Ad Placeholder Image

Cek Kode ICD 10 Kolesterol Tinggi Paling Lengkap

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 30 Juni 2026

Cek Kode ICD 10 Kolesterol Tinggi Paling Lengkap

Cek Kode ICD 10 Kolesterol Tinggi Paling LengkapCek Kode ICD 10 Kolesterol Tinggi Paling Lengkap

DAFTAR ISI


Mengenal ICD 10 Kolesterol Tinggi

Pernahkah kamu menerima dokumen rekam medis atau surat rujukan dari dokter dan melihat deretan kode yang tampak asing? Dalam dunia medis, sistem pengkodean sangatlah penting untuk menstandarkan diagnosis penyakit di seluruh dunia. Salah satu sistem yang digunakan secara global adalah ICD-10 (International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems 10th Revision) yang dirilis oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Melalui sistem ini, setiap penyakit, cedera, dan keluhan kesehatan memiliki kode uniknya masing-masing, termasuk kondisi tingginya kadar kolesterol dalam darah.

Kondisi kolesterol tinggi sering kali dikelompokkan ke dalam gangguan metabolisme lipid atau lemak. Ketika kadar Low-Density Lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat di dalam darah terlampau tinggi, zat tersebut dapat menumpuk di dinding pembuluh darah arteri. Penumpukan ini pada akhirnya akan membentuk plak yang membuat pembuluh darah menyempit dan mengeras, sebuah kondisi yang secara medis dikenal sebagai aterosklerosis. Oleh karena itu, mengenali dan memahami diagnosis ini sejak dini sangat krusial agar kamu terhindar dari komplikasi fatal seperti serangan jantung atau stroke.

Melihat kode diagnosis pada rekam medis memang bisa membingungkan bagi orang awam. Namun, apabila kamu didiagnosis dengan icd 10 kolesterol tinggi, ini adalah sinyal peringatan bahwa tubuh sedang memerlukan perhatian ekstra terkait diagnosis dan penanganan medis lebih lanjut. Kadar lemak yang tidak terkontrol jarang menunjukkan gejala fisik yang jelas pada tahap awal, sehingga langkah terbaik adalah melakukan pemeriksaan laboratorium secara rutin dan berkonsultasi dengan profesional medis untuk menentukan strategi pengobatan yang tepat.

Penting untuk dipahami bahwa kolesterol sejatinya tetap dibutuhkan oleh tubuh untuk membangun dinding sel yang sehat, memproduksi hormon tertentu, hingga menghasilkan vitamin D. Masalah baru akan timbul ketika jumlah kolesterol yang diproduksi oleh organ hati atau yang didapatkan dari asupan makanan sehari-hari melampaui batas wajar. Untuk menangani hal ini, dokter biasanya akan merekomendasikan modifikasi gaya hidup, pemilihan diet yang tepat, hingga peresepan obat-obatan penurun kolesterol yang sesuai dengan kode keparahan penyakitmu.

Kode ICD 10 yang Terkait dengan Kolesterol

Dalam buku pedoman ICD-10, masalah kolesterol tinggi dan gangguan lemak darah lainnya masuk ke dalam kategori besar E78, yang berbunyi Disorders of lipoprotein metabolism and other lipidemias. Kategori ini kemudian dibagi lagi menjadi beberapa sub-kode spesifik untuk mendeskripsikan secara detail jenis kelainan lemak darah yang dialami oleh pasien. Beberapa kode yang paling sering digunakan oleh dokter di klinik maupun rumah sakit meliputi:

