Ad Placeholder Image

Demam Sampai Mimisan? Kenali Penyebab dan Atasi Segera

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 22 Juni 2026

Demam Sampai Mimisan: Kapan Harus Khawatir?

Demam Sampai Mimisan? Kenali Penyebab dan Atasi SegeraDemam Sampai Mimisan? Kenali Penyebab dan Atasi Segera

DAFTAR ISI


Melihat anak mengalami demam tinggi sudah cukup membuat orang tua khawatir, apalagi jika kondisi tersebut disertai dengan mimisan secara tiba-tiba. Fenomena demam disertai mimisan atau epistaksis pada anak sebenarnya cukup sering terjadi dan tidak selalu menandakan kondisi medis yang sangat serius. Namun, sebagai orang tua, kamu tentu perlu memahami mengapa hal ini terjadi dan bagaimana langkah penanganan yang tepat agar tidak terjadi komplikasi.

Demam menyebabkan suhu tubuh meningkat, yang mana hal ini memicu pelebaran pembuluh darah (vasodilatasi) di seluruh tubuh, termasuk pembuluh darah kecil yang sangat rapuh di area hidung anak (pleksus Kiesselbach). Saat pembuluh darah ini melebar dan mukosa hidung menjadi kering akibat suhu tubuh yang panas atau udara sekitar, pembuluh tersebut mudah pecah dan terjadilah mimisan. Selain itu, infeksi virus yang menyebabkan demam juga seringkali disertai peradangan pada saluran pernapasan yang membuat jaringan hidung lebih sensitif.

Penting bagi orang tua untuk tetap tenang saat menghadapi situasi ini. Langkah awal yang paling krusial adalah menurunkan demam anak sekaligus menghentikan perdarahan di hidung dengan cara yang benar. Penggunaan produk kesehatan yang tepat, mulai dari obat penurun panas hingga alat kesehatan pendukung, akan sangat membantu mempercepat proses pemulihan si kecil di rumah.

Nah, mau tahu apa saja pilihan cara mengatasi anak demam disertai mimisan? Berikut ulasannya!

Rekomendasi Cara Mengatasi Anak Demam Disertai Mimisan yang Ampuh

Untuk membantu kamu merawat si kecil yang sedang demam dan mimisan, saya telah merangkum beberapa produk kesehatan yang aman dan efektif. Produk-produk ini berfungsi untuk menurunkan suhu tubuh, menjaga kelembapan hidung, serta memastikan asupan nutrisi anak tetap terjaga selama masa sakit.

1. Sanmol Sirup 60 ml

Sanmol Sirup adalah obat penurun panas yang mengandung bahan aktif Paracetamol. Sebagai apoteker, saya sering merekomendasikan produk ini karena memiliki profil keamanan yang baik untuk anak-anak. Paracetamol bekerja pada pusat pengatur suhu di otak untuk menurunkan demam dan juga memiliki efek analgesik untuk meredakan nyeri ringan seperti sakit kepala yang sering menyertai demam.

Kandungan utama dari Sanmol adalah Paracetamol 120 mg tiap 5 ml. Obat ini sangat efektif untuk menurunkan suhu tubuh anak yang tinggi, sehingga risiko pecahnya pembuluh darah di hidung akibat panas berlebih dapat dikurangi.

Dosis dan aturan pakai:

  • Anak 1-2 tahun: 5 ml, diberikan 3-4 kali sehari.
  • Anak 2-6 tahun: 5-10 ml, diberikan 3-4 kali sehari.
  • Anak 6-9 tahun: 10-15 ml, diberikan 3-4 kali sehari.
  • Anak 9-12 tahun: 15-20 ml, diberikan 3-4 kali sehari.

Obat ini termasuk golongan obat bebas (logo hijau). Pastikan untuk memberikan jeda minimal 4 jam antar dosis dan jangan melebihi 5 kali pemberian dalam 24 jam.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Sanmol Sirup 60 ml di Toko Kesehatan Halodoc

2. Proris Suspensi 60 ml

Proris Suspensi mengandung Ibuprofen 100 mg per 5 ml. Berbeda dengan Paracetamol, Ibuprofen termasuk dalam golongan NSAID (Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drug) yang bekerja menghambat enzim siklooksigenase sehingga menurunkan produksi prostaglandin. Manfaat utamanya adalah sebagai penurun demam yang kuat dan memiliki efek anti-inflamasi (anti radang).

Produk ini bisa menjadi pilihan jika demam anak tidak kunjung turun dengan paracetamol atau jika disertai peradangan tenggorokan yang hebat. Namun, perlu diperhatikan bahwa Ibuprofen sebaiknya diberikan sesudah makan untuk mencegah iritasi lambung.

