Ad Placeholder Image

Fakta Gula dalam Singkong: Aman Bagi Kadar Gula Darah?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   17 Juni 2026

Singkong Mengandung Gula? Pahami Fakta Karbohidratnya!

Fakta Gula dalam Singkong: Aman Bagi Kadar Gula Darah?Fakta Gula dalam Singkong: Aman Bagi Kadar Gula Darah?

DAFTAR ISI


Singkong atau ubi kayu (Manihot esculenta) merupakan salah satu sumber karbohidrat utama bagi masyarakat Indonesia. Sebagai makanan pokok alternatif selain nasi, singkong sering dianggap lebih mengenyangkan karena kandungan seratnya. Namun, bagi kamu yang sedang memperhatikan kesehatan metabolisme, pertanyaan mengenai kadar gula singkong sering kali muncul. Apakah singkong benar-benar aman dikonsumsi setiap hari, terutama bagi pengidap diabetes?

Memahami profil nutrisi singkong sangat penting untuk mengontrol kadar glukosa dalam darah. Meskipun secara alami singkong tidak mengandung gula sederhana sebanyak buah-buahan, kandungan karbohidrat kompleksnya akan dipecah menjadi glukosa di dalam tubuh. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui bagaimana tubuh memproses makanan ini dan apa pengaruhnya terhadap insulin.

Dalam artikel ini, kita akan membedah secara mendalam mengenai kadar gula singkong, indeks glikemiknya, serta bagaimana cara mengonsumsinya secara bijak. Dengan pemahaman farmakologi gizi yang tepat, kamu bisa tetap menikmati singkong tanpa rasa khawatir akan lonjakan gula darah yang drastis.

Nah, mau tahu bagaimana fakta sebenarnya mengenai kadar gula singkong bagi kesehatanmu? Berikut ulasannya!

Memahami Kadar Gula Singkong dan Karbohidratnya

Secara alami, kadar gula singkong mentah sebenarnya tergolong rendah jika kita berbicara tentang gula sederhana (sukrosa, glukosa, dan fruktosa). Sebagian besar kandungan dalam singkong adalah pati, yaitu karbohidrat kompleks. Dalam 100 gram singkong putih yang direbus, terkandung sekitar 38-40 gram karbohidrat, di mana kandungan gulanya hanya berkisar antara 1,7 hingga 2 gram saja.

Namun, yang perlu kamu perhatikan bukan hanya angka gulanya saja, melainkan total beban glikemik dari karbohidrat tersebut. Saat masuk ke saluran pencernaan, enzim amilase akan memecah pati singkong menjadi molekul gula sederhana agar bisa diserap ke dalam aliran darah. Jika kamu mengonsumsi singkong dalam jumlah berlebihan, jumlah glukosa yang masuk ke pembuluh darah juga akan meningkat, yang memicu pankreas untuk memproduksi lebih banyak insulin.

Kandungan Nutrisi Utama Singkong (per 100g)
  1. Kalori: 160 kkal – Memberikan energi yang tahan lama.
  2. Serat: 1,8 gram – Membantu memperlambat penyerapan glukosa.
  3. Vitamin C: Memenuhi sekitar 20% kebutuhan harian untuk imunitas.
  4. Kalium: Menjaga tekanan darah dan fungsi jantung.

Indeks Glikemik Singkong: Apakah Aman untuk Diabetes?

Indeks Glikemik (IG) adalah skala yang menunjukkan seberapa cepat suatu makanan meningkatkan kadar gula darah. Makanan dengan IG rendah (di bawah 55) lebih disarankan untuk penderita diabetes. Singkong memiliki variasi nilai IG yang sangat bergantung pada jenis dan cara pengolahannya. Secara umum, singkong rebus memiliki nilai IG sekitar 46 hingga 60, yang masuk dalam kategori rendah hingga sedang.

Angka ini jauh lebih baik dibandingkan nasi putih yang memiliki nilai IG di atas 70 (kategori tinggi). Namun, nilai IG singkong bisa melonjak drastis jika diolah dengan cara yang salah, misalnya digoreng dengan tepung atau dijadikan keripik yang mengandung tambahan pemanis. Bagi kamu yang memiliki riwayat gula darah tinggi, memantau porsi singkong sangatlah krusial agar tidak melampaui batas kalori harian.

Manfaat Pati Resisten dalam Singkong

Salah satu keunggulan singkong dibandingkan sumber karbohidrat lain adalah kandungan pati resistennya (resistant starch). Pati resisten adalah jenis karbohidrat yang tidak dapat dicerna di usus halus dan langsung menuju ke usus besar. Di sana, pati ini berfungsi sebagai prebiotik untuk bakteri baik.

