Ad Placeholder Image

Gigi Geraham Atas Berlubang, Bolehkah Dicabut? Jawabannya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   28 Mei 2026

Gigi Geraham Atas Berlubang: Kapan Boleh Dicabut?

Gigi Geraham Atas Berlubang, Bolehkah Dicabut? JawabannyaGigi Geraham Atas Berlubang, Bolehkah Dicabut? Jawabannya

Apa Itu Gigi Geraham Berlubang?

Gigi geraham berlubang adalah kondisi kerusakan jaringan keras gigi atau karies gigi (kerusakan struktur gigi akibat asam dari bakteri) yang terjadi pada gigi bagian belakang. Gigi geraham memiliki permukaan yang luas dengan banyak ceruk atau pit dan fisura (lekukan kecil di permukaan gigi) yang membuatnya sangat rentan menjadi tempat penumpukan sisa makanan dan plak.

Secara medis, kondisi ini diklasifikasikan dalam ICD-10 dengan kode K02.9 yang merujuk pada karies gigi yang tidak spesifik. Kerusakan ini dimulai dari lapisan terluar gigi yang disebut enamel, kemudian dapat menembus ke dentin (lapisan bawah enamel), hingga mencapai pulpa (saraf dan pembuluh darah gigi). Gigi geraham memegang peranan vital dalam proses pengunyahan makanan, sehingga kerusakannya dapat memengaruhi fungsi pencernaan secara keseluruhan.

“Karies gigi merupakan masalah kesehatan global yang memengaruhi hampir separuh populasi dunia, dengan gigi geraham menjadi area yang paling sering terdampak karena anatominya yang kompleks.” — World Health Organization (WHO), 2024

Gejala Gigi Geraham Berlubang

Gejala gigi geraham berlubang bervariasi tergantung pada tingkat keparahan karies yang terjadi. Pada tahap awal, lubang seringkali tidak menimbulkan rasa sakit dan hanya terlihat sebagai bintik putih atau kecokelatan pada permukaan gigi.

Seiring bertambahnya kedalaman lubang, gejala yang muncul biasanya meliputi:

  • Rasa sakit yang muncul tiba-tiba tanpa pemicu yang jelas (spontan).
  • Sensitivitas gigi saat mengonsumsi makanan atau minuman yang manis, panas, atau dingin.
  • Lubang yang terlihat jelas atau dapat dirasakan oleh lidah pada permukaan gigi geraham.
  • Nyeri saat menggigit atau mengunyah makanan yang keras.
  • Bau mulut yang tidak sedap (halitosis) akibat pembusukan sisa makanan di dalam lubang.
  • Timbulnya noda berwarna hitam, cokelat, atau putih pada permukaan gigi.
  • Pembengkakan gusi di sekitar gigi geraham yang terdampak.

Penyebab Gigi Geraham Berlubang

Penyebab gigi geraham berlubang merupakan proses multifaktorial yang melibatkan interaksi antara bakteri, jenis makanan, dan kebersihan mulut. Proses ini dimulai ketika bakteri dalam mulut mengubah gula dari makanan menjadi asam yang mengikis mineral enamel gigi.

1. Akumulasi Plak Bakteri

Bakteri jenis Streptococcus mutans menempel pada permukaan gigi dan membentuk lapisan lengket yang disebut plak. Jika tidak dibersihkan, plak ini akan menghasilkan asam yang terus-menerus merusak struktur pelindung gigi.

2. Konsumsi Gula Berlebih

Sering mengonsumsi karbohidrat olahan dan gula memberikan nutrisi bagi bakteri untuk memproduksi asam. Frekuensi konsumsi makanan manis lebih berbahaya dibandingkan jumlah total yang dimakan dalam satu waktu.

3. Anatomi Gigi Geraham

Gigi geraham memiliki anatomi unik berupa lekukan-lekukan dalam yang sulit dijangkau oleh bulu sikat gigi biasa. Hal ini membuat pembersihan sisa makanan di area belakang mulut menjadi kurang optimal.

Diagnosis Medis Gigi Berlubang

Penegakan diagnosis gigi geraham berlubang dilakukan oleh dokter gigi melalui serangkaian pemeriksaan klinis. Langkah pertama biasanya melibatkan inspeksi visual menggunakan kaca mulut untuk mencari adanya perubahan warna atau struktur pada permukaan gigi.

