• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Disfungsi Ereksi pada Pria Turunkan Kesuburan Sperma?

Disfungsi Ereksi pada Pria Turunkan Kesuburan Sperma?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Disfungsi ereksi (impotensi) merupakan ketidakmampuan untuk mendapatkan dan mempertahankan ereksi yang cukup kuat saat melakukan hubungan intim. Memiliki masalah ereksi dari waktu ke waktu tidak selalu memprihatinkan. Hanya saja jika disfungsi ereksi merupakan masalah yang sedang terjadi, hal ini dapat menyebabkan stres, memengaruhi kepercayaan diri, dan berkontribusi pada hubungan. 

Masalah disfungsi ereksi juga bisa menjadi tanda kondisi kesehatan yang mendasarinya yang membutuhkan perawatan. Sering kali disfungsi ereksi juga dikaitkan dengan masalah kesuburan seorang pria. Karenanya gangguan ini juga memengaruhi kepercayaan diri seorang pria. 

Baca juga: Berbagai Penyebab Terjadinya Disfungsi Ereksi

Komplikasi Setelah Disfungsi Ereksi

Disfungsi ereksi mengakibatkan sejumlah komplikasi, yaitu kehidupan seks yang tidak memuaskan, stres atau kecemasan, rasa mau atau rendah diri, masalah hubungan, dan ketidakmampuan untuk membuat pasangan hamil karena kurang subur. 

Kesuburan pria merupakan kemampuan untuk membuat pasangan dapat mengandung anak. Pria dianggap subur jika selama hubungan intim, ia dapat melepaskan banyak sperma, yaitu sekitar 250 juta pada setiap ejakulasi ke dalam vagina. Infertilitas pria mengacu pada ketidakmampuan pria untuk menyebabkan kehamilan pada wanita subur.

Hitungan sperma adalah ukuran jumlah spermatozoa per ejakulasi atau per jumlah sperma yang diukur, digunakan sebagai indikasi kesuburan pria. Jumlah sperma yang rendah adalah saat cairan (air mani) seorang pria mengalami ejakulasi selama orgasme mengandung lebih sedikit sel sperma dari biasanya. 

Baca juga: Disfungsi Ereksi Bisakah Disembuhkan dengan Cepat?

Faktor Terjadinya Disfungsi Ereksi pada Pria

Ada banyak faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan pria mengalami disfungsi ereksi (DE). Faktor-faktor ini sering berkaitan dengan aliran dan sirkulasi darah. Faktor risiko lain termasuk cedera. Salah satu faktor risiko penting disfungsi ereksi adalah bertambahnya usia. 

Seiring bertambahnya usia, pria mungkin merasa lebih sulit untuk mendapatkan atau mempertahankan ereksi. Pria juga mungkin memperhatikan bahwa kamu mungkin memerlukan stimulasi lebih langsung untuk mendapatkan ereksi. Sementara itu, faktor risiko tambahan disfungsi ereksi meliputi:

  • Memiliki kondisi medis seperti penyakit kardiovaskular atau diabetes.

  • Memiliki kondisi psikologis seperti kecemasan atau depresi.

  • Mengalami kelebihan berat badan, terutama obesitas.

  • Mengalami cedera atau menjalani operasi pada area panggul.

  • Minum obat tertentu, seperti antidepresan atau obat tekanan darah.

  • Menjalani perawatan medis khusus, seperti terapi radiasi untuk kanker.

  • Menggunakan produk tembakau, obat-obatan, atau alkohol.

Ada beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk mencegah disfungsi ereksi. Banyak dari langkah-langkan ini juga melibatkan perubahan gaya hidup sehat. Karena itu, cara ini tidak hanya baik untuk mencegah disfungsi ereksi, tetapi juga untuk meningkatkan kesehatan kamu secara keseluruhan. 

Cara yang dapat kamu lakukan untuk membantu mencegah disfungsi ereksi:

  • Jaga kondisi medis seperti penyakit jantung dan diabetes terkendali.

  • Pastikan kamu berolahraga secara teratur.

  • Pertahankan berat badan yang sehat.

  • Fokus pada makan makanan yang sehat.

  • Temukan cara untuk mengurangi atau mengelola stres.

  • Cari bantuan jika mengalami kecemasan atau depresi.

  • Berhenti merokok.

  • Batasi konsumsi alkohol.

  • Hindari penggunaan obat-obatan yang tidak direkomendasikan oleh dokter.

Baca juga: 5 Obat Alami untuk Mengatasi Disfungsi Ereksi

Kamu juga harus memastikan untuk mengikuti pemeriksaan rutin dengan dokter yang dapat kamu hubungi melalui aplikasi Halodoc. Dokter akan memantau pengukuran klinis penting, seperti tekanan darah, dan kadar kolesterol. Ini dapat membantu dengan identifikasi dini dan perawatan kondisi yang berpotensi menyebabkan disfungsi ereksi. Kamu juga perlu menemukan lebih banyak cara untuk mencegah terjadinya disfungsi ereksi. 

Referensi:
Mens Pharmacy. Diakses pada 2020. Does Erectile Dysfunction Effect Sperm Count?
Healthline. Diakses pada 2020. Everything You Need to Know About Erectile Dysfunction (ED).