Advertisement

ERCP: Prosedur Medis, Tujuan, dan Risiko

6 menit
Ditinjau oleh  dr. Fauzan Azhari SpPD   27 Agustus 2025

ERCP membantu dokter mendiagnosis dan mengatasi gangguan saluran empedu dan pankreas dengan teknik endoskopi dan sinar-X.

ERCP: Prosedur Medis, Tujuan, dan RisikoERCP: Prosedur Medis, Tujuan, dan Risiko

Daftar Isi:

  1. Apa itu ERCP?
  2. Tujuan ERCP
  3. Kondisi Medis yang Membutuhkan ERCP
  4. Persiapan Sebelum ERCP
  5. Bagaimana Prosedur ERCP Dilakukan?
  6. Risiko dan Komplikasi ERCP
  7. Perawatan Setelah ERCP
  8. ERCP vs. Prosedur Pencitraan Lainnya
  9. Kapan Harus ke Dokter?
  10. Kesimpulan

Masalah pada saluran empedu dan pankreas sering kali memerlukan pemeriksaan yang akurat untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Salah satu prosedur yang banyak digunakan dokter adalah Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography (ERCP).

Prosedur ini memadukan teknik endoskopi dan pencitraan sinar-X untuk tidak hanya melihat kondisi saluran tersebut, tetapi juga melakukan tindakan medis seperti mengangkat batu empedu atau memasang stent.

Dengan kombinasi fungsi diagnostik dan terapeutik, ERCP menjadi salah satu pilihan penting dalam bidang gastroenterologi modern.

Apa itu ERCP?

Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography atau ERCP adalah prosedur medis yang menggabungkan endoskopi dan radiografi untuk mendiagnosis dan mengobati masalah pada saluran empedu dan pankreas.

ERCP memungkinkan dokter untuk melihat organ-organ ini tanpa memerlukan pembedahan besar. Prosedur ini menggunakan endoskop, yaitu tabung fleksibel yang dilengkapi dengan kamera dan sumber cahaya.

Alat ini dimasukkan melalui mulut, kerongkongan, dan lambung hingga mencapai duodenum (bagian pertama usus kecil) tempat saluran empedu dan pankreas bermuara.

Selama ERCP, dokter dapat memasukkan alat khusus melalui endoskop untuk melakukan tindakan seperti mengangkat batu empedu, memperlebar saluran yang menyempit, atau mengambil sampel biopsi. ERCP adalah alat diagnostik dan terapeutik yang berharga dalam gastroenterologi.

Tujuan ERCP

ERCP adalah tindakan yang memiliki beberapa tujuan utama, termasuk:

  • Mendiagnosis penyebab nyeri perut atau penyakit kuning (jaundice).
  • Mengidentifikasi dan mengangkat batu empedu di saluran empedu.
  • Mengatasi penyempitan atau penyumbatan pada saluran empedu atau pankreas.
  • Mengambil sampel biopsi dari jaringan abnormal.
  • Memasang stent (tabung kecil) untuk menjaga saluran tetap terbuka.

Kondisi Medis yang Membutuhkan ERCP

ERCP sering direkomendasikan untuk kondisi medis berikut:

  • Batu empedu di saluran empedu (koledokolitiasis): Batu empedu dapat menyumbat saluran empedu dan menyebabkan nyeri, infeksi, atau pankreatitis.
  • Penyempitan saluran empedu (striktur): Striktur dapat disebabkan oleh peradangan, jaringan parut, atau tumor.
  • Tumor saluran empedu atau pankreas: ERCP dapat membantu mendiagnosis dan menentukan stadium tumor.
  • Pankreatitis kronis: ERCP dapat digunakan untuk mengatasi komplikasi pankreatitis kronis, seperti penyempitan saluran pankreas atau pseudokista.
  • Kebocoran empedu setelah operasi: ERCP dapat membantu menutup kebocoran dan mencegah komplikasi lebih lanjut.

Persiapan Sebelum ERCP

Persiapan yang tepat sangat penting untuk memastikan prosedur ERCP berjalan lancar dan aman. Berikut adalah beberapa langkah persiapan umum:

  1. Konsultasi dengan dokter: Diskusikan riwayat kesehatan, alergi, dan obat-obatan yang sedang dikonsumsi dengan dokter.
  2. Puasa: Biasanya, pasien diminta untuk berpuasa selama 6-8 jam sebelum prosedur untuk memastikan perut kosong.
  3. Penghentian obat-obatan tertentu: Dokter mungkin meminta pasien untuk menghentikan sementara penggunaan obat-obatan tertentu, seperti pengencer darah, sebelum ERCP.
  4. Pemeriksaan laboratorium: Pemeriksaan darah dan tes lainnya mungkin diperlukan untuk menilai fungsi hati dan ginjal.

Bagaimana Prosedur ERCP Dilakukan?

Prosedur ERCP biasanya dilakukan di rumah sakit atau pusat endoskopi. Berikut adalah langkah-langkah umum yang terlibat:

  1. Anestesi: Pasien akan diberikan sedasi atau anestesi umum untuk mengurangi ketidaknyamanan dan memastikan relaksasi selama prosedur.
  2. Posisi pasien: Pasien akan berbaring telentang atau miring di meja pemeriksaan.
  3. Pemasukan endoskop: Dokter akan memasukkan endoskop melalui mulut, kerongkongan, dan lambung hingga mencapai duodenum.
  4. Identifikasi saluran: Dokter akan mengidentifikasi muara saluran empedu dan pankreas di duodenum.
  5. Penyuntikan zat kontras: Zat kontras akan disuntikkan ke dalam saluran melalui endoskop untuk membuat saluran lebih jelas terlihat pada gambar sinar-X.
  6. Pemeriksaan radiografi: Gambar sinar-X akan diambil untuk memvisualisasikan saluran empedu dan pankreas.
  7. Tindakan terapeutik (jika diperlukan): Jika ditemukan masalah, dokter dapat melakukan tindakan seperti mengangkat batu empedu, memperlebar saluran, atau mengambil sampel biopsi.
  8. Pengangkatan endoskop: Setelah prosedur selesai, endoskop akan dikeluarkan dengan hati-hati.

