• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Dampak Pandemi COVID-19 pada Tumbuh Kembang Anak
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Dampak Pandemi COVID-19 pada Tumbuh Kembang Anak

Dampak Pandemi COVID-19 pada Tumbuh Kembang Anak

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 20 Juni 2022

“Pandemi COVID-19 menimbulkan dampak bagi tumbuh kembang anak. Kondisi ini memengaruhi perkembangan bahasa, kognitif, motorik, sensorik, sosial dan emosional anak.”

Dampak Pandemi  COVID-19 pada Tumbuh Kembang AnakDampak Pandemi  COVID-19 pada Tumbuh Kembang Anak

Halodoc, Jakarta – Tak dimungkiri, pandemi COVID-19 memberikan dampak besar buat kehidupan manusia. Kondisi tak hanya menyasar orang dewasa saja, tapi juga anak-anak. 

Bagi anak-anak, terlebih mereka yang tengah menjalani tumbuh kembang, pembatasan kegiatan selama pandemi COVID-19 jadi kondisi yang jelas tak mereka inginkan. Tak ada kontak fisik dengan orang lain dan kegiatan di luar rumah bisa memberikan dampak yang akan terlihat kemudian hari.

Selama pandemi pula, orang tua juga kudu putar otak dalam mendampingi pola asuh anak. Sebab, ada perbedaan pola asuh, tentunya, sebelum dan selama pandemi berlangsung.

Dampak Pandemi Bagi Tumbuh Kembang Anak

COVID-19 nyatanya meningkatkan risiko terhadap perkembangan anak akibat paparan penyakit, isolasi sosial, dan meningkatnya stres orang tua atau pengasuh dalam mendampingi mereka. Pernyataan ini dimuat dalam jurnal The potential impact of the COVID-19 pandemic on child growth and development: a systematic review, terkait dampak pandemi bagi tumbuh kembang.

Kondisi dan situasi ini memang merugikan buat anak-anak. Salah satu contoh soal pembatasan anak untuk bisa bersosialisasi di luar rumah yang berdampak adalah terganggunya fungsi otak. Selain itu, ada beberapa poin yang diulas dari jurnal di atas.

1. Perkembangan Bahasa dan Kognitif

Anak bisa terlambat bicara karena tak bersosialisasi selain dengan orang tua atau pengasuh mereka. Berikut rincian dampaknya:

  • Usia 12 bulan. Anak tidak mampu untuk menunjuk atau melambaikan tangan.
  • Usia 18 bulan. Anak lebih memilih menggunakan gerakan tubuh untuk berkomunikasi ketimbang suara. Pada usia ini pila, anak akan mengalami kesulitan meniru suara, dan tidak memahami kalimat yang meski mudah dimengerti.
  • Usia 2 tahun. Anak hanya meniru ucapan atau tindakan. Mereka tak bisa berbicara dengan kata atau kalimat selain apa yang diucapkan orang tua atau pengasuhnya.

2. Perkembangan Motorik dan Sensorik

Keterbatasan ruang untuk bergerak akan mengganggu perkembangan sensor motorik dan sensorik anak. Jika tidak diantisipasi, akan ada dampak panjang yang akan mereka dapati, seperti:

  • Terlambat duduk, merangkak, dan berjalan.
  • Saat mereka menulis di sebuah wadah, tulisan yang mereka bikin tidak tentu arah.
  • Tidak cepat dalam merespons. Bahkan untuk menanggapi gerakan refleks.
  • Kesulitan dalam menggunting dan melipat
  • Kesulitan memahami perkataan dan kalimat
  • Sulit untuk bisa bersosialisasi

3. Perkembangan Sosial dan Emosional

Terlalu lama menjalani pembatasan sosial membuat anak akan terganggu perkembangan emosionalnya. Contohnya, jika bertemu langsung dengan orang lain, mereka akan merasa takut dan cemas.

Selain yang barusan disebut, si anak juga akan mengalami kondisi di bawah ini:

  • Tak mau tersenyum pada orang lain.
  • Tidak berani menatap mata dengan orang lain.
  • Memalingkan muka atau tubuhnya saat bertemu orang lain.
  • Tantrum saat berada di tempat yang baru dikunjungi.
  • Tidak nyaman berada di tempat ramai.

Memantau perkembangan dan pertumbuhan anak penting untuk memastikan bahwa ‘tonggak perkembangan’ mereka sesuai dengan usianya. Orang tua perlu bersikap tenang dan proaktif dengan membuat daftar kegiatan harian sesuai dengan usia anak, dan mendukung serta membantu mereka dalam bertumbuh, adalah keharusan yang mesti dijalani.

Untuk menjaga kesehatan tubuh anak di masa pandemi, ibu bisa memberikan suplemen penunjang kesehatan tubuh. Download Halodoc segera dan cek kebutuhan suplemen di Toko Kesehatan pada aplikasi tersebut. Jika ibu membutuhkan informasi lain seputar pola asuh dan kesehatan anak, silakan download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
J Pediatr (Rio J). 2021 July-August; 97(4): 369–377. Diakses pada 2022. The potential impact of the COVID-19 pandemic on child growth and development: a systematic review.
Journal of Telenursing (JOTING). Diakses pada 2022. DAMPAK SITUASI PANDEMI COVID-19 TERHADAP TUMBUH KEMBANG ANAK.
Kid’s Health. Diakses pada 2022. Delayed Speech or Language Development.
UNICEF. Diakses pada 2022. 6 ways parents can support their kids through the COVID-19 outbreak.