
Disebut Pusar Bodong, Kenali Penanganan Hernia Umbilikalis
“Hernia umbilikalis adalah kondisi yang ditandai dengan tonjolan bagian usus melalui dinding perut. Salah satu prosedur penanganan yang efektif adalah operasi bedah melalui sayatan kecil.”

DAFTAR ISI
- Mengenal Kondisi Udel Bodong
- Penyebab Udel Bodong pada Bayi
- Penyebab Udel Bodong pada Orang Dewasa
- Gejala dan Tanda Bahaya yang Perlu Diwaspadai
- Penanganan dan Tindakan Medis
- Studi Terkait
- FAQ
Kondisi pusar yang menonjol keluar atau yang sering dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai “udel bodong” adalah hal yang cukup sering dijumpai, terutama pada bayi yang baru lahir. Namun, tahukah kamu bahwa kondisi ini juga bisa dialami oleh orang dewasa? Secara medis, udel bodong paling sering disebabkan oleh kondisi yang dinamakan hernia umbilikalis.
Pusar atau umbilikus pada dasarnya adalah bekas luka dari pemotongan tali pusar saat kita lahir. Idealnya, lubang pada otot perut tempat lewatnya tali pusar ini akan menutup rapat dengan sendirinya segera setelah kelahiran. Akan tetapi, pada beberapa kasus, otot tersebut tidak menutup dengan sempurna. Celah inilah yang menjadi jalan bagi jaringan lemak atau sebagian usus untuk menonjol keluar, sehingga pusar tampak cembung atau bodong.
Meskipun pada banyak kasus hernia umbilikalis pada bayi tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan sendirinya, kondisi ini memerlukan perhatian ekstra jika terjadi pada orang dewasa. Hernia umbilikalis pada orang dewasa memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi, seperti usus yang terjepit (inkarserasi) yang bisa berujung pada kerusakan jaringan tubuh. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui apa saja penyebab udel bodong agar penanganan yang tepat bisa segera dilakukan.
Nah, jika kamu atau si Kecil memiliki pusar yang menonjol dan bingung bagaimana menyikapinya, mari kita bahas secara tuntas mengenai penyebab, gejala, dan penanganannya secara medis di bawah ini!
Mengenal Kondisi Udel Bodong Secara Medis
Sebelum membahas penyebabnya lebih dalam, kita perlu memahami anatomi di balik udel bodong. Selama masa kehamilan, tali pusar melewati sebuah lubang kecil di otot perut bayi yang disebut cincin umbilikal. Tali pusar ini berfungsi untuk menyalurkan nutrisi dan oksigen dari ibu ke janin.
Segera setelah bayi lahir, tali pusar dipotong. Normalnya, cincin umbilikal ini akan menutup dan otot-otot di sekitarnya merapat saat bayi tumbuh. Namun, bila otot-otot dinding perut tidak menyatu sepenuhnya di garis tengah, titik lemah ini akan tetap terbuka. Saat ada tekanan dari dalam perut (misalnya saat bayi menangis), jaringan di balik dinding perut akan terdorong keluar melalui celah tersebut, menciptakan tonjolan yang kita sebut udel bodong.
Penyebab Udel Bodong pada Bayi
Pada anak-anak, khususnya bayi yang baru lahir, udel bodong adalah kondisi bawaan yang sangat umum. Tonjolan ini biasanya tidak menimbulkan rasa sakit dan baru akan terlihat jelas saat bayi menangis, batuk, tertawa, atau mengejan saat buang air besar karena adanya peningkatan tekanan di dalam rongga perut.
1. Kelahiran Prematur
Bayi yang lahir sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu (prematur) memiliki risiko jauh lebih tinggi mengalami udel bodong. Hal ini dikarenakan organ tubuh dan otot-otot dinding perutnya belum berkembang dan menguat dengan sempurna, sehingga cincin umbilikal gagal menutup rapat.
2. Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)
Sama halnya dengan bayi prematur, bayi yang lahir dengan berat badan di bawah rata-rata (kurang dari 2.500 gram) juga sangat rentan terhadap hernia umbilikalis. Otot perut mereka cenderung lebih tipis dan lemah.
3. Faktor Genetik dan Ras
Kondisi ini terbukti lebih sering terjadi pada ras keturunan Afrika-Amerika. Meskipun begitu, bayi dari ras apapun bisa mengalaminya tanpa pandang bulu, baik laki-laki maupun perempuan, dengan tingkat persentase kejadian yang hampir sama rata.
Mitos vs Fakta Seputar Udel Bodong Bayi
- Mitos: Menempelkan koin di atas pusar bayi bisa menyembuhkan udel bodong.
