Disfungsi Ereksi Bisakah Disembuhkan dengan Cepat?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
disfungsi-ereksi-bisakah-disembuhkan-dengan-cepat-halodoc

Halodoc, Jakarta – Disfungsi ereksi membuat seorang pria tidak mampu mencapai atau mempertahankan ereksi dengan baik, termasuk saat berhubungan intim. Kondisi ini sering dianggap memalukan, sehingga banyak pria yang enggan melakukan pemeriksaan ke dokter, karena itu kondisi ini seringnya tidak ditangani dengan baik. Padahal, disfungsi ereksi merupakan penyakit yang bisa diatasi jika diketahui penyebabnya. 

Ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan seorang pria mengalami disfungsi ereksi. Kondisi ni sendiri dibagi ke dalam tiga jenis, yaitu ereksi yang kurang kokoh, sehingga tidak mampu melakukan hubungan intim, ereksi yang kurang lama, dan ereksi yang terjadi dalam waktu yang sering. Lalu, bagaimana cara menyembuhkan disfungsi ereksi dengan cepat? 

Baca juga: 5 Penyebab Pria Bisa Alami Disfungsi Ereksi

Mengatasi Disfungsi Ereksi Berdasarkan Penyebabnya 

Sebelumnya perlu diketahui, ada beberapa kondisi yang bisa menjadi penyebab pria mengalami disfungsi ereksi. Karena itu, mengobati kondisi ini dilakukan dengan mengatasi penyebabnya terlebih dahulu. Ereksi pada pria atau terpicunya gairah seksual melibatkan otak, saraf, otot, pembuluh dara, emosi, dan hormon. Disfungsi ereksi bisa saja terjadi saat ada gangguan atau masalah pada salah satu bagian tersebut atau kombinasi dari beberapa kondisi. 

Disfungsi ereksi bisa disebabkan oleh kondisi medis tertentu, ketidakseimbangan hormon, usia, masalah psikologis, efek samping obat-obatan tertentu, cedera, hingga efek samping dari tindakan operasi. Mengetahui penyebab dari disfungsi ereksi bisa membantu mengatasi kondisi ini dengan cepat. Ada beberapa cara pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi disfungsi ereksi, di antaranya:

1. Konsumsi Obat 

Salah satu cara untuk mengatasi disfungsi ereksi adalah dengan konsumsi obat khusus. Biasanya, dokter akan meresepkan jenis obat yang paling sesuai dengan kondisi tubuh serta riwayat kesehatan pengidap disfungsi ereksi. Maka dari itu, penting untuk memberi tahu dokter jika kamu memiliki riwayat penyakit tertentu dan obat apa yang tengah dikonsumsi. 

2. Terapi Testosteron 

Pada beberapa kondisi, disfungsi ereksi juga disertai dengan rendahnya kadar hormon testosteron. Maka dari itu, mengatasi disfungsi ereksi bisa saja dilakukan dengan tindakan terapi penambahan hormon ini. Biasanya, terapi testosteron dilakukan sebagai langkah pertama dalam mengatasi disfungsi ereksi. 

Baca juga: Berbagai Penyebab Terjadinya Disfungsi Ereksi

3. Perangkat Vakum 

Mengatasi disfungsi ereksi juga bisa dilakukan dengan menggunakan alat bantu, yaitu tabung vakum yang sudah dirancang khusus. Kamu akan diminta untuk menempatkan penis ke dalam tabung yang sudah terhubung dengan pompa. Dalam terapi ini, kamu akan diminta untuk memindahkan cincin elastis khusus dari ujung tabung ke dasar penis. Tujuannya untuk menjaga darah mengalir kembali ke dalam tubuh. Dibutuhkan beberapa kali latihan untuk dapat menggunakan alat vakum ini. 

4. Implan 

Implan penis menjadi pilihan untuk mengatasi disfungsi ereksi yang parah. Prosedur ini melibatkan operasi penempatan perangkat ke kedua sisi penis. Implan terdiri dari batang karet yang menggembung atau kaku. Perangkat yang menggembung dipasangkan untuk membantu mengontrol kapan saja dan berapa lama ereksi harus terjadi. Sementara batang kaku akan menjaga penis tetap kencang, tetapi bisa ditekuk. 

5. Konsultasi Psikologi 

Pada beberapa kasus, disfungsi ereksi terjadi karena ada masalah psikologis. Kalau itu yang terjadi, dokter akan menyarankan pengidap disfungsi ereksi untuk melakukan konsultasi psikologi sebagai cara pengobatan. 

Baca juga: Ini Alasan Terapi Psikologi Bantu Pulihkan Disfungsi Seksual

Kamu juga bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk menemukan serta berbicara pada psikolog terpercaya. Hubungi ahlinya kapan dan di mana saja melalui Video/Voice Call dan Chat. Sampaikan keluh kesah dan dapatkan rekomendasi terbaik. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Erectile dysfunction.
Web MD. Diakses pada 2019. Erection Problems (Erectile Dysfunction) - Treatment Overview.