eGFR (estimated Glomerular Filtration Rate) adalah indikator penting yang menunjukkan kesehatan ginjal.

DAFTAR ISI
- Memahami Apa Itu eGFR Rendah
- Tahapan Penurunan Fungsi Ginjal Berdasarkan eGFR
- Penyebab Nilai eGFR Menurun
- Gejala yang Perlu Diwaspadai
- Cara Menjaga dan Meningkatkan Kesehatan Ginjal
- Studi Terkait
- FAQ
Ginjal adalah organ vital yang bekerja tanpa henti untuk menyaring limbah, racun, dan kelebihan cairan dari darah. Untuk mengetahui seberapa baik organ ini menjalankan tugasnya, dunia medis menggunakan parameter yang disebut Estimated Glomerular Filtration Rate atau eGFR. Ketika hasil tes laboratorium menunjukkan angka egfr rendah, hal ini sering kali memicu kekhawatiran karena berkaitan erat dengan penurunan fungsi ginjal.
Mengetahui nilai eGFR bukan hanya sekadar angka di atas kertas hasil laboratorium. Angka ini merupakan indikator kunci yang membantu dokter menentukan stadium penyakit ginjal kronis (PGK) dan merencanakan langkah penanganan yang tepat. Semakin rendah nilai eGFR, berarti semakin sedikit darah yang mampu disaring oleh ginjal setiap menitnya, yang jika dibiarkan dapat berujung pada penumpukan zat beracun di dalam tubuh.
Penting bagi kamu untuk memahami bahwa eGFR rendah tidak selalu berarti gagal ginjal permanen jika dideteksi lebih dini. Perubahan gaya hidup, kontrol penyakit penyerta, dan pemantauan rutin dapat membantu memperlambat kerusakan organ ini. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai apa itu eGFR rendah, mengapa hal itu terjadi, serta langkah medis apa yang perlu kamu ambil.
Nah, mau tahu lebih lanjut tentang cara menjaga fungsi ginjal agar tetap optimal? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini!
Memahami Apa Itu eGFR Rendah
eGFR atau Laju Filtrasi Glomerulus yang Diestimasi adalah tes yang digunakan untuk memeriksa seberapa baik ginjal bekerja. Tes ini mengukur berapa banyak mililiter darah yang disaring oleh glomeruli (filter kecil di ginjal) setiap menitnya. Karena mengukur langsung proses filtrasi sangat sulit, dokter menggunakan rumus matematika yang melibatkan kadar kreatinin dalam darah, usia, jenis kelamin, dan terkadang ras atau ukuran tubuh.
Kreatinin sendiri adalah produk limbah dari pemecahan otot yang seharusnya dibuang oleh ginjal. Jika ginjal mengalami kerusakan, kreatinin akan menumpuk di darah, yang kemudian menyebabkan hasil perhitungan eGFR menurun. Nilai egfr rendah biasanya didefinisikan sebagai angka di bawah 60 mL/min/1.73m² yang bertahan selama tiga bulan atau lebih. Namun, angka di bawah 90 pun terkadang sudah menjadi tanda waspada jika disertai dengan adanya protein dalam urine (albuminuria).
Penurunan nilai ini sangat krusial untuk dipantau. Sebagai perbandingan, nilai eGFR normal pada orang dewasa sehat biasanya berada di angka 90 atau lebih. Seiring bertambahnya usia, fungsi ginjal secara alami akan menurun sedikit demi sedikit, namun penurunan yang drastis atau berada di bawah ambang batas normal memerlukan perhatian medis serius.
Tahapan Penurunan Fungsi Ginjal Berdasarkan eGFR
Dunia medis membagi Penyakit Ginjal Kronis (PGK) ke dalam lima stadium berdasarkan nilai eGFR. Hal ini memudahkan tenaga medis untuk menentukan tingkat keparahan dan intervensi yang dibutuhkan:
- Stadium 1 (eGFR 90 atau lebih): Kerusakan ginjal ringan namun fungsi penyaringan masih normal. Biasanya terdeteksi karena ada protein dalam urine.
- Stadium 2 (eGFR 60-89): Kerusakan ginjal ringan dengan penurunan fungsi penyaringan yang kecil.
- Stadium 3a (eGFR 45-59): Penurunan fungsi ginjal tingkat ringan hingga sedang. Pada tahap ini, risiko komplikasi mulai meningkat.
- Stadium 3b (eGFR 30-44): Penurunan fungsi ginjal tingkat sedang hingga berat.
- Stadium 4 (eGFR 15-29): Penurunan fungsi ginjal yang parah. Kamu harus segera berkonsultasi secara intensif dengan nefrolog (dokter spesialis ginjal).
- Stadium 5 (eGFR kurang dari 15): Gagal ginjal atau tahap akhir. Pada titik ini, ginjal hampir berhenti bekerja dan pasien mungkin memerlukan dialisis (cuci darah) atau transplantasi ginjal.
Jika hasil tes laboratorium kamu menunjukkan indikasi penurunan fungsi ginjal yang signifikan, sangat disarankan untuk segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan rujukan atau interpretasi hasil yang akurat.
Penyebab Nilai eGFR Menurun
Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan seseorang memiliki egfr rendah. Memahami penyebab utamanya adalah kunci dalam mencegah kerusakan lebih lanjut. Berikut adalah beberapa penyebab yang paling umum terjadi di masyarakat Indonesia:
1. Diabetes Melitus
Kadar gula darah yang tinggi secara kronis dapat merusak pembuluh darah kecil di dalam ginjal. Kerusakan ini mengganggu kemampuan ginjal untuk menyaring darah, yang dikenal dengan istilah nefropati diabetik.
2. Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)
Tekanan darah yang tidak terkontrol dapat mengeraskan dan menyempitkan pembuluh darah yang menuju ke ginjal. Akibatnya, aliran darah ke filter ginjal berkurang dan menyebabkan penurunan nilai eGFR secara bertahap.
3. Glomerulonefritis
Ini adalah peradangan pada unit penyaring ginjal (glomeruli). Kondisi ini bisa disebabkan oleh infeksi, penyakit autoimun seperti lupus, atau penyebab lain yang belum diketahui secara pasti.
4. Penyakit Ginjal Polikistik
Kondisi genetik di mana kista tumbuh di dalam ginjal, yang seiring waktu dapat membesar dan merusak jaringan ginjal yang sehat.
5. Penggunaan Obat-obatan Tertentu
Konsumsi obat pereda nyeri golongan NSAID (seperti ibuprofen atau naproxen) dalam jangka panjang dan dosis tinggi dapat memicu kerusakan ginjal. Selain itu, beberapa jenis antibiotik atau zat kontras saat prosedur rontgen juga dapat memengaruhi fungsi ginjal.
Faktor Risiko yang Meningkatkan Kemungkinan eGFR Rendah
- Usia di atas 60 tahun, karena fungsi ginjal menurun secara alami seiring penuaan.
- Riwayat keluarga dengan penyakit ginjal atau gagal ginjal.
- Obesitas yang sering kali berujung pada diabetes dan hipertensi.
- Kebiasaan merokok yang merusak pembuluh darah di seluruh tubuh, termasuk ginjal.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Pada tahap awal (Stadium 1 hingga 3), egfr rendah sering kali tidak menunjukkan gejala yang nyata. Itulah sebabnya penyakit ginjal sering disebut sebagai “silent killer”. Namun, ketika fungsi ginjal terus menurun, tubuh akan mulai memberikan sinyal peringatan:
- Perubahan Urine: Urine mungkin menjadi berbusa (tanda adanya protein), berwarna lebih gelap, atau frekuensi buang air kecil meningkat/menurun terutama di malam hari.
- Edema (Pembengkakan): Penumpukan cairan karena ginjal tidak mampu membuang natrium dan air, sering terlihat di pergelangan kaki, kaki, atau area sekitar mata.
- Kelelahan Ekstrem: Ginjal memproduksi hormon eritropoietin yang membantu pembentukan sel darah merah. Jika ginjal bermasalah, produksi ini terganggu dan memicu anemia yang membuatmu mudah lelah.
- Sesak Napas: Cairan yang menumpuk bisa masuk ke paru-paru, atau anemia dapat membuat jantung bekerja lebih keras.
- Gatal-gatal pada Kulit: Penumpukan limbah dan mineral (seperti fosfor) dalam darah dapat menyebabkan rasa gatal yang hebat.
Jika kamu mengalami gejala-gejala di atas, sangat penting untuk melakukan pengecekan medis. Untuk kebutuhan kesehatan umum atau vitamin pendukung, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah dengan mudah.
Cara Menjaga dan Meningkatkan Kesehatan Ginjal
Meskipun jaringan ginjal yang sudah rusak parah sulit untuk kembali seperti semula, kamu bisa melakukan banyak hal untuk menjaga fungsi ginjal yang tersisa agar angka eGFR tidak terus merosot. Berikut adalah langkah-langkah preventif dan kuratif yang bisa dilakukan:
1. Kontrol Gula Darah dan Tekanan Darah
Ini adalah langkah terpenting. Pastikan tekanan darahmu berada di bawah 130/80 mmHg (atau sesuai anjuran dokter) dan kadar HbA1c untuk penderita diabetes terkendali dengan baik.
2. Diet Ramah Ginjal
Kurangi asupan garam (natrium) karena dapat meningkatkan tekanan darah dan membebani ginjal. Batasi juga asupan protein hewani berlebih jika dokter menyarankan, serta perhatikan asupan kalium dan fosfor dari makanan.
3. Tetap Terhidrasi, Tapi Jangan Berlebihan
Minum air putih yang cukup membantu ginjal membuang racun. Namun, jika kamu sudah berada di stadium lanjut dengan gejala bengkak, dokter mungkin akan membatasi asupan cairanmu.
4. Berhenti Merokok dan Hindari Alkohol
Merokok memperlambat aliran darah ke organ-organ penting dan dapat memperburuk masalah ginjal yang sudah ada.
5. Olahraga Teratur
Aktivitas fisik membantu menjaga berat badan ideal dan menurunkan tekanan darah secara alami, yang secara tidak langsung melindungi ginjalmu.
Studi Mengenai eGFR dan Kesehatan Ginjal
The Lancet menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa pemantauan eGFR secara berkala merupakan strategi paling efektif dalam menurunkan angka kematian akibat komplikasi kardiovaskular pada pasien penyakit ginjal kronis.
Studi tersebut menemukan bahwa penurunan eGFR yang stabil, meskipun dalam jumlah kecil setiap tahunnya, berkaitan erat dengan peningkatan risiko serangan jantung dan stroke. Hal ini menekankan bahwa masalah ginjal bukan hanya masalah sistem kemih, melainkan masalah kesehatan sistemik yang memengaruhi seluruh tubuh.
Kapan Harus Menghubungi Spesialis?
Banyak orang bingung kapan waktu yang tepat untuk beralih dari dokter umum ke spesialis nefrologi. Berikut adalah panduannya:
1. Nilai eGFR di Bawah 30
Jika nilai penyaringanmu sudah masuk ke angka 30 atau kurang, penanganan intensif oleh spesialis mutlak diperlukan untuk mencegah gagal ginjal total.
2. Albuminuria Persisten
Jika tes urine menunjukkan kadar protein (albumin) yang tinggi terus-menerus, meskipun nilai eGFR masih di atas 60, ini menandakan kerusakan struktur ginjal yang harus segera ditangani.
3. Penyebab Tidak Diketahui
Jika eGFR menurun tanpa adanya riwayat diabetes atau hipertensi, nefrolog akan melakukan biopsi atau tes imunologi untuk mencari penyebab tersembunyi.
Jangan menunda pemeriksaan jika kamu merasa ada yang salah dengan tubuhmu. Deteksi dini adalah perlindungan terbaik bagi ginjal kamu.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan kesehatan seperti perubahan pola buang air kecil atau bengkak pada tubuh, tapi bingung harus konsultasi ke mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
National Kidney Foundation. Diakses pada 2026. Estimated Glomerular Filtration Rate (eGFR).
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Chronic kidney disease – Symptoms and causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. GFR (Glomerular Filtration Rate) Test.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Kenali Gejala Penyakit Ginjal Kronis.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Kidney Health for Everyone Everywhere.
FAQ
1. Apakah egfr rendah bisa kembali normal?
Jika penurunan disebabkan oleh kondisi akut seperti dehidrasi atau efek samping obat sementara, nilai eGFR bisa kembali normal setelah penyebabnya diatasi. Namun, pada penyakit ginjal kronis, tujuannya adalah menjaga agar tidak semakin memburuk.
2. Apa makanan yang harus dihindari jika eGFR rendah?
Hindari makanan tinggi natrium (makanan kaleng, MSG), batasi asupan protein hewani berlebih, dan hindari makanan olahan yang mengandung aditif fosfor tinggi.
3. Berapa nilai eGFR yang dianggap bahaya?
Nilai eGFR di bawah 60 selama lebih dari 3 bulan menunjukkan penyakit ginjal kronis, sedangkan nilai di bawah 15 menandakan gagal ginjal stadium akhir yang memerlukan tindakan medis segera.
4. Apakah olahraga berat memengaruhi hasil eGFR?
Ya, olahraga yang sangat berat atau konsumsi suplemen kreatin sebelum tes darah dapat meningkatkan kadar kreatinin darah secara sementara, yang membuat hasil perhitungan eGFR terlihat lebih rendah dari yang sebenarnya.



