• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Deteksi Kanker Serviks, Ini Bedanya Pap Smear dan Kolposkopi

Deteksi Kanker Serviks, Ini Bedanya Pap Smear dan Kolposkopi

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Deteksi Kanker Serviks, Ini Bedanya Pap Smear dan Kolposkopi

"Kanker bisa menyerang bagian tubuh mana saja, termasuk serviks alias leher rahim. Penyakit yang menyerang wanita ini tidak boleh disepelekan begitu saja karena bisa berakibat fatal. Maka dari itu, penting untuk mendeteksi dini kanker serviks. Penasaran apa saja metode pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk mendiagnosisnya? Cari tahu di artikel ini!"


Halodoc, Jakarta – Kanker yang menyerang tubuh perlu dideteksi sejak dini, termasuk kanker serviks. Hal ini penting dilakukan untuk meningkatkan peluang kesembuhan serta menurunkan risiko komplikasi berbahaya. Untuk mendeteksi penyakit ini, ada dua metode pemeriksaan yang bisa dilakukan, yaitu pap smear dan kolposkopi. Apa perbedaannya? 

Kanker serviks adalah kondisi yang terjadi karena ada pertumbuhan sel kanker di leher rahim atau serviks. Wanita harus mewaspadainya karena penyakit ini seringkali muncul tanpa menunjukkan gejala pada tahap awal. Biasanya, gejala penyakit baru akan muncul saat sel kanker sudah mulai menyebar. Serviks merupakan bagian bawah rahim yang terhubung ke vagina. 

Baca juga: Penting, Begini Cara Mendeteksi Kanker pada Anak Sejak Dini

Pemeriksaan untuk Mendeteksi Kanker Serviks 

Secara umum, ada dua metode pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk mendeteksi jenis kanker ini, yaitu: 

  • Pap Smear

Pap smear merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi keadaan sel-sel pada serviks (leher rahim) dan vagina. Pemeriksaan ini dianjurkan untuk dilakukan secara berkala bagi wanita yang telah aktif secara seksual. Selain untuk mendeteksi kanker serviks sejak dini, pap smear juga biasanya dilakukan untuk menilai kesehatan organ kewanitaan pada tingkat seluler.

Dalam pelaksanaannya, pengambilan sampel dalam pemeriksaan pap smear dibantu dengan alat bernama spekulum, yang dimasukkan melalui mulut vagina. Alat ini berfungsi untuk memperluas pandang dengan membuka mulut vagina sehingga area serviks dan vagina bisa terlihat lebih jelas.

Kemudian, sampel sel-sel pada serviks akan diambil dengan menggunakan spatula plastik dan sikat kecil. Sampel ini lalu akan dikirim ke laboratorium untuk diuji. Prosedur pengambilan sampel dalam pemeriksaan pap smear biasanya cukup singkat, yaitu sekitar 5 menit. Selama prosedur dilakukan, pasien diharapkan untuk tetap dalam keadaan rileks agar lebih nyaman.

Agar hasil pemeriksaan pap smear akurat, sebaiknya hindari untuk melakukan hubungan seksual, membersihkan vagina atau menggunakan obat dan krim pada vagina, selama 2 hari sebelum tes dilakukan. 

Baca juga: Kolposkopi dan Biopsi Serviks, Apa Bedanya?

  • Kolposkopi

Sama-sama memeriksa serviks dan vagina, kolposkopi bisa dibilang merupakan pemeriksaan lanjut dari pap smear atau jika hasil pemeriksaan pap smear kurang baik. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan oleh dokter jika dicurigai ada sel-sel abnormal pada serviks atau vagina, sekaligus untuk mengetahui adanya kutil kelamin, peradangan serviks, dan tanda-tanda kanker di sekitar vagina.

Dalam pelaksanaannya, pemeriksaan kolposkopi dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut kolposkop. Alat ini akan digunakan untuk meneropong kondisi di dalam vagina hingga mulut rahim. Jika dalam prosedur dokter mencurigai adanya sel yang tidak normal, prosedur ini dilanjutkan dengan biopsi atau pengambilan sampel jaringan, untuk diperiksa lebih lanjut.

Berbeda dengan pap smear, prosedur kolposkopi berlangsung lebih lama, yaitu 15 menit. Selama prosedur, kamu mungkin akan merasa kurang nyaman ketika kolposkop dimasukkan, dan terasa sedikit kram ketika sampel jaringan diambil. Jika pengambilan jaringan dilakukan pada bagian vulva, dokter biasanya akan memberi anestesi untuk mencegah rasa nyeri. 

Baca juga: Ketahui Persiapan Sebelum Melakukan Pemeriksaan Kolposkopi

Namun, jika jaringan yang diambil adalah pada bagian leher rahim, rasa tidak nyaman akan terasa, tetapi tidak akan menimbulkan rasa sakit, kok. Setelah prosedur dilakukan, efek yang dirasakan pasien dapat berbeda-beda. Jika pengambilan sampel jaringan tidak dilakukan, pasien biasanya dapat langsung beraktivitas seperti biasa. 

Kemungkinan, efek samping umum yang terjadi adalah keluarnya bercak darah, tetapi hanya sedikit dan tidak akan menimbulkan hal serius. Namun, jika biopsi dilakukan, pasien mungkin akan merasa sedikit nyeri pada vagina atau vulva selama beberapa hari.

Bercak darah yang keluar juga bisa agak banyak, dan berlangsung selama beberapa hari. Kamu bisa mengantisipasi efek samping ini dengan menggunakan pembalut. Penting untuk diingat, hindari penggunaan cairan pembersih vagina atau berhubungan seksual selama seminggu setelah prosedur kolposkopi dilakukan.

Butuh obat atau produk kesehatan lain? Beli di aplikasi Halodoc saja. Dengan layanan antar, pesanan obat akan dikirim ke rumah segera tanpa harus keluar rumah. Ada banyak apotek yang sudah bekerja sama dan siap memenuhi kebutuhan harian kamu. Ayo, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store atau Google Play! 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Pap smear
WebMD. Diakses pada 2021. What’s Colposcopy?
American Cancer Society. Diakses pada 2021. Cervical Cancer.