Ad Placeholder Image

Ciri-Ciri Kanker Payudara pada Pria dan Cara Penanganannya

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Juni 2026

“Kanker Payudara tidak hanya terjadi pada wanita, tetapi juga pada pria. Kebanyakan kanker payudara pada pria terdeteksi pada kondisi yang sudah lanjut karena tidak tahu mengenai ciri-ciri kanker payudara pada laki-laki. Oleh karena itu, sangat penting bagi pria untuk mengetahui ciri-ciri dari kanker payudara dan penanganannya agar dapat dideteksi secara dini.”

Ciri-Ciri Kanker Payudara pada Pria dan Cara PenanganannyaCiri-Ciri Kanker Payudara pada Pria dan Cara Penanganannya

DAFTAR ISI


Banyak orang beranggapan bahwa kanker payudara adalah penyakit yang hanya menyerang wanita. Namun, secara medis, penting untuk menjawab pertanyaan: apakah laki laki bisa terkena kanker payudara? Jawabannya adalah ya. Meskipun frekuensinya jauh lebih rendah dibandingkan pada wanita, pria memiliki jaringan payudara yang dapat mengalami transformasi menjadi sel kanker.

Kondisi ini sering kali terabaikan karena kurangnya kesadaran masyarakat. Akibatnya, banyak kasus pada pria baru terdiagnosis saat kanker sudah memasuki stadium lanjut. Memahami anatomi dasar, pria lahir dengan sejumlah kecil jaringan payudara yang terdiri dari saluran (ducts) dan kelenjar (lobules). Selama masa pubertas, hormon pada wanita memicu pertumbuhan jaringan ini, sementara pada pria, tingkat hormon yang berbeda menghentikan perkembangannya, namun jaringan tersebut tetap ada dan berpotensi menjadi ganas.

Penting bagi kamu untuk menyadari bahwa perubahan sekecil apa pun pada area dada tidak boleh dianggap remeh. Deteksi dini adalah kunci keberhasilan pengobatan. Karena ini merupakan kondisi medis serius yang memerlukan diagnosis akurat, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Nah, mau tahu lebih dalam mengenai gejala, penyebab, dan bagaimana penanganannya? Berikut ulasan lengkapnya!

Memahami Mengapa Pria Bisa Mengalami Kanker Payudara

Secara biologis, bayi laki-laki dan perempuan memiliki jaringan payudara yang sama saat lahir. Perbedaan muncul saat pubertas di mana wanita mengembangkan lebih banyak jaringan stroma, saluran, dan lobus. Pria tetap memiliki saluran payudara yang belum berkembang, dan di sinilah kanker payudara pria biasanya bermula. Jenis yang paling umum ditemukan pada pria adalah Invasive Ductal Carcinoma (IDC), yaitu kanker yang dimulai di saluran payudara dan menyebar ke jaringan sekitarnya.

Karena jaringan payudara pria sangat sedikit dibandingkan wanita, sel kanker dapat dengan lebih mudah menyebar ke otot di bawahnya atau kulit di atasnya. Selain itu, karena kelenjar getah bening di area ketiak sangat dekat dengan jaringan payudara yang tipis tersebut, risiko penyebaran ke sistem limfatik juga menjadi perhatian utama bagi para ahli onkologi.

Gejala Kanker Payudara pada Pria yang Perlu Diwaspadai

Gejala kanker payudara pada pria sering kali menyerupai gejala pada wanita, namun karena volume jaringan yang lebih sedikit, tanda-tanda fisik mungkin lebih mudah dirasakan jika kamu jeli. Berikut adalah beberapa ciri yang harus diwaspadai:

  • Benjolan Keras: Biasanya tidak terasa sakit, terletak di bawah puting atau areola (area gelap di sekitar puting). Benjolan ini cenderung menetap dan tidak bergerak.
  • Perubahan Puting: Puting yang mulai tertarik ke dalam (retraksi) atau mengalami perubahan bentuk secara tiba-tiba.
  • Cairan Keluar dari Puting: Munculnya cairan bening atau berdarah dari saluran puting tanpa adanya rangsangan.
  • Perubahan Kulit: Kulit di area dada tampak kemerahan, bersisik, atau mengalami lesung (seperti kulit jeruk).
  • Pembengkakan Kelenjar Getah Bening: Adanya benjolan atau pembengkakan di area ketiak sebelum benjolan di dada teraba dengan jelas.
Pentingnya Pemeriksaan Mandiri
  1. Lakukan perabaan area dada secara rutin saat mandi untuk mendeteksi adanya massa atau benjolan.
  2. Perhatikan simetri antara dada kanan dan kiri; perubahan bentuk yang signifikan harus segera diperiksa.
  3. Jangan menunda pemeriksaan medis hanya karena merasa malu, karena kanker payudara pada pria adalah kondisi biologis nyata.

Faktor Risiko dan Penyebab Utama

Beberapa faktor dapat meningkatkan kemungkinan seorang pria terkena penyakit ini. Memahami faktor risiko membantu dalam langkah preventif dan kewaspadaan dini:

1. Usia Lanjut

Risiko meningkat seiring bertambahnya usia. Sebagian besar kasus didiagnosis pada pria berusia di atas 60 tahun, meskipun tidak menutup kemungkinan terjadi pada pria yang lebih muda.

2. Paparan Estrogen

Pria yang memiliki kadar estrogen tinggi secara abnormal dibandingkan testosteron memiliki risiko lebih besar. Hal ini bisa disebabkan oleh konsumsi obat-obatan hormonal, kondisi obesitas (lemak tubuh mengubah androgen menjadi estrogen), atau penyakit liver yang mengganggu metabolisme hormon.

