Ad Placeholder Image

Fakta Tentang Leukemia: Kanker yang Paling Banyak Diidap Anak-Anak

6 menit
Ditinjau oleh  dr. Fauzan Azhari SpPD   18 Februari 2026

Leukemia adalah kanker darah yang menyerang sumsum tulang, yang memerlukan deteksi dini melalui tes darah untuk penanganan tepat.

Fakta Tentang Leukemia: Kanker yang Paling Banyak Diidap Anak-AnakFakta Tentang Leukemia: Kanker yang Paling Banyak Diidap Anak-Anak

DAFTAR ISI


Leukemia adalah jenis kanker darah yang memengaruhi sumsum tulang dan produksi sel darah. Meskipun lebih sering dikaitkan dengan anak-anak, leukemia juga dapat menyerang orang dewasa.

Yuk, ketahui fakta-fakta penting tentang leukemia, termasuk jenis, gejala, penyebab, pengobatan, dan cara mendeteksinya sejak dini.

Apa Itu Leukemia?

Leukemia adalah kanker yang menyerang sel darah putih dan dimulai di sumsum tulang. Pada kondisi ini, sumsum tulang memproduksi sel darah putih abnormal secara berlebihan yang tidak berfungsi dengan baik. Sel-sel abnormal ini kemudian mengganggu produksi sel darah merah dan trombosit yang sehat, menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

Leukemia merupakan salah satu jenis kanker yang paling umum terjadi pada anak-anak. Penting untuk memahami lebih dalam tentang penyakit ini agar dapat melakukan tindakan pencegahan dan penanganan yang tepat.

Jenis-Jenis Leukemia

Leukemia diklasifikasikan berdasarkan kecepatan perkembangannya dan jenis sel darah putih yang terlibat:

  • Leukemia akut: Berkembang dengan cepat dan memerlukan pengobatan segera. Contohnya adalah Leukemia Limfoblastik Akut (ALL) dan Leukemia Mieloblastik Akut (AML).
  • Leukemia kronis: Berkembang lebih lambat, bisa bertahun-tahun. Contohnya adalah Leukemia Limfositik Kronis (CLL) dan Leukemia Mieloid Kronis (CML).

Selain itu, leukemia juga diklasifikasikan berdasarkan jenis sel darah putih yang terpengaruh, yaitu limfositik atau mieloid.

Gejala Leukemia yang Perlu Diwaspadai

Gejala leukemia seringkali tidak spesifik dan mudah disalahartikan sebagai penyakit lain, seperti flu. Beberapa gejala umum leukemia meliputi:

  • Demam atau menggigil yang berulang.
  • Kelelahan ekstrem dan lemas yang berkelanjutan.
  • Sering mengalami infeksi.
  • Penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas.
  • Mudah memar atau berdarah, seperti mimisan atau gusi berdarah.
  • Bintik-bintik merah kecil di kulit (petekie).
  • Nyeri tulang atau sendi.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening, terutama di leher atau ketiak.

Jika kamu atau Si Kecil mengalami gejala-gejala ini secara terus-menerus, segera konsultasikan dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Punya pertanyaan lebih lanjut mengenai kondisi ini? Ini Rekomendasi Dokter Bedah Onkologi di Halodoc yang bisa kamu hubungi.

Penyebab dan Faktor Risiko Leukemia

Penyebab pasti leukemia belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena leukemia:

  • Faktor genetik: Riwayat keluarga dengan leukemia dapat meningkatkan risiko.
  • Paparan bahan kimia: Paparan terhadap bahan kimia tertentu, seperti benzena, dapat meningkatkan risiko leukemia.
  • Terapi radiasi: Pengobatan kanker sebelumnya dengan radiasi dapat meningkatkan risiko leukemia di kemudian hari.
  • Kelainan genetik: Beberapa kelainan genetik, seperti Down syndrome, dikaitkan dengan peningkatan risiko leukemia.
  • Merokok: Merokok dapat meningkatkan risiko leukemia mieloid akut (AML).

Meskipun faktor-faktor ini dapat meningkatkan risiko, banyak orang dengan faktor risiko tersebut tidak pernah mengembangkan leukemia, sementara yang lain tanpa faktor risiko yang jelas tetap terkena penyakit ini.

Bagaimana Leukemia Didiagnosis?

Diagnosis leukemia melibatkan beberapa tes dan prosedur, termasuk:

  • Pemeriksaan fisik: Dokter akan memeriksa tanda-tanda fisik leukemia, seperti pucat, memar, atau pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Tes darah: Hitung darah lengkap dapat mengungkapkan jumlah sel darah putih yang abnormal, jumlah sel darah merah dan trombosit yang rendah, serta adanya sel blast (sel darah putih yang belum matang). Simak informasi lain mengenai Cek Darah – Tujuan, Jenis, dan Prosedurnya di sini.
  • Biopsi sumsum tulang: Sampel sumsum tulang diambil dan diperiksa di bawah mikroskop untuk mencari sel leukemia.
  • Studi sitogenetik: Tes ini menganalisis kromosom sel darah untuk mencari perubahan yang mungkin menunjukkan jenis leukemia tertentu.
  • Pungsi lumbal (spinal tap): Sampel cairan serebrospinal diambil dan diperiksa untuk melihat apakah leukemia telah menyebar ke otak dan sumsum tulang belakang.

