• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Fakta Seputar Hewan Peliharaan dan Virus Corona

Fakta Seputar Hewan Peliharaan dan Virus Corona

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Sampai saat ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan belum ada bukti kalau hewan peliharaan dapat tertular atau menyebarkan COVID-19. Memang pernah ada pengujian seekor anjing di Hong Kong yang dinyatakan menunjukkan gejala corona ringan, tetapi belum bisa dinyatakan kalau memang hewan peliharaan bisa tertular dan menularkan. 

Walaupun begitu, direkomendasikan untuk membatasi kontak dengan anjing, kucing, atau hewan lain jika kamu mengidap COVID-19. Informasi lebih jelas mengenai hewan peliharaan dan virus corona, bisa dibaca di bawah ini!

Tidak Ada Penyebaran Manusia ke Hewan

Menurut Shelley Rankin Ph.D, profesor mikrobiologi klinis dan kepala layanan diagnostik di Rumah Sakit Hewan Matthew J. Ryan di Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Pennsylvania, menyebutkan kalau belum ada penyebaran corona antara manusia ke hewan. 

Ada tujuh jenis virus corona yang diketahui menginfeksi manusia, dan beberapa lainnya dapat menginfeksi hewan. Anjing dapat tertular virus corona yang dikenal canine enteric coronavirus, yang menyebabkan penyakit pencernaan ringan, terutama pada anak anjing.

Baca juga: Cek Risiko Tertular Virus Corona secara Online di sini

Kemudian, ada juga canine respiratory coronavirus yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas sehingga memicu batuk, bersin, dan keluarnya cairan dari hidung. Menurut American Veterinary Medical Association (AVMA), corona jenis ini adalah bagian dari kelompok virus dan bakteri yang terkait dengan penyakit pernapasan infeksi anjing.

Feline coronavirus adalah infeksi virus yang umum pada kucing dan dapat menyebabkan diare ringan. Namun sekali lagi, menurut Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Cornell, tidak ada jenis virus corona ini yang COVID-19.

Meskipun belum ada laporan tentang hewan peliharaan atau hewan lain yang sakit karena COVID-19, tetapi pemilik hewan peliharaan yang terindikasi COVID-19 wajib membatasi kontak dengan hewan sampai kita mendapatkan informasi lebih valid terkait penyebaran COVID-19 ini.

Butuh informasi lebih lengkap mengenai corona, penanganan corona, serta hal-hal lain terkait isu kesehatan, bisa ditanyakan langsung di Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Kamu bisa memilih mengobrol dengan dokter lewat Video/Voice Call atau Chat

Pentingnya Menjaga Kebersihan

Jika kondisimu saat ini sedang tidak sehat, mintalah orang lain untuk merawat hewan peliharaan—apalagi jika kamu terinfeksi COVID-19. Namun, jika kamu harus menangani hewan peliharaan sendiri, tetaplah jaga kebersihan dengan baik. 

Cuci tangan dengan baik sebelum dan setelah berinteraksi dengan hewan peliharaan dan jangan lupa untuk mengenakan masker wajah. Hindari kontak dengan hewan peliharaan jika memungkinkan, termasuk membelai, meringkuk, dicium atau dijilat, dan berbagi makanan.

Baca juga: Muncul di Tengah Pandemi Corona, Apa Itu Hantavirus?

Sampai saat ini kita tidak tahu pasti apakah virus dapat menginfeksi hewan peliharaan, jadi saran terbaik adalah bagi orang yang terinfeksi untuk tidak melakukan kontak dengan hewan peliharaan selama masa karantina. 

Terlepas dari COVID-19, pentingnya menjaga kebersihan karena hewan peliharaan dapat menyebarkan penyakit lain kepada manusia, seperti salmonella dan parasit lainnya. Karena itu, jangan abai terhadap kebersihan dan kesehatan hewan peliharaanmu. 

Jika kamu khawatir tentang kemungkinan paparan, kamu bisa memandikan hewan peliharaan dengan sabun atau sampo yang biasa digunakan sesuai dengan kebutuhan hewan tersebut.

Referensi:

Prevention. Diakses pada 2020. Can Pets Get Coronavirus (COVID-19) from Humans? Here’s What Vets Know.
Anadolu Agency. Diakses pada 2020. COVID-19: 'Pet owners should follow hygiene rules'.