3. Faktor Genetik dan Riwayat Keluarga

Adanya mutasi genetik tertentu, khususnya pada gen BRCA2 (dan terkadang BRCA1), secara signifikan meningkatkan risiko. Jika kamu memiliki anggota keluarga dekat (pria atau wanita) yang pernah menderita kanker payudara, kamu perlu lebih waspada.

4. Sindrom Klinefelter

Ini adalah kondisi genetik di mana seorang pria lahir dengan kromosom X tambahan (XXY). Kondisi ini menyebabkan testis tidak berkembang dengan baik, mengakibatkan rendahnya kadar hormon pria (androgen) dan tingginya hormon wanita (estrogen).

Prosedur Diagnosis Medis

Jika ditemukan adanya kecurigaan, dokter akan melakukan serangkaian tes untuk memastikan apakah benjolan tersebut bersifat kanker atau tumor jinak (seperti ginekomastia). Prosedur yang umum dilakukan meliputi:

  • Mamografi dan USG: Pencitraan untuk melihat struktur internal jaringan dada dan karakteristik benjolan.
  • Biopsi: Pengambilan sampel jaringan menggunakan jarum halus untuk diperiksa di bawah mikroskop oleh ahli patologi.
  • Tes Reseptor Hormon: Pemeriksaan untuk melihat apakah sel kanker dipengaruhi oleh hormon, yang nantinya akan menentukan jenis terapi yang paling efektif.

Pilihan Pengobatan dan Penanganan

Pengobatan kanker payudara pada pria sangat tergantung pada stadium saat terdiagnosis. Langkah-langkah penanganan biasanya melibatkan pendekatan multidisiplin:

1. Pembedahan (Mastektomi)

Karena jaringan payudara pria sangat sedikit, prosedur yang paling sering dilakukan adalah mastektomi sederhana untuk mengangkat seluruh jaringan payudara beserta puting dan areola. Prosedur pengangkatan kelenjar getah bening ketiak juga mungkin dilakukan.

2. Terapi Radiasi

Menggunakan sinar energi tinggi untuk membunuh sel kanker yang mungkin tertinggal setelah operasi. Ini biasanya disarankan jika kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening atau kulit.

3. Terapi Hormon

Karena banyak kasus kanker payudara pria yang sensitif terhadap hormon, obat-obatan seperti Tamoxifen sering diresepkan untuk memblokir efek estrogen pada sel kanker.

4. Kemoterapi

Digunakan untuk menghancurkan sel kanker di seluruh tubuh, terutama jika kanker sudah menyebar ke organ lain atau memiliki sifat yang sangat agresif.

Studi Mengenai Kanker Payudara pada Pria

Journal of Clinical Oncology menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa meskipun kanker payudara pada pria hanya mencakup kurang dari 1% dari total kasus kanker payudara secara global, tingkat mortalitasnya seringkali lebih tinggi karena keterlambatan diagnosis.

Penelitian tersebut menekankan bahwa mutasi gen BRCA2 memiliki korelasi yang sangat kuat dengan insidensi pada pria. Selain itu, studi ini menyarankan pentingnya skrining genetik bagi pria yang memiliki riwayat keluarga kuat guna melakukan langkah pencegahan sedini mungkin.

Secara keseluruhan, sangat penting bagi setiap pria untuk mengenali tubuhnya sendiri. Jika kamu merasa perlu menjaga daya tahan tubuh selama masa pemulihan atau membutuhkan vitamin pendukung kesehatan umum, kamu bisa beli obat online di Halodoc dengan praktis dan cepat.

Ingatlah bahwa kanker payudara bukan hanya masalah wanita. Pengetahuan, kewaspadaan, dan keberanian untuk memeriksakan diri ke dokter dapat menyelamatkan nyawa. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis profesional jika kamu menemukan kelainan pada area dada kamu.

FAQ

1. Apakah laki laki bisa terkena kanker payudara di usia muda?

Ya, meskipun jarang, pria di usia 20-an atau 30-an tetap bisa terkena, terutama jika memiliki faktor genetik yang kuat seperti mutasi gen BRCA.

2. Apa perbedaan ginekomastia dan kanker payudara pria?

Ginekomastia adalah pembengkakan jaringan payudara non-kanker akibat ketidakseimbangan hormon yang biasanya terasa lunak, sedangkan kanker biasanya berupa benjolan keras dan tidak nyeri.

3. Apakah kanker payudara pada pria bisa disembuhkan?

Bisa, terutama jika terdeteksi pada stadium awal. Angka keberhasilan pengobatan sangat tinggi jika kanker belum menyebar ke organ jauh.

4. Haruskah pria melakukan mammografi secara rutin?

Secara umum tidak disarankan untuk populasi umum pria, kecuali bagi mereka yang memiliki risiko sangat tinggi akibat mutasi genetik atau riwayat keluarga yang sangat kuat.

Referensi:
American Cancer Society. Diakses pada 2026. Breast Cancer in Men.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Male Breast Cancer: Symptoms and Causes.
National Cancer Institute (NIH). Diakses pada 2026. Male Breast Cancer Treatment.
CDC. Diakses pada 2026. Breast Cancer in Men.

## Khawatir dengan Kelainan pada Area Dada? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu menemukan benjolan atau perubahan tidak biasa di area dada, tapi bingung harus melakukan apa? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

[HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant)](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.