- Fakta: Ini sangat berbahaya! Selain tidak ada bukti medisnya, menempelkan koin kotor dengan selotip bisa memicu infeksi kulit, iritasi, hingga dermatitis kontak pada kulit bayi yang sensitif. Koin juga berisiko tertelan jika terlepas.
- Mitos: Pusar bodong karena dokter salah memotong tali pusar.
- Fakta: Udel bodong terjadi karena masalah pada otot dinding perut (cincin umbilikal) yang tidak menutup rapat, bukan karena teknik pemotongan tali pusar saat lahir.
Penyebab Udel Bodong pada Orang Dewasa
Jika pada bayi udel bodong lebih sering bersifat bawaan lahir, pada orang dewasa kondisi ini biasanya bersifat dapatan (didapat seiring berjalannya waktu). Udel bodong pada orang dewasa terjadi ketika ada tekanan berlebih yang berlangsung secara terus-menerus di dalam rongga perut, yang pada akhirnya memicu kelemahan pada area otot pusar yang memang merupakan “titik lemah” alami tubuh.
Berikut adalah beberapa faktor pemicu utama udel bodong pada orang dewasa:
1. Kehamilan, Terutama Kehamilan Ganda
Saat seorang wanita hamil, rahim akan membesar dan memberikan tekanan yang sangat kuat pada dinding perut. Risiko terjadinya peregangan dan pemisahan otot perut semakin besar jika wanita tersebut hamil anak kembar atau telah mengalami kehamilan berkali-kali. Tekanan ini bisa mendorong jaringan untuk keluar melalui pusar.
2. Kelebihan Berat Badan (Obesitas)
Orang dengan obesitas memiliki penumpukan lemak yang signifikan di sekitar perut. Beban ekstra ini secara konstan menekan dinding perut dari dalam, melemahkan otot-otot di area umbilikus, dan pada akhirnya menyebabkan pusar menonjol keluar.
3. Asites (Penumpukan Cairan di Rongga Perut)
Asites adalah kondisi medis di mana terdapat akumulasi cairan yang tidak normal di dalam rongga perut, seringkali disebabkan oleh penyakit hati parah seperti sirosis. Volume cairan yang banyak ini akan meregangkan dinding perut hingga maksimal, sehingga memicu terjadinya hernia umbilikalis.
4. Batuk Kronis
Penyakit paru-paru kronis yang memicu batuk berkepanjangan (seperti PPOK atau bronkitis kronis) membuat seseorang terus-menerus mengontraksikan otot perutnya. Hentakan tekanan perut saat batuk parah bisa memicu robekan kecil atau kelemahan pada pusar.
5. Sering Mengangkat Beban Berat
Pekerja fisik atau atlet angkat beban yang sering mengangkat barang berat tanpa teknik yang benar rentan mengalami udel bodong. Saat mengangkat beban berat, kita cenderung menahan napas dan mengejan (manuver Valsalva), yang meningkatkan tekanan intra-abdomen secara drastis.
6. Riwayat Operasi Perut
Orang yang pernah menjalani operasi di area perut memiliki risiko lebih tinggi karena jaringan parut pasca operasi cenderung lebih lemah dibandingkan jaringan otot asli yang belum pernah tersayat.
Gejala dan Tanda Bahaya yang Perlu Diwaspadai
Hernia umbilikalis seringkali hanya berupa benjolan lunak di pusar. Pada bayi, benjolan ini mungkin membesar saat ia menangis dan mengempis saat ia tenang atau berbaring. Jika benjolan mudah didorong masuk kembali tanpa menimbulkan rasa sakit (hernia reponibel), umumnya itu bukan kondisi gawat darurat.
Akan tetapi, udel bodong bisa menjadi bahaya besar jika sebagian usus terperangkap di dalam celah otot tersebut dan tidak bisa didorong masuk kembali (inkarserasi). Jika aliran darah ke usus yang terperangkap itu terputus, kondisi ini disebut hernia strangulata (hernia terjepit). Ini adalah keadaan darurat medis.
Segera cari pertolongan medis darurat jika kamu atau anak kamu yang memiliki udel bodong mengalami gejala berikut:
- Benjolan di pusar terasa sangat nyeri saat disentuh.
- Benjolan tiba-tiba membesar, mengeras, dan tidak bisa didorong masuk (bahkan saat penderita sedang berbaring rileks).
- Warna benjolan berubah menjadi merah, keunguan, atau gelap.
- Disertai mual dan muntah yang hebat.
- Demam mendadak.
- Kesulitan buang air besar atau tidak bisa buang angin (kentut).
