
Diabetes Gestasional: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
Diabetes gestasional adalah lonjakan gula darah saat hamil yang memerlukan penanganan tepat demi kesehatan ibu dan bayi.

DAFTAR ISI
- Apa Itu Diabetes Gestasional?
- Mengenali Gejala Diabetes Gestasional
- Hubungi Dokter Ini Terkait Perawatan Diabetes Gestasional
- Penyebab dan Faktor Risiko Utama
- Prosedur Diagnosis Diabetes Gestasional
- Komplikasi Diabetes Gestasional bagi Ibu dan Janin
- Tips Mengelola dan Mencegah Diabetes Gestasional
Kehamilan adalah momen yang membahagiakan, namun juga menjadi masa di mana tubuh mengalami perubahan hormon yang sangat besar.
Salah satu kondisi yang kini semakin sering ditemukan adalah diabetes gestasional, yaitu gangguan toleransi glukosa yang pertama kali terdeteksi selama masa kehamilan.
Banyak calon ibu merasa khawatir saat didiagnosis dengan kondisi ini, namun penting bagi kamu untuk mengetahui bahwa dengan pemantauan yang tepat, ibu dan bayi tetap bisa sehat hingga persalinan.
Oleh sebab itu, penting untuk memahami faktor risiko, gejala, hingga langkah medis untuk mengelola diabetes gestasional secara efektif.
Apa Itu Diabetes Gestasional?
Diabetes gestasional adalah kondisi ketika kadar gula darah ibu hamil meningkat melebihi batas normal akibat tubuh tidak mampu memproduksi atau menggunakan insulin secara efektif selama kehamilan.
Berbeda dengan diabetes tipe 1 atau tipe 2 yang sudah ada sebelum hamil, kondisi ini biasanya muncul di trimester kedua atau ketiga dan sering kali kembali normal setelah persalinan.
Studi terbaru menunjukkan tren yang mengkhawatirkan, di mana kasus diabetes gestasional meningkat hingga 36 persen dalam satu dekade terakhir.
Saat ini, sekitar 9 persen kehamilan dipengaruhi oleh kondisi ini. Kehamilan bertindak sebagai “uji stres” bagi pankreas.
Jika tubuh tidak bisa mengimbangi kebutuhan insulin yang meningkat, maka kadar glukosa dalam darah akan melonjak.
Mengenali Gejala Diabetes Gestasional
Salah satu tantangan terbesar adalah diabetes gestasional sering kali tidak menimbulkan gejala yang nyata (asimtomatik).
Kebanyakan ibu hamil baru menyadarinya setelah melakukan pemeriksaan rutin. Namun, dalam beberapa kasus, kamu mungkin merasakan gejala ringan seperti:
- Rasa haus yang berlebihan (polidipsi).
- Frekuensi buang air kecil yang meningkat drastis.
- Pandangan mata yang kabur secara tiba-tiba.
- Rasa lelah yang tidak biasa atau ekstrem.
- Infeksi jamur pada area kewanitaan yang berulang.
Jika kamu merasakan tanda-tanda di atas, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter kandungan.
Hubungi Dokter Ini Terkait Perawatan Diabetes Gestasional
Jika bumil mengalami tanda-tanda diabetes gestasional, kamu bisa menghubungi dokter spesialis obgyn di Halodoc.
Dokter spesialis obgyn di Halodoc sudah berpengalaman selama bertahun-tahun, sehingga mereka mampu memberikan saran terkait masalah yang kamu alami.
Mereka juga telah menerima ulasan yang baik dari pasien-pasien sebelumnya yang sudah mereka tangani.
Berikut ini daftar rekomendasinya:
1. dr. Marsell Phang Sp.OG

Dokter Marsell Phang Sp.OG adalah seorang lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya pada 2012 dan Universitas Sam Ratulangi pada 2018.
Saat ini, dr. Marsell Phang Sp.OG berpraktik di Gresik, Jawa Timur, dan tergabung sebagai tergabung sebagai anggota Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) dengan nomor STR 7111301423133574.
Memiliki pengalaman selama 13 tahun, dr. Marsell Phang Sp.OG dapat kamu percayai dalam memberikan tips seputar menstruasi, kesuburan, program hamil, keluarga berencana, kesehatan kandungan, kehamilan berisiko tinggi dan penyakit kelamin.
Chat dr. Marsell Phang Sp.OG mulai dari Rp 59.000,- di Halodoc.
2. dr. Fitria Angela Umar Sp.OG