Dari sisi metabolisme gula darah, pati resisten berperan penting dalam meningkatkan sensitivitas insulin. Artinya, tubuh menjadi lebih efektif dalam menggunakan hormon insulin untuk memindahkan gula dari darah ke dalam sel. Hal ini sangat menguntungkan untuk mencegah resistensi insulin yang menjadi akar penyebab diabetes tipe 2. Kadar gula singkong yang dibarengi dengan pati resisten ini menjadikannya pilihan karbohidrat yang lebih “cerdas” jika dikelola dengan benar.

Cara Mengolah Singkong agar Gula Darah Tetap Stabil

Cara kamu mengolah singkong akan menentukan apakah kadar gula singkong tersebut memberikan manfaat atau justru menjadi beban bagi tubuh. Berikut adalah beberapa tips medis untuk mengolah singkong:

  • Pilih Teknik Merebus atau Mengukus: Merebus singkong mempertahankan serat dan menjaga nilai IG tetap dalam rentang rendah-sedang.
  • Hindari Menggoreng: Menggoreng singkong tidak hanya menambah asupan lemak trans, tetapi juga merusak struktur pati yang bisa meningkatkan kecepatan penyerapan glukosa.
  • Proses Pendinginan: Tahukah kamu bahwa mendiamkan singkong rebus hingga dingin sebelum dikonsumsi dapat meningkatkan kadar pati resistennya? Teknik ini sering disarankan oleh ahli gizi untuk penderita diabetes.
  • Jangan Tambahkan Gula atau Susu Kental Manis: Singkong sering dijadikan kolak atau kudapan manis. Penambahan gula tambahan inilah yang sebenarnya berbahaya bagi profil glikemik tubuh, bukan singkongnya itu sendiri.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Meskipun singkong merupakan makanan sehat, respon tubuh setiap orang terhadap karbohidrat berbeda-beda. Jika kamu merasakan gejala seperti sering haus, sering buang air kecil, atau pandangan kabur setelah mengonsumsi karbohidrat, mungkin itu adalah tanda fluktuasi gula darah. Untuk mendapatkan diagnosis yang akurat mengenai kondisi metabolisme tubuh, segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.

Selain itu, jika kamu membutuhkan suplemen pendukung untuk membantu menjaga kadar glukosa tetap stabil di samping pengaturan pola makan, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah.

Studi Mengenai Kadar Gula Singkong

Nutrients Journal menerbitkan studi di tahun 2026 yang menjelaskan bahwa substitusi nasi putih dengan singkong rebus pada populasi Asia Tenggara menunjukkan penurunan signifikan pada kadar glukosa darah postprandial (sesudah makan).

Penelitian tersebut menekankan bahwa kandungan serat pangan dan struktur pati kompleks dalam singkong memerlukan waktu lebih lama untuk dipecah, sehingga memberikan rasa kenyang lebih lama dan mencegah lonjakan insulin yang tiba-tiba. Hal ini mendukung penggunaan singkong sebagai bagian dari diet manajemen diabetes yang terkontrol.

Punya Keluhan Terkait Kadar Gula Darah? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan terkait kadar gula darah atau pola makan, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.


Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Diabetes diet: Create your healthy-eating plan.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Cassava: Nutrition Facts and Health Benefits.
Harvard T.H. Chan School of Public Health. Diakses pada 2026. Carbohydrates and Blood Sugar.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Tabel Komposisi Pangan Indonesia: Singkong.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Healthy Diet and Sugar Consumption Guidelines.

FAQ

1. Apakah penderita diabetes boleh makan singkong setiap hari?

Boleh, asalkan dalam porsi yang terkontrol dan tidak digoreng. Singkong memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibanding nasi putih, namun tetap mengandung karbohidrat yang akan berubah menjadi glukosa.

2. Berapa kadar gula singkong rebus per 100 gram?

Kadar gula alami dalam singkong rebus sangat rendah, sekitar 1,7 gram per 100 gram. Namun, total karbohidratnya mencapai 38-40 gram yang nantinya akan diproses menjadi energi atau gula darah.

3. Mengapa singkong mentah dilarang dikonsumsi?

Singkong mentah mengandung senyawa linamarin yang bisa berubah menjadi sianida di dalam tubuh. Oleh karena itu, singkong harus dikupas dan dimasak hingga benar-benar matang untuk menghilangkan racun tersebut.

4. Mana yang lebih baik untuk gula darah, singkong atau kentang?

Singkong umumnya memiliki indeks glikemik yang sedikit lebih rendah dan serat yang lebih banyak dibandingkan kentang biasa, sehingga singkong cenderung lebih baik dalam mencegah lonjakan gula darah yang cepat.