Hematoma Subdural dan Subdural Empyema, Apa Perbedaannya?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
hematoma-subdural-dan-subdural-empyema-apa-perbedaannya-halodoc

Halodoc, Jakarta – Kepala merupakan salah satu bagian tubuh yang penting untuk dilindungi. Pasalnya, di dalam kepala terdapat organ otak yang bisa mengalami masalah serius bila sampai terjadi cedera. Dua masalah otak yang sangat serius yang perlu diwaspadai adalah hematoma subdural dan subdural empyema. Lantas, apa perbedaan di antara keduanya? Yuk, cari tahu di sini.

Apa Itu Hematoma Subdural dan Subdural Empyema?

Walaupun sama-sama memiliki kata subdural, hematoma subdural dan subdural empyema adalah dua kondisi yang berbeda. Hematoma subdural adalah kumpulan darah di luar otak. Otak manusia dan sumsum tulang belakang dikelilingi oleh lapisan membran pelindung yang disebut meninges. Pada hematoma subdural, perdarahan terjadi di antara dura (lapisan terluar otak) dan lapisan berikutnya, yaitu arachnoid. Hematoma subdural tergolong kondisi serius, karena penumpukan darah dapat mengakibatkan tekanan tinggi di dalam tengkorak. Hasilnya, akan timbul kompresi dan kerusakan jaringan otak yang dapat menyebabkan kematian.

Sementara itu, empyema subdural adalah abses atau kumpulan nanah yang terjadi di antara duramater dan arachnoid. Empiema subdural juga adalah kondisi yang berpotensi mengancam jiwa. Pasalnya, empyema subdural dapat menyebar dengan cepat dan memengaruhi seluruh bagian otak. Empiema subdural dapat berkembang menjadi meningitis, trombosis vena kortikal, ataupun abses otak.

Baca juga: Sakit Kepala Susah Hilang, Waspada Hematoma Subdural

Perbedaan Penyebab Hematoma Subdural dan Subdural Empyema

Hematoma subdural biasanya disebabkan oleh cedera kepala yang parah, seperti karena jatuh, kecelakaan kendaraan bermotor, ataupun serangan pukulan. Orang-orang dengan gangguan perdarahan dan orang yang menggunakan obat pengencer darah juga berisiko tinggi mengalami hematoma subdural, walaupun hanya terjadi cedera kepala yang relatif kecil.

Sedangkan subdural empiema, biasanya terjadi sebagai komplikasi dari sinusitis atau otitis media, tetapi empyema subdural juga bisa terjadi akibat infeksi telinga.

Baca juga: Risiko Fatal di Balik Cedera Kepala

Perbedaan Gejala Hematoma Subdural dan Subdural Empyema

Gejala hematoma subdural yang muncul biasanya tergantung pada tingkat keparahan perdarahan, antara lain:

  • Pada cedera kepala dengan perdarahan mendadak dan parah yang menyebabkan hematoma, orang yang mengalaminya mungkin akan kehilangan kesadaran dan langsung koma.

  • Orang yang mengalami cedera kepala mungkin akan tampak baik-baik saja selama beberapa hari setelah kecelakaan, tetapi perlahan-lahan ia akan menunjukkan gejala seperti bingung dan beberapa hari kemudian pingsan. Kondisi tersebut terjadi karena tingkat perdarahan berkembang secara lambat dan menyebabkan hematoma subdural secara perlahan membesar.

  • Pada hematoma subdural yang berkembang sangat lambat, orang yang mengalaminya mungkin tidak akan menunjukkan gejala selama lebih dari dua minggu setelah perdarahan terjadi.

Sedangkan secara umum, gejala hematoma subdural meliputi sakit kepala, kebingungan, perubahan perilaku, pusing, mual dan muntah, lemah dan rasa kantuk yang berlebihan, apati, serta kejang.

Namun, tiap orang bisa mengalami gejala hematoma subdural yang bervariasi. Selain tingkat keparahan perdarahan, usia seseorang dan kondisi medis lainnya juga dapat memengaruhi respons seseorang terhadap hematoma subdural.

Sedangkan gejala subdural empyema meliputi demam, sakit kepala, lesu, dan kejang yang bisa berkembang selama beberapa hari.

Itulah perbedaan hematoma subdural dan subdural empyema yang perlu kamu ketahui. Bila kamu baru saja mengalami kecelakaan atau mengalami gejala seperti di atas, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendiagnosis kondisi yang kamu alami. Dengan melakukan penanganan sedini mungkin, komplikasi yang parah juga bisa dihindari. 

Baca juga: Beda Epidural Hematoma dan Subdural Hematoma

Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa buat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan kamu melalui Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play sebagai teman penolong untuk menjaga kesehatanmu sekeluarga.

Referensi:

WebMD. Diakses pada 2019. Subdural Hematoma.