Ad Placeholder Image

Di Balik Rasa Pedas yang Nikmat, Ketahui Kalori Seblak

7 menit
Ditinjau oleh  dr. Caisar Dewi Maulina   11 Maret 2026

Seblak memiliki kalori tinggi, oleh karena itu makanan ini tidak disarankan untuk dikonsumsi seseorang yang sedang diet.

Di Balik Rasa Pedas yang Nikmat, Ketahui Kalori SeblakDi Balik Rasa Pedas yang Nikmat, Ketahui Kalori Seblak

DAFTAR ISI:


Siapa yang tidak tahu seblak? Makanan khas Sunda dengan bahan dasar kerupuk ini mempunyai banyak penggemar oleh beberapa orang karena rasanya yang khas dan pedas.

Makanan yang berasal dari Cianjur ini menggunakan kerupuk oren dengan campuran bumbu khusus dengan kuah pedas. Beberapa jenis seblak bahkan menggunakan tambahan ceker atau daging tulang ayam agar rasanya lebih nikmat.

Namun masih banyak orang yang tidak tahu jika sebenarnya makanan ini mengandung kalori yang cukup tinggi, lho. Sehingga tidak disarankan untuk seseorang yang sedang melakukan diet.

Besaran Kalori dalam Seblak yang Dikonsumsi

Rasa pedas dan gurih dari makanan ini memang kerap menjadi pilihan camilan bagi beberapa orang untuk mencegah rasa lapar.

Namun, makanan ini sangat tidak disarankan untuk seseorang yang sedang dalam program diet, atau bagi mereka yang memiliki gangguan kesehatan tertentu.

Pasalnya, kalori yang terkandung dalam makanan ini cukup tinggi. Untuk 1 porsi atau sekitar 200 gram dari seblak mengandung 262 kalori.

Nah, kandungannya terdiri dari 45% karbohidrat atau setara 31.15 gram, 43% lemak atau setara 13.31 gram, serta 12% protein atau setara 8.15 gram.

Penjabaran dari kandungan nutrisi yang terdapat dalam seblak ini, yaitu:

Karbohidrat:

  • Sodium sebesar 551 mg.
  • Gula sebesar 5,49 gram.
  • Kolesterol sebesar 121 mg.
  • Serat makanan sebesar 4,5 gram.

Lemak: Terdiri dari lemak jenuh sebesar 2,33 gram, lemak tak jenuh tunggal sebesar 4,29 gram, dan lemak tak jenuh ganda sebesar 4,29 gram.

Protein sebesar 8.15 gram.

Untuk membakar semua kalori yang masuk dari mengonsumsi seblak setara dengan:

  • Bersepeda selama 40 menit.
  • Berlari selama 26 menit.
  • Bersih-bersih rumah selama 1,6 jam.

Tentu kamu bisa bayangkan jika 1 porsi dari makanan tersebut dapat dibakar dengan berbagai kegiatan yang memiliki intensitas sedang. Maka dari itu, sebaiknya mengonsumsi makanan yang lebih sehat lainnya. Alternatifnya adalah dengan membuat seblak yang rendah kalori sendiri.

Baca selengkapnya di sini, Alami 7 Gangguan Ini, Saatnya Berhenti Makan Makanan Pedas.

Apa yang Memengaruhi Kalori Seblak?

Jumlah kalori dalam seporsi seblak bervariasi, tergantung pada bahan-bahan yang digunakan dan porsi yang disajikan. Secara umum, satu porsi seblak (sekitar 200-300 gram) mengandung sekitar 200-300 kalori.

Kandungan kalori ini berasal dari:

  • Kerupuk: Sebagai bahan utama, kerupuk menyumbang sebagian besar karbohidrat dan kalori.
  • Mi: Beberapa variasi seblak menambahkan mi sebagai pelengkap, yang juga berkontribusi pada asupan karbohidrat dan kalori.
  • Sayuran: Kandungan sayuran dalam seblak relatif sedikit, sehingga tidak terlalu signifikan dalam menyumbang kalori.
  • Protein: Telur, ayam, sosis, atau seafood yang ditambahkan sebagai topping akan menambah kandungan protein dan kalori.
  • Kuah: Bumbu dan kuah seblak, terutama yang menggunakan minyak dan santan, dapat meningkatkan kandungan lemak dan kalori.

Apa Manfaat Seblak untuk Kesehatan?

Meskipun sering dianggap sebagai makanan yang kurang sehat, seblak tetap memiliki potensi manfaat, terutama jika dikonsumsi dengan bijak dan memperhatikan bahan-bahan yang digunakan. Berikut adalah beberapa potensi manfaat seblak:

  • Sumber energi: Kandungan karbohidrat yang tinggi dalam seblak dapat menjadi sumber energi yang cepat, terutama saat dibutuhkan sebagai pengganjal lapar sementara.
  • Penyedia nutrisi mikro: Penambahan sayuran, telur, ayam, atau seafood dapat memberikan kontribusi nutrisi mikro seperti protein, vitamin, dan mineral, meskipun dalam jumlah yang kecil.
  • Meningkatkan selera makan: Rasa pedas dari cabai dapat meningkatkan selera makan, terutama bagi mereka yang menyukai makanan pedas. Capsaicin dalam cabai dapat memberikan sensasi hangat dan memicu pelepasan endorfin, yang dapat memberikan efek positif pada suasana hati.
  • Nutrisi dari sayuran. Penambahan jenis sayuran seperti kol, sawi hijau, wortel, dan pakcoy bisa membantu tubuh memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral penting untuk metabolisme tubuh. Selain itu, serat dari sayuran juga bermanfaat untuk mendukung kesehatan pencernaan dan membuat tubuh kenyang lebih lama.

Seblak Bukan Makanan Sehat Utama

Penting untuk diingat bahwa seblak bukanlah makanan sehat utama dan sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu sering.

Seblak umumnya rendah gizi seimbang, karena didominasi oleh karbohidrat sederhana dari kerupuk dan mi, serta rendah protein, lemak sehat, dan sayuran.

Selain itu, seblak umumnya tinggi natrium (garam) dan penyedap rasa, yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.

Tips Menikmati Seblak yang Lebih Sehat

Jika kamu tetap ingin menikmati seblak, ada beberapa tips yang dapat dilakukan untuk membuatnya lebih sehat:

  • Perbanyak protein: Tambahkan sumber protein seperti telur, ayam, tahu, atau tempe untuk meningkatkan kandungan gizi seblak.
  • Tambahkan sayuran: Jangan ragu untuk menambahkan berbagai jenis sayuran seperti sawi, wortel, kol, atau tauge untuk meningkatkan asupan serat, vitamin, dan mineral.
  • Kurangi garam dan penyedap rasa: Batasi penggunaan garam dan penyedap rasa untuk mengurangi asupan natrium.
  • Gunakan minyak secukupnya: Hindari penggunaan minyak berlebihan saat menumis bumbu seblak.
  • Pilih kerupuk yang lebih sehat: Jika memungkinkan, pilih kerupuk yang tidak digoreng atau yang terbuat dari bahan-bahan yang lebih sehat.

Batasan Konsumsi Seblak: Kapan Harus Berhenti?

Seblak sebaiknya dinikmati sesekali saja, bukan sebagai makanan utama sehari-hari.

Batasi konsumsi seblak maksimal 1 kali seminggu, dan selalu perhatikan porsi dan bahan-bahan yang digunakan.

Seblak juga tergolong tinggi kalori, sehingga kamu perlu membatasinya jika sedang berencana menurunkan berat badan.

Apabila kamu sedang memulai pola makan sehat untuk menurunkan berat badan, optimalkan perjalanan sehatmu dengan program klinis yang diawasi langsung oleh dokter dan ahli gizi profesional. Yuk, coba Halofit sekarang dan mulai langkah sehatmu hari ini!

Cari tahu info lebih lanjut mengenai Halofit dengan baca artikel berikut:

Yuk, intip juga pengalaman para narasumber saat menjalani program Halofit dengan terapi GLP-1:

Resep Seblak Sehat ala Rumahan

Membuat seblak sendiri di rumah adalah cara terbaik untuk mengontrol bahan-bahan yang digunakan dan memastikan kandungan gizinya lebih seimbang.

Berikut adalah resep sederhana seblak sehat ala rumahan:

Bahan-bahan:

  • Kerupuk (pilih yang tidak digoreng atau yang lebih sehat).
  • Mi telur (opsional, bisa diganti dengan bihun atau shirataki).
  • Telur.
  • Tahu atau tempe.
  • Sayuran (sawi, wortel, kol, tauge).
  • Bumbu halus (bawang merah, bawang putih, cabai, kencur, kemiri).
  • Garam dan penyedap rasa secukupnya (gunakan sedikit saja).
  • Minyak secukupnya.

Cara membuat:

  1. Rebus kerupuk dan mi hingga lunak, tiriskan.
  2. Tumis bumbu halus hingga harum, masukkan telur, tahu, atau tempe, aduk rata.
  3. Tambahkan sayuran, masak hingga layu.
  4. Masukkan kerupuk dan mi yang sudah direbus, aduk rata.
  5. Tambahkan air secukupnya, masak hingga kuah mengental.
  6. Bumbui dengan garam dan penyedap rasa secukupnya.
  7. Sajikan selagi hangat.

Jika kamu mengidap penyakit asam lambung, sebaiknya hindari makanan pedas seperti seblak. Sebagai gantinya, ini 5 Pilihan Makanan Sehat untuk Pengidap Asam Lambung.

Jika kamu memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti hipertensi, diabetes, atau penyakit ginjal, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi mengenai batasan konsumsi seblak yang aman.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc. 

  • Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
  • Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
Referensi:
My Fitness Pal. Diakses pada 2026. Seblak Basah.
Fat Secret. Diakses pada 2026. Seblak.