Ad Placeholder Image

Dada Cekung pada Bayi: Normal atau Perlu Diperiksa Dokter?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   24 April 2026

Dada Cekung pada Bayi? Tak Perlu Panik, Pahami Ini!

Dada Cekung pada Bayi: Normal atau Perlu Diperiksa Dokter?Dada Cekung pada Bayi: Normal atau Perlu Diperiksa Dokter?

Memahami Kondisi Dada Cekung pada Bayi

Dada cekung pada bayi, yang secara medis dikenal sebagai Pectus Excavatum, merupakan kelainan bawaan pada tulang dada (sternum). Kondisi ini ditandai dengan pertumbuhan tulang dada yang menjorok ke dalam, membentuk lekukan di bagian tengah dada. Lekukan ini dapat terlihat sejak lahir atau menjadi lebih jelas seiring pertumbuhan anak, terutama saat pubertas.

Meskipun seringkali tidak menimbulkan masalah kesehatan serius, pada beberapa kasus parah, dada cekung berpotensi memengaruhi fungsi organ vital seperti jantung dan paru-paru. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk berkonsultasi dengan dokter anak guna memahami penyebab pasti dan penanganan yang tepat.

Apa Itu Pectus Excavatum pada Bayi?

Pectus Excavatum adalah kondisi di mana tulang rusuk dan tulang dada tumbuh secara abnormal, menyebabkan dada terlihat seperti memiliki lubang atau cekungan. Kelainan ini merupakan yang paling umum di antara deformitas dinding dada kongenital. Umumnya, kondisi ini lebih sering ditemukan pada anak laki-laki dibandingkan perempuan.

Tingkat keparahan cekungan dapat bervariasi, mulai dari yang ringan dan hampir tidak terlihat hingga yang dalam dan signifikan. Penampakan cekungan ini bisa memburuk seiring pertumbuhan tulang rusuk dan sternum pada masa kanak-kanak dan remaja.

Gejala Dada Cekung pada Bayi

Gejala utama dada cekung adalah lekukan yang terlihat jelas di bagian tengah dada bayi. Pada kebanyakan bayi, kondisi ini mungkin hanya berupa masalah kosmetik dan tidak menimbulkan keluhan fisik. Namun, seiring waktu atau jika cekungan cukup dalam, beberapa gejala lain dapat muncul.

Gejala-gejala tersebut meliputi sesak napas, terutama saat beraktivitas fisik, nyeri dada, detak jantung cepat atau tidak teratur, serta kelelahan. Bayi mungkin menunjukkan tanda-tanda kesulitan bernapas, seperti napas yang lebih cepat atau retraksi (penarikan) kulit di antara tulang rusuk saat bernapas.

Penyebab Utama Dada Cekung pada Bayi

Penyebab utama dada cekung (Pectus Excavatum) adalah kelainan bawaan pada tulang rawan yang menghubungkan tulang rusuk dengan tulang dada. Pertumbuhan tulang rawan ini yang berlebihan menarik tulang dada ke arah dalam, menciptakan lekukan.

Meskipun penyebab pastinya tidak sepenuhnya diketahui, faktor genetik diduga kuat berperan. Kondisi ini seringkali ditemukan dalam keluarga, menunjukkan adanya kecenderungan keturunan. Pectus Excavatum juga terkadang terkait dengan sindrom genetik lainnya, seperti sindrom Marfan atau sindrom Ehlers-Danlos.

Selain penyebab bawaan tersebut, penting untuk membedakannya dari kondisi lain yang dapat menyebabkan penampakan dada cekung atau kesulitan bernapas pada bayi. Beberapa masalah pernapasan, seperti asma parah atau pneumonia kronis, dapat menyebabkan penarikan dinding dada yang mungkin menyerupai dada cekung. Namun, ini adalah respons terhadap masalah pernapasan, bukan kelainan struktural bawaan pada tulang dada itu sendiri.

Diagnosis Dada Cekung pada Bayi

Diagnosis dada cekung umumnya dimulai dengan pemeriksaan fisik oleh dokter anak. Dokter akan menilai kedalaman dan bentuk cekungan, serta mencari tanda-tanda masalah pernapasan atau jantung.

Untuk mengonfirmasi diagnosis dan mengevaluasi tingkat keparahan, beberapa pemeriksaan penunjang mungkin diperlukan. Ini termasuk rontgen dada untuk melihat struktur tulang, CT scan dada untuk gambaran lebih detail, elektrokardiogram (EKG) dan ekokardiogram untuk menilai fungsi jantung, serta tes fungsi paru untuk memeriksa kapasitas paru-paru.

Penanganan Dada Cekung pada Bayi

Penanganan dada cekung sangat bergantung pada tingkat keparahan kondisi dan ada tidaknya gejala. Untuk kasus ringan yang tidak menimbulkan masalah kesehatan, observasi dan pemantauan secara berkala mungkin sudah cukup.

  • Terapi Konservatif: Fisioterapi atau latihan pernapasan dapat membantu memperkuat otot dada dan memperbaiki postur, meskipun tidak mengubah bentuk tulang. Terapi ini juga dapat membantu meningkatkan kapasitas paru-paru.
  • Terapi Vakum: Beberapa kasus dapat diatasi dengan terapi vakum, yaitu penggunaan alat yang diletakkan di dada untuk menarik tulang dada keluar. Metode ini umumnya memerlukan penggunaan teratur selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.
  • Pembedahan: Untuk kasus yang parah, terutama jika memengaruhi fungsi jantung atau paru-paru, pembedahan mungkin menjadi pilihan. Ada dua teknik utama, yaitu prosedur Nuss (invasif minimal dengan memasang batang logam) dan prosedur Ravitch (pembedahan terbuka untuk menghilangkan tulang rawan berlebih).

Kapan Harus Konsultasi Dokter Anak?

Sangat penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter anak jika orang tua melihat adanya cekungan pada dada bayi. Meskipun banyak kasus dada cekung tidak berbahaya, evaluasi medis diperlukan untuk menyingkirkan kemungkinan masalah kesehatan yang lebih serius.

Dokter akan membantu menentukan apakah kondisi tersebut merupakan kelainan bawaan murni atau tanda adanya masalah pernapasan seperti asma atau pneumonia. Penanganan dini dan tepat dapat mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup bayi.

Jika memiliki kekhawatiran tentang dada cekung pada bayi atau gejala terkait lainnya, jangan ragu untuk melakukan konsultasi dengan dokter spesialis anak. Melalui platform Halodoc, orang tua dapat terhubung dengan dokter terpercaya untuk mendapatkan informasi akurat dan rekomendasi medis yang sesuai.