Penanganan dan Tindakan Medis untuk Udel Bodong
1. Observasi (Menunggu dan Memantau)
Pada sebagian besar bayi, operasi tidak diperlukan. Dokter spesialis anak biasanya akan merekomendasikan pendekatan “tunggu dan lihat”. Sebanyak 90% kasus udel bodong pada bayi akan menutup dengan sendirinya secara perlahan seiring dengan menguatnya otot perut mereka, biasanya saat mereka menginjak usia 3 hingga 5 tahun.
2. Tindakan Operasi (Hernioraphy)
Berbeda dengan bayi, udel bodong pada orang dewasa jarang sekali bisa sembuh atau mengecil dengan sendirinya. Bahkan, ukurannya cenderung makin membesar seiring waktu. Oleh karena itu, dokter spesialis bedah biasanya menyarankan tindakan operasi untuk menghindari risiko komplikasi usus terjepit.
Operasi hernia umbilikalis bisa dilakukan dengan dua cara:
- Bedah Terbuka: Dokter bedah membuat sayatan kecil di dasar pusar, mengembalikan jaringan lemak atau usus yang keluar ke dalam rongga perut, lalu menjahit dinding otot yang robek agar kembali rapat.
- Bedah Laparoskopi: Menggunakan kamera kecil dan instrumen bedah yang dimasukkan melalui beberapa sayatan sangat kecil. Pada orang dewasa, dokter biasanya akan memasang jaring sintetis (mesh) di area otot yang lemah untuk memberikan penyangga ekstra dan mencegah hernia kambuh kembali.
Sebagai informasi tambahan pasca operasi atau jika sekadar membutuhkan vitamin untuk proses penyembuhan, kamu tidak perlu repot keluar rumah. Kamu bisa beli perlengkapan kesehatan dan obat online di Halodoc dengan praktis, produk terjamin 100% asli dan pesanan akan langsung diantar ke pintu rumahmu.
Studi Mengenai Hernia Umbilikalis
Journal of Pediatric Surgery menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa kejadian hernia umbilikalis memang sangat tinggi pada bayi dengan berat badan lahir ekstrem rendah, namun lebih dari 85% kasus mengalami penutupan spontan tanpa operasi sebelum usia 4 tahun.
Studi tersebut mengonfirmasi bahwa intervensi bedah pada anak di bawah usia 4 tahun sebaiknya ditunda, kecuali jika terdapat ukuran lubang fasia (cincin umbilikal) yang sangat besar melebihi 1,5 sentimeter atau jika pasien menunjukkan tanda-tanda inkarserasi usus yang mengancam nyawa.
Konsultasi dengan Dokter Spesialis Bedah Anak via Halodoc
Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Bedah Anak terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Umbilical hernia – Symptoms and causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Umbilical Hernia: Causes, Symptoms, Treatment & Surgery.
National Health Service (NHS) UK. Diakses pada 2024. Umbilical hernia repair.
Johns Hopkins Medicine. Diakses pada 2024. Umbilical Hernia in Children.
NCBI / StatPearls. Diakses pada 2024. Umbilical Hernia.
FAQ
1. Apakah penyebab udel bodong berkaitan dengan cara pemotongan tali pusar bayi?
Tidak. Udel bodong sama sekali tidak disebabkan oleh kesalahan dokter atau bidan saat memotong atau mengikat tali pusar bayi. Ini murni terjadi karena adanya titik lemah atau celah pada otot dinding perut bayi (cincin umbilikal) yang gagal menutup dengan sempurna sebelum ia lahir.
2. Apakah udel bodong pada orang dewasa bisa kembali masuk tanpa operasi?
Sangat jarang. Tidak seperti pada bayi yang ototnya masih dalam tahap perkembangan dan bisa menyatu seiring pertumbuhan, udel bodong pada orang dewasa disebabkan oleh kelemahan otot permanen akibat tekanan berlebih. Kondisi ini biasanya memerlukan tindakan operasi untuk menutup celah ototnya secara permanen.
3. Apakah boleh mengikat koin pada pusar bayi agar tidak bodong?
Sangat tidak disarankan. Mengikat koin, kancing, atau merekatkan plester pada pusar bayi yang bodong adalah mitos yang berbahaya. Cara ini tidak akan mempercepat penutupan otot, malah sebaliknya dapat memicu infeksi bakteri, ruam kulit, serta bahaya tersedak jika benda kecil tersebut terlepas tanpa pengawasan.
4. Kapan saya harus segera ke UGD jika memiliki udel bodong?
Kamu harus segera mencari pertolongan medis jika benjolan di pusar tiba-tiba membesar, terasa sangat nyeri, mengeras, dan tidak bisa didorong kembali ke dalam. Apalagi jika disertai perubahan warna kulit di sekitar pusar menjadi kemerahan atau ungu, mual, muntah parah, serta ketidakmampuan untuk buang gas atau buang air besar.


