Ad Placeholder Image

Gejala Kehamilan Ektopik yang Perlu Diwaspadai

4 menit
Ditinjau oleh  dr. Enrico Hervianto SpOG   26 September 2025

Kehamilan ektopik adalah kondisi ketika sel telur yang telah dibuahi menempel dan berkembang di luar rahim, biasanya di tuba falopi.

Gejala Kehamilan Ektopik yang Perlu DiwaspadaiGejala Kehamilan Ektopik yang Perlu Diwaspadai

Daftar Isi:

  1. Apa Itu Kehamilan Ektopik?
  2. Gejala Kehamilan Ektopik yang Perlu Diwaspadai
  3. Penyebab Kehamilan Ektopik
  4. Pencegahan Kehamilan Ektopik
  5. Kapan Harus ke Dokter?
  6. Pertanyaan Umum Seputar Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik adalah kondisi serius di mana sel telur yang telah dibuahi tumbuh di luar rahim.

Gejala awal kehamilan ektopik bisa menyerupai kehamilan normal, tetapi seiring waktu dapat menyebabkan nyeri perut hebat dan perdarahan.

Diagnosis dan penanganan yang cepat sangat penting untuk mencegah komplikasi serius.

Apa Itu Kehamilan Ektopik?

Kehamilan ektopik adalah kondisi ketika sel telur yang telah dibuahi menempel dan tumbuh di luar rongga utama rahim.

Lokasi yang paling umum untuk kehamilan ektopik adalah di tuba falopi, yang membawa sel telur dari ovarium ke rahim.

Namun, kehamilan ektopik juga dapat terjadi di tempat lain, seperti ovarium, leher rahim, atau bahkan di rongga perut.

Kehamilan ektopik bukanlah kehamilan yang sehat dan tidak dapat dilanjutkan. Sel telur yang dibuahi tidak dapat bertahan hidup di luar rahim, dan jika kehamilan berlanjut, dapat menyebabkan perdarahan yang mengancam jiwa dan komplikasi lainnya bagi Ibu.

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seorang wanita mengalami kehamilan ektopik, di antaranya:

  • Usia ibu di atas 35 tahun.
  • Riwayat penyakit radang panggul (PID).
  • Pernah mengalami kehamilan ektopik sebelumnya.
  • Riwayat operasi pada tuba falopi.
  • Penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim (IUD) saat terjadi pembuahan.
  • Merokok.
  • Riwayat infertilitas atau menjalani program bayi tabung (IVF).

Gejala Kehamilan Ektopik yang Perlu Diwaspadai

Pada awalnya, gejala kehamilan ektopik mungkin mirip dengan kehamilan normal. Wanita mungkin mengalami tanda-tanda seperti telat datang bulan, mual, dan payudara yang lebih sensitif.

Namun, seiring waktu, gejala yang lebih khas dari kehamilan ektopik dapat muncul, meliputi:

  • Nyeri perut atau panggul. Nyeri ini bisa tajam, tumpul, atau berdenyut, dan mungkin terasa hanya di satu sisi.
  • Perdarahan vagina yang tidak normal. Perdarahan bisa lebih ringan atau lebih berat dari periode menstruasi normal, dan mungkin berwarna coklat atau merah terang.
  • Nyeri bahu. Nyeri ini bisa menjadi tanda bahwa kehamilan ektopik telah pecah dan menyebabkan perdarahan internal.
  • Pusing atau pingsan. Ini juga bisa menjadi tanda perdarahan internal.

Gejala kehamilan ektopik dapat bervariasi dari ringan hingga berat. Penting untuk mencari perhatian medis segera jika mengalami gejala-gejala ini, terutama jika memiliki faktor risiko kehamilan ektopik.

Berikut ini Pemeriksaan untuk Mendeteksi Penyakit Menular Seksual

Penyebab Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik seringkali terjadi akibat adanya masalah pada tuba falopi yang menghalangi sel telur yang telah dibuahi untuk mencapai rahim. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan masalah pada tuba falopi meliputi:

  • Penyakit radang panggul (PID). Infeksi ini dapat menyebabkan jaringan parut di tuba falopi.
  • Pernah mengalami kehamilan ektopik sebelumnya. Wanita yang pernah mengalami kehamilan ektopik memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalaminya lagi.
  • Operasi tuba falopi sebelumnya. Operasi dapat menyebabkan jaringan parut yang menghalangi tuba falopi.
  • Infertilitas dan pengobatan infertilitas. Beberapa pengobatan infertilitas dapat meningkatkan risiko kehamilan ektopik.
  • Merokok. Merokok dapat meningkatkan risiko kehamilan ektopik.

Pencegahan Kehamilan Ektopik

Tidak ada cara pasti untuk mencegah kehamilan ektopik, tetapi ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko, seperti:

  • Berhenti merokok.
  • Mengobati infeksi menular seksual (IMS) dengan segera.
  • Menjalani pemeriksaan rutin untuk mendeteksi penyakit radang panggul (PID).

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menekankan pentingnya deteksi dini dan penanganan cepat terhadap faktor risiko kehamilan ektopik sebagai upaya pencegahan.

Ibu bisa cari tahu selengkapnya, Inilah 7 Vitamin Penting yang Dibutuhkan Ibu Hamil

Kapan Harus ke Dokter?

Segera cari pertolongan medis jika mengalami gejala-gejala kehamilan ektopik, terutama jika mengalami nyeri perut yang parah atau perdarahan vagina yang banyak.

Diagnosis dan penanganan dini dapat membantu mencegah komplikasi yang mengancam jiwa.

Konsultasi dengan dokter spesialis kandungan kini lebih mudah dan praktis melalui Halodoc. 

Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan obat atau produk kesehatan lainnya yang kamu butuhkan di Toko Kesehatan Halodoc.

Produknya 100% asli original dan tepercaya. Tak perlu keluar rumah, produk diantar dalam waktu 1 jam.

Yuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2025. Ectopic Pregnancy.
NHS. Diakses pada 2025. Ectopic Pregnancy.
Grow by Web MD. Diakses pada 2025. Ectopic Pregnancy.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2025. Ectopic Pregnancy.

Pertanyaan Umum Seputar Kehamilan Ektopik

T: Apakah kehamilan ektopik bisa dicegah?

J: Tidak ada cara pasti untuk mencegah kehamilan ektopik, tetapi mengurangi faktor risiko seperti merokok dan mengobati infeksi menular seksual dapat membantu.

T: Apakah kehamilan ektopik bisa diselamatkan?

J: Sayangnya, kehamilan ektopik tidak dapat diselamatkan dan harus dihentikan untuk melindungi kesehatan ibu.

T: Apakah saya bisa hamil lagi setelah mengalami kehamilan ektopik?

J: Ya, banyak wanita bisa hamil lagi setelah mengalami kehamilan ektopik. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan saran dan perawatan yang tepat.