
Dukung Gerak Tubuh, Ketahui Fungsi Tulang Betis dan Cara Merawatnya
Tulang betis memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas tubuh, mulai dari berjalan, berdiri, berlari, hingga melompat.

DAFTAR ISI
- Mengenal Anatomi Tulang Betis
- Fungsi Tulang Betis bagi Tubuh
- Masalah Kesehatan pada Tulang Betis
- Cara Menjaga Kesehatan Tulang Betis
- Studi Terkait
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- FAQ
Kaki bagian bawah manusia terdiri dari struktur tulang, otot, dan ligamen yang sangat kompleks. Bagian ini memungkinkan kita untuk berdiri tegak, berjalan, berlari, hingga melompat. Dari sekian banyak komponen tersebut, fungsi tulang betis sering kali luput dari perhatian. Padahal, tulang yang berada di sisi luar kaki bawah ini memiliki peranan yang sangat vital bagi pergerakan dan keseimbangan tubuh.
Secara medis, tulang betis dikenal dengan sebutan fibula. Bersama dengan tulang kering (tibia), keduanya membentuk struktur utama pada betis manusia. Meskipun ukurannya jauh lebih ramping dan panjang dibandingkan dengan tulang kering, tulang betis sama sekali tidak bisa dianggap remeh. Tanpa keberadaannya, sendi pergelangan kaki tidak akan stabil, dan otot-otot kaki bagian bawah tidak akan memiliki tempat untuk melekat dengan baik.
Mengingat pentingnya fungsi tulang betis, menjaga kesehatannya adalah suatu keharusan. Gangguan atau cedera pada tulang ini, seperti retak atau patah tulang, dapat secara drastis membatasi mobilitas harian kamu. Oleh karena itu, penting untuk memahami lebih dalam mengenai anatomi, fungsi, serta bagaimana cara merawat tulang betis agar tetap kuat seiring bertambahnya usia.
Nah, mau tahu apa saja fungsi tulang betis yang sebenarnya dan bagaimana cara menjaganya dari risiko cedera? Berikut ulasan medis selengkapnya!
Mengenal Anatomi Tulang Betis
Sebelum membahas fungsinya secara mendetail, ada baiknya kamu mengenal anatomi tulang betis terlebih dahulu. Tulang betis atau fibula adalah tulang panjang, tipis, dan terletak di bagian lateral (sisi luar) dari tungkai bawah. Tulang ini sejajar dengan tulang kering (tibia) yang ukurannya jauh lebih besar dan tebal.
Bagian atas (proksimal) dari tulang betis terhubung dengan bagian bawah tulang paha dan bagian atas tulang kering, namun tidak langsung membentuk sendi lutut utama. Sementara itu, bagian bawah (distal) dari tulang betis membentuk tonjolan pada pergelangan kaki bagian luar, yang secara medis disebut sebagai lateral malleolus. Tonjolan inilah yang bisa kamu raba di sisi luar pergelangan kaki kamu.
Fungsi Tulang Betis bagi Tubuh
Meski tidak menanggung beban seberat tulang kering, fungsi tulang betis sangat beragam dan krusial bagi biomekanik pergerakan manusia. Berikut adalah beberapa fungsi utamanya:
1. Menstabilkan Pergelangan Kaki
Fungsi tulang betis yang paling krusial adalah menstabilkan sendi pergelangan kaki (ankle joint). Ujung bawah tulang betis (lateral malleolus) bertindak layaknya dinding penahan di sisi luar pergelangan kaki, mencegah kaki terkilir terlalu jauh ke arah luar. Stabilitas ini sangat dibutuhkan saat kamu berjalan di permukaan yang tidak rata, berlari, atau melakukan perubahan arah secara tiba-tiba.
2. Tempat Melekatnya Otot dan Ligamen
Tulang betis memiliki permukaan yang memanjang dan berfungsi sebagai titik perlekatan (insersi dan origo) bagi banyak otot penting di kaki. Otot-otot seperti biceps femoris, soleus, tibialis posterior, serta otot fibularis longus dan brevis menempel pada tulang ini. Otot-otot tersebut berperan besar dalam pergerakan telapak kaki, jari-jari kaki, serta membantu memberikan daya dorong saat kita melangkah.
