H. Chan School of Public Health. Diakses pada 2026. Body Mass Index.
The Lancet Diabetes & Endocrinology. Diakses pada 2026. BMI and risk of diabetes in various ethnicities.

## Bingung Menentukan Berat Badan Ideal? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu mungkin merasa berat badanmu saat ini sudah pas, atau malah sebaliknya, merasa terlalu kurus atau gemuk? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

[HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.