• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Demam pada Anak Dianggap Serius dengan Gejala Ini

Demam pada Anak Dianggap Serius dengan Gejala Ini

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Demam pada anak menjadi tanda adanya sesuatu yang terjadi di dalam tubuhnya. Demam pada anak jarang menandakan kondisi serius dan biasanya hilang dalam beberapa hari. Obat-obatan yang dijual bebas umumnya ampuh untuk menurunkan demam.

Jika Si Kecil masih tertarik bermain, mau makan dan minum, tersenyum dan warna kulitnya normal, artinya demam yang dialaminya tidak serius. Namun, apabila suhunya terlampau tinggi, yakni lebih dari 38 derajat Celcius, bisa jadi ia mengalami infeksi serius. Selain suhu yang tinggi, ibu juga perlu mengenali gejala berikut ini. 

Baca juga: Anak Demam Tinggi, Waspada 5 Penyakit Ini

Demam pada Anak Dianggap Serius dengan Gejala Ini 

Mengutip dari Kids Health, ibu harus waspada jika demam yang dialami Si Kecil disertai gejala-gejala berikut ini:

  • Tidak mau minum;

  • Mengalami diare yang berkepanjangan atau muntah berulang;

  • Jarang buang air kecil;

  • Tidak keluar air mata saat menangis;

  • Tidak aktif;

  • Sakit tenggorokan atau sakit telinga;

  • Demam lebih dari 24 jam;

  • Sering demam;

  • Muncul ruam;

  • Tidak berhenti menangis;

  • Bibir, lidah, atau kuku membiru;

  • Sulit bernapas;

  • Kejang.

Setiap kondisi serius menimbulkan gejala yang berbeda-beda, penting untuk membawa Si Kecil ke rumah sakit apabila mengalami beberapa gejala di atas. 

Baca juga: Jangan Asal Kompres, Kenali Demam pada Anak

Penanganan Pertama Saat Anak Demam

Hal yang perlu ibu ketahui bahwa tidak semua demam perlu diobati. Terlebih jika demam yang dialami Si Kecil masih dalam suhu yang normal. Pada kebanyakan kasus, demam harus diobati hanya jika menyebabkan ketidaknyamanan pada anak. Berikut ini cara untuk meredakan gejala yang sering menyertai demam, yaitu:

  1. Beri Obat

Jika Si Kecil rewel atau terlihat tidak nyaman, ibu bisa memberinya paracetamol untuk meredakan ketidaknyamanannya. Obat hanya menurunkan suhu sementara dan tidak akan mengobati alasan yang mendasari demam. Penting untuk bicara dengan dokter ketika ibu akan memberi Si Kecil obat-obatan apapun. 

Kalau ibu butuh bertanya soal ini, ibu bisa menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat aplikasi, ibu dapat menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja. Yuk, download aplikasinya sekarang juga!

  1. Perawatan Sederhana

Kenakan Si Kecil pakaian longgar dan berbahan katun. Kemudian, selimuti ia dengan sprei atau selimut yang ringan. Memberikan baju hangat dan memberikan selimut yang tebal bisa mencegah panas tubuh keluar dan malah menyebabkan suhu naik. Pastikan kamar tidur anak  memiliki suhu yang nyaman, yaitu tidak terlalu panas atau terlalu dingin. Ibu juga bisa memberikannya kompres hangat untuk menurunkan demam.

  1. Berikan Makanan dan Minuman

Berikan Si Kecil cairan secara rutin untuk menghindari dehidrasi karena demam bisa membuat anak kehilangan cairan lebih cepat dari biasanya. Air putih, sup kaldu ayam, jus atau es adalah pilihan yang baik. Hindari minuman dengan kafein, termasuk cola dan teh yang dapat meningkatkan dehidrasi. Jika anak mengalami muntah dan diare, tanyakan kepada dokter apakah ibu harus memberikan larutan elektrolit (oralit) khusus untuk anak-anak. 

Baca juga: Ketahui Waktu yang Tepat Membawa Anak yang Demam ke Dokter

Oralit adalah obat yang dijual bebas, sehingga ibu dapat mudah memperolehnya. Kalau ibu butuh oralit untuk Si Kecil, ibu bisa membelinya lewat aplikasi Halodoc. Tidak perlu repot keluar rumah, tinggal pesan lewat aplikasi lalu pesanan ibu akan diantar dalam waktu kurang lebih satu jam. Lebih mudah, bukan?

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Fever.
Kids Health. Diakses pada 2020. Fevers.