• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Haruskah Hematoma Subdural Diatasi dengan Operasi?

Haruskah Hematoma Subdural Diatasi dengan Operasi?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Hematoma subdural terjadi ketika darah terkumpul di permukaan otak tepatnya berada di bawah tengkorak. Hematoma subdural sering disebabkan oleh cedera kepala dan dapat mengancam jiwa. Gejala hematoma subdural akut dan kronis juga berbeda.

Hematoma subdural akut umumnya muncul dengan cepat dan hematoma subdural kronis mungkin tidak memiliki gejala sama sekali. Hematoma subdural umumnya ditandai dengan bicara cadel, hilang kesadaran, kejang, mati rasa, sakit kepala parah, kelemahan dan masalah penglihatan. 

Baca juga: Perbedaan Hematoma Intrakranial dan Hematoma Subdural

Apakah Hematoma Subdural Harus Dioperasi?

Hematoma subdural akut maupun kronis adalah kondisi yang dapat berakibat fatal, sehingga perlu segera ditangani. Operasi adalah cara untuk menangani hematoma subdural. Melansir dari Healthline, prosedur bedah yang disebut kraniotomi digunakan untuk mengangkat hematoma subdural yang besar dan biasanya digunakan untuk mengobati hematoma subdural akut. 

Melalui prosedur ini, dokter bedah mengambil bagian dari tengkorak untuk mengambil gumpalan darah. Setelah itu, dokter menyedot atau mengisap darah serta melakukan irigasi untuk menghilangkan gumpalan darah. Pada kasus hematoma subdural akut, kraniotomi dapat menyelamatkan jiwa, tapi sayangnya masih memiliki risiko. 

Oleh sebab itu, lubang kecil digunakan untuk mengalirkan hematoma subdural kronis maupun akut. Untuk melakukan prosedur ini, dokter bedah perlu membuat lubang kecil di tengkorak dan kemudian menempatkan tabung karet di dalamnya. Lubang-lubang yang dibuat ini bertujuan untuk mengalirkan darah dari hematoma keluar. Meskipun tingkat pemulihan bervariasi, 80 hingga 90 persen pengidap tidak mengalami penurunan fungsi otak yang signifikan setelah prosedur ini.

Setelah operasi dilakukan, dokter akan meresepkan obat anti-kejang untuk mengobati atau mencegah kejang yang mungkin disebabkan oleh hematoma subdural. Obat juga dapat digunakan untuk mengobati cedera otak.

Baca juga: Hematoma Subdural dan Subdural Empyema, Apa Perbedaannya?

Cara Mencegah Hematoma Subdural

Kecelakaan, termasuk cedera kepala, adalah penyebab utama hematoma subdural. Banyak dari kecelakaan ini terkait dengan penggunaan narkoba dan alkohol. Maka itu, hindari cedera kepala dengan langkah pencegahan berikut ini:

  • Minum alkohol secukupnya. Jangan mengemudi setelah minum.

  • Hindari penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang

  • Gunakan standar peralatan keselamatan saat bekerja untuk mencegah cedera.

  • Jangan berada di tempat yang tinggi atau berbahaya ketika merasa pusing atau tidak stabil.

  • Cek penglihatan secara teratur. Visi yang buruk meningkatkan risiko jatuh dan jenis kecelakaan lainnya.

  • Bersihkan rumah atau apartemen dari bahaya yang bisa menyebabkan kamu tersandung. 

  • Apabila kaki tidak stabil, pertimbangkan untuk menggunakan tongkat atau alat bantu jalan.

  • Hindari obat "pengencer darah" jika tidak diresepkan dokter. Obat pengencer darah, seperti aspirin, heparin warfarin, dan lainnya meningkatkan risiko perdarahan di dalam kepala. 

Apabila kamu bermain sepak bola dan mengalami cedera kepala yang signifikan, beri waktu penyembuhan sebelum mulai bermain lagi. Penyembuhan total memakan waktu hingga 15 hari. Cedera kepala berulang selama periode penyembuhan menghasilkan lebih banyak perdarahan. 

Baca juga: Waspada Komplikasi Akibat Hematoma Subdural

Apabila kamu mengalami sakit kepala parah dan disertai bicara cadel, segera periksakan diri ke dokter. Pasalnya, sakit kepala parah dan cadel bisa menandakan hematoma subdural kronis maupun stroke. Kalau kamu berencana mengunjungi rumah sakit, kamu bisa membuat janji dengan dokter terlebih dahulu melalui aplikasi Halodoc. Tinggal pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu lewat aplikasi.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. What is a subdural hematoma?
Harvard Health Publishing. Subdural Hematoma.