Dosis dan aturan pakai:

  • Anak 1-2 tahun: 2.5 ml, diberikan 3-4 kali sehari.
  • Anak 3-7 tahun: 5 ml, diberikan 3-4 kali sehari.
  • Anak 8-12 tahun: 10 ml, diberikan 3-4 kali sehari.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan. Hindari penggunaan jika anak dicurigai menderita Demam Berdarah Dengue (DBD) karena dapat meningkatkan risiko pendarahan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Proris Suspensi 60 ml di Toko Kesehatan Halodoc

Tips Menangani Mimisan pada Anak
  1. Dudukkan anak dalam posisi tegak dan condongkan tubuh sedikit ke depan agar darah tidak tertelan.
  2. Pencet cuping hidung (bagian lunak) selama 5-10 menit tanpa dilepas-pasang.
  3. Kompres dingin di pangkal hidung untuk membantu penyempitan pembuluh darah (vasokonstriksi).

3. Breathy Nasal Drops 6.5 ml

Salah satu pemicu mimisan saat demam adalah mukosa hidung yang kering dan teriritasi. Breathy Nasal Drops mengandung NaCl 6.5 mg (isotonic saline) yang berfungsi untuk melembapkan rongga hidung dan membantu mengencerkan lendir jika anak juga mengalami pilek.

Penggunaan tetes hidung ini sangat aman karena hanya mengandung larutan garam steril. Dengan menjaga hidung tetap lembap, pembuluh darah di dalam hidung menjadi tidak mudah pecah saat anak bersin atau saat suhu tubuh sedang panas-panasnya.

Dosis dan aturan pakai:

  • Bayi dan anak-anak: 1-2 tetes pada masing-masing lubang hidung, dapat diulang beberapa kali sehari sesuai kebutuhan.

Produk ini termasuk golongan obat bebas. Sangat disarankan untuk membersihkan hidung anak secara perlahan setelah penggunaan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Breathy Nasal Drops 6.5 ml di Toko Kesehatan Halodoc

4. Omron Digital Thermometer MC-245

Dalam mengatasi anak demam, pemantauan suhu secara akurat adalah kunci. Omron Digital Thermometer MC-245 adalah alat kesehatan yang wajib ada di kotak P3K rumah. Alat ini memberikan hasil pengukuran yang presisi dalam waktu singkat (sekitar 60-80 detik).

Mengapa ini penting? Karena seringkali orang tua hanya menggunakan punggung tangan untuk mengecek suhu. Padahal, suhu tubuh yang terlalu tinggi (di atas 39°C) meningkatkan risiko dehidrasi dan pendarahan hidung yang lebih hebat. Termometer ini memiliki fitur memori hasil pengukuran terakhir dan alarm bunyi saat pengukuran selesai.

Cara pakai:

  • Dapat digunakan di mulut (oral), ketiak (axillary), atau dubur (rectal). Pastikan ujung sensor dibersihkan dengan alkohol sebelum dan sesudah penggunaan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Omron Digital Thermometer MC-245 di Toko Kesehatan Halodoc

5. Enervon-C Plus Sirup 120 ml

Saat anak sakit, sistem imunnya bekerja sangat keras. Enervon-C Plus merupakan suplemen makanan dalam bentuk sirup yang mengandung kombinasi Vitamin C, Vitamin B Kompleks (B1, B2, B6, B12), serta Vitamin A dan D. Kandungan Vitamin C di dalamnya sangat berperan dalam memperkuat dinding pembuluh darah serta meningkatkan daya tahan tubuh.

Dengan dinding pembuluh darah yang kuat, risiko mimisan akibat rapuhnya pembuluh kapiler dapat diminimalisir. Selain itu, vitamin B kompleks membantu metabolisme energi agar anak tidak terlalu lemas meskipun nafsu makan menurun selama demam.

Dosis dan aturan pakai:

  • Anak 2-6 tahun: 5 ml (1 sendok takar), 1 kali sehari.
  • Anak 6-12 tahun: 10 ml (2 sendok takar), 1 kali sehari.

Suplemen ini termasuk golongan vitamin dan suplemen. Berikan setelah makan untuk penyerapan optimal.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Enervon-C Plus Sirup 120 ml di Toko Kesehatan Halodoc

Pencegahan Mimisan Berulang
  1. Gunakan pelembap udara (humidifier) di kamar tidur anak terutama jika menggunakan AC.
  2. Ingatkan anak untuk tidak mengorek hidung terlalu dalam atau keras.
  3. Pastikan anak minum air putih yang cukup agar mukosa hidung tetap terhidrasi dari dalam.

Pertolongan Pertama Mimisan pada Anak

Selain memberikan obat-obatan di atas, penanganan mekanis saat darah keluar dari hidung sangat menentukan. Kesalahan yang sering dilakukan orang tua adalah menyuruh anak mendongak. Mendongak justru berbahaya karena darah bisa mengalir ke tenggorokan, masuk ke saluran napas, atau menyebabkan anak mual dan muntah darah.