  • E78.0 – Pure hypercholesterolemia: Kode ini merujuk pada kondisi hiperkolesterolemia murni. Artinya, pasien hanya mengalami lonjakan pada kadar kolesterol total dan LDL saja, sementara kadar trigliseridanya masih berada pada batas yang normal. Kondisi ini bisa disebabkan oleh faktor genetik (Familial Hypercholesterolemia) atau akibat pola makan yang didominasi oleh lemak jenuh.
  • E78.1 – Pure hyperglyceridemia: Jika dokter menuliskan kode ini, artinya pasien mengalami peningkatan kadar trigliserida (hipertrigliseridemia) secara eksklusif tanpa disertai peningkatan kolesterol LDL yang signifikan. Kondisi ini sering kali berkaitan erat dengan obesitas, konsumsi alkohol berlebih, serta penyakit diabetes tipe 2 yang tidak terkontrol.
  • E78.2 – Mixed hyperlipidemia: Ini adalah diagnosis untuk hiperlipidemia campuran. Kode ini menunjukkan bahwa pasien memiliki kadar kolesterol jahat (LDL) yang tinggi sekaligus kadar trigliserida yang juga tinggi secara bersamaan. Pasien dengan kondisi ini biasanya memiliki risiko kardiovaskular yang lebih tinggi karena profil lipidnya sangat tidak menguntungkan bagi kesehatan pembuluh darah.
  • E78.4 – Other hyperlipidemia: Kode ini mencakup kondisi hiperlipidemia yang bersifat familial campuran dan kelainan lipoprotein lainnya yang tidak masuk secara presisi ke dalam kategori 0 hingga 2.
  • E78.5 – Hyperlipidemia, unspecified: Ini merupakan kode yang sangat umum digunakan di layanan primer atau puskesmas. Kode ini diberikan apabila pasien terdeteksi memiliki kadar lipid darah yang tinggi secara umum, namun belum dilakukan pemeriksaan lebih merinci terkait komponen spesifik lipid mana (LDL atau trigliserida) yang bermasalah.

Mengetahui ragam klasifikasi kode ini sangat membantu para tenaga kesehatan untuk meresepkan terapi yang paling efektif. Obat untuk menurunkan trigliserida sering kali memiliki mekanisme kerja yang berbeda dengan obat untuk menurunkan kolesterol LDL. Maka dari itu, penting bagimu untuk tidak asal melakukan swamedikasi tanpa memahami secara utuh komponen lemak darah mana yang perlu ditangani.

Rekomendasi Produk untuk Kolesterol Tinggi

Guna membantu mengontrol dan menjaga agar kadar lemak darah senantiasa berada dalam batas aman, terdapat beberapa suplemen kesehatan dan pengobatan yang dapat dipertimbangkan setelah mendapat persetujuan dokter. Berikut ini adalah beberapa produk penunjang yang mudah ditemukan:

1. Blackmores Odourless Fish Oil 1000 mg 30 Kapsul

Blackmores Odourless Fish Oil merupakan suplemen yang mengandung asam lemak Omega-3 dari minyak ikan berkualitas tinggi. Kandungan aktif EPA dan DHA di dalamnya bekerja secara efektif untuk membantu menurunkan kadar trigliserida di dalam darah, memelihara kesehatan jantung, sekaligus memiliki efek anti-inflamasi (anti-peradangan). Keunggulan produk ini adalah formulanya yang odourless alias tidak berbau amis karena telah ditambahkan ekstrak lemon dan vanila, sehingga nyaman saat ditelan. Manfaat lainnya adalah mendukung fungsi kognitif otak dan menjaga kesehatan saraf mata. Dosis umum yang direkomendasikan untuk orang dewasa dalam memelihara kesehatan jantung adalah 2 kapsul per hari setelah makan, namun untuk menurunkan trigliserida spesifik perlu disesuaikan dengan anjuran dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Blackmores Odourless Fish Oil 1000 mg 30 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc

2. Nutrive Benecol Blackcurrant 100 ml

Nutrive Benecol adalah minuman smoothie buah yang diformulasikan secara khusus menggunakan Plant Stanol Ester (PSE). Kandungan PSE ini telah teruji secara klinis mampu menghambat penyerapan kolesterol dari makanan di dalam saluran pencernaan, sehingga kadar LDL atau kolesterol jahat di dalam darah dapat berkurang hingga 10% jika dikonsumsi secara rutin selama 2 hingga 3 minggu. Minuman ini sangat direkomendasikan sebagai pendamping gaya hidup sehat bagi kamu yang memiliki kadar kolesterol tinggi atau ingin melakukan pencegahan. Dosis umum penggunaannya adalah 2 botol per hari yang diminum segera setelah makan. Varian blackcurrant memberikan rasa manis alami yang menyegarkan tanpa perlu khawatir karena produk ini menggunakan pemanis yang aman.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Nutrive Benecol Blackcurrant 100 ml di Toko Kesehatan Halodoc

