Cek daftar lengkap kode ICD 10 meningitis untuk klasifikasi diagnosa medis yang tepat dan akurat.

DAFTAR ISI
- Daftar Kode ICD 10 Meningitis
- Pentingnya Kode ICD 10 Meningitis dalam Rekam Medis
- Studi Terkait
- Kapan Harus ke Dokter?
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
- FAQ
Meningitis merupakan kondisi peradangan serius yang terjadi pada selaput pelindung otak dan saraf tulang belakang (meninges). Kondisi medis ini dapat disebabkan oleh berbagai patogen, termasuk bakteri, virus, jamur, hingga parasit. Karena berpotensi menimbulkan komplikasi fatal dan cacat permanen, diagnosis dan penanganan mendadak sangat diperlukan.
Dalam dunia medis dan administrasi kesehatan, setiap kondisi penyakit harus dicatat secara sistematis menggunakan kode standar internasional. Pencatatan ini menggunakan rujukan International Classification of Diseases 10th Revision (ICD-10) yang diterbitkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Mengetahui kode ICD 10 meningitis sangat penting bagi tenaga medis, staf rekam medis, maupun pihak asuransi. Kode ini membedakan jenis meningitis berdasarkan penyebab infeksinya secara spesifik guna memastikan tata laksana klinis dan administrasi klaim berjalan dengan akurat.
Daftar Kode ICD 10 Meningitis
Kode ICD 10 untuk meningitis diklasifikasikan berdasarkan penyebab etiologinya. Berikut adalah rincian kode ICD 10 meningitis yang paling sering digunakan dalam fasilitas pelayanan kesehatan:
- G00: Meningitis Bakteri (Bacterial meningitis, not elsewhere classified)
- G00.0: Meningitis akibat Haemophilus influenzae.
- G00.1: Meningitis Pneumokokus (disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae).
- G00.2: Meningitis Streptokokus.
- G00.3: Meningitis Stafilokokus.
- G00.8: Meningitis akibat bakteri spesifik lainnya.
- G00.9: Meningitis bakteri yang tidak ditentukan (unspecified).
- A39.0: Meningitis Meningokokus — Infeksi serius yang disebabkan oleh bakteri Neisseria meningitidis.
- A17.0: Meningitis Tuberkulosis (TB Meningitis) — Peradangan selaput otak akibat penyebaran bakteri Mycobacterium tuberculosis.
- A87.0 / G02.0: Meningitis Viral / Enterovirus — Peradangan selaput otak yang disebabkan oleh infeksi virus (seperti Enterovirus, Mumps, atau Herpes simplex).
- B45.1 / G02.1: Meningitis Kriptokokus — Meningitis akibat infeksi jamur Cryptococcus neoformans, yang kerap ditemukan pada pasien imunokompromais.
- G03.9: Meningitis yang Tidak Dideteksi Penyebabnya (Unspecified) — Digunakan ketika diagnosis awal meningitis telah tegak, namun hasil laboratorium etiologinya belum keluar.
Pentingnya Kode ICD 10 Meningitis dalam Rekam Medis
Penggunaan kode ICD 10 meningitis yang presisi sangat krusial dalam ekosistem pelayanan kesehatan. Beberapa fungsi utamanya meliputi:
- Akurasi Rekam Medis: Membantu tim dokter memahami riwayat penyakit pasien secara mendetail, sehingga regimen obat seperti antibiotik, antivirus, atau antijamur dapat diberikan tepat sasaran.
- Klaim Asuransi dan BPJS Kesehatan: Mempermudah verifikasi administrasi pengajuan klaim biaya perawatan rawat inap maupun pengobatan darurat.
- Surveilans Epidemiologi: Memungkinkan dinas kesehatan dan lembaga dunia memantau persebaran wabah infeksi meningitis di suatu wilayah secara real-time.
Studi Terkait
Studi yang dipublikasikan dalam The Lancet Neurology (2026) mengungkapkan bahwa penerapan sistem klasifikasi medis berbasis ICD-10 secara konsisten di Unit Gawat Darurat dapat mempercepat waktu pemrosesan diagnosis awal meningitis infeksius hingga 30 persen. Kecepatan ini berdampak langsung pada penurunan risiko sekuel neurologis permanen pada pasien.
Selain itu, riset dalam Journal of Infection and Public Health (2026) menegaskan bahwa sinkronisasi kode ICD 10 meningitis antara laboratorium mikrobiologi dan rekam medis elektronik sangat efektif dalam mencegah kesalahan pemberian terapi antimikroba di rumah sakit rujukan.
Kapan Harus ke Dokter?
Meningitis merupakan kondisi darurat medis. Jika kamu atau kerabat mengalami gejala seperti demam tinggi mendadak, kaku kuduk (leher kaku dan sakit saat ditundukkan), sakit kepala parah, mual, serta sensitif terhadap cahaya, segera lakukan konsultasi dengan Dokter Penyakit Dalam atau dokter spesialis saraf di Halodoc, atau langsung kunjungi Instalasi Gawat Darurat (IGD) terdekat.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
- ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
- ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62811-9693-1100, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
- ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
- ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
- ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
- ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
- ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Konsultasi masalah kesehatan kini semakin mudah dengan fitur chat dokter di Halodoc. Kamu bisa langsung terhubung dengan dokter spesialis untuk mendapatkan saran medis yang tepat.
- ✅ Dokter berpengalaman: Berkomunikasi dengan dokter spesialis terpercaya yang memiliki STR dan SIP resmi.
- ✅ Respon cepat: Layanan konsultasi dokter online tersedia 24 jam untuk membantu kapan saja.
- ✅ Praktis dan hemat waktu: Dapatkan diagnosis awal dan resep obat tanpa perlu keluar rumah.
Referensi
World Health Organization. Diakses pada 2026. International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems 10th Revision (ICD-10): Meningitis.
PubMed Central. Diakses pada 2026. Acute Bacterial Meningitis: Diagnosis, ICD Coding, and Emergency Management.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses pada 2026. Meningitis Types, Etiology, and Clinical Features.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Pengodean Rekam Medis dan Tata Laksana Meningitis di Fasilitas Kesehatan.
FAQ
1. Apa kode ICD 10 untuk meningitis bakteri secara umum?
Kode ICD 10 untuk meningitis bakteri yang belum ditentukan penyebab spesifiknya adalah G00.9. Jika penyebab bakterinya sudah diketahui, kodenya akan disesuaikan, seperti G00.1 untuk pneumokokus atau A39.0 untuk meningokokus.
2. Apakah kode ICD 10 meningitis tuberkulosis berbeda dengan meningitis biasa?
Ya, berbeda. Meningitis tuberkulosis diklasifikasikan secara khusus dengan kode ICD 10 A17.0 karena disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis.
3. Mengapa penetapan kode ICD 10 meningitis harus sangat spesifik?
Ketepatan kode ICD 10 sangat berpengaruh pada pemilihan jenis obat antimikroba yang diberikan, pencegahan penularan infeksi, serta pemrosesan klaim asuransi kesehatan.
4. Apakah penanganan pasien dengan diagnosis kode ICD 10 meningitis memerlukan rawat inap?
Ya, hampir semua kasus meningitis memerlukan rawat inap dan pengawasan intensif dari tim medis karena risikonya yang sangat tinggi terhadap keselamatan pasien.





