Vitamin D perlu dikonsumsi berdasarkan usia dan kondisi kesehatan individu.

DAFTAR ISI
- Dosis dan Aturan Pakai Vitamin D
- Kapan Waktu yang Tepat untuk Minum Vitamin D?
- Apa Bedanya Vitamin D dan D3?
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Vitamin D merupakan vitamin yang dapat larut dalam lemak dan terdiri dari beberapa varian, termasuk D1, D2, serta D3. Sumber utama vitamin ini berasal dari sinar matahari yang diserap oleh kulit.
Dosis dan cara penggunaan vitamin D dapat bervariasi tergantung pada usia dan kondisi kesehatan seseorang.
Secara umum, vitamin D dengan dosis antara 400 hingga 5.000 IU tersedia secara bebas, sedangkan dosis yang lebih tinggi hanya boleh dikonsumsi dengan resep dokter.
Dosis dan Aturan Pakai Vitamin D
Berikut ini dosis dan aturan pakai vitamin D yang perlu kamu ketahui:
1. Suplementasi harian
Untuk memenuhi kebutuhan vitamin D harian, dosis yang disarankan bagi anak-anak dan orang dewasa mengikuti angka kecukupan gizi yang telah ditetapkan sesuai usia dan kondisi kesehatan.
2. Pencegahan dan pengobatan osteoporosis
Bagi lansia di atas 50 tahun, dosis yang dianjurkan adalah 20 hingga 25 mikrogram (setara dengan 800 hingga 1.000 IU) setiap hari. Biasanya, dokter akan meresepkan vitamin D bersamaan dengan suplemen kalsium guna menjaga kesehatan tulang dan mengurangi risiko osteoporosis.
3. Pengobatan rakitis
Untuk anak-anak dan orang dewasa yang mengalami rakitis, dosis yang diberikan berkisar antara 300 hingga 12.500 mikrogram (setara dengan 12.000 hingga 500.000 IU) per hari, tergantung tingkat keparahan kondisi.
4. Penanganan hipofosfatemia
- Anak-anak: Dosis yang diberikan berkisar antara 1.000 hingga 2.000 mikrogram (setara dengan 40.000 hingga 80.000 IU) per hari, dikombinasikan dengan suplemen fosfat sesuai anjuran dokter.
- Dewasa: Umumnya mendapatkan dosis antara 250 hingga 1.500 mikrogram (atau 10.000 hingga 60.000 IU) setiap hari, juga dikombinasikan dengan suplemen fosfat untuk membantu penyerapan mineral dalam tubuh.
5. Pengobatan hipoparatiroid
Bagi pengidap hipoparatiroidisme, dosis yang diresepkan dokter berkisar antara 625 hingga 5.000 mikrogram (atau 50.000 hingga 200.000 IU) per hari. Dalam beberapa kasus, suplemen kalsium juga diberikan untuk membantu menjaga keseimbangan mineral dalam tubuh.
6. Kekurangan vitamin D akibat penyakit hati atau gangguan penyerapan makanan
Orang dewasa dengan kondisi seperti penyakit hati atau gangguan penyerapan nutrisi memerlukan dosis 1.000 mikrogram (setara dengan 40.000 IU) per hari untuk mengatasi defisiensi vitamin D.
7. Suplementasi selama COVID-19
- Anak di bawah 3 tahun: Disarankan mengonsumsi 10 mikrogram (atau 400 IU) vitamin D per hari.
- Anak di atas 3 tahun: Dosis yang dianjurkan adalah 25 mikrogram (setara dengan 1.000 IU) per hari.
- Dewasa: Dosis berkisar antara 25 hingga 125 mikrogram (atau 1.000 hingga 5.000 IU) per hari selama 14 hari.
- Pasien dengan gejala sedang hingga berat: Memerlukan perawatan khusus di bawah pengawasan medis untuk memastikan kecukupan vitamin D dalam tubuh.
Kapan Waktu yang Tepat untuk Minum Vitamin D?
Waktu terbaik untuk mengonsumsi vitamin D adalah saat makan.
Vitamin D adalah vitamin yang larut dalam lemak, sehingga penyerapannya lebih optimal saat dikonsumsi bersama makanan yang mengandung lemak.
Kamu bisa mengonsumsinya saat sarapan, makan siang, atau makan malam, asalkan ada kandungan lemak dalam makanan tersebut.
Apa Bedanya Vitamin D dan D3?
Meskipun sering digunakan secara bergantian, terdapat beberapa perbedaan mendasar antara vitamin D dan vitamin D3:
- Ruang lingkup: Vitamin D adalah istilah yang lebih luas, mencakup berbagai bentuk vitamin ini, termasuk D2 dan D3. Sementara itu, vitamin D3 adalah salah satu bentuk spesifik dari kelompok vitamin D tersebut.
- Sumber asupan: Vitamin D secara umum bisa didapatkan dari paparan sinar matahari, makanan, atau suplemen. Namun, vitamin D3 secara khusus berasal dari paparan sinar matahari pada kulit dan sumber hewani.
- Efektivitas biologis: Studi menunjukkan bahwa vitamin D3 cenderung lebih efektif dalam meningkatkan dan mempertahankan kadar vitamin D dalam darah dibandingkan dengan vitamin D2. Ini karena D3 memiliki bioavailabilitas yang lebih baik dan bertahan lebih lama di dalam tubuh.
Mau tahu lebih jauh mengenai manfaat dan cara menggunakan Vitamin D yang tepat?
Selain itu, kamu juga bisa konsultasikan pada dokter spesialis penyakit dalam di Halodoc.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
- ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
- ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
- ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
- ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
- ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
- ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.