Dokter gigi juga akan menggunakan sonde (alat medis berujung runcing) untuk mengecek tekstur area yang dicurigai berlubang. Jika karies sudah mencapai tahap lanjut, pemeriksaan radiografi atau Rontgen gigi diperlukan untuk melihat kedalaman lubang di bawah permukaan atau mendeteksi adanya abses (kumpulan nanah akibat infeksi) pada ujung akar gigi.

Cara Mengobati Gigi Geraham Berlubang

Penanganan gigi geraham berlubang disesuaikan dengan tingkat kerusakan jaringan yang terjadi. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang gigi tersebut dapat dipertahankan fungsinya.

Metode pengobatan yang umum dilakukan meliputi:

  • Restorasi atau Tambal Gigi: Dilakukan jika lubang masih berada di lapisan enamel atau dentin dengan membuang jaringan rusak dan mengisinya dengan bahan komposit atau amalgam.
  • Perawatan Saluran Akar (PSA): Prosedur ini diperlukan jika lubang sudah mencapai pulpa atau saraf gigi untuk membersihkan infeksi tanpa harus mencabut gigi.
  • Dental Crown (Mahkota Tiruan): Digunakan untuk melindungi gigi yang sudah rapuh setelah dilakukan tambalan besar atau perawatan saluran akar agar tidak mudah pecah.
  • Pencabutan Gigi: Merupakan pilihan terakhir jika struktur gigi sudah sangat hancur dan tidak memungkinkan lagi untuk direstorasi.

Bolehkah Gigi Geraham Atas Dicabut?

Pertanyaan mengenai bolehkah gigi geraham atas berlubang dicabut sering menjadi kekhawatiran masyarakat. Secara medis, pencabutan gigi geraham atas diperbolehkan jika kondisi gigi tersebut sudah mengalami kerusakan total atau nekrosis pulpa (kematian saraf gigi) yang tidak dapat diperbaiki.

Namun, dokter gigi umumnya akan memprioritaskan tindakan konservatif untuk mempertahankan gigi asli. Jika pencabutan terpaksa dilakukan, disarankan untuk segera menggantinya dengan gigi palsu atau implan gigi. Hal ini penting untuk mencegah pergeseran gigi di sekitarnya serta menjaga fungsi pengunyahan agar tetap seimbang.

“Upaya mempertahankan gigi asli melalui perawatan konservasi harus selalu menjadi prioritas utama sebelum memutuskan tindakan ekstraksi atau pencabutan.” — Kementerian Kesehatan RI, 2023

Cara Mencegah Gigi Geraham Berlubang

Pencegahan gigi geraham berlubang jauh lebih efektif dan ekonomis dibandingkan prosedur pengobatan. Langkah utama yang harus dilakukan adalah menjaga kebersihan rongga mulut secara konsisten setiap hari.

Beberapa langkah preventif yang direkomendasikan adalah:

  • Menyikat gigi minimal dua kali sehari menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride (mineral penguat enamel).
  • Menggunakan benang gigi atau dental floss untuk membersihkan sela-sela gigi geraham yang tidak terjangkau sikat.
  • Mengurangi konsumsi makanan lengket dan manis yang dapat menempel lama di permukaan gigi.
  • Melakukan prosedur dental sealant (pelapis plastik tipis) pada ceruk gigi geraham untuk menutup lekukan dalam dari sisa makanan.
  • Melakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi setiap enam bulan sekali.

Kapan Harus ke Dokter?

Kunjungan ke dokter gigi tidak perlu menunggu hingga muncul rasa sakit yang hebat. Segera lakukan pemeriksaan jika ditemukan adanya noda gelap pada gigi atau jika terasa ada bagian gigi yang tajam dan tidak rata. Penanganan dini dapat mencegah terjadinya komplikasi serius seperti selulitis (infeksi jaringan lunak) atau abses periapikal.

Jika mengalami nyeri berdenyut yang mengganggu tidur atau pembengkakan pada area wajah, segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat. Deteksi awal karies pada gigi geraham akan mempermudah proses pemulihan struktur gigi tanpa tindakan invasif yang kompleks.

Kesimpulan

Gigi geraham berlubang adalah kondisi medis yang memerlukan perhatian serius karena perannya yang vital dalam fungsi pengunyahan. Kerusakan ini disebabkan oleh interaksi plak bakteri dan konsumsi gula yang merusak struktur enamel hingga pulpa. Penanganan dapat berupa penambalan hingga perawatan saluran akar, namun pencegahan melalui kebersihan mulut adalah kunci utama. Konsultasi dengan dokter di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.