Ad Placeholder Image

Harapan Baru dalam Pengobatan Parkinson: Terapi Sel Regeneratif Bemdaneprocel Menunjukkan Hasil Menjanjikan

5 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   03 September 2025

Terapi sel punca eksperimental, bemdaneprocel, menunjukkan potensi untuk tidak hanya mengelola gejala Penyakit Parkinson tetapi juga memulihkan fungsi otak yang hilang, menawarkan harapan baru bagi jutaan pasien di seluruh dunia.

Harapan Baru dalam Pengobatan Parkinson: Terapi Sel Regeneratif Bemdaneprocel Menunjukkan Hasil MenjanjikanHarapan Baru dalam Pengobatan Parkinson: Terapi Sel Regeneratif Bemdaneprocel Menunjukkan Hasil Menjanjikan

Artikel ini telah direview oleh dr. Theresia Novi, SpPK yang merupakan bagian dari Board of Medical Excellence

DAFTAR ISI


Penyakit Parkinson adalah gangguan neurodegeneratif progresif yang ditandai dengan kerusakan neuron penghasil dopamin di otak.

Akibatnya, pasien kehilangan kontrol motorik secara bertahap, mengalami gejala seperti tremor, kekakuan, dan kesulitan bergerak.

Selama ini, pengobatan standar hanya berfokus pada pengendalian gejala, tanpa mampu menghentikan atau membalikkan kerusakan sel yang menjadi akar penyebabnya.

Kini, sebuah terobosan dalam kedokteran regeneratif bernama bemdaneprocel memberikan secercah harapan.

Terapi ini dirancang untuk menggantikan neuron dopamin yang hilang, berpotensi memperbaiki langsung penyebab penyakit, bukan sekadar meringankan gejalanya.

Apa Itu Bemdaneprocel dan Mengapa Ini Penting?

Bemdaneprocel (juga dikenal sebagai BRT-DA01) adalah terapi sel investigatif yang menggunakan sel punca pluripoten.

Sel-sel ini direkayasa secara khusus di laboratorium untuk berkembang menjadi calon neuron dopamin yang sehat.

Alih-alih hanya menggantikan dopamin yang hilang dengan obat-obatan, bemdaneprocel bertujuan untuk membangun kembali “pabrik” dopamin di dalam otak.

Selama puluhan tahun, levodopa telah menjadi andalan dalam pengobatan Parkinson. Meskipun efektif pada tahap awal, efektivitasnya sering kali menurun seiring waktu dan dapat menyebabkan efek samping yang signifikan, seperti diskinesia (gerakan tubuh yang tidak terkendali).

Bemdaneprocel menawarkan paradigma baru dengan beberapa keunggulan utama:

  • Pendekatan Regeneratif: Fokus untuk memperbaiki dan mengganti sel otak yang rusak, bukan hanya menutupi gejala.
  • Potensi Jangka Panjang: Sel baru yang ditransplantasikan diharapkan dapat bertahan hidup, berintegrasi, dan menghasilkan dopamin secara alami di dalam otak untuk waktu yang lama.
  • Mengubah Target Pengobatan: Beralih dari “mengelola gejala” menjadi “memulihkan fungsi” dengan mengganti sel yang hilang.

Bagi pasien, keberhasilan terapi ini dapat berarti peluang untuk mendapatkan kembali kemandirian dan peningkatan kualitas hidup yang signifikan.

Cara Kerja Bemdaneprocel

Proses terapi bemdaneprocel dapat diuraikan dalam beberapa langkah kunci:

  • Rekayasa Sel Punca: Bemdaneprocel terdiri dari sel-sel progenitor neuron dopamin yang berasal dari sel punca pluripoten. Sel ini disiapkan secara cermat di laboratorium.
  • Transplantasi Bedah: Melalui prosedur bedah saraf, sel-sel ini ditransplantasikan secara presisi ke putamen, yaitu area otak yang sangat penting untuk kontrol gerakan dan paling terpengaruh oleh hilangnya dopamin pada Penyakit Parkinson.
  • Integrasi dan Fungsionalitas: Setelah ditransplantasikan, sel-sel baru ini diharapkan dapat matang menjadi neuron dopamin fungsional, membentuk koneksi baru, dan terintegrasi ke dalam jaringan saraf otak yang ada.
  • Produksi Dopamin Alami: Sel-sel yang berhasil terintegrasi akan mulai memproduksi dopamin, membantu memulihkan kadar dopamin di otak dan mengurangi gejala motorik penyakit.