3. Menopang Sebagian Kecil Berat Badan
Tulang kering (tibia) bertugas menahan sekitar 85-90% berat badan manusia. Namun, fungsi tulang betis juga ikut ambil bagian dalam menopang sisa 10-15% beban tersebut, terutama saat beban didistribusikan ke pergelangan kaki. Bantalan beban ini memastikan tekanan pada tungkai bawah tersebar secara lebih merata.
4. Bertindak sebagai Katrol untuk Tendon
Tonjolan lateral malleolus di bagian bawah tulang betis berfungsi sebagai semacam katrol alami bagi tendon-tendon yang lewat di belakangnya (seperti tendon fibularis). Mekanisme ini memberikan keuntungan mekanis yang memperkuat daya tarik otot saat kita melakukan gerakan memutar telapak kaki ke arah luar (eversi) atau mengarahkan jari kaki ke bawah (plantar fleksi).
Faktor Pemicu Cedera Tulang Betis
- Aktivitas olahraga dengan intensitas tinggi (seperti sepak bola, basket, atau lari maraton).
- Kecelakaan lalu lintas atau benturan keras secara langsung pada area kaki bawah.
- Gerakan memutar pergelangan kaki yang tiba-tiba dan ekstrem (keseleo parah).
- Kondisi osteoporosis yang menyebabkan tulang kehilangan kepadatannya.
Masalah Kesehatan pada Tulang Betis
Meskipun dilindungi oleh jaringan otot yang tebal, tulang betis rentan terhadap berbagai masalah kesehatan dan trauma mekanis. Berikut adalah beberapa kondisi yang paling sering terjadi:
1. Fraktur (Patah Tulang) Fibula
Fraktur fibula biasanya terjadi akibat cedera olahraga, jatuh dari ketinggian, atau kecelakaan. Patah tulang ini bisa terjadi di bagian manapun di sepanjang tulang betis. Kasus yang paling sering terjadi adalah patah tulang di dekat pergelangan kaki akibat keseleo parah. Jika kamu mengalami gejala patah tulang seperti nyeri hebat, memar, bengkak, dan ketidakmampuan menahan beban di kaki bawah, jangan tunda untuk segera melakukan pemeriksaan medis.
2. Stress Fracture (Retak Halus)
Retak halus pada tulang betis sering menimpa pelari jarak jauh, atlet, atau militer yang sering melakukan aktivitas berulang (repetitive stress). Beban yang terus-menerus diberikan pada kaki tanpa waktu istirahat yang cukup menyebabkan tulang gagal melakukan pemulihan, hingga akhirnya memicu keretakan mikro (stress fracture).
3. Sindrom Kompartemen
Kondisi ini terjadi ketika ada pembengkakan atau pendarahan di dalam kompartemen otot di sekitar tulang betis. Tekanan yang meningkat drastis ini dapat menjepit saraf dan pembuluh darah, mengurangi aliran darah ke jaringan kaki bagian bawah. Sindrom kompartemen adalah kondisi gawat darurat yang sering kali membutuhkan tindakan operasi untuk mengurangi tekanan.
4. Osteoporosis
Seiring bertambahnya usia, kepadatan massa tulang akan menurun. Kondisi osteoporosis dapat membuat tulang betis menjadi keropos, rapuh, dan sangat rentan patah meskipun hanya akibat benturan ringan atau terjatuh secara tidak sengaja.
Cara Menjaga Kesehatan Tulang Betis
Melihat betapa krusialnya fungsi tulang betis, kamu harus menerapkan gaya hidup yang mendukung kekuatan tulang sejak dini. Berikut adalah beberapa cara menjaga agar tulang betis tetap kuat dan sehat:
1. Penuhi Kebutuhan Kalsium dan Vitamin D
Kalsium adalah mineral utama pembentuk tulang, sementara Vitamin D berfungsi membantu tubuh menyerap kalsium secara maksimal. Konsumsilah makanan bergizi seperti susu, keju, yoghurt, sayuran hijau, dan ikan berlemak (salmon, sarden). Jika asupan makanan harian dirasa kurang, kamu bisa melengkapinya dengan mengonsumsi suplemen kalsium dan vitamin D secara rutin sesuai dengan aturan pakai.
