Ad Placeholder Image

Diazepam Rectal Tube: Penyelamat Kejang Darurat Keluarga

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Juni 2026

Diazepam Rectal Tube: Obat Darurat Kejang Cepat

Diazepam Rectal Tube: Penyelamat Kejang Darurat KeluargaDiazepam Rectal Tube: Penyelamat Kejang Darurat Keluarga

DAFTAR ISI


Melihat orang terdekat, terutama anak-anak, mengalami kejang secara tiba-tiba tentu menjadi momen yang sangat menegangkan bagi setiap orang tua maupun pengasuh. Kejang, baik yang disebabkan oleh demam tinggi (kejang demam) maupun kondisi epilepsi, memerlukan penanganan yang cepat dan tepat untuk mencegah komplikasi lebih lanjut pada otak. Salah satu intervensi medis darurat yang sering dipersiapkan di rumah adalah penggunaan diazepam rektal.

Diazepam rektal merupakan sediaan obat berbentuk cairan yang dimasukkan melalui dubur (anus). Pemilihan jalur rektal ini bukan tanpa alasan; saat seseorang sedang mengalami kejang hebat, memberikan obat melalui mulut (oral) sangat berbahaya karena risiko tersedak atau aspirasi paru. Selain itu, akses intravena (infus) sulit dilakukan di lingkungan rumah tangga tanpa bantuan tenaga medis profesional. Oleh karena itu, diazepam rektal hadir sebagai solusi praktis yang dapat memberikan efek cepat dalam menghentikan aktivitas listrik abnormal di otak.

Penting bagi setiap keluarga yang memiliki riwayat kejang pada anggotanya untuk memahami cara kerja, dosis, dan prosedur pemberian obat ini. Penanganan yang terlambat dapat berisiko menyebabkan status epileptikus, yaitu kondisi kejang berkepanjangan yang mengancam nyawa. Jika kamu memerlukan arahan lebih lanjut mengenai penanganan kejang pada anak, segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.

Nah, mau tahu lebih dalam mengenai fungsi dan prosedur pemberian diazepam rektal untuk penanganan darurat? Berikut ulasannya!

Apa itu Diazepam Rektal?

Diazepam rektal adalah obat golongan benzodiazepine yang bekerja pada sistem saraf pusat untuk memberikan efek sedatif (menenangkan), antikonvulsan (anti-kejang), dan relaksan otot. Dalam dunia farmakologi, diazepam telah lama dikenal sebagai standar emas untuk mengatasi serangan kejang akut. Sediaan rektal biasanya dikemas dalam bentuk rectal tube atau semprit khusus yang memudahkan cairan obat masuk ke dalam rektum.

Obat ini termasuk dalam kategori obat psikotropika golongan IV dan merupakan obat keras. Hal ini berarti diazepam tidak dapat dibeli secara bebas di apotek tanpa instruksi medis yang jelas. Dokter biasanya akan meresepkan obat ini sebagai stok darurat bagi pasien yang memiliki riwayat kejang demam kompleks atau epilepsi yang sulit terkontrol. Untuk memenuhi kebutuhan medis darurat, kamu bisa beli obat online di Halodoc dengan mengunggah resep resmi dari dokter agar produk 100% asli dapat segera diantar ke rumah.

Mekanisme Kerja Diazepam dalam Menghentikan Kejang

Bagaimana diazepam bisa menghentikan kejang dengan begitu cepat? Di dalam otak kita, terdapat neurotransmitter yang disebut Gamma-Aminobutyric Acid (GABA). GABA berfungsi sebagai “rem” alami otak yang menenangkan aktivitas sel saraf. Saat terjadi kejang, sel-sel saraf di otak meledak secara berlebihan dan tidak terkendali karena kurangnya aktivitas penghambatan.

Diazepam bekerja dengan cara berikatan pada reseptor GABA-A di otak. Ikatan ini akan meningkatkan efektivitas GABA, sehingga sel saraf menjadi kurang responsif terhadap rangsangan listrik yang berlebihan. Hasilnya, aktivitas kejang akan melambat dan akhirnya berhenti. Pemberian melalui rektal memungkinkan obat diserap dengan sangat cepat melalui pembuluh darah di dinding rektum, melewati proses metabolisme pertama di hati, sehingga kadar obat dalam darah mencapai puncaknya hanya dalam hitungan menit.

Kapan Diazepam Rektal Harus Digunakan?

Tidak semua kejang memerlukan pemberian diazepam rektal. Penggunaannya harus sesuai dengan protokol yang diberikan oleh dokter spesialis anak atau dokter saraf. Secara umum, diazepam rektal diberikan pada kondisi berikut:

  • Kejang yang berlangsung lebih dari 5 menit.
  • Kejang berulang (serial) di mana pasien belum sadar di antara dua serangan kejang.
  • Pasien memiliki riwayat kejang yang cepat berkembang menjadi status epileptikus.
  • Kondisi darurat di mana akses medis rumah sakit jauh dari lokasi kejadian.
Langkah Pertama Saat Kejang Terjadi
  1. Tetap tenang dan jangan panik, amankan posisi pasien di lantai yang rata.
  2. Miringkan tubuh pasien ke samping untuk menjaga jalan napas agar tidak tersumbat air liur atau muntah.
  3. Jangan memasukkan benda apapun ke dalam mulut pasien (seperti sendok atau kayu).
  4. Amati durasi kejang menggunakan jam tangan atau ponsel.

