• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Diabetes Bisa Sebabkan Hipertensi, Kok Bisa?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Diabetes Bisa Sebabkan Hipertensi, Kok Bisa?

Diabetes Bisa Sebabkan Hipertensi, Kok Bisa?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 11 Desember 2020
Diabetes Bisa Sebabkan Hipertensi, Kok Bisa?

Halodoc, Jakarta - Hipertensi dan diabetes tipe 2 sama-sama termasuk aspek sindrom metabolik, yaitu suatu kondisi yang mencakup obesitas dan gangguan pada sistem kardiovaskular. Baik hipertensi maupun diabetes tipe 2 bisa saja memiliki penyebab yang sama. 

Keduanya juga memiliki beberapa faktor risiko dan saling berkontribusi pada perburukan gejala satu dan lainnya. Dengan kata lain, ternyata kedua gangguan kesehatan ini saling berkaitan. Simak pembahasannya di bawah ini!

Mengidentifikasi Hipertensi dan Diabetes Tipe 2

Hipertensi sering disebut sebagai silent killer karena banyak orang tidak mengetahui jika mereka mengidap penyakit ini. Sering kali, gangguan kesehatan ini teridentifikasi ketika dokter melakukan pemeriksaan tekanan darah.

Baca juga: Waspadai 9 Gejala Diabetes yang Menyerang Tubuh

Tekanan darah dikatakan normal apabila hasil pengukuran tekanan darah menunjukkan angka 120/80 mmHg. Hipertensi stadium 1 ditunjukkan dengan hasil pemeriksaan tekanan darah 130–139/80–89 mmHg. Hipertensi stadium 2 ditunjukkan dengan hasil pemeriksaan 140/90 mmHg atau lebih.

Sementara itu, krisis hipertensi terjadi ketika pemeriksaan tekanan darah menunjukkan hasil lebih dari 180/120 mmHg. Kondisi ini menunjukkan bahwa pengidap harus segera mendapatkan penanganan medis. Ketahui gejalanya dengan bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc.

Di sisi lain, diabetes sering terjadi diikuti dengan gejala cepat merasa haus, sering buang air kecil dan peningkatan frekuensi buang air kecil pada malam hari, tubuh kelelahan, hingga penglihatan memburam. Tanda lainnya, seperti tubuh mudah mengalami infeksi dan terkadang membutuhkan waktu yang lebih lama untuk sembuh. 

Baca juga: 6 Makanan yang Sebaiknya Dikonsumsi Pengidap Diabetes Melitus

Kadar glukosa darah setelah puasa selama 8 jam dikatakan normal jika kurang dari 100 mg/dL. Sementara itu, prediabetes menunjukkan kadar gula darah antara 100–125 mg/dL, dan diabetes jika kadar gula darah 126 mg/dL atau bahkan lebih. 

Diabetes tipe 1 cenderung muncul selama masa kanak-kanak atau remaja, tetapi bisa saja terjadi pada usia dewasa. Kondisi ini terjadi karena sistem imunitas tubuh menyerang sel di pankreas yang memproduksi insulin, sehingga tidak ada cara untuk menghindari penyakit ini.

Sementara itu, diabetes tipe 2 membutuhkan waktu lebih lama untuk berkembang, dan sebagian besar orang tidak menyadari bahwa tubuh telah mengalami kondisi ini hingga dilakukan pemeriksaan kadar gula darah. Lalu, diabetes gestasional yang sering dialami oleh ibu hamil pada trimester kedua.

Baca juga: Kenali Lebih Dalam Tentang Hipertensi Maligna

Lalu, Apa Kaitannya?

Studi Yang dipublikasikan dalam Current Atherosclerosis Reports membuktikan bahwa hipertensi dan diabetes sering terjadi secara bersamaan dan akan memiliki beberapa penyebab yang sama. Ini termasuk obesitas, peradangan, stres oksidatif, dan resistensi insulin.

Lalu, bisakah diabetes sebabkan hipertensi? Ternyata bisa. Seseorang dengan kondisi diabetes tidak memiliki cukup insulin untuk memproses glukosa atau insulin mereka tidak bisa bekerja dengan baik. Akibatnya, glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel untuk menyediakan energi dan justru terakumulasi dalam darah. 

Ketika darah dengan kadar glukosa tinggi mengalir ke seluruh tubuh, sangat mungkin terjadi kerusakan yang meluas, termasuk pembuluh darah dan ginjal. Sayangnya, organ-organ ini berperan penting dalam menjaga kesehatan tekanan darah, dan kerusakan akan meningkatkan risiko peningkatan tekanan darah yang bisa memicu komplikasi lebih lanjut. 

Sebaliknya, bisakah hipertensi menyebabkan diabetes? Studi meta analisis yang dimuat dalam Journal of the American College of Cardiology melihat data dari 4 juta orang dewasa. Hasilnya, dikatakan bahwa orang dengan tekanan darah tinggi memiliki risiko tinggi terserang diabetes tipe 2. 

Kondisi ini mungkin dikaitkan dengan proses di dalam tubuh yang memengaruhi kedua kondisi tersebut, misalnya peradangan. 



Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2020. The Link between Diabetes and Hypertension.
Bernard M.Y. Cheung and Chao Li. 2012. Diakses pada 2020. Diabetes and Hypertension: There a Common Metabolic Pathway? Current Atherosclerosis Reports 14(2): 160-166.
Emdin et al. 2015. Diakses pada 2020. Usual Blood Pressure and Risk of New-Onset Diabetes: Evidence from 4.1 Million Adults and a Meta-Analysis of Prospective Studies. Journal of the American College of Cardiology 66(14): 1552-1562.