1. Posisi Tubuh yang Benar

Dudukkan anak dan minta dia sedikit membungkuk. Posisi ini memastikan darah keluar melalui lubang hidung dan tidak mengiritasi saluran cerna. Jika anak masih kecil, pangku mereka dan peluk dengan posisi yang sama.

2. Penekanan yang Konsisten

Gunakan ibu jari dan telunjuk untuk menjepit bagian cuping hidung. Lakukan penekanan selama 10 menit penuh. Jangan lepas-pasang setiap menit hanya untuk mengecek apakah darah sudah berhenti, karena ini akan merusak bekuan darah yang baru terbentuk.

Kapan Demam dan Mimisan Harus Diwaspadai?

Meskipun mimisan saat demam seringkali ringan, ada beberapa kondisi yang mengharuskan kamu segera membawa si kecil ke fasilitas kesehatan. Waspadai jika mimisan berlangsung lebih dari 20 menit meskipun sudah ditekan, atau jika disertai munculnya bintik merah (petekie) di kulit, gusi berdarah, atau memar tanpa sebab yang jelas.

1. Kecurigaan Demam Berdarah (DBD)

Mimisan adalah salah satu manifestasi pendarahan pada penyakit DBD. Jika demam sudah memasuki hari ketiga atau keempat dan suhu tiba-tiba turun namun kondisi anak semakin lemas (fase kritis), segera lakukan cek darah untuk memantau kadar trombosit.

2. Tanda Dehidrasi

Jika demam disertai mimisan dan anak menunjukkan tanda dehidrasi seperti buang air kecil berkurang, bibir sangat kering, dan anak tampak sangat mengantuk, segera cari bantuan medis.

Studi Mengenai Epistaksis pada Anak saat Infeksi Virus

PubMed Central menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa pada anak-anak, lebih dari 90% kasus mimisan berasal dari pleksus Kiesselbach di bagian anterior septum hidung. Studi tersebut menunjukkan bahwa peradangan pada mukosa hidung akibat infeksi virus saluran pernapasan atas (common cold) yang disertai demam meningkatkan permeabilitas vaskular, yang secara signifikan memicu terjadinya epistaksis spontan pada anak-anak.

Penelitian lain dalam jurnal kesehatan pediatrik menekankan bahwa menjaga kelembapan mukosa hidung dengan larutan saline (garam fisiologis) dan menurunkan suhu inti tubuh secara efektif dapat mengurangi frekuensi mimisan berulang selama periode sakit akut pada anak.

Sebagai kesimpulan, penanganan anak demam disertai mimisan berfokus pada dua hal: menurunkan suhu tubuh dengan antipiretik yang tepat dan melakukan tindakan penghentian perdarahan secara mekanis. Selalu pantau kondisi si kecil secara berkala dan jangan ragu untuk mengonsultasikan keluhan ini. Kamu bisa mendapatkan beli obat online di Halodoc untuk kebutuhan perawatan si kecil dengan praktis dan produk 100% asli yang diantar langsung ke rumah.

Jika gejala tidak kunjung membaik atau kamu merasa khawatir dengan frekuensi mimisan si kecil, segera lakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan diagnosis yang lebih akurat.

FAQ

1. Apakah mimisan saat demam selalu tanda penyakit berbahaya?

Tidak selalu. Sebagian besar kasus disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah kecil di hidung akibat suhu panas dan udara kering. Namun, tetap pantau tanda-tanda pendarahan lain seperti pada gusi atau kulit.

2. Bolehkah memberikan kompres air dingin saat anak demam?

Untuk menurunkan demam, kompres air hangat lebih disarankan di lipatan ketiak atau paha. Namun, untuk menghentikan mimisannya, kompres dingin boleh diletakkan di area pangkal hidung.

3. Apakah paracetamol dan ibuprofen boleh diminum bersamaan?

Secara medis bisa diberikan secara selang-seling jika demam sangat tinggi, namun harus di bawah pengawasan atau instruksi dokter agar dosisnya tetap aman bagi anak.

4. Kenapa anak tidak boleh mendongak saat mimisan?

Mendongak membuat darah mengalir ke tenggorokan. Darah yang tertelan dapat mengiritasi lambung dan menyebabkan anak muntah, serta berisiko tersedak ke saluran pernapasan.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Nosebleeds in Children: Causes and Care.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Epistaxis (Nosebleed) Management and Prevention.
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Panduan Penanganan Demam pada Anak di Rumah.
American Academy of Pediatrics. Diakses pada 2026. Fever and Your Child.
NCBI – StatPearls. Diakses pada 2026. Epistaxis in Pediatric Population.

## Punya Keluhan Kesehatan pada Si Kecil tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu khawatir melihat si kecil demam disertai mimisan dan bingung tindakan apa yang harus diambil terlebih dahulu? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

[HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant)](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.