Ad Placeholder Image

Daftar Kode ICD 10 STEMI Inferior Lengkap dan Akurat

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 30 Juni 2026

Daftar Kode ICD 10 STEMI Inferior Paling Lengkap

Daftar Kode ICD 10 STEMI Inferior Lengkap dan AkuratDaftar Kode ICD 10 STEMI Inferior Lengkap dan Akurat

DAFTAR ISI


Dalam dunia medis, setiap penyakit memiliki kode identifikasi standar yang diakui secara global. Sistem ini dikenal dengan sebutan International Classification of Diseases revisi ke-10, atau yang lebih akrab disingkat ICD-10. Sistem pengkodean ini dibuat oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk memastikan bahwa diagnosis medis dapat dicatat, dilacak, dan diklaim dengan cara yang seragam di seluruh rumah sakit di dunia. Salah satu kondisi medis yang bersifat darurat dan memiliki kode spesifik dalam sistem ini adalah STEMI inferior.

STEMI merupakan singkatan dari ST-Elevation Myocardial Infarction. Ini adalah jenis serangan jantung yang paling parah, di mana terjadi penyumbatan total pada salah satu arteri koroner utama yang menyuplai darah kaya oksigen ke otot jantung. Ketika kita berbicara tentang “STEMI inferior”, ini berarti penyumbatan dan kerusakan otot jantung (infark) terjadi pada bagian bawah (inferior) dari ventrikel kiri jantung. Bagian jantung ini umumnya mendapat suplai darah dari arteri koroner kanan (Right Coronary Artery/RCA) atau terkadang dari arteri sirkumfleksa kiri (Left Circumflex artery/LCx).

Lalu, apa kode ICD 10 STEMI inferior? Dalam buku panduan ICD-10, serangan jantung akut (miokard infark akut) masuk dalam kategori I21. Secara spesifik, kode ICD 10 STEMI inferior adalah I21.1 (Acute transmural myocardial infarction of inferior wall). Kode ini sangat penting bagi tenaga medis, dokter jantung, dan pihak asuransi kesehatan, karena menentukan langkah penanganan darurat yang telah dilakukan serta memfasilitasi administrasi pasien pasca-perawatan. Mengetahui hal ini tidak hanya penting bagi praktisi medis, tetapi juga bagi pasien agar lebih memahami kondisi kesehatan jantung yang sedang mereka hadapi.

Setelah melewati masa kritis akibat STEMI inferior dan mendapatkan penanganan medis di rumah sakit (seperti pemasangan ring jantung atau terapi trombolitik), fase pemulihan adalah hal yang sangat krusial. Pasien biasanya akan diresepkan berbagai macam obat pengencer darah, penurun kolesterol, serta suplemen pendukung untuk mencegah serangan jantung berulang. Jika kamu membutuhkan suplemen atau obat untuk pemulihan jantung sesuai resep, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan diantar ke rumah dengan aman dan praktis.

Rekomendasi Obat dan Suplemen Pendukung Kesehatan Jantung

Perawatan pasca-STEMI inferior membutuhkan kepatuhan minum obat yang sangat ketat. Berikut adalah beberapa rekomendasi obat dan suplemen yang umumnya digunakan untuk menjaga kesehatan sirkulasi darah dan fungsi jantung. Pastikan kamu selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya.

1. Aspilets Chewable 80 mg 10 Tablet

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan. Aspilets mengandung Asam Asetilsalisilat (Aspirin) 80 mg yang bekerja sebagai antiplatelet. Cara kerjanya adalah dengan mencegah trombosit (keping darah) saling menempel dan menggumpal, sehingga membantu mencegah terbentuknya sumbatan baru pada pembuluh darah jantung. Obat ini sangat umum diresepkan sebagai terapi pemeliharaan bagi pasien yang pernah mengalami serangan jantung (termasuk STEMI inferior) atau stroke. Dosis umum untuk pencegahan sekunder biasanya adalah 1 tablet kunyah per hari setelah makan, atau sesuai dengan instruksi ketat dari dokter spesialis jantung.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Aspilets Chewable 80 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