Risiko dan Komplikasi ERCP

Seperti semua prosedur medis, ERCP memiliki risiko komplikasi. Komplikasi yang mungkin terjadi meliputi:

  • Pankreatitis: Peradangan pankreas adalah komplikasi paling umum setelah ERCP.
  • Perdarahan: Perdarahan dapat terjadi jika tindakan terapeutik dilakukan, seperti pengangkatan batu empedu atau biopsi.
  • Infeksi: Infeksi dapat terjadi jika bakteri masuk ke dalam saluran empedu atau pankreas selama prosedur.
  • Perforasi: Jarang terjadi, tetapi endoskop dapat menyebabkan perforasi (lubang) pada saluran pencernaan.
  • Reaksi alergi terhadap zat kontras: Beberapa pasien mungkin mengalami reaksi alergi terhadap zat kontras yang digunakan selama ERCP.

Pahami lebih dalam soal Pankreatitis Akut – Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya di sini.

Perawatan Setelah ERCP

Setelah ERCP, pasien akan diobservasi di rumah sakit atau pusat endoskopi selama beberapa jam. Instruksi perawatan setelah ERCP meliputi:

  • Pantau gejala: Perhatikan tanda-tanda komplikasi, seperti nyeri perut yang parah, demam, atau perdarahan.
  • Diet: Mulailah dengan makanan cair dan secara bertahap kembali ke diet normal sesuai toleransi.
  • Obat-obatan: Ikuti instruksi dokter mengenai obat-obatan, seperti pereda nyeri atau antibiotik.
  • Istirahat: Hindari aktivitas berat selama beberapa hari setelah prosedur.
  • Konsultasi tindak lanjut: Jadwalkan konsultasi tindak lanjut dengan dokter untuk membahas hasil ERCP dan rencana perawatan lebih lanjut.

Ketahui informasi lain tentang Endoskopi – Tujuan, Jenis, Prosedur & Efek Sampingnya berikut ini.

ERCP vs. Prosedur Pencitraan Lainnya

Selain ERCP, ada beberapa prosedur pencitraan lain yang dapat digunakan untuk mendiagnosis masalah pada saluran empedu dan pankreas, termasuk:

  • USG perut: USG menggunakan gelombang suara untuk membuat gambar organ-organ di perut.
  • CT scan: CT scan menggunakan sinar-X untuk membuat gambar detail organ-organ di perut.
  • MRI: MRI menggunakan medan magnet dan gelombang radio untuk membuat gambar organ-organ di perut.
  • MRCP (Magnetic Resonance Cholangiopancreatography): MRCP adalah jenis MRI khusus yang digunakan untuk memvisualisasikan saluran empedu dan pankreas.

Ketahui lebih lanjut tentang CT Scan – Tujuan, Prosedur, Efek Samping & Informasi Lengkapnya di sini.

ERCP berbeda dari prosedur pencitraan lainnya karena memungkinkan dokter untuk melakukan tindakan terapeutik selain hanya mendiagnosis masalah.

Misalnya, ERCP dapat digunakan untuk mengangkat batu empedu atau memasang stent, sementara prosedur pencitraan lainnya hanya dapat memberikan informasi visual.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera cari pertolongan medis jika mengalami gejala-gejala berikut setelah ERCP:

  • Nyeri perut yang parah dan tidak mereda dengan obat pereda nyeri.
  • Demam tinggi (lebih dari 38°C).
  • Menggigil.
  • Mual dan muntah yang terus-menerus.
  • Perdarahan dari rektum atau tinja berwarna hitam seperti ter.
  • Kulit atau mata berwarna kuning (jaundice).

Gejala-gejala ini dapat mengindikasikan komplikasi serius yang memerlukan perawatan medis segera. kamu dapat berkonsultasi dengan dokter di Halodoc untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Kesimpulan

ERCP adalah prosedur penting untuk mendiagnosis dan mengobati masalah pada saluran empedu dan pankreas.

Prosedur ini menggabungkan endoskopi dan radiografi untuk memberikan visualisasi yang detail dan memungkinkan tindakan terapeutik.

Meskipun ERCP memiliki risiko komplikasi, manfaatnya seringkali lebih besar daripada risikonya, terutama dalam kasus batu empedu, penyempitan saluran, atau tumor.

Jika kamu mengalami gejala yang mungkin memerlukan ERCP, hubungi dokter spesialis penyakit dalam di Halodoc untuk membahas pilihan terbaik untuk kamu.

Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:

Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan obat atau produk kesehatan lainnya yang kamu butuhkan di Toko Kesehatan Halodoc.

Produknya 100% asli original dan tepercaya. Tak perlu keluar rumah, produk diantar dalam waktu 1 jam.

Yuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2025. ERCP Procedure for Digestive Diseases: Benefits and Risks.
WebMD. Diakses pada 2025. Digestive Diseases and ERCP Testing.