Ad Placeholder Image

Eksim Basah vs Psoriasis: Beda Gejala dan Diagnosisnya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   06 Mei 2026

Kenali Eksim Basah vs Psoriasis Perbedaan Gejala Diagnosis

Eksim Basah vs Psoriasis: Beda Gejala dan DiagnosisnyaEksim Basah vs Psoriasis: Beda Gejala dan Diagnosisnya

Eksim basah (dermatitis atopik) dan psoriasis adalah dua kondisi kulit kronis yang sering disalahartikan karena gejala yang serupa, namun memiliki perbedaan mendasar dalam penyebab, karakteristik lesi, dan pendekatan pengobatan. Kedua kondisi ini memengaruhi jutaan orang di seluruh dunia dan dapat berdampak signifikan pada kualitas hidup penderita. Memahami perbedaan antara eksim basah dan psoriasis penting untuk mendapatkan diagnosis yang akurat serta penanganan yang tepat.

Apa itu Eksim Basah dan Psoriasis?

Eksim basah (dermatitis atopik) dan psoriasis merupakan kondisi peradangan kulit kronis yang menyebabkan kulit kering, gatal, dan meradang. Meskipun memiliki beberapa kemiripan, kedua kondisi ini berakar pada mekanisme patologis yang berbeda. Eksim basah umumnya lebih sering terjadi pada anak-anak, sementara psoriasis dapat muncul pada usia berapa pun.

Eksim basah ditandai dengan kulit yang sangat gatal, kering, dan seringkali pecah-pecah, yang dapat memburuk akibat garukan. Psoriasis, di sisi lain, ditandai dengan bercak merah tebal yang ditutupi oleh sisik keperakan yang mengelupas.

Apa itu Eksim Basah?

Eksim basah, atau dermatitis atopik, adalah bentuk eksim yang paling umum, sering dimulai pada masa bayi. Kondisi ini ditandai dengan kulit yang sangat kering, gatal, kemerahan, dan kadang-kadang melepuh atau mengeluarkan cairan bening. Eksim basah bersifat kronis dan dapat kambuh sewaktu-waktu.

Apa itu Psoriasis?

Psoriasis adalah penyakit autoimun kronis yang menyebabkan sel-sel kulit tumbuh terlalu cepat. Akumulasi sel kulit ini membentuk bercak tebal, bersisik, merah, dan gatal yang dapat terasa sakit. Psoriasis dapat menyerang area kulit mana pun, termasuk kuku dan sendi.

Perbedaan Gejala Eksim Basah dan Psoriasis

Meskipun keduanya menyebabkan gatal dan peradangan kulit, pola gejala eksim basah dan psoriasis memiliki perbedaan signifikan. Memperhatikan karakteristik lesi dan lokasi kemunculannya dapat membantu membedakan kedua kondisi ini secara klinis. Eksim basah seringkali disertai rasa gatal yang hebat, sedangkan psoriasis cenderung lebih bersisik dan tebal.

Gejala Eksim Basah

Gejala eksim basah meliputi kulit kering yang parah, rasa gatal intens yang bisa sangat mengganggu, terutama di malam hari. Kulit yang terkena seringkali menjadi merah, meradang, pecah-pecah, dan dapat mengeluarkan cairan bening.

  • Bercak merah atau cokelat keabu-abuan.
  • Kulit gatal, terutama di malam hari.
  • Kulit kering, bersisik, atau menebal.
  • Benjolan kecil yang dapat mengeluarkan cairan saat digaruk.
  • Lokasi umum: lipatan siku, belakang lutut, leher, pergelangan tangan, pergelangan kaki, dan wajah (terutama pada bayi).

Gejala Psoriasis

Psoriasis ditandai dengan bercak kulit yang tebal, merah, dan ditutupi sisik keperakan yang mudah mengelupas. Bercak ini dapat terasa gatal atau nyeri, dan terkadang dapat berdarah jika digaruk.

  • Bercak merah pada kulit yang ditutupi sisik perak tebal.
  • Kulit kering dan pecah-pecah yang dapat berdarah.
  • Gatal, rasa terbakar, atau nyeri.
  • Kuku menebal, berlubang, atau berubah warna.
  • Sendi bengkak dan kaku (psoriasis artritis).
  • Lokasi umum: siku, lutut, kulit kepala, punggung bawah, dan telapak tangan/kaki.

Perbedaan Penyebab Eksim Basah dan Psoriasis

Penyebab eksim basah dan psoriasis berbeda secara fundamental, meskipun keduanya memiliki komponen genetik. Eksim basah lebih terkait dengan gangguan fungsi barier kulit dan respons alergi, sementara psoriasis adalah penyakit autoimun. Faktor pemicu lingkungan juga memainkan peran penting dalam memicu kekambuhan kedua kondisi ini.

Penyebab Eksim Basah

Eksim basah disebabkan oleh kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Kelainan pada gen filaggrin dapat mengganggu barier kulit, membuatnya lebih rentan terhadap iritan dan alergen. Sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif juga berkontribusi pada peradangan.

  • Riwayat keluarga dengan eksim, asma, atau alergi (faktor genetik).
  • Kulit kering yang tidak mampu mempertahankan kelembapan.
  • Paparan iritan seperti sabun keras, deterjen, atau kain tertentu.
  • Alergen seperti tungau debu, serbuk sari, atau makanan tertentu.
  • Stres dan perubahan hormonal.

Penyebab Psoriasis

Psoriasis adalah penyakit autoimun di mana sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang sel-sel kulit yang sehat. Ini menyebabkan sel kulit tumbuh terlalu cepat, menumpuk di permukaan kulit, dan membentuk lesi khas psoriasis. Faktor genetik sangat berperan, dengan riwayat keluarga sering ditemukan pada penderita.

  • Sistem kekebalan tubuh yang menyerang sel kulit sehat (penyakit autoimun).
  • Riwayat keluarga dengan psoriasis (faktor genetik yang kuat).
  • Pemicu seperti infeksi (misalnya strep throat), cedera kulit, stres, merokok, konsumsi alkohol, dan obat-obatan tertentu.

Bagaimana Diagnosis Eksim Basah dan Psoriasis Dilakukan?

Diagnosis eksim basah dan psoriasis umumnya didasarkan pada pemeriksaan fisik oleh dokter spesialis kulit. Dokter akan mengamati karakteristik ruam, lokasinya, dan riwayat kesehatan pasien, termasuk riwayat keluarga. Dalam beberapa kasus, biopsi kulit mungkin diperlukan untuk memastikan diagnosis, terutama jika gejalanya tidak jelas.

Untuk eksim basah, dokter akan mencari tanda-tanda kulit kering, gatal, dan pecah-pecah, serta memeriksa pola distribusi lesi yang khas. Pada psoriasis, dokter akan mengidentifikasi bercak merah tebal dengan sisik keperakan. Biopsi kulit membantu membedakan kedua kondisi ini dengan menganalisis sel-sel kulit di bawah mikroskop, melihat pola peradangan yang berbeda.

Pilihan Pengobatan untuk Eksim Basah dan Psoriasis

Pengobatan eksim basah dan psoriasis bertujuan untuk mengelola gejala, mengurangi peradangan, dan mencegah kekambuhan. Pendekatan pengobatan disesuaikan dengan tingkat keparahan kondisi dan respons individu terhadap terapi. Kedua kondisi ini memerlukan penanganan jangka panjang karena bersifat kronis.

Pengobatan Eksim Basah

Pengobatan eksim basah berfokus pada hidrasi kulit, mengurangi gatal, dan mengontrol peradangan. Penggunaan pelembap secara rutin sangat penting untuk menjaga barier kulit. Obat-obatan topikal juga sering digunakan.

  • Kortikosteroid topikal untuk mengurangi peradangan dan gatal.
  • Penghambat kalsineurin topikal untuk membantu mengendalikan respons imun kulit.
  • Antihistamin oral untuk mengurangi gatal dan membantu tidur.
  • Terapi cahaya (fototerapi) untuk kasus yang lebih parah.
  • Obat imunosupresan atau biologis untuk eksim yang parah dan tidak merespons pengobatan lain.

Pengobatan Psoriasis

Pengobatan psoriasis bertujuan untuk memperlambat pertumbuhan sel kulit dan mengurangi peradangan. Pilihan terapi bervariasi mulai dari topikal hingga sistemik, tergantung jenis dan tingkat keparahan psoriasis.

  • Kortikosteroid topikal untuk mengurangi peradangan dan gatal.
  • Vitamin D analog (seperti calcipotriene) untuk memperlambat pertumbuhan sel kulit.
  • Retinoid topikal atau oral untuk mengurangi peradangan dan pensisikan.
  • Terapi cahaya (fototerapi) dengan UVB atau PUVA.
  • Obat sistemik seperti methotrexate, cyclosporine, atau biologis untuk psoriasis sedang hingga parah.

Pencegahan dan Perawatan Kulit

Pencegahan kekambuhan eksim basah dan psoriasis sangat bergantung pada perawatan kulit yang konsisten dan menghindari pemicu. Menjaga kelembapan kulit adalah langkah krusial untuk kedua kondisi ini. Mengidentifikasi dan menghindari pemicu pribadi dapat secara signifikan mengurangi frekuensi dan keparahan wabah.

Untuk membantu menjaga kelembapan dan memperbaiki skin barrier pada kulit yang rentan mengalami dermatitis atopik dan kondisi kulit kering, penggunaan pelembap seperti Cetaphil Pro AD Derma dapat menjadi pilihan perawatan yang tersedia di Halodoc. Pelembap ini dirancang khusus untuk kulit sensitif dan rentan eksim, membantu meredakan gatal dan menenangkan kulit yang teriritasi. Selain itu, mandi dengan air hangat (bukan panas), menggunakan sabun lembut, dan mengeringkan kulit dengan menepuk-nepuk tanpa menggosok juga sangat dianjurkan.

Kesimpulan

Eksim basah dan psoriasis adalah dua kondisi kulit kronis dengan gejala yang tumpang tindih namun penyebab dan karakteristik yang berbeda. Diagnosis yang akurat dari dokter spesialis kulit sangat penting untuk menentukan rencana pengobatan yang paling efektif. Perawatan kulit yang tepat, termasuk penggunaan pelembap khusus, serta menghindari pemicu, adalah kunci dalam mengelola kedua kondisi ini secara jangka panjang. Konsultasi dengan dokter di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.