Dikenal dengan Keseleo, Ini Cara Mengatasi Ankle Sprain
Ankle sprain atau pergelangan kaki keseleo dapat mengakibatkan ligamen pada bagian pergelangan kaki robek dan meregang.

DAFTAR ISI
Terkilir pada pergelangan kaki, yang disebut juga keseleo atau ankle sprain, memang umum terjadi pada seseorang yang aktif berolahraga.
Kondisi ini biasanya dialami mulai dari usia remaja sampai 25 tahun pada pria. Namun, keseleo umum terjadi pada wanita di usia lebih dari 30 tahun.
Sebagian besar keseleo terjadi dalam kondisi ringan, sehingga kamu dapat menanganinya secara mandiri di rumah.
Akan tetapi, tanpa penanganan, terkilir pada pergelangan kaki bisa membuat kaki lemah dan lebih rentan terserang cedera.
Yuk simak pembahasan berikut ini untuk mengetahui penanganan untuk atasi keseleo!
Penanganan Ankle Sprain
Keseleo ringan bisa ditangani dengan mudah di rumah dengan perawatan rumahan. Caranya yaitu dengan metode RICE (rest, ice, compression, and elevate) yaitu:
- Mengistirahatkan pergelangan kaki atau rest. Sebisa mungkin, hindari berbagai aktivitas yang bisa membuat rasa nyeri bertambah, tidak nyaman, atau membuat pergelangan kaki bengkak.
- Kompres pergelangan kaki dengan air dingin atau ice. Kompres area pergelangan kaki yang mengalami ankle sprain dengan air dingin atau es batu. Bisa juga dengan merendam bagian kaki yang keseleo dengan air dan es batu selama sekitar 15 sampai 20 menit. Ulangi setiap 2 sampai 3 jam.
- Berikan bebat pada pergelangan kaki atau compression. Gunakan perban elastis guna mengurangi bengkak, pergerakan, dan membantu menopang area pergelangan kaki. Hindari membebat terlalu kencang karena bisa mengganggu sirkulasi darah.
- Posisikan pergelangan kaki lebih tinggi atau elevate. Ketika berbaring, posisikan kaki berada lebih tinggi dari bagian dada, terlebih pada malam hari untuk membantu mengurangi bengkak pada kaki.
Selain itu, kamu juga sebaiknya tidak mandi dengan menggunakan air panas setidaknya sampai 3 hari ke depan.
Hindari pula memberikan alkohol pada area yang mengalami cedera, melakukan olahraga, bahkan memijatnya.
Sementara itu, ankle sprain yang tidak membaik dengan penanganan rumahan bisa ditangani dengan operasi. Terdapat dua metode operasi yang biasa digunakan, yaitu:
1. Artroskopi
Prosedur ini bertujuan memperbaiki ligamen yang rusak, seperti jaringan yang terperangkap pada sendi atau tulang rawan yang posisinya longgar. Prosedur dilakukan dengan membuat sayatan kecil, lalu memasukkan alat berupa selang berukuran kecil dengan kamera pada bagian ujungnya.
Ketahui lebih lanjut mengenai prosedur ini dengan membaca artikel berikut: “Arthroscopy, Pemeriksaan untuk Mendeteksi Masalah Sendi”.
2. Rekonstruksi
Prosedur ini bertujuan memperbaiki tendon atau ligamen yang robek. Rekonstruksi juga bisa dilakukan untuk mengganti jaringan rusak pada kaki yang cedera dengan jaringan sehat pada kaki satunya.
3. Menjalani Fisioterapi
Setelah sembuh dari cedera atau setelah menjalani prosedur bedah, dokter akan menjadwalkan fisioterapi untuk membantu mengembalikan kerja pergelangan kaki.
Fisioterapi sendiri dilakukan untuk membantu menguatkan otot tungkai, sehingga keseimbangan, ketangkasan, dan kekuatan kaki dapat normal kembali. Biasanya, pergelangan kaki yang mengalami keseleo ringan memerlukan waktu pemulihan sekitar 6 sampai 12 minggu.
Hendak menjalani fisioterapi? Pastikan kamu sudah mempersiapkan diri dengan menyimak artikel ini: “Apa Persiapan yang Perlu Dilakukan sebelum Fisioterapi?”.
Faktor Risiko Ankle Sprain
Cedera pergelangan kaki atau ankle sprain bisa dialami siapa saja, tetapi ada kondisi tertentu yang membuat seseorang lebih rentan mengalaminya.
Memahami ankle sprain faktor risiko sangat penting agar kamu bisa melakukan langkah pencegahan sejak dini.
1. Riwayat Cedera Sebelumnya
Orang yang pernah mengalami cedera pergelangan kaki sebelumnya memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalaminya lagi.
Hal ini karena ligamen yang sudah pernah robek atau meregang cenderung menjadi lebih lemah. Riwayat cedera adalah salah satu ankle sprain faktor risiko yang paling sering ditemui.
2. Kelemahan Otot dan Ligamen
Otot betis, otot kaki, serta ligamen yang lemah membuat pergelangan kaki lebih mudah terkilir.
Kelemahan otot termasuk ankle sprain faktor risiko yang bisa dicegah dengan latihan penguatan otot secara rutin.
3. Kurang Fleksibilitas
Sendi dan otot yang kaku mengurangi kemampuan pergelangan kaki untuk menahan beban secara optimal.
Kekakuan ini meningkatkan ankle sprain faktor risiko, terutama saat melakukan gerakan tiba-tiba atau aktivitas olahraga.
4. Jenis Aktivitas Fisik
Olahraga dengan banyak gerakan melompat, berlari, atau perubahan arah cepat (misalnya basket, sepak bola, atau voli) memiliki risiko lebih besar.
Aktivitas fisik ini menjadi salah satu ankle sprain faktor risiko yang paling jelas, terutama jika tidak diimbangi pemanasan dan teknik yang tepat.
5. Permukaan Tidak Stabil
Berjalan atau berlari di medan yang tidak rata meningkatkan kemungkinan kaki terpelintir.
Medan ini merupakan ankle sprain faktor risiko yang sering diabaikan, padahal cukup signifikan.
6. Jenis Alas Kaki
Menggunakan sepatu yang tidak sesuai dengan jenis aktivitas atau memiliki sol yang aus juga bisa memperbesar peluang cedera.
Alas kaki yang tidak mendukung stabilitas adalah salah satu ankle sprain faktor risiko yang dapat dihindari dengan pemilihan sepatu yang tepat.
7. Faktor Biomekanik
Bentuk kaki, postur tubuh, hingga kelemahan pada sendi lutut atau pinggul dapat memengaruhi distribusi beban saat berjalan.
Faktor biomekanik ini menjadi salah satu ankle sprain faktor risiko yang lebih sulit dikontrol, tetapi tetap bisa diminimalkan dengan terapi fisik atau penggunaan brace.
Dengan mengenali berbagai ankle sprain faktor risiko, kamu bisa lebih waspada dan melakukan pencegahan, seperti memperkuat otot pergelangan kaki, menggunakan sepatu yang tepat, serta selalu melakukan pemanasan sebelum olahraga.
Jika membutuhkan informasi lebih lanjut seputar ankle sprain, kamu bisa tanyakan pada dokter bagaimana penanganan yang tepat.
Hubungi dokter fisioterapi di Halodoc jika punya pertanyaan lebih lanjut mengenai kondisi ini.
Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:



