09 October 2018

Jangan Asal Kompres, Kenali Demam pada Anak

Jangan Asal Kompres, Kenali Demam pada Anak

Halodoc, Jakarta – Meletakkan kain yang sudah dibasahi alias kompres di bagian kepala sering dilakukan para orangtua saat mendapati suhu tubuh sang buah hati lebih tinggi dari biasanya. Sebab, memasang kompres pada kening sudah lama diyakini dapat membantu menurunkan suhu tubuh yang menyebabkan demam pada anak.

Akan tetapi tunggu dulu, biar tidak asal kompres maka orangtua perlu mengenali terlebih dahulu fakta demam pada anak. Sebab, tidak semua demam bisa diatasi dengan kain kompres. Seorang anak disebut mengalami demam jika suhu tubuhnya sudah mencapai dan melebihi 38 derajat celcius. Cara mengetahuinya adalah dengan mengukur suhu tubuh menggunakan alat bernama termometer. Jika setelah diukur suhu tubuh masih berada di bawah angka tersebut, artinya Si Kecil tidak mengalami demam.

Sayangnya, mengukur suhu tubuh menggunakan termometer sering dilakukan dengan cara yang kurang tepat. Termometer digital bisa digunakan untuk mengukur suhu tubuh anak dengan meletakkannya pada mulut, telinga, ketiak, atau di bagian pelipis. Namun ternyata, salah satu tempat paling baik dan akurat untuk mengukur suhu tubuh saat demam adalah dengan memasukkan termometer ke bagian anus anak. Selain akurat, cara ini merupakan yang paling mudah untuk diterapkan pada bayi. Namun sebelum memasukkannya, pastikan untuk mencuci termometer terlebih dulu hingga bersih.

Menurunkan Demam Anak dengan Kompres

Kompres menjadi salah satu cara tradisional untuk menurunkan suhu tubuh Si Kecil yang tiba-tiba meningkat. Lakukan cara ini dengan memanfaatkan sebuah kain bersih, kemudian basahi dengan air hangat dan letakkan kain tersebut pada dahi dan ketiak anak. Selain itu, menurunkan demam juga bisa dilakukan dengan memberi banyak asupan air minum. Hal ini juga penting untuk mencegah anak mengalami dehidrasi alias kekurangan cairan tubuh selama demam.

Jika demam terjadi pada bayi, ibu bisa membantu menurunkan suhu tubuh dengan memberinya ASI atau susu formula lebih sering. Saat anak demam, cobalah untuk memandikannya dengan air hangat, dan pakaikan baju yang nyaman, serta tidak terlalu tebal sehingga tidak membuatnya semakin merasa panas. Membuat anak merasa nyaman adalah salah satu cara terbaik untuk mengatasi demamnya.

Penyebab Demam pada Anak

Sebelumnya perlu diketahui, apa yang menjadi penyebab anak mengalami demam. Kondisi ini bisa disebabkan oleh dua hal, yaitu virus dan bakteri. Demam pada anak yang terjadi karena virus biasanya muncul saat sistem kekebalan tubuh Si Kecil sedang berusaha melawan virus penyebab penyakit. Misalnya, virus pilek, flu, atau jenis penyakit lainnya.

Jika ini yang terjadi maka biasanya demam akan mereda dengan sendiri dalam 3 hari. Selain itu, jenis demam yang satu ini tidak bisa diatasi dengan konsumsi obat antibiotik, sehingga tidak perlu meresepkan antibiotik pada anak yang mengalami demam karena serangan virus.

Demam juga bisa sebabkan oleh bakteri. Naiknya suhu tubuh merupakan dampak dari perlawanan tubuh terhadap infeksi bakteri. Jenis infeksi yang sering memicu demam adalah infeksi telinga, pneumonia, dan infeksi saluran kencing. Jenis demam yang satu ini harus mendapatkan perhatian khusus, karena bisa memicu kondisi yang lebih buruk jika tidak ditangani dengan benar. Salah satu cara untuk melawan demam karena bakteri adalah dengan mengonsumsi antibiotik.

Jika ibu ragu dan butuh saran dokter seputar demam pada anak, tanya dokter di aplikasi Halodoc saja! Lebih mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan tips menurunkan demam anak dari dokter terpercaya. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play.

Baca juga: