Ad Placeholder Image

Hantavirus Bisa Menular Antar Manusia? Ini Hal yang Harus dan Jangan Dilakukan untuk Proteksi Diri 

7 menit
Ditinjau oleh  dr. Fauzan Azhari SpPD   12 Mei 2026

Ketahui daftar hal yang wajib dilakukan dan dihindari untuk melindungi kesehatan keluarga dari ancaman infeksi Hantavirus.

Hantavirus Bisa Menular Antar Manusia? Ini Hal yang Harus dan Jangan Dilakukan untuk Proteksi Diri Hantavirus Bisa Menular Antar Manusia? Ini Hal yang Harus dan Jangan Dilakukan untuk Proteksi Diri 

DAFTAR ISI


Temuan kasus Hantavirus di ruang publik, seperti kapal pesiar, menjadi alarm bagi kita semua untuk meningkatkan kewaspadaan. 

Berbeda dengan anggapan umum, beberapa varian Hantavirus tertentu telah terkonfirmasi dapat menular antarmanusia, selain melalui perantara hewan pengerat. 

Oleh karena itu, strategi pencegahan kini tidak hanya berfokus pada kebersihan lingkungan, tapi juga pada interaksi sosial yang aman.

Yuk, simak panduan lengkap berikut ini untuk melindungi diri kamu dan keluarga dari risiko paparan. 

Apa Itu Hantavirus?

Hantavirus adalah kelompok virus berbahaya yang ditularkan melalui hewan pengerat, seperti tikus liar. 

Virus ini menjadi perhatian dunia setelah ditemukan pada penumpang kapal pesiar.

Seseorang biasanya terinfeksi akibat menghirup debu atau partikel yang terkontaminasi urine, feses, atau air liur tikus yang terinfeksi. 

Namun menurut CDC, meski kasusnya jarang terjadi, varian tertentu seperti virus Andes dapat menular antarmanusia melalui kontak dekat yang berkepanjangan. 

Jika tidak segera ditangani, infeksi ini bisa berkembang menjadi gangguan pernapasan fatal yang disebut Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS).

Gejala biasanya muncul 2 hingga 8 minggu setelah terpapar dan berkembang dalam dua tahap:

  • Gejala awal: Ditandai dengan demam tinggi secara mendadak, sakit kepala, nyeri otot hebat (punggung, paha, bahu), serta sering disertai mual, muntah, atau sakit perut.
  • Gejala lanjut: Memasuki hari ke-4 hingga ke-10, penderita akan mengalami batuk kering dan sesak napas parah karena paru-paru terisi cairan. Kondisi ini memerlukan penanganan darurat segera.

Cari tahu selengkapnya mengenai hantavirus pada artikel berikut: Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar, Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya. 

Langkah Perlindungan yang Perlu Dilakukan

Untuk meminimalisir risiko penularan yang membahayakan kesehatan, berikut langkah-langkah perlindungan yang perlu kamu lakukan:

1.  Menjalani Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

Sebagai langkah perlindungan, mulailah dengan melakukan PHBS. 

Kamu wajib menjaga kebersihan tangan dengan cuci tangan pakai sabun dan air mengalir selama 40-60 detik, atau menggunakan cairan antiseptik berbasis alkohol selama 20-30 detik. 

2. Hindari menyentuh area wajah dengan tangan kotor

Tangan merupakan media utama perpindahan kuman karena sering menyentuh benda-benda yang mungkin terkontaminasi virus. 

Dengan tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut, kamu menutup pintu masuk utama bagi virus ke dalam selaput lendir tubuh.

3. Menerapkan etika batuk dan bersin 

Etika batuk yang benar, seperti menutup mulut dengan siku bagian dalam atau tisu, sangat penting untuk mencegah penyebaran droplet ke udara.

Langkah ini secara signifikan mengurangi risiko penularan virus kepada orang lain yang berada di sekitar kamu. 

4. Mengelola kondisi penyerta atau komorbid

Individu dengan penyakit penyerta seperti diabetes atau hipertensi, memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi jika terinfeksi virus. 

Memastikan kondisi komorbid tetap terkontrol melalui pengobatan rutin akan membantu menjaga stabilitas tubuh saat menghadapi ancaman infeksi.

5. Hindari kontak dengan orang yang sedang sakit

Menjaga jarak fisik dengan individu yang menunjukkan gejala sakit dapat meminimalisir risiko terpapar virus secara langsung.

Mengingat potensi penularan antarmanusia pada varian tertentu, langkah ini menjadi proteksi krusial untuk mencegah penyebaran lebih luas.

6. Tutup makanan dengan rapat

Pastikan semua bahan makanan tersimpan dalam wadah kedap udara atau lemari yang rapat. 

Tikus sangat tertarik pada bau makanan, dan kontaminasi pada kemasan makanan melalui urine atau air liur tikus adalah jalur utama penularan virus ke manusia.

7. Waspada saat bepergian

Jika kamu berkunjung ke daerah endemis atau menggunakan transportasi umum, pastikan area penginapan kamu bersih. 

Jangan ragu untuk melapor pada kru jika menemukan tanda-tanda keberadaan tikus atau kotorannya di area kamar.

8. Perkuat sistem imun tubuh

Daya tahan tubuh yang kuat adalah benteng pertama melawan infeksi.

Konsumsilah makanan bergizi seimbang, istirahat yang cukup, serta tambahkan asupan vitamin C atau suplemen pendukung untuk menjaga metabolisme tetap optimal.

Butuh rekomendasi vitamin C untuk perkuat daya tahan tubuh? Ini 11 Rekomendasi Vitamin C yang Bagus dan Mudah Didapatkan.

9. Gunakan masker di keramaian dan area berdebu

Hantavirus dapat menular melalui partikel udara (airborne) yang terkontaminasi. 

Mengenakan masker, terutama saat membersihkan area berdebu, sangat efektif meminimalisir risiko virus terhirup ke paru-paru.

Ibu bisa simak selengkapnya, Ini Rekomendasi Masker Medis untuk Anak untuk Cegah Polusi Udara. 

10. Hindari kontak dengan hewan pengerat

Jangan pernah mencoba memegang atau mendekati tikus, baik dalam keadaan hidup maupun mati. 

Jika menemukan tikus di dalam rumah, gunakan perangkap yang aman dan hindari kontak langsung dengan kulit saat hendak membuangnya.

Ini Hal-Hal yang Wajib Dihindari dalam Menghadapi Hantavirus

Berikut ini beberapa hal yang wajib kamu hindari dalam menghadapi Hantavirus:

1. Jangan panik berlebihan

Kepanikan hanya akan memicu pengambilan keputusan yang salah.

Tetaplah tenang dan pahami bahwa Hantavirus dapat dicegah dengan PHBS. Kamu dan keluarga bisa fokus pada tindakan preventif atau pencegahan yang logis.

2. Jangan mudah percaya berita palsu (hoax)

Jangan mudah percaya pada pesan berantai yang tidak memiliki landasan medis.

Pastikan kamu hanya merujuk informasi dari otoritas kesehatan resmi, agar tidak termakan isu yang menyesatkan.

Misalnya informasi dari Kementerian Kesehatan atau WHO (World Health Organization). 

3. Jangan menyapu atau memvakum debu kering

Menyapu kotoran tikus yang kering akan membuat virus terbang ke udara.

Basahi dulu area tersebut dengan cairan disinfektan sebelum dibersihkan dengan kain pel.

4. Jangan menyentuh tikus tanpa sarung tangan

Jika harus membuang bangkai tikus, selalu gunakan sarung tangan karet atau plastik sekali pakai. 

Setelah selesai, segera cuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir hingga benar-benar bersih.

5. Jangan biarkan sampah menumpuk

Tumpukan sampah dapur di sudut rumah adalah daya tarik utama bagi tikus.

Kelola sampah dengan benar dalam tempat sampah tertutup dan segera buang secara teratur setiap hari.

6. Jangan menyepelekan gejala yang muncul

Hantavirus memiliki gejala awal mirip flu, seperti demam dan nyeri otot. 

Namun, jika diikuti dengan sesak napas setelah kamu berada di area berisiko, segera hubungi dokter. 

Penanganan dini sangat penting bagi keselamatan kamu dan orang lain.

7. Hindari tidur langsung di lantai atau tanah

Ketika melakukan aktivitas outdoor seperti berkemah, hindari tidur langsung di atas tanah tanpa alas yang memadai. Terutama di area yang dicurigai sebagai habitat tikus hutan.

8. Jangan memelihara tikus liar

Meskipun terlihat unik, jangan pernah mencoba memelihara tikus yang ditangkap dari alam liar sebagai hewan piaraan. Hal tersebut potensi membawa virus patogen pemicu penyakit. 

Mencegah Hantavirus dimulai dari ketelitian kita dalam menjaga kebersihan lingkungan terkecil. 

Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, kamu telah mengambil peran penting dalam menjaga kesehatan diri sendiri dan orang-orang tersayang.

Tetap waspada, menjaga kebersihan, dan selalu utamakan kesehatan di mana pun kamu berada.

Punya Pertanyaan Tentang Hantavirus? Tanya ke HILDA Aja!

Mau tahu lebih jauh informasi mengenai hantavirus? Tanya HILDA aja!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) dapat menjawab pertanyaan umum tentang informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan, termasuk seputar penyakit hantavirus.

HILDA adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan, kasih gambaran langkah awal, arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan, hingga menemukan obat yang dibutuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.  

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc. 

  • Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis!
  • Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
  • Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
Referensi: 
Kemenkes. Diakses pada 2026. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Virus Hanta di Indonesia.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Hantavirus pulmonary syndrome.
CDC. Diakses pada 2026. About Andes Virus. 
MSD Manual. Diakses pada 2026. Hantavirus Infection.