2. Lakukan Olahraga Beban (Weight-Bearing Exercise)
Tulang bersifat dinamis dan merespons beban yang diberikan kepadanya. Latihan fisik yang memberikan tekanan wajar pada tulang, seperti berjalan cepat, jogging, angkat beban ringan, atau naik-turun tangga, akan merangsang sel-sel pembentuk tulang (osteoblas) untuk bekerja lebih aktif. Hal ini akan meningkatkan kepadatan matriks tulang betis.
3. Gunakan Sepatu yang Tepat
Sebagian besar cedera tulang betis terjadi akibat posisi pergelangan kaki yang salah saat mendarat. Oleh sebab itu, selalu gunakan sepatu olahraga yang tepat dan sesuai dengan aktivitas fisik yang kamu jalani. Sepatu yang memiliki dukungan lengkungan (arch support) dan bantalan yang baik dapat menyerap benturan, sehingga beban pada tungkai bawah dan fungsi tulang betis tidak terganggu.
4. Pemanasan dan Pendinginan yang Cukup
Otot betis yang kaku atau tegang dapat memberikan tarikan yang tidak normal pada tulang betis. Pastikan kamu selalu melakukan sesi pemanasan sebelum berolahraga dan pendinginan setelahnya. Meregangkan otot betis dan tendon achilles dapat mencegah terjadinya robekan otot yang berdampak pada kesehatan tulang.
Studi Mengenai Kesehatan Tulang Kaki
Journal of Orthopaedic Surgery and Research menerbitkan studi di tahun 2019 yang menjelaskan mengenai biomekanika sendi pergelangan kaki dan peran fibula. Studi tersebut menekankan bahwa hilangnya fungsi tulang betis, khususnya pada area sepertiga distal, dapat mengurangi stabilitas sendi pergelangan kaki hingga 30% dan menyebabkan distribusi beban abnormal pada sendi tersebut.
Penelitian ini membuktikan bahwa meskipun kecil, tulang betis memegang peranan krusial dalam pencegahan osteoartritis sekunder pada pergelangan kaki akibat mal-distribusi beban tubuh.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Broken ankle/broken foot – Symptoms and causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Fibula: Anatomy, Function & Fractures.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2024. Anatomy, Bony Pelvis and Lower Limb, Fibula.
OrthoInfo – American Academy of Orthopaedic Surgeons. Diakses pada 2024. Ankle Fractures (Broken Ankle).
FAQ
1. Apakah tulang betis menahan berat badan manusia?
Ya, meskipun sebagian besar berat badan ditahan oleh tulang kering (tibia), tulang betis (fibula) tetap menopang sekitar 10 hingga 15% dari total berat tubuh yang ditransmisikan ke kaki.
2. Apa perbedaan utama antara tulang kering dan tulang betis?
Tulang kering (tibia) berukuran jauh lebih besar, tebal, terletak di sisi dalam (medial) kaki, dan menahan beban utama tubuh. Sebaliknya, tulang betis (fibula) lebih kecil, tipis, terletak di sisi luar (lateral), dan berfungsi utama menstabilkan sendi serta tempat melekatnya otot.
3. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyembuhkan tulang betis yang patah?
Proses penyembuhan tulang betis sangat bervariasi bergantung pada tingkat keparahan patah tulang. Namun, umumnya dibutuhkan waktu sekitar 6 hingga 8 minggu untuk tulang menyatu kembali. Pemulihan penuh dengan terapi fisik bisa memakan waktu berbulan-bulan.
4. Nutrisi apa yang paling penting untuk kesehatan tulang betis?
Kalsium adalah mineral utama penyusun tulang. Namun kalsium saja tidak cukup; tubuh sangat membutuhkan Vitamin D untuk menyerap kalsium dari makanan. Selain itu, protein, magnesium, dan vitamin K juga berperan penting dalam pembentukan sel tulang baru.


