• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Gejala Penyakit Malaria Berdasarkan Jenis Plasmodium yang Menginfeksi
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Gejala Penyakit Malaria Berdasarkan Jenis Plasmodium yang Menginfeksi

Gejala Penyakit Malaria Berdasarkan Jenis Plasmodium yang Menginfeksi

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 09 Desember 2022

“Secara umum, penyakit malaria dapat menimbulkan beberapa gejala, seperti menggigil, demam, dan mengeluarkan keringat yang banyak. Namun, ada beberapa perbedaan gejala malaria berdasarkan plasmodium yang menginfeksi.”

Gejala Penyakit Malaria Berdasarkan Jenis Plasmodium yang MenginfeksiGejala Penyakit Malaria Berdasarkan Jenis Plasmodium yang Menginfeksi

Halodoc, Jakarta – Penyakit malaria merupakan salah satu momok menakutkan yang masih menjadi sorotan di Indonesia hingga saat ini. Sebab, penyakit ini diketahui dapat menyebabkan gejala dan komplikasi yang fatal. 

Penyakit malaria adalah kondisi demam intermiten dan remiten yang disebabkan oleh parasit protozoa. Adapun itu, parasit protozoa penyebab malaria menyerang sel darah merah dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina di banyak daerah tropis dan subtropis.

Gejala penyakit malaria diketahui dapat bervariasi. Sebab, hal ini akan bergantung pada jenis plasmodium yang menginfeksi. Lantas, bagaimana gejala malaria berdasarkan jenis plasmodiumnya? 

Gejala Penyakit Malaria Berdasarkan Jenis Plasmodium

Secara umum, penyakit malaria dapat menimbulkan beberapa gejala. Contohnya seperti menggigil, demam, dan mengeluarkan keringat yang banyak. Namun, ada beberapa gejala khas malaria berdasarkan Plasmodium yang menginfeksi. 

Nah, hingga saat ini ada lima jenis malaria berdasarkan jenis plasmodium atau parasitnya. Mulai dari Plasmodium vivax, Plasmodium ovale, Plasmodium malariae, Plasmodium knowlesi, dan Plasmodium falciparum. 

Jenis malaria yang terakhir, yakni Plasmodium falciparum, diketahui sebagai jenis malaria yang paling parah. Sebab, orang yang terinfeksi malaria Plasmodium tersebut, berisiko terancam keselamatan jiwanya. Selain itu, jenis malaria tersebut juga dapat ditularkan dari ibu ke bayinya selama persalinan. Nah, berikut adalah penjelasan mengenai berbagai jenisnya: 

1. Plasmodium Falciparum

Jenis plasmodium ini merupakan jenis parasit malaria yang paling banyak ditemukan di Afrika. Berita buruknya, jenis malaria ini juga penyebab kematian terbesar di dunia. Nah, perlu diketahui kalau Plasmodium falciparum berkembang biak sangat cepat dalam tubuh manusia. Akibatnya, kondisi ini dapat menyebabkan kehilangan darah dalam jumlah tinggi sampai memicu penyumbatan pembuluh darah.

2. Plasmodium vivax

Plasmodium vivax adalah jenis plasmodium yang paling umum dari penyakit malaria yang menyerang manusia. Gejalanya sendiri serupa dengan jenis malaria lainnya. Namun, ada perbedaan demam dari plasmodium vivax dengan jenis lainnya, yaitu demam yang dialami adalah setiap tiga hari, atau tertiana.  

3. Plasmodium Ovale

Berbeda dengan dua jenis parasit sebelumnya, Plasmodium ovale merupakan penyakit malaria yang jarang terjadi. Selain itu, gejala yang timbul dari parasit ini juga tergolong ringan. 

4. Plasmodium Malariae

Hampir serupa dengan Plasmodium ovale, kasus malaria yang disebabkan oleh infeksi parasit Plasmodium malariae juga dianggap jarang. Meski begitu, kebanyakan kasus malaria akibat Plasmodium malariae baru menimbulkan gejala ketika tubuh telah terinfeksi dalam jangka waktu yang lama. Ketika gejalanya sudah muncul, biasanya pengidap malaria jenis ini akan merasakan demam setiap empat hari, atau yang dikenal dengan istilah kuartana. 

5. Plasmodium Knowlesi

Plasmodium knowlesi merupakan jenis parasit penyebab malaria yang dianggap cukup unik. Sebab, plasmodium jenis ini umum menginfeksi kera dan dapat menular pada manusia. Selain itu, siklus hidup parasit ini diketahui singkat, sehingga jumlah parasit dalam darah inang yang terinfeksi dapat cepat meningkat. Peningkatan jumlah parasit tersebut tentunya membuat Plasmodium knowlesi berpotensi menjadi penyakit dengan gejala yang berat, jika tidak segera ditangani. 

Itulah penjelasan mengenai gejala malaria berdasarkan jenis plasmodium yang menginfeksi. Penting untuk mencegah penularan malaria sedari dini, karena mencegah lebih baik daripada mengobati. Malaria dapat dicegah dengan meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap risiko gigitan nyamuk sekaligus kebersihan lingkungan. 

Jika kamu merasakan keluhan kesehatan yang mengarah pada gejala malaria, segeralah periksakan kondisimu. Sebab, semakin cepat malaria ditangani, semakin cepat juga proses pemulihan dapat terjadi. 

Nah, melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa membuat janji medis untuk melakukan pemeriksaan malaria. Tentunya tanpa perlu mengantre atau menunggu berlama-lama. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga! 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Malaria. 
Dinas Kesehatan Kalimantan Barat. Diakses pada 2022. Kenali 5 Jenis Malaria Berbahaya dan Dapat Mengancam Jiwa. 
NIH. Diakses pada 2022. Species and genotype diversity of Plasmodium in malaria patients from Gabon analysed by next generation sequencing. 
Our Health Service. Diakses pada 2022. Complications Malaria.
Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI). Diakses pada 2022. Infeksi Malaria Plasmodium knowlesi pada Manusia (Infection of Plasmodium knowlesi Malaria in Human).