Ad Placeholder Image

Detak Jantung Janin Normal berdasarkan Usia Kehamilan

3 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 09 September 2026

“Detak jantung janin normal berada di kisaran 80 hingga 85 bpm. Angkanya akan terus mengalami peningkatan tiap harinya dan menurun di akhir kehamilan.”

Detak Jantung Janin Normal berdasarkan Usia KehamilanDetak Jantung Janin Normal berdasarkan Usia Kehamilan

DAFTAR ISI


Memantau perkembangan janin merupakan langkah krusial yang perlu dilakukan oleh setiap ibu hamil. Salah satu indikator utama untuk menilai kesehatan dan kesejahteraan si Kecil di dalam kandungan adalah detak jantungnya.

Detak jantung janin (DJJ) akan terus berubah seiring bertambahnya usia kehamilan hingga waktu persalinan tiba. Mengetahui rentang normal detak jantung janin sangat penting untuk membantu ibu mengenali tanda-tanda perkembangan janin yang sehat maupun potensi gangguan kehamilan sejak dini.

Rentang Detak Jantung Janin Normal

Organ jantung janin mulai terbentuk dan berdetak pada awal trimester pertama. Frekuensi detak jantung janin jauh lebih cepat daripada detak jantung orang dewasa, dan nilainya bervariasi tergantung pada usia gestasi kehamilan.

Berikut adalah acuan rentang detak jantung janin normal berdasarkan usia kehamilan:

  • Usia 5–6 Minggu: Pada awal pembentukannya, detak jantung janin mulai terdeteksi sekitar 90–110 denyut per menit (bpm).
  • Usia 9–10 Minggu: Ini adalah puncak frekuensi detak jantung janin, di mana kadarnya dapat mencapai 140–170 bpm.
  • Usia 12–40 Minggu (Trimester 2 & 3): Detak jantung mulai menstabil pada rentang normal kehamilan sehat, yaitu 110–160 bpm.

Pemeriksaan detak jantung janin umumnya dilakukan dokter spesialis kandungan menggunakan ultrasonografi (USG) transvaginal pada awal kehamilan atau alat *fetal Doppler* saat usia kehamilan memasuki trimester kedua.

Faktor yang Memengaruhi Detak Jantung Janin

Frekuensi detak jantung si Kecil dapat mengalami fluktuasi sementara akibat beberapa faktor alami maupun kondisi medis tertentu. Memahami faktor-faktor ini dapat membantu ibu tetap tenang saat menjalani pemeriksaan rutin.

Berikut adalah beberapa hal yang dapat memengaruhi frekuensi detak jantung janin:

  • Tingkat Aktivitas Janin: Saat janin bergerak aktif atau menendang, detak jantungnya akan meningkat secara alami.
  • Konsumsi Makanan/Minuman Ibu: Asupan kafein, gula tinggi, atau obat-obatan tertentu yang dikonsumsi ibu dapat mempercepat detak jantung janin.
  • Kondisi Psikologis Ibu: Stres atau kecemasan berlebih pada ibu hamil dapat merangsang pelepasan hormon adrenalin yang berpotensi memengaruhi detak jantung janin.
  • Kondisi Medis Janin atau Plasenta: Keadaan seperti kurangnya asupan oksigen (hipoksia), kelainan tali pusat, atau infeksi dapat menyebabkan detak jantung janin menjadi terlalu lambat (bradikardia) atau terlalu cepat (takikardia).

Kapan Harus ke Dokter?

Jika Ibu merasakan penurunan gerakan janin yang drastis atau hasil pemeriksaan menunjukkan detak jantung janin berada di bawah 110 bpm atau di atas 160 bpm secara konsisten, segera konsultasi dengan Dokter Spesialis Kandungan di Halodoc.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
  • Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
  • Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Memeriksakan kondisi kehamilan secara berkala sangat penting untuk memastikan kesehatan janin. Halodoc memberikan kemudahan bagi ibu hamil untuk berkonsultasi langsung dari rumah.

  • Dokter Berpengalaman: Dapatkan saran medis dari dokter spesialis kandungan berlisensi resmi (STR dan SIP).
  • Respon Cepat 24 Jam: Layanan konsultasi siap membantu ibu kapan saja tanpa perlu mengantre di rumah sakit.
  • Privasi Aman: Sesi konsultasi terjamin kerahasiaannya sehingga ibu bisa berkonsultasi dengan nyaman.
  • Layanan Terintegrasi: Dokter dapat memberikan rekomendasi medis, rujukan pemeriksaan, hingga resep vitamin hamil yang bisa diantar langsung ke rumah.

Referensi

American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). Diakses pada 2026. Fetal Heart Rate Monitoring During Labor.
National Institutes of Health (NIH) – PubMed. Diakses pada 2026. Assessment of Fetal Heart Rate and Its Variation in Normal Pregnancy.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Prenatal care: Ultrasound exams and fetal monitoring.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Pedoman Pelayanan Antenatal Care (ANC) Terpadu.

FAQ

1. Kapan detak jantung janin mulai bisa didengar?
Detak jantung janin biasanya dapat dideteksi pertama kali melalui pemeriksaan USG transvaginal pada usia kehamilan 5,5 hingga 6 minggu. Jika menggunakan alat *fetal Doppler*, detak jantung umumnya baru bisa terdengar jelas saat memasuki usia kehamilan 10 hingga 12 minggu.

2. Berapa detak jantung janin yang tergolong berbahaya?
Detak jantung janin dianggap tidak normal apabila berada di bawah 110 bpm (bradikardia) atau di atas 160 bpm (takikardia) secara menetap. Kondisi ini memerlukan penanganan medis segera karena dapat menandakan adanya gawat janin atau gangguan aliran oksigen.

3. Apakah detak jantung janin bisa menentukan jenis kelamin bayi?
Tidak, anggapan bahwa detak jantung janin yang cepat menandakan bayi perempuan adalah mitos belakangan ini. Penelitian medis membuktikan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara detak jantung janin laki-laki dan perempuan pada trimester pertama.