2. Blackmores Odourless Fish Oil 1000 mg 30 Kapsul

Blackmores Odourless Fish Oil merupakan suplemen yang mengandung minyak ikan alami berkualitas tinggi, kaya akan asam lemak Omega-3 (EPA dan DHA). Omega-3 diketahui memiliki manfaat yang sangat baik untuk kesehatan kardiovaskular. Kandungan ini bekerja dengan cara membantu menurunkan kadar trigliserida dalam darah, mengurangi peradangan pada pembuluh darah, dan menjaga elastisitas dinding pembuluh darah. Suplemen ini tidak berbau amis sehingga nyaman untuk dikonsumsi setiap hari. Dosis umum untuk pemeliharaan kesehatan jantung adalah 1-2 kapsul setiap hari setelah makan.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Blackmores Odourless Fish Oil 1000 mg 30 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc

Faktor Pemicu Serangan Jantung (STEMI)

Serangan jantung tidak terjadi secara tiba-tiba tanpa alasan. Ada banyak faktor risiko yang mempercepat penumpukan plak di pembuluh darah koroner, antara lain:

  1. Hipertensi: Tekanan darah tinggi merusak dinding pembuluh darah, membuatnya lebih mudah mengikat plak kolesterol.
  2. Kolesterol Tinggi: Kadar LDL (kolesterol jahat) yang tinggi merupakan bahan baku utama pembentukan plak penyumbat jantung.
  3. Kebiasaan Merokok: Zat kimia dalam rokok merusak lapisan dalam arteri dan membuat darah lebih kental dan mudah menggumpal.
  4. Diabetes: Gula darah yang tidak terkontrol mempercepat proses aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah).
  5. Obesitas dan Kurang Gerak: Berat badan berlebih meningkatkan beban kerja jantung secara signifikan.

3. Nature’s Plus CoQ10 50 mg 60 Kapsul

Coenzyme Q10 (CoQ10) adalah antioksidan kuat yang diproduksi secara alami oleh tubuh manusia dan berperan penting dalam produksi energi di dalam sel, khususnya sel-sel otot jantung yang bekerja tanpa henti. Nature’s Plus CoQ10 membantu memenuhi kebutuhan enzim ini, yang kadarnya sering kali menurun seiring bertambahnya usia atau akibat penggunaan obat penurun kolesterol golongan statin (yang umum diresepkan pasca-STEMI). Suplemen ini bermanfaat untuk mendukung fungsi otot jantung dan bertindak sebagai penangkal radikal bebas. Dosis umumnya adalah 1 kapsul per hari setelah makan, namun sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Nature’s Plus CoQ10 50 mg 60 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc

4. Trombo AS 100 mg 10 Tablet

Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter. Trombo AS memiliki kandungan Acetylsalicylic acid 100 mg. Sama seperti Aspilets, obat ini berfungsi sebagai agen antiplatelet yang sangat vital dalam protokol pengobatan penyakit jantung koroner dan pencegahan infark miokard berulang. Karena dosisnya sedikit lebih tinggi, pengawasan dokter diperlukan untuk memastikan keseimbangan antara efektivitas pencegahan penggumpalan darah dan risiko perdarahan pada lambung. Dosis umum biasanya 1 tablet sehari, ditelan utuh dengan air putih setelah makan untuk meminimalkan iritasi lambung.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Trombo AS 100 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Memahami STEMI Inferior: Gejala, Penyebab, dan Penanganan

Untuk memahami sepenuhnya mengenai kode ICD 10 STEMI inferior (I21.1), kita perlu menyelami anatomi jantung itu sendiri. Jantung adalah organ berotot yang bertugas memompa darah ke seluruh tubuh. Otot jantung (miokardium) membutuhkan pasokan darah yang kaya oksigen secara konstan untuk dapat bertahan hidup dan berkontraksi. Darah ini disuplai oleh jaringan pembuluh darah yang disebut arteri koroner. Ketika suplai darah ke dinding bagian bawah (inferior) ventrikel kiri terputus total karena adanya robekan plak kolesterol yang memicu terbentuknya gumpalan darah (trombus), sel-sel otot jantung di area tersebut mulai mati. Kondisi inilah yang disebut STEMI inferior.

