Malaria

Pengertian Penyakit Malaria

Malaria disebabkan oleh parasit yang menyebar melalui gigitan nyamuk dan dapat mematikan jika tidak ditangani dengan benar. Malaria jarang sekali menular secara langsung dari satu orang ke orang lainnya. Namun, penularannya bisa terjadi jika ada kontak dengan darah pengidap atau janin yang bisa terinfeksi karena tertular dari darah ibu.

Gejala Penyakit Malaria

Gejala malaria biasanya akan muncul antara satu sampai dua minggu setelah terinfeksi. Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, gejala baru muncul setahun setelah gigitan nyamuk. Gejala-gejala malaria yang biasanya terjadi adalah munculnya demam, berkeringat, menggigil atau kedinginan, muntah-muntah, sakit kepala, diare, dan nyeri otot.

Jika mengalami gejala-gejala malaria, segera temui dokter agar bisa dilakukan diagnosis dan penanganan secepatnya. Diagnosis malaria dapat dilakukan dengan mudah melalui tes darah yang sederhana.

Penyebab Penyakit Malaria

Plasmodium adalah jenis parasit penyebab malaria. Dari berbagai jenis yang termasuk dalam parasit Plasmodium, hanya lima yang menyebabkan malaria pada manusia dan hanya disebarkan oleh nyamuk Anopheles betina.

Gigitan nyamuk malaria lebih sering terjadi pada malam hari. Setelah terjadi gigitan, parasit akan masuk ke dalam aliran darah. Penyebaran penyakit malaria juga dapat terjadi melalui transfusi darah dan juga pemakaian jarum yang bergantian. Meski kedua hal ini jarang sekali terjadi,  tetapi harus selalu berhati-hati.

Komplikasi Penyakit Malaria

Penyakit malaria akan memiliki dampak lebih negatif bila diidap wanita hamil, bayi, anak kecil, dan orang tua. Ini karena malaria berpotensi membuat ketahanan tubuh menurun secara drastis dalam waktu yang singkat. Oleh karena itu, penanganannya perlu dilakukan dengan cepat.

Dehidrasi, anemia yang parah dan gagalnya organ tubuh adalah beberapa komplikasi malaria yang bisa terjadi jika malaria tidak ditangani sejak awal.

Pengobatan Penyakit Malaria

Pemulihan secara sempurna bisa dilakukan jika malaria diobati dan dirawat dengan benar. Jenis obat-obatan anti-malaria dipakai untuk mencegah dan juga mengobati malaria. Obat-obatan yang diberikan tergantung pada beberapa hal. Tingkat keparahan gejala-gejalanya bisa menjadi salah satu pertimbangan. Selain itu akan diperiksa mengenai jenis parasit yang menyebabkan malaria. Khusus terhadap pengidap yang sedang hamil, pengobatan malaria akan dibedakan dengan pengidap yang sedang tidak hamil.

Pencegahan Penyakit Malaria

Malaria pada umumnya dihindari dengan menggunakan kelambu untuk menutupi ranjang, menyingkirkan genangan air, memakai lotion anti serangga dan menggunakan pakaian atau selimut yang menutupi kulit.

Hindari area dengan endemik malaria seperti di pedesaan Papua dan Nusa Tenggara. Biasanya dalam kurun waktu tertentu, pemerintah melaksanakan tes darah massal dan memberikan obat anti-malaria secara gratis.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika memiliki beberapa gejala seperti yang disebutkan di atas, dan berlangsung selama beberapa minggu atau menjadi lebih parah, segera kunjungi dokter. Jangan hanya menganggap itu sebagai penyakit biasa, sebab banyak penyakit ini akan lebih mudah aiatasi  jika dilakukan pemeriksaan sedini mungkin.