• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Gejala Mimpi Buruk pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Gejala Mimpi Buruk pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Mimpi buruk bisa dialami oleh semua orang tanpa memandang usia. Namun, melansir dari Sleep Foundation, penelitian menunjukkan kalau mimpi buruk lebih sering dialami oleh anak-anak, terutama anak berusia 3-6 tahun. Meskipun mimpi buruk sering kali mudah diatasi oleh anak-anak, mimpi buruk nyatanya tetap bisa menimbulkan gangguan tidur pada anak-anak.

Jika ibu sering mendapati Si Kecil mengalami mimpi buruk, sebaiknya jangan langsung disepelekan ya! Pasalnya, ada beberapa gejala mimpi buruk pada anak yang perlu ibu waspadai karena kondisi ini bisa berkembang menjadi gangguan tidur. 

Baca juga: Kamar Tidur yang Nyaman Dapat Cegah Mimpi Buruk

Gejala Mimpi Buruk pada Anak

Mimpi buruk pada anak adalah mimpi menakutkan yang biasanya membangunkan Si Kecil dari tidurnya. Mimpi ini biasanya terjadi pada sepertiga terakhir malam, saat anak tidur dengan gerakan mata cepat atau rapid eye movement (REM). Mimpi buruk dapat menimbulkan rasa takut atau cemas dan emosi lain seperti kemarahan, kesedihan, rasa malu, atau jijik. Bagi anak-anak, mimpi buruk tampak sangat nyata, sehingga membuat mereka kesulitan untuk kembali tidur. 

Bentuk mimpi buruk yang dialami setiap anak bisa berbeda-beda, tetapi sering kali mencakup elemen-elemen menakutkan seperti monster, hantu, hewan agresif, atau orang yang mengancam keselamatan mereka. Mimpi buruk lainnya bisa juga berisi anak yang sedang dimarahi, dilecehkan, diintimidasi, atau dianiaya.

Tak sedikit anak menolak waktu tidur karena mereka ingin menghindari mimpi buruk. Ketika mimpi buruk ini terjadi terus menerus, mereka dapat mengembangkan gejala insomnia yang terkait dengan perasaan takut tertidur.

Mengapa Anak-Anak Bisa Mengalami Mimpi Buruk?

Penyebab pasti dari mimpi buruk tidak diketahui. Namun, kondisi ini rentan terjadi ketika anak-anak kelelahan atau mengalami stres. Anak-anak yang pernah mengalami peristiwa traumatis juga sangat rentan mengalami mimpi buruk. Selain itu, konsumsi obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan mimpi buruk. Pengalaman menakutkan dari menonton film horor atau peristiwa yang membuat mereka cemas dan khawatir juga bisa membuat anak mengalami mimpi buruk. 

Baca juga: Pengaruh Mimpi Buruk Terhadap Kondisi Psikologis

Cara Mengatasi Anak yang Mengalami Mimpi Buruk

Langkah pertama yang bisa ibu lakukan adalah mengajak anak bicara untuk mencari tahu apakah ada sesuatu yang membuat mereka khawatir, sehingga mengalami mimpi buruk. Setelah itu, ada beberapa tips yang bisa ibu coba untuk mengurangi kemungkinan anak mengalami mimpi buruk, seperti:

  • Pastikan anak mendapatkan waktu tidur yang cukup karena tidur yang cukup dapat mengurangi jumlah dan intensitas mimpi buruk.
  • Dalam 30 hingga 60 menit sebelum waktu tidur, jangan biarkan anak menonton film atau acara TV yang menakutkan atau hindari membacakan cerita pengantar tidur yang menakutkan. Cobalah untuk menghindari materi yang bisa mengganggu pikirannya.
  • Mimpi buruk yang Si Kecil alami bisa jadi tentang masalah sekolah, kekhawatiran tentang keluarga atau masalah lain yang mengganggu mereka. Usahakan untuk mengidentifikasi penyebab stres dalam kehidupan anak dengan mengajaknya bicara
  • Hibur dan yakinkan anak. Ibu bisa memeluknya dan menemaninya setelah mengalami mimpi buruk.
  • Dorong anak untuk kembali tidur di tempat tidurnya sendiri. Hindari perhatian yang berlebihan atau memanjakan diri. Ibu bisa memberikan mainan favorit atau selimut yang nyaman agar anak bisa kembali tidur.
  • Hindari menyalakan lampu terang di kamar tidur. Ibu bisa menyalakan lampu tidur yang cenderung redup agar tidurnya tetap nyaman. 
  • Pertimbangkan untuk membiarkan pintu kamar terbuka untuk menunjukkan kepada anak-anak bahwa rumah aman dan ibu tetap berada di dekatnya.

Baca juga: Ketahui Perbedaan Night Terror dan Mimpi Buruk

Jika mimpi buruk anak disebabkan oleh pengalaman masa lalu yang membuat anak stres, Si Kecil mungkin memerlukan konseling. Segera periksakan anak ke dokter apabila ia mengalami mimpi buruk yang berulang-ulang. Kalau ibu berencana membawa Si Kecil ke rumah sakit, kini ibu bisa membuat janji dengan dokter terlebih dahulu lewat aplikasi Halodoc. Tinggal pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai kebutuhan Si Kecil lewat Halodoc



Referensi:
Sleep Foundation. Diakses pada 2020. Nightmares in Children.
NHS. Diakses pada 2020. Night terrors and nightmares.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Nightmares in Children.