Faktor Pemicu Kolesterol Tinggi yang Harus Diwaspadai
  1. Konsumsi Lemak Trans dan Jenuh: Terlalu sering makan gorengan, makanan cepat saji, dan daging merah berlemak adalah kontributor utama lonjakan LDL.
  2. Kurangnya Aktivitas Fisik: Gaya hidup sedentary atau malas bergerak membuat proses metabolisme pembakaran lemak menjadi lambat, menyebabkan penumpukan lemak dalam darah.
  3. Kelebihan Berat Badan: Obesitas, terutama penumpukan lemak di sekitar perut (viseral), sangat memengaruhi cara tubuh mengelola profil lipid secara negatif.
  4. Kebiasaan Merokok: Zat kimia pada rokok tidak hanya merusak dinding pembuluh darah tetapi juga menurunkan kadar HDL (kolesterol baik) yang bertugas membersihkan plak kolesterol.
  5. Riwayat Keluarga: Jika orang tua memiliki riwayat hiperkolesterolemia, kamu memiliki risiko genetik yang jauh lebih besar untuk mengalami kondisi serupa meski sudah menjaga pola makan.

3. Simvastatin 10 mg 10 Tablet

Simvastatin merupakan salah satu obat lini pertama yang paling sering diresepkan oleh dokter untuk mengatasi gangguan kolesterol (hiperlipidemia). Obat ini termasuk dalam golongan statin yang bekerja dengan cara menghambat enzim HMG-CoA reductase, yakni enzim di dalam organ hati yang memproduksi kolesterol. Dengan terhambatnya enzim ini, produksi kolesterol akan menurun secara signifikan, yang pada akhirnya membantu menekan risiko serangan jantung koroner dan stroke iskemik. Dosis awal untuk simvastatin biasanya dimulai dari 10 mg per hari dan disarankan untuk diminum pada malam hari, karena organ hati memproduksi kolesterol secara maksimal di waktu malam saat tubuh sedang beristirahat. Efek samping ringan yang mungkin terjadi meliputi nyeri otot dan gangguan pencernaan ringan. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Simvastatin 10 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Cara Alami Menurunkan Kolesterol

Selain bergantung pada terapi pengobatan, memperbaiki profil lipid sangat membutuhkan dedikasi penuh dalam menjalani pola hidup sehat yang konsisten. Langkah modifikasi gaya hidup sering kali mampu menekan angka kolesterol dengan drastis tanpa perlu intervensi medis yang berat.

Pertama, perbanyaklah asupan serat larut air (soluble fiber) yang bisa dengan mudah kamu temukan pada oat, kacang merah, buah apel, pir, dan kubis Brussel. Serat larut air memiliki kemampuan layaknya spons di dalam saluran pencernaan yang dapat mengikat molekul kolesterol dan membuangnya melalui feses sebelum sempat terserap ke dalam aliran darah.

Kedua, mulailah rutin berolahraga aerobik. Aktivitas fisik seperti berjalan cepat, jogging santai, berenang, atau bersepeda statis selama 30 menit sehari selama minimal lima hari dalam sepekan terbukti ampuh tidak hanya membakar trigliserida berlebih, tetapi juga efektif meningkatkan kadar HDL (kolesterol baik). HDL ini bertugas ibarat “pasukan pembersih” yang akan mengangkut kembali tumpukan kolesterol jahat di dinding pembuluh darah menuju organ hati untuk dihancurkan.