Setelah diagnosis leukemia ditegakkan, dokter akan menentukan jenis leukemia dan stadiumnya untuk merencanakan pengobatan yang paling tepat.

Penanganan dan Pengobatan Leukemia

Pengobatan leukemia tergantung pada beberapa faktor, termasuk jenis leukemia, stadium penyakit, usia pasien, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan. Beberapa metode pengobatan yang umum digunakan meliputi:

  • Kemoterapi: Penggunaan obat-obatan untuk membunuh sel kanker. Kemoterapi seringkali merupakan pengobatan utama untuk leukemia.
  • Terapi target: Obat-obatan yang menyerang kerentanan spesifik pada sel kanker. Terapi target dapat digunakan sendiri atau dikombinasikan dengan kemoterapi.
  • Terapi radiasi: Penggunaan sinar energi tinggi untuk merusak sel leukemia. Terapi radiasi dapat digunakan untuk mempersiapkan transplantasi sumsum tulang atau untuk mengobati leukemia yang telah menyebar ke otak dan sumsum tulang belakang.
  • Transplantasi sumsum tulang (transplantasi sel induk): Mengganti sumsum tulang yang sakit dengan sel induk yang sehat. Transplantasi sumsum tulang dapat menggunakan sel induk dari donor (allogeneic) atau dari pasien sendiri (autologous).
  • Imunoterapi: Terapi yang menggunakan sistem kekebalan tubuh pasien sendiri untuk melawan sel kanker.

Komplikasi Akibat Leukemia

Leukemia dan pengobatannya dapat menyebabkan berbagai komplikasi, termasuk:

  • Infeksi: Leukemia dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, membuat pasien lebih rentan terhadap infeksi.
  • Anemia: Leukemia dapat mengganggu produksi sel darah merah, menyebabkan anemia.
  • Perdarahan: Leukemia dapat mengganggu produksi trombosit, menyebabkan perdarahan yang berlebihan.
  • Nyeri tulang: Leukemia dapat menyebabkan nyeri tulang yang parah.
  • Kerusakan organ: Leukemia dapat menyebar ke organ lain, seperti otak, paru-paru, dan hati, menyebabkan kerusakan organ.

Penting untuk memantau dan mengelola komplikasi ini dengan cermat untuk meningkatkan kualitas hidup pasien leukemia.

Pencegahan dan Deteksi Dini Leukemia

Meskipun tidak ada cara pasti untuk mencegah leukemia, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risiko:

  • Hindari paparan bahan kimia berbahaya: Kurangi paparan terhadap benzena dan bahan kimia berbahaya lainnya.
  • Berhenti merokok: Merokok meningkatkan risiko leukemia mieloid akut (AML).
  • Jalani pemeriksaan kesehatan rutin: Pemeriksaan kesehatan rutin dapat membantu mendeteksi leukemia pada tahap awal.

Deteksi dini leukemia sangat penting untuk meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan. Jika kamu memiliki faktor risiko atau mengalami gejala yang mencurigakan, segera konsultasikan dengan dokter.

Pahami lebih dalam tentang Leukemia – Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya di sini.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera cari pertolongan medis jika kamu atau Si Kecil mengalami gejala-gejala berikut:

  • Demam yang tidak kunjung sembuh.
  • Kelelahan yang ekstrem dan tidak membaik dengan istirahat.
  • Memar atau perdarahan yang tidak biasa.
  • Penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening.

Gejala-gejala ini mungkin disebabkan oleh leukemia atau kondisi medis lainnya, tetapi penting untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat secepat mungkin.

Kesimpulan

Leukemia adalah kanker darah yang serius, tetapi dengan diagnosis dini dan pengobatan yang tepat, banyak pasien dapat mencapai remisi dan menjalani hidup yang berkualitas. Penting untuk meningkatkan kesadaran tentang gejala dan faktor risiko leukemia, serta mendorong deteksi dini dan akses terhadap pengobatan yang berkualitas.

Jika kamu memiliki kekhawatiran tentang kesehatan kamu atau orang yang kamu cintai, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis onkologi di Halodoc. Deteksi dini dan penanganan yang tepat adalah kunci untuk melawan leukemia.

Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Leukemia.
Healthline. Diakses pada 2026. A Guide to Leukemia.
WebMD. Diakses pada 2026. Understanding Leukemia — Diagnosis and Treatment.