Hasil Uji Klinis yang Menjanjikan

Data dari uji klinis Fase 1 yang dipublikasikan di jurnal ilmiah ternama “nature” menunjukkan hasil yang sangat positif setelah pemantauan selama 18 bulan:

  • Perbaikan Fungsi Motorik: Pasien menunjukkan perbaikan signifikan pada skor motorik (diukur dengan MDS-UPDRS Part III) saat dalam kondisi “OFF” (ketika efek obat standar sedang tidak aktif). Ini menunjukkan bahwa terapi memberikan manfaat nyata yang independen dari pengobatan lain.
  • Peningkatan Kualitas Hidup: Pasien melaporkan peningkatan waktu “ON” yang baik (kondisi di mana gejala terkendali) tanpa diskinesia yang mengganggu. Rata-rata, pasien mendapatkan tambahan 2 hingga 2,7 jam per hari dalam kondisi baik.
  • Bukti Biologis: Pemindaian PET (Positron Emission Tomography) menunjukkan bukti bahwa sel-sel yang ditransplantasikan bertahan hidup dan berfungsi sebagaimana mestinya, yang terlihat dari peningkatan penyerapan dopamin di putamen.
  • Keamanan yang Terjaga: Terapi ini dapat ditoleransi dengan baik. Hingga 18 bulan pemantauan, tidak ada efek samping serius yang dilaporkan terkait dengan sel yang ditransplantasikan.

Temuan ini menjadi titik balik yang membuat bemdaneprocel semakin mendapat perhatian global.

Jika mengalami gejala penyakit saraf, Ini Rekomendasi Dokter Saraf di Halodoc yang bisa kamu hubungi.

Risiko dan Tantangan di Masa Depan

Meskipun hasilnya menjanjikan, penting untuk memahami bahwa bemdaneprocel masih dalam tahap pengembangan dan memiliki beberapa tantangan:

  • Prosedur Invasif: Transplantasi sel memerlukan prosedur bedah otak yang kompleks.
  • Kebutuhan Imunosupresi: Pasien perlu mengonsumsi obat penekan sistem kekebalan (imunosupresan), setidaknya selama satu tahun pertama, untuk mencegah penolakan tubuh terhadap sel baru.
  • Ketersediaan dan Biaya: Sebagai terapi mutakhir, prosesnya rumit dan kemungkinan akan memerlukan biaya yang sangat tinggi. Saat ini, terapi ini hanya tersedia dalam lingkup uji klinis.

Status Regulasi dan Perkembangan Global

Bemdaneprocel dikembangkan oleh BlueRock Therapeutics, sebuah anak perusahaan dari Bayer AG.

Karena potensinya yang besar, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) telah memberikan status Regenerative Medicine Advanced Therapy (RMAT).

Status ini dirancang untuk mempercepat proses pengembangan dan peninjauan terapi sel dan gen yang menjanjikan untuk kondisi serius.

Saat ini, uji klinis Fase 2 yang lebih besar, bernama exPDite, sedang dalam persiapan untuk mengevaluasi lebih lanjut efikasi dan keamanan bemdaneprocel pada populasi pasien yang lebih luas.

Di Indonesia, bemdaneprocel belum terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan belum memiliki izin edar.

Pasien di Indonesia perlu menunggu hasil lebih lanjut dari riset global sebelum terapi inovatif ini dapat diakses secara resmi.

Artinya, pasien di Indonesia masih harus menunggu perkembangan riset global sebelum terapi ini tersedia secara resmi.

Itulah informasi tentang bemdaneprocel yang perlu kamu pahami.

Yuk, ketahui lebih dalam mengenai Apa Itu Penyakit Parkinson? Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya berikut ini.

Jika kamu punya pertanyaan lain terkait penyakit Parkinson, hubungi dokter spesialis saraf di Halodoc saja! 

Mereka bisa memberikan informasi dan saran perawatan yang tepat sekaligus meresepkan obat. 

Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. 

Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:

Referensi:
BlueRock Therapeutics. Diakses pada 2025. Bemdaneprocel Clinical Program Information.
ClinicalTrials.gov. Diakses pada 2025. A Study to Assess the Efficacy and Safety of Bemdaneprocel in Participants With Parkinson’s Disease (exPDite-2).
Parkinson’s News Today. Diakses pada 2025. Bemdaneprocel continues to ease motor symptoms at 18 months in trial.
BPOM RI. Diakses pada 2025. Cek Produk BPOM.