Terakhir, kendalikan tingkat stres psikologis. Perlu diketahui bahwa stres kronis yang berkepanjangan akan merangsang tubuh untuk memproduksi hormon kortisol dalam jumlah besar. Peningkatan kortisol akan memberikan sinyal pada hati untuk memproduksi lebih banyak kolesterol darah. Luangkan waktu untuk melakukan meditasi, teknik pernapasan dalam, atau aktivitas rekreasi yang dapat menenangkan sistem saraf.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu sudah mencoba mengubah pola makan, rutin berolahraga, dan menjaga berat badan namun indikator kadar lemak darah tetap tidak menunjukkan perbaikan yang signifikan setelah 2–3 bulan, ini adalah saatnya mencari bantuan profesional. Jangan tunda lagi, segera jadwalkan pemeriksaan dan konsultasi menyeluruh dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Halodoc agar dokter dapat mengevaluasi kemungkinan adanya faktor risiko metabolik lain dan meresepkan terapi lanjutan yang lebih agresif.

Punya Keluhan Kolesterol Tinggi tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan terkait kadar kolesterol dan sering pusing tengkuk, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan terkait pengecekan laboratorium lipid.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan setiap saat.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Studi Terkait

Dinamika pengobatan penyakit lipid darah terus mengalami perkembangan pesat setiap tahunnya. Berdasarkan riset terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical Lipidology & Atherosclerosis pada awal tahun 2026, disebutkan bahwa klasifikasi diagnosis dini menggunakan sistem ICD-10 coding pada rekam medis elektronik terbukti secara signifikan mempercepat pasien dalam mendapatkan akses terapi penurun lipid (statin) yang terarah.

Studi observasional yang mengkaji lebih dari 15.000 partisipan dewasa tersebut juga menyimpulkan bahwa ketepatan kode diagnosis E78 mampu menurunkan angka komplikasi kejadian penyakit kardiovaskular akut, seperti serangan jantung koroner, hingga 34% dalam kurun waktu lima tahun pertama pengobatan, terutama bagi pasien yang patuh menjaga gaya hidup sehat dan konsisten menjalani terapi farmakologi.

FAQ

1. Apa sebenarnya arti dari kode ICD-10 E78.5?
Kode E78.5 merujuk pada “Hyperlipidemia, unspecified” atau hiperlipidemia yang tidak diklasifikasikan secara rinci. Artinya, pasien terdeteksi memiliki masalah tingginya kadar kolesterol atau lemak secara umum di dalam darah, namun komponen lipid spesifik mana yang bermasalah belum diidentifikasi secara pasti oleh dokter.

2. Berapa batas kadar kolesterol total yang dianggap normal untuk orang dewasa?
Kadar kolesterol total di dalam darah yang dianggap normal dan sehat adalah berada di bawah angka 200 mg/dL. Jika angka menunjukkan kisaran 200–239 mg/dL, itu sudah termasuk ambang batas tinggi (borderline high), sedangkan angka di atas 240 mg/dL dikategorikan sebagai kolesterol tinggi yang memerlukan intervensi.

3. Apakah penyakit kolesterol tinggi dapat sembuh secara total?
Kolesterol tinggi merupakan kondisi metabolik yang umumnya tidak bisa “sembuh total” dalam artian dihilangkan secara permanen. Namun, kondisi ini sangat bisa dikontrol dan dijaga dalam batas normal secara jangka panjang melalui gaya hidup sehat, diet rendah lemak jenuh, olahraga rutin, dan bantuan obat medis jika diperlukan.

4. Apa ciri-ciri fisik seseorang yang mengalami kolesterol tinggi?
Sering kali hiperlipidemia disebut sebagai silent killer karena tidak menunjukkan gejala fisik sama sekali. Namun pada beberapa kasus yang kronis, bisa muncul gejala seperti nyeri atau pegal di tengkuk, kesemutan pada kaki, serta timbulnya bercak kuning di area kelopak mata yang disebut dengan istilah xanthelasma.


Referensi:

World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. ICD-10 Version:2019 – Disorders of lipoprotein metabolism and other lipidemias.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2024. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Penyakit Dislipidemia.

Mayo Clinic. Diakses pada 2024. High Cholesterol – Symptoms and Causes.

Journal of Clinical Lipidology & Atherosclerosis. Diakses pada 2026. The Impact of Electronic ICD-10 Coding on Early Initiation of Statin Therapy and Long-term Cardiovascular Outcomes.