• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Fakta-fakta soal Speech Delay yang Perlu Diketahui
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Fakta-fakta soal Speech Delay yang Perlu Diketahui

Fakta-fakta soal Speech Delay yang Perlu Diketahui

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 01 Desember 2022

“Terdapat beberapa fakta yang perlu diketahui terkait speech delay pada anak. Mulai dari dapat disebabkan oleh masalah mulut, hingga sulit didiagnosis.”

Fakta-fakta soal Speech Delay yang Perlu DiketahuiFakta-fakta soal Speech Delay yang Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta – Speech delay merupakan kondisi yang diartikan sebagai keterlambatan kemampuan berbicara dan bahasa yang tak sesuai dengan usia anak. Sebagai gambaran umum, anak usia dua tahun biasanya dapat mengucapkan sekitar 50 kata dan berbicara dalam kalimat dua atau tiga kata.mSementara itu, kosakata anak berusia tiga tahun dapat meningkat menjadi sekitar 1.000 kata, dan dapat berbicara dalam kalimat tiga dan empat kata. Jika anak belum dapat melakukannya, Si Kecil mungkin mengalami keterlambatan bicara atau speech delay

Kondisi ini tentunya tidak dapat disepelekan, karena dapat membuat anak tidak mampu menyampaikan pikirannya akibat keterbatasan bahasa dan pemahaman yang dimilikinya. Nah, untuk meningkatkan kesadaran terkait speech delay, sebaiknya ketahuilah beberapa fakta mengenai kondisi ini. 

Fakta soal Speech Delay yang Perlu Diketahui 

Berikut adalah beberapa fakta yang perlu diketahui terkait speech delay pada anak: 

1. Dapat disebabkan oleh masalah pada mulut

Kurangnya stimulasi bahasa dari orang tua juga dapat menjadi faktor penyumbang terhambatnya perkembangan bahasa anak. Namun, keterlambatan bicara juga dapat mengindikasikan adanya masalah pada mulut, lidah, atau langit-langit mulut anak. Sebab, ada kondisi yang disebut ankyloglossia, di mana lidah terhubung ke dasar mulut. Hal ini dapat mempersulit pembuatan suara tertentu, khususnya huruf D, L, R, S, T, dan huruf Z. Selain dapat memicu terjadinya speech delay, ankyloglossia juga diketahui dapat mempersulit bayi atau balita untuk menyusui. 

2. Pentingnya stimulasi dari orang tua 

Fakta selanjutnya dari speech delay yang perlu diketahui adalah pentingnya stimulasi dari orang tua. Sebab, pengabaian atau kurangnya stimulasi verbal merupakan salah satu faktor utama yang dapat memicu terjadinya speech delay. Karena itu, penting bagi orang tua untuk mendorong anak agar dapat berbicara, melalui beberapa hal, antara lain: 

  • Bicaralah langsung dengan anak, meskipun hanya untuk menceritakan apa yang dilakukan.
  • Gunakan gerakan dan arahkan ke objek saat ibu mengucapkan kata yang sesuai. Ibu juga dapat melakukan ini dengan bagian tubuh, orang, mainan, warna, atau hal-hal yang ada di sekitar. 
  • Membacakan buku cerita untuk anak, atau cobalah menyanyikan lagu sederhana yang mudah diulangi. 
  • Berikan perhatian penuh saat berbicara dengan anak, dan pastikan untuk Bersabar ketika anak mencoba untuk berbicara.
  • Ketika seseorang mengajukan pertanyaan kepada mereka, jangan jawab untuk anak, tapi pancinglah anak agar menjawab pertanyaan yang ditujukan.

3. Speech delay sulit didiagnosis

Karena perkembangan balita berbeda-beda, membedakan antara keterlambatan dan gangguan bicara atau bahasa bisa menjadi tantangan. Antara 10 dan 20 persen anak usia dua tahun terlambat mengembangkan bahasa, dan anak laki-laki tiga kali lebih mungkin termasuk dalam kelompok ini. Sebagian besar sebenarnya tidak memiliki gangguan bicara atau bahasa dan mulai berkembang pada usia tiga tahun. 

Karena itu, diagnosis akan dilakukan oleh dokter anak dengan cara mengajukan pertanyaan tentang kemampuan bicara dan bahasa anak. Selain itu, dokter juga akan memeriksa tonggak perkembangan dan perilaku lainnya.

Kemudian, dokter akan memeriksa mulut, langit-langit, dan lidah, sekaligus pendengaran anak. Meskipun jika anak tampak responsif terhadap suara, mungkin ada gangguan pendengaran yang membuat kata-kata terdengar kacau.

Itulah beberapa fakta mengenai speech delay yang perlu diketahui, khususnya bagi orang tua. Mulai dari dapat disebabkan oleh masalah mulut, hingga sulit didiagnosis. Nah, jika anak terlihat belum bisa berbicara padahal sudah memasuki usia 2 atau 3 tahun, segeralah periksakan kondisinya. Sebab, speech delay perlu ditangani dengan baik agar perkembangan anak tidak terhambat. 

Nah, melalui aplikasi Halodoc, ibu bisa membuat janji temu dokter di rumah sakit untuk memeriksakan kondisi anak. Tentunya tanpa perlu mengantre atau menunggu lama. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga! 

Referensi: 

Healthline. Diakses pada 2022. Does My Toddler Have a Speech Delay?
Kids Health. Diakses pada 2022. Delayed Speech or Language Development.