Panduan Cara Penggunaan Diazepam Rektal yang Benar

Pemberian diazepam melalui dubur membutuhkan ketenangan agar dosis yang masuk tepat dan tidak tumpah. Berikut adalah langkah-langkah proseduralnya:

  1. Persiapan: Cuci tangan jika memungkinkan, atau gunakan hand sanitizer. Buka tutup kemasan rectal tube.
  2. Posisi Pasien: Letakkan pasien dalam posisi miring (posisi sim) dengan salah satu kaki ditekuk ke arah dada. Jika pada bayi, bisa dilakukan dengan posisi terlentang sambil mengangkat kedua kakinya ke atas seperti saat mengganti popok.
  3. Insersi: Masukkan ujung kanula (pipet obat) ke dalam dubur dengan hati-hati. Untuk anak di bawah 3 tahun, masukkan hanya setengah panjang kanula. Untuk anak di atas 3 tahun atau dewasa, masukkan seluruh panjang kanula.
  4. Pemberian Obat: Tekan badan tabung obat dengan kuat dan mantap sampai seluruh isinya keluar. Tetap tekan tabung tersebut saat kamu menariknya keluar dari dubur agar cairan tidak terhisap kembali ke dalam tabung.
  5. Pasca Pemberian: Rapatkan kedua belah pantat pasien selama 1-2 menit agar cairan obat tidak keluar kembali dan dapat diserap sempurna oleh mukosa rektum.

Efek Samping dan Peringatan Keamanan

Sebagai obat keras, diazepam memiliki beberapa efek samping yang perlu dipantau setelah pemberian. Efek yang paling umum adalah rasa kantuk yang dalam, pusing, dan kelemahan otot. Ini adalah hal yang wajar karena diazepam menenangkan sistem saraf pusat.

Namun, hal yang paling krusial untuk dipantau adalah depresi pernapasan. Pada dosis tinggi atau pada individu yang sensitif, diazepam dapat menyebabkan napas menjadi sangat pelan atau dangkal. Jika setelah pemberian obat pasien tampak kebiruan di bibir (sianosis) atau napas berhenti, segera hubungi layanan ambulans gawat darurat atau bawa ke IGD terdekat.

Studi Mengenai Diazepam Rektal

The New England Journal of Medicine menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa pemberian diazepam rektal oleh pengasuh di rumah secara signifikan mengurangi durasi kejang dan menurunkan risiko kunjungan ke Unit Gawat Darurat (UGD) dibandingkan dengan kelompok yang tidak menerima penanganan awal di rumah.

Penelitian lain dalam Journal of Child Neurology menunjukkan bahwa sediaan rektal tetap menjadi pilihan utama untuk manajemen kejang akut di komunitas karena profil keamanannya yang baik dan kemudahan penggunaan bagi non-tenaga medis, terutama pada pasien pediatrik yang belum memiliki akses intravena.

Kapan Harus Segera ke Rumah Sakit?

1. Kejang Tidak Berhenti

Jika dalam 5-10 menit setelah pemberian diazepam rektal kejang masih berlangsung, ini adalah keadaan darurat medis yang memerlukan intervensi obat dosis tinggi di rumah sakit.

2. Kesulitan Bernapas

Jika pasien menunjukkan tanda-tanda sesak napas, suara napas mengorok yang berat, atau henti napas setelah kejang berhenti, bantuan oksigenasi segera sangat diperlukan.

3. Cedera Saat Kejang

Apabila pasien mengalami benturan kepala yang keras atau luka fisik lainnya akibat gerakan kejang yang tidak terkontrol, evaluasi medis menyeluruh harus dilakukan.

Penting untuk diingat bahwa diazepam rektal hanyalah penanganan darurat untuk menghentikan serangan, bukan obat untuk menyembuhkan penyebab dasar kejang. Oleh karena itu, konsultasi berkelanjutan dengan dokter spesialis saraf anak atau neurolog sangat disarankan untuk mencari tahu penyebab kejang dan menentukan terapi jangka panjang.

Kamu bisa mendapatkan obat-obatan di atas dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Diazepam (Rectal Route) Proper Use.
NCBI – StatPearls. Diakses pada 2026. Diazepam.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Guidelines for the Management of Seizures.
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Tata Laksana Kejang Demam pada Anak.

FAQ

1. Apakah diazepam rektal bisa diberikan lebih dari satu kali?

Pemberian dosis kedua hanya boleh dilakukan jika diinstruksikan oleh dokter. Secara umum, jangan memberikan lebih dari dua dosis dalam satu episode kejang tanpa pengawasan medis karena risiko depresi pernapasan.

2. Berapa lama obat ini bekerja setelah dimasukkan?

Diazepam rektal biasanya mulai bekerja dalam waktu 2 hingga 10 menit setelah pemberian. Jika kejang tidak berhenti setelah 10 menit, segera cari bantuan medis darurat.

3. Bagaimana cara menyimpan diazepam rektal?

Simpan pada suhu ruangan, jauh dari cahaya matahari langsung dan kelembapan. Pastikan obat disimpan di tempat yang mudah dijangkau saat darurat namun aman dari jangkauan anak-anak.

4. Bisakah diazepam rektal digunakan untuk orang dewasa?

Ya, diazepam rektal dapat digunakan untuk dewasa dengan dosis yang disesuaikan oleh dokter, terutama pada pasien epilepsi yang mengalami kejang berulang di rumah.

## Anak Tiba-Tiba Kejang dan Bingung Harus Apa? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu merasa khawatir saat melihat si kecil atau anggota keluarga mengalami kejang, tapi bingung apa langkah pertama yang harus dilakukan? Tidak perlu khawatir! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

[HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant)](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.