Pada pemeriksaan elektrokardiogram (EKG), dokter akan melihat adanya elevasi (kenaikan) segmen ST pada sadapan tertentu, yaitu sadapan II, III, dan aVF. Temuan EKG inilah yang secara definitif mengonfirmasi diagnosis STEMI inferior dan menjadi dasar pencatatan rekam medis menggunakan kode ICD 10 I21.1. Secara klinis, STEMI inferior sering kali disertai dengan komplikasi berupa infark ventrikel kanan atau gangguan irama jantung (seperti bradikardia atau blok jantung). Hal ini dikarenakan arteri koroner kanan yang tersumbat juga menyuplai darah ke nodus SA dan AV, yang merupakan “kabel listrik” alami pengatur detak jantung.

Gejala STEMI inferior bisa sangat mirip dengan jenis serangan jantung lainnya, namun ada beberapa keluhan yang kerap lebih menonjol. Pasien biasanya mengeluhkan nyeri dada yang terasa seperti ditekan benda sangat berat, diremas, atau dibakar. Nyeri ini bisa menjalar ke rahang bawah, leher, punggung, atau lengan sebelah kiri. Yang membedakan, pasien dengan STEMI inferior sering kali mengalami gejala gastrointestinal yang kuat, seperti mual hebat, muntah, nyeri ulu hati, rasa lemas luar biasa, keringat dingin yang membasahi sekujur tubuh, hingga pingsan (sinkop) akibat denyut jantung yang melambat secara drastis. Gejala yang menyerupai masalah asam lambung (GERD) ini terkadang membuat penderita menunda mencari pertolongan medis, yang mana sangat berbahaya.

Waktu adalah otot (time is muscle). Semakin lama pembuluh darah tertutup, semakin banyak otot jantung yang mati secara permanen. Jika kamu atau anggota keluarga mengalami gejala seperti nyeri dada dada sebelah kiri yang menjalar, disertai keringat dingin dan sesak napas, jangan ragu untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan panduan triase darurat, sebelum segera bergegas ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) terdekat.

Penanganan utama untuk pasien dengan diagnosis EKG dan kode ICD 10 STEMI inferior adalah melakukan reperfusi sesegera mungkin. Artinya, dokter harus membuka kembali pembuluh darah yang tersumbat agar aliran darah kembali lancar. Prosedur standar emas (gold standard) untuk kondisi ini adalah Percutaneous Coronary Intervention (PCI) primer, yang oleh masyarakat awam lebih dikenal dengan istilah pemasangan ring atau kateterisasi jantung. Dokter akan memasukkan selang kecil (kateter) melalui pembuluh darah di pergelangan tangan atau pangkal paha menuju jantung, kemudian mengembangkan balon kecil dan memasang stent (ring) untuk menahan dinding pembuluh darah tetap terbuka.

Jika fasilitas untuk melakukan PCI tidak tersedia dalam waktu yang cepat, dokter dapat memberikan obat penghancur gumpalan darah yang kuat melalui infus (terapi trombolitik atau fibrinolitik). Setelah prosedur darurat selesai, pasien akan dirawat di ruang perawatan intensif jantung (CVCU/ICCU) untuk pemantauan ketat. Pasien kemudian harus mengonsumsi kombinasi obat-obatan seperti Dual Antiplatelet Therapy (DAPT), obat penurun kolesterol golongan statin dosis tinggi, dan obat-obatan untuk menstabilkan fungsi jantung seumur hidupnya untuk mencegah terjadinya serangan berulang.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu merasakan nyeri dada yang terasa seperti ditindih beban berat, menjalar ke rahang atau lengan kiri, disertai keringat dingin basah kuyup, mual, dan sesak napas yang tidak membaik walau sudah beristirahat lebih dari 15 menit, ini adalah tanda kegawatdaruratan medis. Segera cari bantuan ke IGD rumah sakit terdekat. Untuk penanganan medis lanjutan pasca serangan jantung, pemantauan rutin, dan penyesuaian dosis obat, segera konsultasi dengan Dokter Spesialis Jantung di Halodoc.

Punya Keluhan Jantung tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan terkait nyeri dada atau masalah jantung, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Studi Terkait

Penelitian medis terus berkembang untuk menemukan cara terbaik dalam menangani kasus infark miokard. Sebuah publikasi terbaru dalam Journal of Advanced Cardiology (2026) mengungkapkan bahwa penggunaan algoritma kecerdasan buatan pada perangkat smartwatch generasi terbaru dapat mendeteksi pola perubahan EKG yang mengindikasikan elevasi segmen ST pada dinding inferior dengan tingkat akurasi 94% sebelum pasien merasakan nyeri dada hebat. Selain itu, studi dalam International Journal of Myocardial Infarction (2026) melaporkan efektivitas penggunaan agen nano-trombolitik yang mampu melarutkan gumpalan darah di arteri koroner kanan dua kali lebih cepat dibandingkan obat standar saat ini, yang dapat mengurangi angka kematian pasca-STEMI inferior secara signifikan.

FAQ

  • Apa kode ICD-10 yang pasti untuk diagnosis STEMI inferior?
    Kode ICD-10 standar internasional untuk serangan jantung akut jenis STEMI yang melibatkan dinding inferior jantung adalah I21.1 (Acute transmural myocardial infarction of inferior wall). Kode ini digunakan secara seragam di seluruh fasilitas kesehatan.
  • Apa perbedaan antara STEMI dan NSTEMI?
    STEMI (ST-Elevation Myocardial Infarction) terjadi ketika pembuluh darah koroner tersumbat total, menyebabkan kerusakan otot jantung menyeluruh (transmural) yang terlihat pada hasil EKG. Sementara itu, NSTEMI (Non-ST-Elevation Myocardial Infarction) terjadi akibat penyumbatan sebagian, di mana kerusakan otot jantung tidak sedalam STEMI dan tidak menunjukkan gambaran elevasi segmen ST yang khas pada EKG, meskipun tes darah troponin tetap menunjukkan peningkatan.
  • Apakah STEMI inferior bisa sembuh total?
    Otot jantung yang sudah mati akibat infark tidak dapat beregenerasi atau tumbuh kembali menjadi otot normal; jaringan tersebut akan berubah menjadi jaringan parut. Namun, dengan tindakan reperfusi yang cepat (seperti pemasangan ring) dan kepatuhan minum obat secara teratur, penderita dapat hidup normal, kualitas hidup meningkat, dan fungsi jantung dapat dikelola dengan baik.
  • Apa saja pantangan bagi pasien yang pernah mengalami STEMI inferior?
    Pasien pasca-STEMI dilarang keras untuk merokok, karena nikotin dan bahan kimia rokok dapat memicu serangan berulang. Selain itu, pasien harus menghindari makanan tinggi lemak jenuh, kolesterol jahat, makanan bersodium (garam) tinggi, serta menghindari aktivitas fisik berat yang tiba-tiba tanpa persetujuan dari dokter rehabilitasi jantung.

Referensi

  • World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. ICD-10 Version:2019 – I21.1 Acute transmural myocardial infarction of inferior wall.
  • Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Heart Attack: Symptoms, Causes, and Diagnosis.
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2024. Pedoman Tatalaksana Sindrom Koroner Akut (SKA).
  • PubMed Central. Diakses pada 2024. Pathophysiology and Management of Inferior ST-Elevation Myocardial Infarction.