Dokter Fitria Angela Umar Sp.OG telah memperoleh gelar dokternya dari Universitas Sam Ratulangi pada tahun 2015 dan 2022.
Kini, ia membuka praktik di Makassar, Sulawesi Selatan dan juga terdaftar sebagai anggota Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) dengan nomor STR 7121301322172530.
Berbekal pengalaman 9 tahun, dr. Fitria Angela Umar Sp.OG siap menjawab pertanyaan kamu seputar menstruasi, kesuburan, program hamil, keluarga berencana, kesehatan kandungan, kehamilan berisiko tinggi dan penyakit kelamin.
Chat dr. Fitria Angela Umar Sp.OG Mulai dari Rp59.000,- di Halodoc.
Jika dokter sedang tidak tersedia atau offline, kamu tak perlu khawatir.
Sebab kamu tetap bisa membuat janji konsultasi di lain waktu melalui aplikasi Halodoc atau berkonsultasi dengan dokter lainnya.
Tunggu apa lagi? Yuk hubungi dokter sepesialis kandungan lewat Halodoc sekarang!
Penyebab dan Faktor Risiko Utama
Penyebab utama diabetes gestasional berkaitan dengan plasenta. Selama kehamilan, plasenta memproduksi hormon seperti human placental lactogen (hPL) yang membantu pertumbuhan janin.
Sayangnya, hormon-hormon ini juga meningkatkan resistensi insulin pada tubuh ibu. Kamu memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes gestasional jika:
- Memiliki berat badan berlebih atau obesitas sebelum hamil.
- Berusia di atas 25 atau 30 tahun saat hamil.
- Memiliki riwayat keluarga dengan diabetes tipe 2.
- Pernah mengalami kondisi ini pada kehamilan sebelumnya.
- Memiliki riwayat PCOS (Polycystic Ovary Syndrome).
- Kurang melakukan aktivitas fisik secara rutin.
Ketahui lebih dalam seputar Kehamilan – Tanda Awal, Trimester, dan Perawatannya berikut ini.
Prosedur Diagnosis Diabetes Gestasional
Dokter biasanya melakukan skrining diabetes gestasional saat usia kehamilan memasuki minggu ke-24 hingga 28. Namun, jika kamu memiliki faktor risiko tinggi, tes mungkin dilakukan lebih awal pada kunjungan prenatal pertama.
Prosedur diagnosis umumnya melibatkan:
- Tes tantangan glukosa: Kamu diminta meminum cairan gula, lalu darah akan diambil satu jam kemudian.
- Tes toleransi glukosa (TTGO): Kamu harus berpuasa semalaman. Darah diambil saat puasa, lalu diambil kembali secara berkala (1, 2, hingga 3 jam) setelah meminum larutan glukosa.
Jika dua atau lebih hasil pengukuran berada di atas ambang batas (misalnya saat puasa kadarnya melebihi 95 mg/dL atau 2 jam setelah minum lebih dari 155 mg/dL), maka kamu akan didiagnosis dengan diabetes gestasional.
Komplikasi Diabetes Gestasional bagi Ibu dan Janin
Mengabaikan diabetes gestasional dapat memicu komplikasi serius. Kadar gula darah yang tinggi pada ibu akan diteruskan ke janin, menyebabkan bayi memproduksi insulin berlebih dan tumbuh terlalu besar (makrosomia).
Komplikasi bagi bayi:
- Cedera saat persalinan karena ukuran bayi yang besar.
- Kesulitan bernapas saat lahir.
- Kadar gula darah rendah (hipoglikemia) segera setelah lahir.
- Risiko obesitas dan diabetes tipe 2 di masa depan.
Komplikasi bagi ibu:
- Risiko preeklampsia (tekanan darah tinggi dalam kehamilan).
- Meningkatnya peluang menjalani operasi caesar.
- Risiko terkena diabetes tipe 2 di kemudian hari setelah melahirkan.
Ini yang perlu kamu pahami tentang Komplikasi Kehamilan – Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya.
Tips Mengelola dan Mencegah Diabetes Gestasional
Kabar baiknya, diabetes gestasional sangat bisa dikelola melalui perubahan gaya hidup yang konsisten. Berikut langkah-langkah yang bisa kamu lakukan:
- Pola makan seimbang: Fokuslah pada karbohidrat kompleks (gandum utuh, nasi merah), protein tanpa lemak (ayam, tahu, ikan rendah merkuri), dan lemak sehat (alpukat, kacang-kacangan). Kurangi konsumsi makanan ultra-olahan dan minuman manis.
- Aktivitas fisik teratur: Lakukan olahraga intensitas sedang seperti jalan cepat atau berenang selama 30 menit setidaknya 5 hari seminggu. Aktivitas fisik membantu sel tubuh menggunakan glukosa tanpa memerlukan insulin ekstra.
- Pemantauan mandiri: Cek kadar gula darah kamu secara rutin di rumah sesuai anjuran dokter, biasanya sebelum dan sesudah makan.
- Terapi medis: Jika diet dan olahraga tidak cukup (Kelas A2), dokter mungkin akan meresepkan insulin atau obat oral seperti metformin yang aman untuk kehamilan.
Pahami lebih dalam mengenai Diabetes Gestasional – Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya supaya bumil lebih waspada.
Mengingat pentingnya penanganan diabetes gestasional, jangan ragu untuk menghubungi dokter spesialis obgyn di Halodoc guna mencegah, menangani maupun menyusun meal plan yang tepat selama masa kehamilan ini.
Penanganan dini diabetes gestasional bukan hanya untuk kelancaran persalinan, tetapi juga merupakan investasi kesehatan jangka panjang bagi kamu dan buah hati tercinta.
Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:



